<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060</id><updated>2012-01-28T07:35:42.926+07:00</updated><category term='yang dibaca Sinyo'/><category term='Berita Kebon Ijo'/><category term='Titipan Kamboja Sahabat'/><category term='Sinyo Lebay'/><category term='Ruang Bantji'/><category term='Filmnya Sinyo'/><category term='Lesbian Under Cover'/><category term='Jayusan Sinyo vs Nepen'/><category term='Renungan Sinyo'/><category term='Nepenthes'/><category term='Cerpen'/><category term='Khayalan Sinyo'/><category term='Cerbung Nadia dan Uni'/><category term='Tokoh Pilihan'/><category term='Fiksi Mini ala Kopi Tubruk-Lari'/><title type='text'>NEPENTHES</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>175</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-952142520106581260</id><published>2012-01-26T09:00:00.002+07:00</published><updated>2012-01-26T09:18:37.569+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lesbian Under Cover'/><title type='text'>Polling Alasan Sista Bergabung di Milis atau Grup Lesbian</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-fq923RtI1MM/Tw4tqSd_ZKI/AAAAAAAABgc/Vmlb5xqzyk8/s1600/polling.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px 10px 10px 0px; width: 164px; height: 170px; float: left; cursor: pointer;" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696540783205639330" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/-fq923RtI1MM/Tw4tqSd_ZKI/AAAAAAAABgc/Vmlb5xqzyk8/s320/polling.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Awalnya nih Polling inyo lempar ke FB, berhubung banyak sista-sista yang menggunakan hape untuk berinteraksi di FB dan ternyata dari hape pada ga bisa melihat Polling, maka Polling ini inyo post di blog. Dan jumlah pengisi polling lumayan ada peningkatan 2x lipat dari peserta polling-polling yang inyo adakan sebelumnya. Makasih ya man teman yang dah sudi ikutan polling bikin pening ini hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah kita mulai saja pembahasan polling. Alasan inyo buat polling ini, hanya ingin mengetahui apa sih yang membuat Lesbian masuk ke sebuah milis, grup atau komunitas Lesbian di dunia maya ini. Apa menariknya sebuah milis, grup atau komunitas Lesbian tersebut. Dan sejauh mana ketertarikan Lesbian akan keberadaan milis, grup atau komunitas Lesbian dunia maya. Benarkah perkiraan inyo dan sebagian sobat pemerhati Lesbian di dunia maya ini bahwa sebagian besar Lesbian masuk ke milis, grup atawa komunitas Lesbian hanya untuk mencari patjar? Kalau soul mate koq rasanya bote banget deh... :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada nanya satu-satu dan atas saran beberapa teman akhirnya inyo buat polling ini.  Sampai hari terakhir poling terjaring 168 kolor dan g-string yang ikutan polling ini. Dan inyo membebaskan perserta polling untuk memilih lebih dari satu jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 168 peserta polling hampir 73% ternyata memilih jawaban "Mencari patjar".&lt;br /&gt;Berikut urutan jawaban yang dipilih dengan jumlah suara ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mencari Patjar : 123 suara atau 73%&lt;br /&gt;2. Merusuh, Meneror dan Menggosip : 49 suara atau 29%&lt;br /&gt;3. Mencari Teman Senaseb : 46 suara atau 27%&lt;br /&gt;4. Menambah Pengetahuan : 16 suara atau 19%&lt;br /&gt;5. Mengekspresikan Eksistensi Diri : 28 suara atau 16%&lt;br /&gt;6. Mencari Selingkuhan : 11 suara atau 6%&lt;br /&gt;7. Siapa Tahu Dapat Ide Untuk Menulis maklum Plagiat Ide sih... : 5 suara atau 2%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhhh bener kan...kaaaaan dugaan inyo dan beberapa teman kalau ternyata sebagian besar Lesbian yang bergabung di sebuah milis, grup atau komunitas Lesbian dunia maya tujuan utamanya mah mencari Patjar doang. Mungkin mendapatkan Patjar dengan cara instan ini lebih gampang kali ya? Secara yang masuk di sebuah milis, grup atau komunitas Lesbian pastilah Lesbian, ya iyalah masak tukang ojek? Ga perlu repot-repot lagi untuk menduga-duga nih feuyeum straight atau Lesbian seperti di dunia nyata. Dari id-nya sudah bisa ditebak masuk label yang mana. Jadi tinggal dipilih...dipilih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebagaimana feuyeumfuan pada umumnya yang senang bergosip, ternyata milis, grup atau komunitas Lesbian juga tak luput dari ajang mencari berita-berita hangat ala cek n ricek. Semisal pasangan mana yang sedang bermasalah, yang diputuskan, yang memutuskan, si Ani kembalian ama mantanya, si Ana pacaran ama si Ubi yang tak bukan teman karib mantan si Ana, sapa yang jomblo, sapa yang selingkuh dll. Untuk perusuh mungkin mereka ingin jadi badut bila milis, grup atau komunitas Lesbian mulai membosankan ga ada lagi yang dibicarakan. Jika meneror ini bentuk lain lagi. Lebih hanya sekedar menilik atau mematai-matai patjar atau mantan yang kemungkinan masuk di sebuah milis, grup atau komunitas Lesbian. Untuk jawaban merusuh, meneror atau menggosip ini lebih sebagai wadah hiburan. Sebagian sista-sista yang masuk ke dunia maya hanya sekedar mencari hiburan setelah penat pikiran di dunia nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencari teman senaseb juga pilihan sebagian Lesbian yang mungkin di dunia nyata ga berani CO ke sembarang teman. Hanya saja yang perlu diwaspadai pertemanan di dunia maya juga tidak kurang ganasnya. Intrik, tarik menarik kepentingan, fitnah, merebut patjar teman etc. Jika di dunia nyata, pertemanan bisa terlihat saat itu juga dan prosesnya dengan seleksi alam, tidak dengan pertemanan Lesbian di dunia maya yang melalui proses waktu yang lama untuk bisa mengetahui mana kolor mana high heel jimmy choax. hehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Menambah Pengetahuan? Aduh nyok...haree genee cari ilmu dari dunia maya Lesbian? Ilmu mah cukup dapat dari dunia nyata atau kalau perlu cari noh sampai ke negeri Tirai Bambu". Ini jawaban dari beberapa sahabat yang inyo tanya kenapa dia ga memilih jawaban mencari ilmu. Mungkin ini sebabnya presentase memilih mencari ilmu di milis, grup atawa komunitas Lesbian kalah bersaing dengan pilihan jawaban mencari patjar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya ada juga yang jujur memilih jawaban nomer 7 ya? hehehe :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kenyataan hasil polling ini, koq rasanya rada galau ya? Jika milis, grup atau komunitas Lesbian dibuat untuk memberdayakan para Lesbian itu sendiri, artinya disadari atau tidak misi visi tersebut tidak tercapai toh? Sebuah kesia-siaan belaka. Mubazir.&lt;br /&gt;Dulu sebuah situs lesbian online yang cukup kondang di dunia maya, mengharamkan membentuk milis atau komunitas lesbian (seperti Twitter atau FB) untuk menghindari jadi ajang mencari jodoh dan copdar. Dan sekarang, lihatlah mereka terpancing juga untuk menghalalkan apa yang mereka haramkan. Lucunya sebagian peserta milis yang ikut acara copdar berharap bisa bertemu dengan pemilik milis lesbian tersebut. Yailee...jangan harap deh, mereka ga bakal bersedia bertemu dengan cucakrowo macam kalian, mana mau mereka membuka topengnya ckck...&lt;br /&gt;Belum lagi bila Komunitas Lesbian dunia maya hanya menjadi ajang pamer banyak-banyakan member/anggota saling mengklaim punya pembaca ratusan ribu dan jutaan pembaca. Emangnya mau pilkada apa ya? Padahal yang masuk pan orangnya ya itu-itu juga...hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita simak curhat keprihatinan Alin Bin Aliddin tentang kondisi Lesbian di dunia maya berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;seperti yang sudah diketahu khalayak ramai, internet dan media massa adalah pembangkit gerakan masyarakat sehat.. eh, gerakan komunitas lesbian. tak disangkal dan tak dinyana juga sebuah situs lesbian online kondang sebagai pendonor terbesar efek “pemulihan-bagi-para-perempuan-yang-masih-bimbang-akan-orientasi-seksualnya” pembangkit semangat makhluk terjajah oleh belenggu dogma orang tua untuk berbondong2 unjuk gigi “menginspirasi, menjangkau, mendidik, menyentuh hati masyarakat umum, terutama lesbian menuju kepercayaan diri yang positif untuk meningkatkan kesejahteraan hidup” oooh mulia sekali saya pikir, tapi kebanyakan pesan yang tertangkap malah over dosis dan bikin eneg&lt;br /&gt; belum lagi geliat komunitas lesbian di daerah2 yang didirikan oleh beberapa usia tanggung yang lucunya hanya untuk mengikuti trend saat itu (baca: demam the virgin *aka: mitha/ dara wannabe* demam motor matic bla bla bla..).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tentu saja di belahan ufuk timur ini semuanya pasti disambungkan dengan adat konvensional. Masyarakat mayoritas dikomandoi oleh orang tua *yang pastinya tidak suka dibantah* kebanyakan memiliki pandangan/ opini negative dan mereka membalas dengan sikap pengucilan terhadap kaum lesbian yang dianggap pembangkang norma. Imbasnya juga balik lagi ke kita2 ini dund. Belum lagi kalo bentrok sama FPI *ya oloh jangan sampe deh.. bisa belah duren, eh, belah diri pake golok nanti.. halah*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kebebasan berkomunitas dan tampil adalah hak, namun jika berlebihan saya rasa kurang baik. Forum diskusi, seminar, kegiatan sosial atau weblog terbesar belum mengenai sasaran yang tepat atau mungkin cara penyajiannnya yang tidak efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum semua ini merangsek tidak terkendali melebihi akal sehat, sebelum pemuda pemudi lebih suka menonjolkan sisi kelesbianan mereka daripada berprestasi, sebelum (dan semoga tidak) adanya pihak2 yang menyusup/ menungganggi untuk kepentingan propaganda bersifat global dan sebelum saya didesak segera menikah oleh orangtua yang khawatir atas kebantjhian saya.. halah. Ada baiknya kita memikirkan suatu tindakan/ ide untuk memperbaiki keadaan. Semakin lama bahkan saya merasa kurang nyaman berada di lingkungan kaum kita sendiri.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita menemukan website lesbian, komunitas, grup atau milis lesbian, jangan pernah mengatakan bahwa, "Kita telah menemukan sebuah Rumah." Rumah dalam konsep dunia nyata dan maya memang berbeda. Tapi RUMAH MAYA itu semu. Jika kita menganggap website lesbian atau grup lesbian atau komunitas lesbian di dunia maya ini sebagai RUMAH, itu artinya sama saja kita tidak akan pernah kemana-mana. Ga move on. Selalu ingin kembali, kembali dan kembali. Mending kita anggap saja website lesbian, komunitas lesbian, grup lesbian atau milis lesbian dll itu seperti oase. Setelah dahaga kita terpenuhi kita bisa melanjutkan perjalanan. Karena hidup adalah perjalanan tanpa henti.  Apalagi bila rumah di dunia maya hanya menerima yang sehaluan, memuji-muji dan pro dengan pendapat-pendapat mereka, yang dibahas pun kalau ga cinta, perselingkuhan, kekurangan partner ya apalagi kalau bukan seksual lesbian toh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah sejatinya ada di dunia nyata. Rumah yang hangat adalah rumah yang dinamis, rumah yang bisa menerima perbedaan pendapat, rumah yang bisa menerima kritik, rumah yang bisa membuat kita menjadi manusia mandiri. Rumah yang sehat adalah rumah yang membebaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-952142520106581260?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/952142520106581260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2012/01/polling-alasan-sista-bergabung-di-milis.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/952142520106581260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/952142520106581260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2012/01/polling-alasan-sista-bergabung-di-milis.html' title='Polling Alasan Sista Bergabung di Milis atau Grup Lesbian'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-fq923RtI1MM/Tw4tqSd_ZKI/AAAAAAAABgc/Vmlb5xqzyk8/s72-c/polling.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-3687299023008280006</id><published>2012-01-17T10:00:00.002+07:00</published><updated>2012-01-24T19:06:02.727+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Cerpen "Gerimis Senja di Praha"</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-WkBm1kedAdg/TxTs13g6M0I/AAAAAAAABg0/UTSHwC5Mh88/s1600/gerimis-senja-di-praha.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px 10px 10px 0px; width: 150px; height: 196px; float: left; cursor: pointer;" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5698439838709723970" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/-WkBm1kedAdg/TxTs13g6M0I/AAAAAAAABg0/UTSHwC5Mh88/s320/gerimis-senja-di-praha.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;GERIMIS SENJA DI PRAHA&lt;br /&gt;oleh &lt;em&gt;EEP SAEFULLOH FATAH&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senja Agustus memerah di kaki bukit Petrin, Mala Strana. Langit mengencingi Praha tak habis-habis. Gerimis turun sejak siang dan tak juga membesar. Sungai Vltava baru saja mulai tenang setelah marah meletup-letup selama setengah pekan lalu. Dua hari lalu, airnya naik hingga sembilan meter. Jembatan Charles nyaris terendam. Kemarahan Vltava nyaris saja menenggelamkan Praha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau ada di situ. Begitu saja. Berpayung jingga. Berdiri mematung. Matamu terlihat menerawang. Bajumu putih, sedikit berenda. Kalau saja matahari sedang berbaik hati pada Praha, rok tipismu tentu menerawang pula. Kau seperti berjejer dengan patung-patung monumen itu. Menjadi bagiannya yang paling menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Monumen karya Olbram Zoubek itu sederhana belaka. Terdiri dari tujuh anak tangga dengan tujuh sosok di atasnya. Ketujuhnya terlihat sedang melangkah naik. Sosok yang berdiri di anak tangga terbawah adalah seorang lelaki dengan tubuh yang lengkap. Tapi semakin tinggi anak tangga, semakin tak lengkap bagian tubuhnya. Akhirnya, di anak tangga teratas, berdiri sosok yang sudah kehilangan begitu banyak anggota tubuhnya sehingga nyaris tak lagi berbentuk manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Monumen ini adalah salah satu dari sekian banyak monumen yang dibangun di Republik Ceko setelah komunisme mati. Bagiku, pesan yang disampaikannya tegas-terang-benderang. Komunisme menawarkan kebohongan berongkos mahal. Seolah menyediakan anak tangga untuk naik menggapai kejayaan, tapi sejatinya adalah parade prosesi kematian kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepekan menyusuri Praha cukup untuk menemukan betapa masa lalu, termasuk yang baru saja lewat, beroleh tempat penting. Monumen, mural, artefak museum, teater mutakhir, seni rupa beramai-ramai mengabadikannya dengan saksama. Sepertinya, ada kerja kolektif untuk menjaga ingatan. Semacam saling mengajak waspada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta adalah lain cerita. Uang dihamburkan untuk lampu-lampu hias, air mancur, patung-patung pahlawan palsu dan monumen-monumen nirmakna. Ketika Praha dikepung ingatan, Jakarta terkubur kepalsuan dan lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tetap mematung menerawang di sana. Di pelataran monumen yang sempit ini, jarak kita, mau tak mau, dekat belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau pasti dari Asia. Filipina?” Suara empukmu menyengatku tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Eh…. Ya. Asia. Indonesia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mengherankan juga. Ada turis yang suka monumen jelek ini.” Batas antara seringai dan senyummu menyembul dari balik payung jingga. Gigimu putih berkilau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Memang jelek secara artistik dan arsitektural. Tapi aku suka pesan yang dibawanya. Ajakan waspada pada kembalinya kebrutalan masa lalu. Menjaga ingatan. Melawan lupa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hmmm….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kenapa kau bilang ini monumen jelek?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Lihatlah tujuh sosok itu. Semua laki-laki. Padahal, lebih banyak perempuan yang jadi korban komunisme. Bahkan, perempuan adalah korban berlapis-lapis. Korban partai, negara, dan laki-laki. Dan si pematung tetap saja seperti laki-laki umumnya. Memandang perempuan hanya sebagai pelengkap. Statistik. Bukan manusia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Wow! Kau punya sinisme para feminis!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”No. No. No. Tanpa menjadi feminis, perempuan mana pun, bahkan laki-laki, dengan gampang bisa menangkap kejanggalan itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sekarang giliranku yang mesti heran kalau begitu. Kenapa kau tampak menikmati monumen yang kau bilang jelek ini?” Aku menyergah, mengubah posisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sederhana. Di musim panas seperti ini, Praha diserbu turis. Mereka ada di mana-mana, kecuali di sedikit tempat yang tak populer dan dilirik sebelah mata seperti monumen ini. Jadi, jangan keliru. Aku tak sedang menikmati monumen jelek ini. Aku butuh senyap.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyap menyergap senja Praha. Gerimis mulai mereda. Langit merah di balik Bukit Petrin memanggil-manggil malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjumpaan kedua kita adalah pada senja bergerimis berikutnya. Angin tak mau mengajak berkawan. Udara musim panas Praha pun sedikit mendingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Boleh aku merapat ke tubuhmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permintaanmu tiba-tiba. Dan mustahil kutolak. Kios-kios souvenir terserak di Stare Mesto. Berderet-deret sepanjang Smetanovo Nabi hingga ke kaki jembatan Charles. Berdempetan. Kita berjalan saling merengkuh. Mengusir dingin. Seperti sepasang kekasih. Gerimis yang tak juga reda menyemai rambut panjang kita menjadi masai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku ingin bunuh diri.” Kau pecah sunyi dengan cara yang sama sekali tak kuduga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hah!? Maksudmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kurang jelaskah itu? Atau bahasa Inggrisku kurang bagus di telingamu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”No. No. Inggrismu sempurna. Aku mendengar. Tapi….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya. Aku sedang berpikir untuk bunuh diri….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bagiku tak masuk akal.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Maksudmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau begitu muda. Ranum. Cantik. Cerdas. Dunia membentang luas di depanmu. Di sekelilingmu, perubahan berdentum-dentum. Ceko-mu begitu bergairah. Kau hidup persis di tengah contoh sukses Eropa Timur dan Tengah. Masa depan menunggumu. Tinggal kau jemput. Kau dikepung musim semi daya hidup. Bagaimana mungkin kau justru ingin melangkah ke arah sebaliknya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oh… Begitukah kami dari kejauhan? Kau terlalu romantis. Kau pikir kematian komunisme adalah berita baik seluruhnya? Setelah komunisme mati, perubahan menghasilkan para penikmat sekaligus korban. Celakanya, aku menjadi yang kedua.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”OK. Sorry untuk kenaifanku. Aku siap menjadi pendengar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ceritaku akan panjang. Ayo kita ke hotelmu saja. Seperti tadi kau bilang, malam ini kamu mesti packing kan? Keberatan kutemani dengan cerita panjangku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”No. Sama sekali tak keberatan.” Tentu aku menggeleng. Begitu baikkah Tuhan padaku senja ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar, para pelancong hiruk-pikuk lalu lalang. Suara-suara beragam bahasa dunia menerobos masuk melalui jendela kamar hotel yang kita biarkan lebar terbuka. Seperti suara ribuan lebah yang pandai berganti dendang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritamu panjang. Lirih. Dan kelabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku anak kesembilan. Bungsu. Di bawah kekuasaan komunis, hidup menjadi begitu rutin. Ayah dan Ibuku menjadikan kegiatan membuat anak sebagai selingan menantang. Anak demi anak lahir begitu saja. Setiap tahun satu. Berderet-deret seperti pagar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunisme memang memanjakan. Negara menyediakan apa saja, mulai sabun mandi hingga roti, dengan tak ada lebih pada seseorang dibanding yang lain. Di bawah komunisme, orangtuaku dan siapa pun tak dibiasakan apalagi didesak untuk berkompetisi. Segalanya tersedia tanpa perlu upaya berlebih. Tapi itulah, hidup kami menjadi manja. Tidak menjadi kaya, tapi dalam kesehajaan yang terpelihara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup terasa mudah belaka sampai kemudian Komunisme dijatuhkan oleh Revolusi Beludru dan keadaan berbalik seratus delapan puluh derajat. Demokrasi memaksa kami untuk berkompetisi. Negara tak lagi jadi penyantun, tapi membiarkan kami saling sikut untuk bertahan dan saling berebut hidup yang lebih baik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara-suara bising beragam bahasa dunia yang menyelinap dari balik jendela terbuka mulai perlahan menyenyap. Malam makin sepuh. Kubayangkan, para turis yang mulai letih telah memenjarakan dirinya di kamar-kamar hotel atau menyerbu panti-panti pijat dan klub-klub malam untuk menukarkan penat dengan keletihan yang lebih menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suaramu masih benderang, ceritamu seolah tak berujung, sementara ujung malam beringsut mendekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ibuku yang terlampau tua di hadapan kapitalisme, tersingkir dan tak lagi terpakai sebagai pramuniaga di sebuah kios di Kota Tua. Ayahku terkena rasionalisasi, dipecat dari sebuah lembaga birokrasi yang kelebihan pegawai, tanpa dipensiunkan. Kakak-kakakku sibuk dengan urusan masing-masing. Hidup yang keras membikin mereka tak lagi saling peduli satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terjepit dalam ketiadaan pilihan sampai sebuah tawaran yang begitu manis datang begitu saja dua tahun lalu. Sebuah biro penyalur tenaga kerja menawariku menjadi pramusaji pada sebuah restoran besar di Berlin. Kusambut tawaran itu dengan tangan terbuka sambil bersyukur betapa Tuhan telah begitu baik padaku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau terdiam. Menunduk. Matamu segera menjadi telaga. Dua sudut bendungan di sisi luar pangkal hidungmu makin tak mampu menahan air telagamu yang membanjir. Air matamu berjatuhan tanpa tercegah. Aku merapat begitu saja. Kau menjatuhkan bahumu ke dadaku. Lalu suaramu menyendat pada pangkal cerita yang rupanya segera tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku ditipu. Aku dijual ke sebuah tempat prostitusi di timur Berlin. Garis nasib yang kelam mesti kuterima tanpa daya. Badanku remuk dihantam kerja jahanam itu. Kemanusiaanku terbunuh oleh rutinitas itu. Membuka pintu kamar, membiarkan diperlakukan sebagai binatang, memunguti uang yang dilempar begitu saja ke atas tempat tidur sambil mendengar pintu ditutup dan suara sepatu lelaki di lantai menjauh hingga hilang ditelan lobi berkarpet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badanku hancur, tapi hatiku lebih hancur. Kemanusiaanku makin hari makin tak bersisa. Benar-benar binasa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air matamu membasahi bahuku. Dingin. Kita diterkam senyap yang tiba-tiba menjadi asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Untunglah aku akhirnya bisa melepaskan diri dari enam bulan terpanjang dalam hidupku itu. Kabur dari Berlin, kembali pulang. Tapi hidup tetap tak bersahabat. Akhirnya kuulang pekerjaan yang sama di sini. Kali ini atas kemauanku. Persisnya, karena aku tak punya pilihan lain. Hingga sampailah aku di titik ini. Ketika sungai Vltava mengamuk tempo hari, keinginanku untuk mengakhiri hidup menderas begitu saja seperti air sungai yang sedang murka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya… aku ingin bunuh diri. Rasanya aku sanggup menghadapi hidup yang berat dan keras, tapi tidak hidup yang terasa hambar seperti ini….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesenggukanmu mengeras. Sebuah cara pilu mengakhiri cerita panjangmu. Dalam pelukanku yang merapat, semua bagian badanmu terasa bergetar. Seperti mesin pengeras jalan yang dengan lembut menekan-nekan dadaku. Lembut sekali. Melahirkan rasa yang asing dan nyaris tak kukenali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam makin larut dalam sunyi. Lalu semua terjadi begitu saja. Kau tak lagi kupeluk, tapi kita saling memeluk. Dan pada dini hari pengujung musim panas itu, kita tergeletak kelelahan begitu saja seusai perjalanan saling bertaut penuh gelegak yang menguras keringat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senja bergerimis. Langit di atas Bandara Internasional Praha tersapu terlalu banyak kelabu. Birunya seperti malu-malu. Enggan memperlihatkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau mematung menopang dua matamu yang nanar. Lagi-lagi bertelaga. Baru saja kita menunaikan pelukan selamat tinggal. Aku nyaris kaku ketika kau bisikkan kata-kata itu….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Terima kasih banyak Lusi. Untuk pertama kali dalam waktu yang sangat panjang, aku sanggup berbagi dan menangis. Kupikir air mataku sudah habis di Berlin. Kembalilah, Lusi. Aku akan menunggu. Jangan-jangan aku sudah jatuh cinta padamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suaramu parau. Aku hanya bisa mengeratkan pelukan dan mengusap-usap lembut punggungmu. ”Aku akan segera menghubungimu, Elena. Sesampai di Jakarta.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjalan menuju ruang tunggu pesawat yang akan membawaku ke Jakarta seperti memasuki lorong panjang yang asing. Kita menjauh, tapi suaramu seperti makin keras memanggil-manggil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam-diam, kupastikan untuk segera kembali. Diam-diam, aku terganggu perasaan serupa Elena. Jangan-jangan aku sudah jatuh cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosokmu hilang tertelan kelokan menuju ruang tunggu pesawat. Dan telepon genggamku bergetar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mama, kami tak bisa tidur. Tak sabar menunggumu pulang. Aku dan anak-anak akan menjemputmu di Cengkareng.” Suara sengau milik suamiku terdengar dari tengah malam Jakarta. Keriangannya tak bisa disembunyikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang tunggu yang ramai tiba-tiba terasa begitu senyap. Di belakangku, terhalang berlapis-lapis dinding, di bawah gerimis senja Praha seorang perempuan Ceko sedang menangisi kepergianku. Nun di depanku, dipeluk malam Jakarta, seorang lelaki mendekap rindunya yang meluap untukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bintaro, 2011&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;*Cerpen "Gerimis Senja di Praha" ini diposting pada Harian Kompas Minggu 15 Januari 2012 dan silahkan klik dimari : &lt;a href="http://cerpenkompas.wordpress.com/2012/01/15/gerimis-senja-di-praha/#more-1501"&gt;Kumpulan Cerpen Kompas.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-3687299023008280006?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/3687299023008280006/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2012/01/cerpen-gerimis-senja-di-praha.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/3687299023008280006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/3687299023008280006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2012/01/cerpen-gerimis-senja-di-praha.html' title='Cerpen &quot;Gerimis Senja di Praha&quot;'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-WkBm1kedAdg/TxTs13g6M0I/AAAAAAAABg0/UTSHwC5Mh88/s72-c/gerimis-senja-di-praha.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-4377241031159051415</id><published>2012-01-09T13:00:00.001+07:00</published><updated>2012-01-10T06:51:40.736+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Titipan Kamboja Sahabat'/><title type='text'>Tips Menulis ala Oryza Sativa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-wpDZHWB6paQ/TwqGPMzeaAI/AAAAAAAABgQ/HutCFteBgWY/s1600/writer.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-wpDZHWB6paQ/TwqGPMzeaAI/AAAAAAAABgQ/HutCFteBgWY/s320/writer.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5695512274456700930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa bulan lalu saya mengikuti workshop penulisan yang diadakan oleh sebuah komunitas di Jogja yang semua pesertanya perempuan. Dalam workshop yang berlangsung selama tiga hari itu kami disuguhi materi-materi menarik tentang tema workshop yang sangat membuka mata kami. Dan salah satu materi yang sangat menggugah disampaikan oleh salah satu esais terbaik Indonesia, Mohammad Sobary atau Kang Sob sebagaimana ia dikenal. Malam itu, ia menyampaikan materinya tentang cara menulis. Tapi, di luar dugaan kami semua, slide-slide Power Pointnya tidak berisi tentang petunjuk teknis untuk penulisan esai yang baik dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tidak menyarankan kami untuk rajin-rajin membaca kamus atau buku-buku petunjuk mengenai tata bahasa Indonesia. Poin-poin materinya justru mengajari kami untuk menjadi lebih kontemplatif dalam proses menulis. Urusan teknis benar-benar tidak menjadi prioritas dalam saran-sarannya, selama sebuah tulisan memiliki alur logika yang baik dan bisa tersampaikan dengan jelas pada pembaca. Tapi tentu saja, untuk mencapai kedua hal tersebut, seorang penulis membutuhkan pengendapan yang cukup matang. Agar tulisannya tidak terlalu melangit dan tidak sulit ditangkap maksudnya.Dan, proses pengendapan inilah yang menjadi fokus dalam materi yang disampaikannya di malam kedua workshop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pribadi, menyepakati pentingnya fase pengendapan dalam menulis. Dulu, saya adalah penulis yang terburu-buru menuangkan ide. Memang, banyak diantara hasilnya yang saya sukai. Tapi lama-kelamaan, saya kehilangan energi spontanitas dan menuruti saran sahabat, saya mulai belajar mengendapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsekuensinya memang, jumlah tulisan saya menyusut dibanding  tahun-tahun sebelumnya. Tapi, ada pelajaran lain yang bagi saya lebih  berharga dibanding kuantitas. Pengendapan memang sulit; ia menuntut kesabaran. Tapi dengan mengendapkan sejenak ide-ide, ternyata saya punya lebih banyak waktu untuk membuat prioritas pada apa yang ingin saya lahirkan. Proses semacam ini juga, tentu saja, melatih saya untuk lebih menahan diri, tidak hanya dalam tulisan tetapi juga dalam sisi-sisi kehidupan yang lain. Proses ini mengajarkan pada saya untuk mengambil jarak dan menganalisa kembali apa yang saya pikirkan. Dengan begitu, saya memiliki kesempatan untuk melihat sesuatu lebih jernih dan menatanya dalam struktur yang lebih rapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu sisi, pengendapan memang terdengar seperti penundaan. Tapi jika dipikir-pikir lagi, pengendapan bukan sebuah alasan penundaan. Ia adalah proses yang memang sebaiknya dilalui. Dan setiap orang, setiap penulis, atau kebanyakan orang yang bekerja di dunia kreatif, memiliki caranya masing-masing untuk melalui fase ini. Dalam workshop, Kang Sob memberikan beberapa saran cara yang bisa dilakukan selama fase pengendapan. Meditasi, salah satunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meditasi, bagi banyak orang memiliki pengaruh yang luar biasa pada cara mereka memandang hidup, bersikap, dan bekerja. Saya melihatnya pada orang-orang gemar meditasi yang saya temui sepanjang perjalanan hidup. Hampir semua dari mereka adalah orang-orang yang memandang hidup dengan cara yang sangat baik dan tulus, sehingga saya tidak heran, ketika mereka menjadi orang-orang yang bahagia. Dalam bekerja pun mereka memiliki ketahanan energi yang baik. Mereka tahu bagaimana cara mengukur diri dan dalam fase pengendapan di dunia kreatif, hal ini sangat dibutuhkan agar tidak kebablasan dan malahan tidak jadi berkarya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meditasi, sejauh pengetahuan saya, menjadi sebuah latihan perenungan yang luar biasa. Kita dilatih untuk mengenal diri sendiri. Dan ketika kita sudah mengenal diri sendiri, maka kita akan tahu kapan kita harus berjalan dan kapan harus berhenti.&lt;br /&gt;Kendala awal yang umumnya terjadi pada seseorang yang ingin menulis adalah ia kesulitan untuk menuangkan idenya. Bahkan untuk satu kalimat pertama saja. Tentu saja, ini situasi yang menjengkelkan—saya pun sering mengalaminya. Tapi tidak semestinya kejengkelan ini membuat seseorang berhenti menulis karena frustasi karena sebenarnya, ada jalan untuk mengatasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama, tinggalkan dulu tulisan itu. Tutup buku atau matikan monitor komputer. Lalu lupakan, seolah-olah kita tidak pernah berurusan dengan ide itu. Setelahnya, keluarlah dari ruangan. Sapalah para tetangga dan luangkan waktu barang sebentar untuk berbincang dengan mereka. Atau jika tinggal di wilayah pedesaan, ambilah waktu untuk mendekatkan diri pada alam. Bagi mereka yang gemar beribadah, cobalah untuk beribadah di rumah ibadah yang belum pernah disinggahi. Intinya, temukan suatu bentuk kegiatan di luar rutinitas. Percaya atau tidak, hal-hal kecil semacam ini bisa sangat membantu menyegarkan benak. Setelah cukup segar dan merasa siap, silakan kembali memikirkan ide-ide yang sebelumnya terasa buntu. Jikapun masih buntu, jangan menyerah untuk tidak menulis. Lakukan apa yang disenangi selama tidak mengganggu orang lain, sampai mood yang dicari benar-benar terbangun dan mendapatkan momen yang tepat untuk menulis. Biasanya, hasilnya akan sangat tidak terduga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, salah satu nilai dari tulisan yang baik adalah tata bahasanya. Tetapi, jika tidak diimbangi dengan sentuhan emosional, maka tulisan itu akan terasa hambar dan tidak bisa menginspirasi. Disinilah pengendapan memainkan perannya. Dengan pengendapan yang tepat, seseorang jadi belajar untuk menakar emosinya. Lambat laun, ia pun akan bisa mengetahui rentang waktu yang ia butuhkan dalam sekali pengendapan. Ia juga akan mengetahui, ritual personal semacam apa yang ia butuhkan dalam proses kreatifnya; cara yang bagaimana yang paling nyaman baginya; dan ia pun dapat berkarya dengan kesadaran utuh serta tepat sasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun emosi yang stabil dalam tulisan bukan hal mudah pada awalnya. Tapi percayalah, jika terus dilatih dan diolah, maka kita akan terbiasa. Kata-kata, jika diramu dengan baik, bisa menjadi sihir yang sangat mujarab bagi banyak orang. Ia bisa melekat dalam benak seseorang selama bertahun-tahun, menjadi sepotong kalimat yang menjadi kutipan yang mewakili hidup seseorang, menjadi lirik lagu yang digemari separuh penduduk dunia, menjadi puisi yang tetap menginspirasi setelah lima abad, menjadi provokator—bayangkan! Begitu banyak pengaruh yang bisa diberikan oleh rangkaian huruf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang saya sampaikan dalam tulisan ini hanyalah sekelumit kisah yang mungkin tidak berarti bagi kebanyakan orang. Saya tidak bisa memberikan lebih banyak dari sekadar tulisan yang terus terang, telah saya endapkan selama dua minggu terakhir dan baru bisa lahir subuh ini. Dan, saya juga menyadari bahwa setiap orang, setiap penulis, memiliki caranya masing-masing dalam berkarya. Proses kreatif adalah sesuatu yang sangat personal, ini tidak mungkin lagi dipungkiri. Melalui tulisan ini, saya berniat berbagi pengalaman dengan siapapun yang membaca tulisan ini. Saya sendiri masih terus dan terus belajar untuk mengolah ide-ide agar tertuang menjadi karya yang bisa berguna bagi orang lain. Tidak melulu demi batin yang butuh pelepasan. Menulis memang jalan yang sunyi. Tapi kesunyian itu, adalah sebuah jalan menuju pencerahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berkarya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Oryza Sativa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; alias &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Abmi Handayani &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;alias &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Samaya Tara&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; alias-alias yang lainnya adalah seorang Penulis lepas yang pernah memiliki keterkaitan personal dengan dunia LGBT. Demikian, kemanapun ia melangkah pada akhirnya, pengalaman tersebut adalah bagian dari sejarah dirinya. Meski tidak lagi terlibat secara langsung dalam dunia LGBT, ia masih mengamatinya kadang-kadang dan mencoba berkontribusi pada masa lalunya dengan cara, menulis. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-4377241031159051415?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/4377241031159051415/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2012/01/tips-menulis-ala-oryza-sativa.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/4377241031159051415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/4377241031159051415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2012/01/tips-menulis-ala-oryza-sativa.html' title='Tips Menulis ala Oryza Sativa'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-wpDZHWB6paQ/TwqGPMzeaAI/AAAAAAAABgQ/HutCFteBgWY/s72-c/writer.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-6920885564338237249</id><published>2011-12-25T10:00:00.002+07:00</published><updated>2011-12-25T10:14:10.501+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Titipan Kamboja Sahabat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lesbian Under Cover'/><title type='text'>Refleksi Singkat Akhir Tahun -oryza sativa-</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-LRLN3dwnfuc/TvaSk8JYhcI/AAAAAAAABgE/K25d2dHLit8/s1600/bxp57018.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 150px; height: 180px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-LRLN3dwnfuc/TvaSk8JYhcI/AAAAAAAABgE/K25d2dHLit8/s320/bxp57018.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5689896342547629506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Terhitung dua tahun lebih sudah saya keluar dari hiruk pikuk dunia lesbian baik yang nyata maupun maya. Dua tahun lebih sudah saya mengatur jarak untuk melihat dunia ini dengan lebih jelas. Bukan untuk menghakiminya, tetapi saya ingin lebih memahaminya, sebagai proses yang pernah menjadi bagian dari hidup saya selama dua tahun. Bukan dua tahun yang berakhir indah, karena saya memutuskannya begitu. Karena indah, bagi saya, tidak mesti harus berakhir seperti kisah-kisah cinta yang indah. Tapi indah, adalah tentang memaknai kehidupan dengan ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah saya dengan mantan pacar saya yang perempuan bisa dikatakan sebagai fase yang sangat bergejolak. Banyak hal yang saya pelajari mengenai hubungan antar manusia di dalamnya. Baik lelaki maupun perempuan, pada akhirnya, siapapun, membutuhkan cinta kasih. Dan hal yang paling mendasar dalam setiap hubungan—kesampingkan dulu urusan jenis kelamin—adalah komunikasi. Bagaimana membangun komunikasi yang baik dan selalu menemukan cara untuk menyelamatkan hubungan yang krisis. Tapi, hal terakhir ini tak akan bisa jika tak disadari oleh kedua belah pihak yang sedang menjalin hubungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara berikutnya yang kerap timbul ada pengkhianatan. Saya mengamati selama ini, tidak saja hubungan lesbian bahkan juga hetero terancam oleh pengkhianatan dari salah satu pihak atau malah dua-duanya. Dan hanya 1 dari 10, yang menurut saya sanggup memaafkan. Saya maklum, karena memaafkan perkara ini memang tak semudah membalik telapak tangan. Dan perkara ini jugalah yang menjadi akhir bagi periode lesbian saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari alasan apapun, saya pribadi cenderung tidak suka dikhianati, sementara saya berjuang mati-matian menjaga nyala kasih saya terhadap mantan pacar dan membangun harapan untuk hari depan yang lebih baik bagi kami berdua. Tapi ternyata, dengan meninggalkannya saya bisa memaafkannya dan seiring berjalan waktu, saya bisa menggali kembali kenangan-kenangan yang baik bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun menjadi lesbian, saya mengoleksi banyak sekali pertanyaan tentang hubungan ini dan kaitan-kaitannya dengan masyarakat. Tentu saja, hanya sedikit orang yang bisa maklum dan menerima tanpa menghakimi hubungan semacam ini. Awalnya saya punya harapan menggebu bahwa suatu hari nanti, entah di tahun berapa, masyarakat di Indonesia dapat menerima hubungan ini dengan lapang dada. Atas dasar kemanusiaan, dan tidak melulu menjadikan agama sebagai tolak ukur. Tetapi pada kenyataannya, cacat dalam kultur masyarakat ternyata sudah mengakar terlalu dalam. Saya bahkan pesimis, jika seluruh gerakan pelangi yang ada di Indonesia digabungkan, akan mampu mendobrak tatanan ini. Menjadi perempuan di negeri ini saja sudah sulit, terlebih menjadi lesbian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, saya menyadari, bahwa menjadi lesbian atau tidak, tidaklah mengurangi tantangan hidup yang datang. Tapi selama jantung saya berdetak, ada suara dalam diri saya yang terus menerus menekankan untuk tidak pernah menyerah. Menjadi lesbian atau hetero atau biseksual, hanyalah sekelumit dari bentang kehidupan yang saya jalani. Orientasi seksual memang pilihan dan sudah sepatutnya tiap-tiap orang memiliki kesadaran akan konsekuensi setiap pilihan. Jika menjadi lesbian adalah dosa bagi masyarakat, maka hubungan hetero pun juga bisa berdosa jika ia tidak menikah. Karena untuk hubungan hetero sekalipun, masyarakat sangat tidak terima dengan konsep&lt;span style="font-style: italic;"&gt; samen leven&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;samen leven&lt;/span&gt;  dan homoseksual itu dosa terhadap kultur timur karena mungkin, keduanya dianggap sebagai barang impor dari barat. Tapi satu hal yang membuat saya tertawa adalah, setelah bertahun-tahun membaca teks sejarah dan masih hingga saat ini, nyaris semua hal yang ada di negeri ini adalah impor dari luar negeri. Sulit untuk mencari apa yang benar-benar asli, karena Nusantara telah bersinggungan dengan dataran-dataran lain di muka bumi ini selama berabad-abad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski ironis, inilah kenyataan yang dihadapi generasi saya sekarang. Generasi muda. Dan bagaimana generasi muda akan menyatakan diri mereka, ketika pluralitas yang menjadi nyawa negeri ini rupa-rupanya juga dipermasalahkan. Dengan alasan-alasan absurd, segala aspek ingin dipukul rata. Memenangkan yang mayoritas. Menyingkirkan yang minoritas. Kemanusiaan semakin hilang. Kebencian dan ketakutan merajalela ke tiap-tiap benak, merasuki hati tiap-tiap individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kesimpulan yang saya tarik sejauh ini, adalah penting untuk membangun diri sebagai perempuan. Membangun diri menjadi pribadi yang tangguh untuk menghadapi zaman edan, seperti kata Ronggowarsito. Dan menjadi tangguh, bukan berarti kemudian seseorang berhak berkuasa atas yang lainnya. Menjadi tangguh dan berbudi luhur, ini yang saya maksud. Tangguh menghadapi persoalan-persoalan hidup yang mencambuk, ketika sebuah jalan telah dipilih. Menjadi tangguh untuk tetap positif memandang diri, orang lain, dan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangannya adalah bagaimana kita membuat zaman yang terasa pahit ini menjadi manis. Tantangannya adalah bagaimana kita bisa tetap mengasihi satu sama lain sesama manusia, tanpa memandang jenis kelamin atau latar belakangnya. Di tengah-tengah dunia yang semakin dipenuhi kebencian, iri hati, dan politik binatang. Mungkin, dengan menjadi tangguh untuk menjaga nyala cinta kasih inilah roda dunia akan berputar menuju arah yang lebih baik. Zaman ini memang gila dan kalut, tapi dalam kenyataan inilah kita semua berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Selamat hari perempuan,&lt;br /&gt;selamat merayakan Natal, dan Tahun Baru. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Semoga semua makhluk berbahagia.&lt;br /&gt;Semoga semua makhluk terberkati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Oryza Sativa, 25 Desember 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-6920885564338237249?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/6920885564338237249/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/12/refleksi-singkat-akhir-tahun-oryza.html#comment-form' title='23 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/6920885564338237249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/6920885564338237249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/12/refleksi-singkat-akhir-tahun-oryza.html' title='Refleksi Singkat Akhir Tahun -oryza sativa-'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-LRLN3dwnfuc/TvaSk8JYhcI/AAAAAAAABgE/K25d2dHLit8/s72-c/bxp57018.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>23</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-115582617301316869</id><published>2011-12-17T09:10:00.001+07:00</published><updated>2011-12-17T09:35:22.132+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lesbian Under Cover'/><title type='text'>Mengikhlaskan dan Kita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-r6x33_LCcDU/Tuv1SvKmZ6I/AAAAAAAABf4/uPaqA3sqC78/s1600/take%2Bn%2Bgive.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 170px; height: 170px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-r6x33_LCcDU/Tuv1SvKmZ6I/AAAAAAAABf4/uPaqA3sqC78/s320/take%2Bn%2Bgive.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5686908656732759970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mengikhlaskan dalam dunia Lesbian ini rupanya punya banyak konotasi. Apalagi bagi pasangan yang bubar atau putusnya tali cinta dengan tidak baik-baik. Alias salah satunya ga rela diputusin atau sebab-sebab lain seperti berselingkuh, ketahuan belang kambingnya, hubungan yang mulai membosankan dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kejadian yang menimpa sahabat inyo, sebut aja namanya Telu. Kira-kira 2 minggu lalu, Telu mengajak inyo ke sebuah panti asuhan untuk menyumbangkan beberapa kaos dan kemejanya. Rupanya barang-barang tersebut adalah pemberian dari mantannya bernama Fafa. Berhubung inyo ga pernah melakukan hil-hil seperti itu ya inyo tanya, "koq bukannya disimpen kan bisa dipakai lagi?" "Ah, ngapain nyimpen barang-barang yang pada akhirnya hanya membuat kita melihat ke belakang mulu?" itu jawaban Telu.&lt;br /&gt;Inyo pikir-pikir bener juga sih, tapi...masak sih segitunya jika hubungan dengan mantan baik-baik saja atau putusnya saling mengikhlaskan toh? Lagian juga si mantan ga minta dibalikin barang-barang yang dia sudah kasih. Pertanyaan ini hanya nyangkut di ujung lidah inyo aja, habis ga tega lihat tampang Telu yang masai gitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain cerita Telu lain pula cerita Lesbian yang lain. Jika Telu menyumbangkan barang-barang pemberian eks patjarnya untuk tidak teringat masa lalu, ada nih yang dah putus, minta dikembalikan semua harta karun yang sudah diberikan pada (bekas) patjar. Jika ga dikembalikan diteror dan diancam akan dibeberkan di media sosial, bahwa si patjar tukang morotin dan kerjanya cuman minta ini minta itu. Naaaaahhh lohhh...ckckck&lt;br /&gt;Yang bodoh siapa coba??? Kalau pemberian itu tanpa diembel-embelin sebagai pinjaman katakanlah pemberian itu berupa uang, masak diminta juga sih??? Jika sebelumnya memang pemberian uang tersebut adalah pinjaman, yang memang harus dikembalikan secepatnya apalagi hubungan sudah ga baik. Hutang mah tetap hutang, ga memandang saudara, mantan maupun patjar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih membingungkeun masalah titip menitip. Lagi hot-hotnya pacaran, salah satu menitipkan sejumlah barang berharga atau uang. Dengan pesan silahkan dipakai (uang) jika ada masalah keuangan. Nah masalah titip menitip ini mulai ribet deh kalau dah pada tahap putus. Baik barang berharga dan uang sudah terlanjur habis. Diminta kembali belum bisa seketika itu pula dikembalikan. Kalau putusnya baik-baik mungkin masih bisa suatu saat dikembalikan. Bijimane bila putusnya tidak baik-baik? Bisa saja pihak yang dititipkan merasa punya hak atas barang titipan tersebut. "Enak aja gue diputusin, selama ini juga kalau ada apa-apa gue juga yang keluarin biaya?" Kapooooooook!!!! wkwkwkkwkw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inyo juga punya problem soal pemberian ini apakah ikhlas atau tidak. Tapi bukan kepada mantan-mantan atau dengan Nepen sebagai pacar inyo. Hal ini berhubungan dengan salah satu sahabat di dunia maya. Pada waktu masih baiknya hubungan persahabatan inyo dengan sebut aja namanya Polos, inyo ikhlas memberikan "sesuatu" kepada Polos untuk dipergunakan sebagaimana mestinya demi kemaslahatan umat lesbian di dunia maya, meski si Polos tak pernah meminta. Hanya gara-gara komen inyo di salah satu blog sahabat, si Polos merasa itu komen ditujukan kepadanya. Dengan kata lain Polos tersinggung. Padahal Polos tau sekali kepada siapa komen itu inyo tujukan karena kami sudah bersahabat lama. Pemberian inyo itu dia kembalikan. Bagi inyo sungguh aneh. Rupanya Polos masih berpikiran dunia maya ya dunia nyata juga. Polos sama sekali ga bisa bedain mana yang maya dan nyata. Bagi inyo apa yang inyo tulis baik itu artikel maupun komen-komen selama masih berada di dunia maya ya itu urusan di dunia maya. Pemberian baik benda maupun uang yang sudah diterima itu jelas dan nyata. Mungkin Polos lupa, jika pemberian inyo itu bukan ditujukan untuk dirinya tapi ada dan untuk kepentingan banyak orang, sehinga Polos bisa begitu saja mengambil keputusan sepihak. Apa mungkin karena perasaan Lesbian itu demikian tipisnya? Polos yang selama inyo kenal, ternyata juga bukan sahabat Lesbian yang netral dan tidak punya pendirian yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, inyo ga mau memperpanjang persoalan ini. Inyo hanya berdoa, jika apa yang sudah inyo berikan tersebut memang inyo berikan secara ikhlas, inyo berharap suatu saat inyo diberikan kesempatan untuk mengembalikan pemberian itu lagi. Dan, harapan inyo terkabul. Ketika kesempatan itu terbuka, inyo kembalikan pemberian tersebut meski tidak sebesar pemberian pertama. Hal ini menyakinkan inyo, jika kita memberikan sesuatu dengan niat baik dan ikhlas entah kepada patjar, sahabat, saudara atau orang lain, jika dikembalikan ia tak akan lama berada di tangan kita. Jika tidak ikhlas, kesempatan untuk mengembalikan sesuatu itu tidak akan pernah ada. Ahhh...betapa indahnya ke-Ikhlas-an itu jika kita bisa menempatkannya dengan niat baik dan tulus baik dari si pemberi maupun si penerima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-115582617301316869?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/115582617301316869/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/12/mengikhlaskan-dan-kita.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/115582617301316869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/115582617301316869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/12/mengikhlaskan-dan-kita.html' title='Mengikhlaskan dan Kita'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-r6x33_LCcDU/Tuv1SvKmZ6I/AAAAAAAABf4/uPaqA3sqC78/s72-c/take%2Bn%2Bgive.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-7291049645331814483</id><published>2011-12-13T08:00:00.000+07:00</published><updated>2011-12-13T08:06:04.706+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Bantji'/><title type='text'>Kutukan ala MLM</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-sb-i8-HtvR0/TuNn0SooW0I/AAAAAAAABfs/8aw4qD_OBrQ/s1600/mlm.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 162px; height: 170px; float: left; cursor: pointer;" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5684501302724811586" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/-sb-i8-HtvR0/TuNn0SooW0I/AAAAAAAABfs/8aw4qD_OBrQ/s320/mlm.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dah tahu jomblo temporary (LDR) eh malah dikasih tugas Kutukan. Ihh serem dah patjar jauh, ga ada feuyeum dapat tugas meneruskan kutukan...ckckck&lt;br /&gt;Eh, tapi setelah inyo perhatikan permainan berantai ini lebih mirip kek bisnis Multi Level Marketing, ya ga??? Dari mba Weirdaft ke Floo Shu, terus Floo mencari 11 orang terkutuk lainnya termasuk inyo dan beberapa tetangga kebon ijo. Jadi Floo, upline inyo. Inyo downline Floo. Dan teman-teman lain crossline inyo dong, ga boleh saling contekan...hihihi :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah tanpa membuang waktu lagi, (habis lebih asyik komen sana komen sini sihh daripada ngerjain)...dan setelah menegak teh poci ngebul kretek lintingan dapatlah inspirasi sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;11 Tentang Sinyo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sinyo anak kedua dari 4 bersodara. 3 sodara, pria semua. Kebayang kan darimana sifat tomboy inyo berasal? Tapi inyo ga pernah menyesal dan ga akan menyalahkan ketiga sodara pria inyo sebagai biang ketomboy-an inyo. Sebagai feuyeum satu2nya, inyo ga pernah kebagian kerja keras. Tapi jangan tanya kalo dah namanya permainan anak laki2, pasti ada inyo. Kasti, ukulele, bola gebok, main layangan sampai sepak bola. hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Emak inyo tipikal ibu rumahtangga yang lembut, ga pernah mengumpat kasar. Abah inyo tipikal ayah yang sabar, bertanggungjawab namun tegas. Inyo ga bisa ngebayangin jika emak inyo seperti emaknya Dayang (tetangga inyo waktu kecil) yang kalo anak2nya nakal suka berteriak kek orang kesurupan seperti ini, "Awas ya ada nih yang tangannya pindah ke belakang!" atau "jangan sampai ada yang kehilangan mata ya!"atau "Mau ya kakinya hilang sebelah!"&lt;br /&gt;Wah...bisa2 inyo sekarang dah cacat permanen, kaki dan tangan pengkor, kepala peyang, hidung di jidat... hihihi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Inyo dan 3 sodara pria ini amat kompak. Saling menjaga dan melindungi. Jika salah satu dari kami ada yang diganggu, kami berempat siap menghadapi bersama-sama, soal siapa yang salah itu urusan belakang yang penting bagi kami hajar dulu...&lt;br /&gt;Besar kemungkinan rasa setia kawan dan rasa empati terhadap teman-teman yang ditindas atau dianiaya inyo dapatkan dari ketiga sodara pria inyo ini. I love u full, broderrrr.... hehehe&lt;br /&gt;Jika ketiga sodara pria inyo pandai di bidang eksakta, seperti Fisika, Matematika dan Kimia, kebalikan dengan inyo yang menyenangi pelajaran hapalan. Bila mulai memasuki semesteran atau ujian, inyo akan membuatkan ketiga sodara pria ini ringkasan semudah mungkin agar mereka bisa menghapal cepat dan bahan nyontek. Begitu pula sebaliknya, mereka akan membuatkan rumus2 yang inyo mudah memahaminya ketika nyotek juga. hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sejak inyo melek baca, abah inyo sudah menyodorkan beberapa buku koleksinya dari Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa (Pramudya Ananta Toer) sampai buku Dibawah Bendera Revolusi (Ir.Sukarno) Djilid Pertama Tjetakan Kedua tahun 1963 yang masih inyo simpan hingga sekarang, sudah inyo lahap waktu di SMP. Namun tambah kemari inyo lebih menyukai buku-buku bergenre kriminal dan hukum karangan John Grisham, Mario Puzo, Shidney Sheldon, yang lembut romantis karangan Pearl S Buck, Marga T dll dan novel-novel tentang sejarah kepahlawanan perempuan. Untuk film,  inyo hanya tonton yang sudah  direferensi di beberapa majalah dan surat kabar. Tapi untuk film Berakin Daun, bener deh inyo nyeseeeeeeeeeeeeeel bangeeeeeeeeet nonton nih film. Kalau cuman kisah melahirkan anak vampir mungkin masih kalah jago dengan film Indonesia, Beranak dalam Kubur!!!! Ayooo...berani gaaaa??? hehehe :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Laut, sungai, danau pokoke yang berair inyo suka. Apalagi kalo bisa buat feuyeum beruraian air mata...  Mungkin karena menurut primbon, zodiak dan shio inyo berunsur air dan tanah. Tapi jika diajak masuk hutan, menjelajahi bukit kembar, inyo juga ga bakalan nolak deh, sumpehhhh!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Inyo menyukai semua cabang olahraga. Basket, renang, tenis, softbol, bersilat lidah udah inyo lakonin sejak SD. Inyo juga suka berorganisasi. Bahkan dari SD sampai SMA inyo selalu dipilih teman sekelas menjadi ketua kelas. Sampai bingung juga pada kenapa ya milih inyo kek kaga ada orang lain aja. Ada juga sih yang mencalonkan diri tapi selalu gugur di voting. Mungkin karena inyo lebih toleran dgn sering mengajak teman membolos. Jika guru terlambat masuk kelas 5 menit aja, kelas inyo langsung kosong melompong. Nah, kalo rata-rata teman sekelas pada item semua bukan berarti teman inyo keturunan keling tapi karena keseringannya kami mendapat hukuman berjemur dan menghormat ke tiang bendera. Hingga waktu kelas 3 SMA, saking putus asanya wali kelas dengan kepemimpinan inyo akhirnya yang jadi ketua kelas adalah Kepala Sekolah sendiri. Kapoooook....wkwkwkwkwkkw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Untuk makanan, apa aja inyo lahap. Dan inyo sekali makan emang banyak tapi habis. Dan setelahnya tidak ada camilan. Makanya hingga sekarang badan inyo ga pernah melebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Menurut buku kepribadian dan setelah inyo mengisi formulirnya berkali-kali, inyo itu teteub melankolis sanguinis. Ajaib yaaa??? koq kepribadian bertolak belakang gitu???&lt;br /&gt;Sanguinis, seperti yang kebanyakan orang udah pada tau, adalah suatu bentuk kepribadian dengan sifat2 ceria, supel, enjoy, suka bicara. Melankolis yang memiliki sifat2 serius, sensitif, menghindari perhatian. Mungkin hal ini terjadi sejak inyo menyadari ketertarikan dengan sesama feuyeumfuan. Satu sisi galau dengan keanehan orientasi sesksual ini dan menutupinya dengan keceriaan seakan-akan tidak ada yang aneh dengan pribadi inyo. Dengan 2 kepribadian bertolak belakang ini inyo ambil berkahnya saja. Kadang kalau becandaannya inyo mulai keterlaluan, sisi melankolis datang untuk mengingatkan inyo. Kalau emosi mulai drop, sisi sanguinis mengajak inyo untuk cuekin permasalahn, gitu aja koq dibuat repot, iya ga kak sissss??? hehehe :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Inyo menyukai kota-kota yang memiliki pantai. Seperti Bali dan Lombok. Enthalah kenapa suka pantai. Padahal inyo lahir di pesisir yang dialiri sungai. Belajar renangnya juga di sungai, pastilah gaya batu. Yang penting kepala di atas tohhh???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Pengen banget ama Nepen punya waktu yang berkualitas khusus untuk berdua. Ga perlu mikirin kerjaan, bisnis dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Dan keinginan terbesar atau lebih tepatnya harapan terbesar inyo adalah, masih diberi waktu dan tentunya jika inyo pamit dari dunia maya ini adalah untuk mengungkapkan dengan sejujurnya siapa sebenarnya inyo ini. Yang pasti inyo bukan penulis, artis apalagi anak koruptor. hehehe...:))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nah...berikut 11 jawaban inyo untuk 11 pertanyaan dari upline Floo Shu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jika kamu mengalami hari yang paling menyedihkan dan perlu melampiaskannya, siapa akan kamu temui?&lt;/span&gt; Saudara laki-laki inyo. Secara sifat-sifat kami tidak jauh berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pikiran siapa yang paling ingin kamu tau, bila kamu diberikan kemampuan membaca pikiran orang?&lt;/span&gt; Pikiran penulis wanita hetero yang menulis tentang lesbian. hehehe :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Coba banyangkan jika kamu adalah seorang Duta Besar PBB. Apa yang akan kamu ingin lakukan untuk perdamaian dunia, dll pemanasan global?&lt;/span&gt; Untuk perdamaian dunia...aduhh berat bow, mendamaikan diri sendiri aja belon mampu tuhhh... hehehe... Kalo untuk pemanasan global inyo akan melakukan kampanye pemakaian kolor. Selain murah meriah, nyucinya ga perlu banyak air dan sabun tohhhh???? Ngeringkannya juga ga perlu mesin cuci, cukup dikibar2 udah kering sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menurut kamu dimana tempat terbaik di dunia ini untuk berbulan madu?&lt;/span&gt; Yang ga ada manusianya. Mungkin seperti di film Berakin Daun itu kali yaaaaa... hehehe :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apa fantasi terliar kamu? Siapa yang akan kamu inginkan, sebagai bagian dari itu?&lt;/span&gt; Ehmmm... melakukan One Night Standing ama Jolie....aiiiiissshhhh....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jika kamu memiliki satu miliar dolar, apa yang akan kamu lakukan dengan semua uang itu?&lt;/span&gt; Memborong karya-karya penulis lesbian untuk dibagikan ke sista-sista dan perpustakaan di seluruh duniaaaaaa... Setiap hari membuat award dengan hadiah uang dolar seperti blog menye-menye, blog ratapan, blog yg ga pernah up-date, penulis alay, romantis, FB yang suka maki-maki,  Twitter yg paling sedikit pengikutnya dll. Hihihi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pilih salah satu di antara dua gaya bertarung yang kamu suka : Jurus bangau atau monyet mabuk?&lt;/span&gt; Monyet mabuk aja deh. Soalnya gerakannya kan ga bisa diduga, namanya juga mabuk, tohhhhhh???? wkwkwkwkwkwk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apa yang paling kamu takuti?&lt;/span&gt; Manusia. Secara manusia serigala bagian manusia yang lain. *efek kelamaan di sebuah komunitas lesbian :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jika kamu hanya mempunyai satu hari jatah hidup, apa yang ingin kamu lakukan?&lt;/span&gt; Bercengkerama dengan ketiga sodara laki-laki, emak dan abah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kamu lebih memilih Jomblo atau Single&lt;/span&gt;? Astaga ini mah pertanyaan buat si Feuyeum for Funh, ckckck... Ehmm enaknya sih single kali yaaak??? Jomblo kesannya ga laku-laku. Kalo single ada kemungkinan BESAR jadi dobel, misal dobelan ama guling, ama motor, ama hape, ama laptop...hehehe :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dari semua orang yang paling dekat denganmu.. Siapa yang paling kamu inginkan menemanimu?&lt;/span&gt; Patjar lah yaaaaawwww...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian kutukan berantai ini dibuat dengan keadaan sadar dan tidak sadar. Isi kutukan di luar tanggung jawab penulis. Jika ada komplain silahkan hubungin upline Floo Shu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-7291049645331814483?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/7291049645331814483/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/12/kutukan-ala-mlm.html#comment-form' title='23 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/7291049645331814483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/7291049645331814483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/12/kutukan-ala-mlm.html' title='Kutukan ala MLM'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-sb-i8-HtvR0/TuNn0SooW0I/AAAAAAAABfs/8aw4qD_OBrQ/s72-c/mlm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>23</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-4471575530065634584</id><published>2011-11-30T09:00:00.003+07:00</published><updated>2011-11-30T09:00:00.775+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jayusan Sinyo vs Nepen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nepenthes'/><title type='text'>Sinyo Yang Aku Tak Kenal -nepenthes-</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-pPaflH4M-g0/TtWA4aDs_qI/AAAAAAAABek/cwQgqmaCq4g/s1600/inyo%2Btea.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 146px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-pPaflH4M-g0/TtWA4aDs_qI/AAAAAAAABek/cwQgqmaCq4g/s320/inyo%2Btea.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5680588211553631906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sinyo, dari namanya yang diambil dari julukan anak kecil laki-laki keturunan "Londo" atau berbau "Londo" atau berkulit putih, menjadi ikon tersendiri di dunia maya lesbian. Jika ditafsir dari sudut makna konotasi sebenarnya nama itu mencerminkan arti : anak lelaki nakal, bandel, mbeling, mbalelo, "keluar jalur", dsb. Demikianlah, kemudian, tokoh Sinyo tampil di dunia maya lesbian. Sinyo tercipta menjadi tokoh Andro yang "mutan" dari komunitas lesbian yang pernah membesarkannya (dengan nama alias yang lain). Sinyo berjalan "di luar jalur", bertransformasi sebagai "anti gen", atau "oposisi" atau "jalur kiri".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinyo dikenal dengan status-status di FB yang sangat kritis dan frontal, terkesan menyerang salah satu pihak. Meski frontal dan sarkastik, namun ada suatu pesan berbobot yang seringkali menjadi bahan pemikiran buat komunitas lesbian dunia maya. Ini terbukti dari banyaknya komentar yang masuk, baik yang hanya sekedar komentar dan ada juga yang kritis menanggapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampil dengan ikon profil yang berubah-ubah, Sinyo tetaplah Sinyo dengan segala penggambarannya. Sinyo terlahir mewakili "kelompok yang terbuang", kelompok yang terpinggirkan, kelompok yang dicaci-maki di komunitasnya sendiri. Sinyo bukan analogi dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Robin Hood&lt;/span&gt; karena Sinyo tidak mencuri harta benda kemudian dibagi-bagikan kepada kaum papa. Sinyo mungkin lebih tepat jika dianalogikan dalam tokoh kartun mungkin tokoh "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Zorro&lt;/span&gt;", yang suka "menganggu" kenyamanan "sista-sista yang bersebrangan", meski Sinyo mengaku menganalogikan dirinya sebagai tokoh "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Asterix".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-vFowG58JwDQ/TtWBImQ7WcI/AAAAAAAABew/svaFH0iRFFg/s1600/inyotea.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 236px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-vFowG58JwDQ/TtWBImQ7WcI/AAAAAAAABew/svaFH0iRFFg/s320/inyotea.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5680588489708231106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jika Sinyo menganggap dirinya sebagai tokoh "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Asterix&lt;/span&gt;", baiklah...mari kita urai kemiripan dan ketidakmiripannya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kemiripan : cerdik, memiliki &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sosial-intelejen&lt;/span&gt; yang baik, pengatur strategi, pemecah masalah, memiliki &lt;span style="font-style: italic;"&gt;leadership&lt;/span&gt; yang cukup baik, matang, sama-sama "berukuran mini", sama-sama sudah berumur kali yeee....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ketidakmiripan : Sinyo sentimental-sedangkan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Asterix&lt;/span&gt; tidak, Asterix tidak suka menyanyi-Sinyo suka menyanyi meski suaranya lebih mirip suara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ascourantorix&lt;/span&gt;....hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disukai atau tidak, tokoh Sinyo dalam dunia maya lesbian adalah "tokoh yang hidup", tokoh yang idenya tak pernah mati. Selalu memiliki gagasan untuk dilempar ke forum. Gagasan yang tidak basi, segar, nyeleneh, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;to the point&lt;/span&gt; dan mungkin menghunus belati kepada "yang merasa....". Ide-idenya selalu paradoks, anti-klimaks, "menyimpang", menelanjangi, memalukan bahkan mempermalukan sekelompok orang tertentu, sehingga ia "dimusuhi" sekaligus juga "dicintai". Dimusuhi oleh orang-orang yang merasa disindir atau diserang, dicintai oleh "kaum terkucil" yang terwakilkan kekecewaannya melalui kata-kata Sinyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinyo, dalam tokoh wayang Jawa, bisa disandingkan sebagai "tokoh Semar". Semar dalam tokoh pewayangan Jawa dikenal sebagai "abdi dalem" yang suka mengkritik Rajanya dengan kata-kata lucu atau banyolan. Semar, meskipun digambarkan sebagai tokoh yang lucu dengan tubuh tambun dan gigi tunggal, namun dalam kata-kata yang terucap lewat tokoh Semar sendiri sebenarnya terdapat pesan-pesan bijak, jujur, sederhana yang mewakili suara rakyat kecil. Karena Semar berbicara dalam bahasa sederhana (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jawa ngoko)&lt;/span&gt; sedangkan sang Raja dengan Jawa kromo inggil, maka Semar lebih dipahami jalan pemikirannya daripada Sang Raja. Demikianlah Sinyo dalam "arena pewayangan modern" berbentuk dunia maya. Sinyo adalah "Semar" itu sendiri, wakil dari suara kalangan bawah, suara dari kaum terpinggirkan. Menggunakan bahasa-bahasa yang "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngoko&lt;/span&gt;", kasar, premanisme tapi menelurkan suatu ide atau gagasan yang segar, baru, idealis dan juga jujur serta mengandung kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah Sinyo sesungguhnya? Secara lahiriah, profil Sinyo masih samar-samar. Profil kartun yang sering berganti dalam perwajahan Sinyo, mengaburkan perwajahan asli Sinyo. Namun secara umum Sinyo tergambar sebagai "anak kecil nakal, bandel, menggemaskan, menyebalkan". Meski terakhir &lt;a href="http://justfloo.blogspot.com/"&gt;Floo Shu&lt;/a&gt; menggambarkan Sinyo sebagai tokoh seksi yang tengah menyanyi. Begitukah ia sesungguhnya? Bisa jadi ya, bisa juga tidak. Dunia maya mampu mengaburkan identitas seseorang, meski jika cermat...untuk menganalisa seseorang, bisa saja ditelisik benang merahnya. Secara umum, Sinyo hanya bisa dilihat dari kepribadiannya di dunia maya, sebagai pribadi yang ceria, penuh ide, suka bercanda, tak takut bicara, nyeleneh... Yang mungkin tak JAUH BEDA DENGAN ASLINYA?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tulisan ini didedikasikan untuk Sinyo, dengan judul yang ekstrem untuk menjaga jarak penulis dengan Sinyo secara pribadi agar tidak terjadi bias&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;*&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jabat erat dan peluk hangat untuk &lt;a href="http://justfloo.blogspot.com/"&gt;Floo Shu&lt;/a&gt; yang telah bersedia mengkartunkan sinyo sebagai Asterix.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;*&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nepenthes, 30 Nov 2011&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-4471575530065634584?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/4471575530065634584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/11/sinyo-yang-aku-tak-kenal-nepenthes.html#comment-form' title='34 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/4471575530065634584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/4471575530065634584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/11/sinyo-yang-aku-tak-kenal-nepenthes.html' title='Sinyo Yang Aku Tak Kenal -nepenthes-'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-pPaflH4M-g0/TtWA4aDs_qI/AAAAAAAABek/cwQgqmaCq4g/s72-c/inyo%2Btea.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>34</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-6192798486385167154</id><published>2011-11-27T15:00:00.002+07:00</published><updated>2011-11-28T19:03:39.358+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh Pilihan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Bantji'/><title type='text'>Sista-sista Atlit Sea Games 2011</title><content type='html'>Lupakan kegalauan karena Indonesia gagal meraih emas untuk cabang sepak bola. Lupakan sejenak ternyata Indonesia yang juara umum dengan perolehan medali emas terbanyak, ternyata kalah 1 emas dengan Thailand untuk cabang-cabang olahraga Olimpiade. Indonesia 82 emas dan Thailand 83 emas.Lupakan pula mengapa untuk cabang atletik yang merupakan induk dari semua cabang olahraga tidak satupun ditampilkan (hanya sepintas) di layar kaca Indonesia khususnya untuk atletik putri. Tidak hanya cabang atletik tapi juga cabang-cabang olahraga yang mengharuskan para atlit putri berpakaian minim. Tanya kenapa???? Meneketeheeeee.... Haram kali bila diperlihatkan kepada pemirsa tanah air. Jadi kudu nontonnya di channel luar. ckckck... Dan catet! Olahraga tidak hanya cabang Sepakbola dan Bulutangkis aja loh ya, kak sis..... !!!&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lupakan lupakannnnn.... Toh, Sea Games 2011 telah berlalu. Mari kita nikmatin sejenak beberapa profil atlit-atlit putri Sea Games 2011 pilihan kolor ijo...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-U_kWVVdUrjs/TtCBNwG4KSI/AAAAAAAABbw/zXgmJY36dMM/s1600/page0000033_4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 180px; height: 275px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-U_kWVVdUrjs/TtCBNwG4KSI/AAAAAAAABbw/zXgmJY36dMM/s320/page0000033_4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679181203366226210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; Deekaballes Vipavee&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (Thailand)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ihh gemes deh liat wajah unyu-unyunya..... *cipok neh* :D&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Atlit bersepeda untuk nomer Down Hill ini bisa dibilang musuh bebuyutan dan lawan yang tangguh bagi Risa Susenty. Dalam Sea Games di Laos 2010, Risa mengalahkan Deekaballes. Namun di kejuaraan Down Hill Asia, di Suzhou, China (Juni 2011) lalu Deekaballes berhasil mengalahkan Risa untuk menjuarai kelas Women Elite.&lt;br /&gt;Usia Deekaballes yang lebih muda 11 tahun dari Risa bisa jadi modal semangat dan energi membara bagi Deekaballes untuk mengalahkan Risa di ajang-ajang berikut dan di Sea Games mendatang. Ayooo Deeka, kamu pasti bisaaaaaaa....!!!! Lohh????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-H-mIx9ADGcY/TtB_ezLg2jI/AAAAAAAABbk/OWl5ZiLNOn4/s1600/volli%2Bpantai.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 180px; height: 275px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-H-mIx9ADGcY/TtB_ezLg2jI/AAAAAAAABbk/OWl5ZiLNOn4/s320/volli%2Bpantai.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679179297225497138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-HY01lDeJRts/TtHLocJNJaI/AAAAAAAABdc/Ls2XFM9AJ3A/s1600/imagesCAP49LG9.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 250px; height: 180px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-HY01lDeJRts/TtHLocJNJaI/AAAAAAAABdc/Ls2XFM9AJ3A/s320/imagesCAP49LG9.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679544500700915106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Ayu Cahyaning &lt;/span&gt;&lt;span&gt;dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dhita Juliana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Pada Sea Games 2007, Ayu berpasangan dengan Efa Sri Susilowati. Dan pada Sea Games 2009, Ayu berpasangan dengan Devota. Baru pada Sea Games 2011 ini Ayu berpasangan dengan Dhita. Baik Ayu (25 tahun) dan Dhita (18 tahun) yang baru bersama menjelang Sea Games 2011, tentu bukan hal yang mudah, belum begitu solid, butuh banyak penyesuaian, jadi ketika masuk final dan meraih medali perak (kalah dari Thailand), sudah "sesuatu banget" ujar Aning, panggilan Ayu Cahyaning Siam. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Baik Ayu dan Dhita bisa dijadikan contoh, bahwa beda usia tidak menjadi halangan untuk berpasangan. Ehh??? Ga nyambung taukkkk!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-tXTRWRpnjcU/Ts8HiFyrAJI/AAAAAAAABac/i3gVUkMo694/s1600/yessy%2Byosaputra.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 180px; height: 275px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-tXTRWRpnjcU/Ts8HiFyrAJI/AAAAAAAABac/i3gVUkMo694/s320/yessy%2Byosaputra.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5678765937389142162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-ehJd9kN71DE/TtGrV9CAr5I/AAAAAAAABc4/7bhcxIFUedU/s1600/margarethaherawati.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 180px; height: 275px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-ehJd9kN71DE/TtGrV9CAr5I/AAAAAAAABc4/7bhcxIFUedU/s320/margarethaherawati.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679508998739505042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Yessy Yosaputra &lt;/span&gt;&lt;span&gt;                                                                                                            dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt; Margaretha Herawati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yessy dan Margeretha adalah dua dari perenang-perenang Indonesia yang memcahkan Rekor Sea Games 2011. Yessy di nomer Renang 200 meter gaya punggung putri dan Margaretha di Renang sirip/selam 100 meter bi-fins putri.&lt;br /&gt;Yessy memecahkan rekor SEA Games yang bertahan sejak 18 tahun lalu, padahal pelatihnya, Nizaruddin, hanya menargetkan medali perak pada laga 200 meter gaya punggung putri. Perenang puteri itu membuat catatan 2 menit 15,73 detik, mempertajam rekor Akkiko Thomson asal Filipina yang dicetaknya pada SEA Games 1993 Singapura, dengan menoreh waktu 2 menit 16,76 detik. Pada SEA Games 2009 Yessy tidak masuk dalam tim renang Indonesia dan SEA Games 2011 kali ini merupakan yang pertama kalinya diikuti Yessy. Lanjuuuuut...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Margareta Herawati, memecahkan rekor 100 meter bi-fins putri pada SEA Games XXVI/2011 dengan waktu 51,05 detik, lebih cepat dari rekor lama 51,55 detik atas namanya sendiri pada 2009. Rekor baru itu tercipta pada perlombaan renang sirip (finswiming) di Stadion Akuatik Jakabaring, Palembang, Minggu (20/11). Dengan rekor itu, Margereta sekaligus meraih medali emas, Sukses memecahkan rekor atas namanya sendiri di pentas SEA Games, Margaretha Herawati mengaku masih kurang puas. Maklum, remaja putri 23 tahun itu belum bisa mematahkan rekornya sendiri yang berhasil dia dapat di Asian Indoor Games di Vietnam, dua tahun silam dengan catatan waktu 50,48 detik. Anak semata wayang yang kini mengeyam pendidikan di Universitas Negeri Jakarta jurusan ilmu keolahragaan ini sempat dinstruksikan menepi dari kolam renang oleh kedua orangtuanya, karena prestasinya yang sempa anjlok.&lt;br /&gt;"Pada 2008 silam orangtua sempat meminta saya mundur. Tapi hati saya ingin tetap di renang," kata Margaretha yang menggantungkan ekspektasi bisa meraih emas Olimpiade.&lt;br /&gt;Dan, Margaretha Herawati pernah menjadi juara kategori fin swimming puteri renang lintas selat Riau, Minggu (20/6/2010). Dengan catatan waktu 2 jam 26 menit dan 28 detik untuk menempuh jarak 10 kilometer mengarungi selat Riau dari Tanjung Uban, Bintan menunju Kabil, Batam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-tTrmffCRMro/Ts8HF8TNCGI/AAAAAAAABaE/OnPJ8ykumpQ/s1600/wallapa-punsoongneun-wassana-winatho-2011-11-13-10-40-18.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 180px; height: 275px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-tTrmffCRMro/Ts8HF8TNCGI/AAAAAAAABaE/OnPJ8ykumpQ/s320/wallapa-punsoongneun-wassana-winatho-2011-11-13-10-40-18.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5678765453804898402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-R1W3di5Ec8M/TtHrCjyqUhI/AAAAAAAABdo/yFEz3w_fO84/s1600/page0000036_4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 180px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-R1W3di5Ec8M/TtHrCjyqUhI/AAAAAAAABdo/yFEz3w_fO84/s320/page0000036_4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679579034290901522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Winatho Wassana&lt;/span&gt; (Thailand)&lt;br /&gt;Winatho Wassana merebut perunggu pada nomor lari gawang putri 100 meter, sedang medali emas menjadi milik rekan senegara Winatho, pelari Wallapa Punsoongneun dengan catatan waktu 13,51 detik.&lt;br /&gt;Winatho menarik dan sayang sekali jika inyo lewatkan dalam ruang bantji kali ini. Lihatlah tatto di sekujur tubuhnya, ditambah wajah dan tubuh yang atletissss.....aahhhhhhh...pingsan deh inyooooo... Bolehlah si Winatho jadi role mode sista bernampilan tomboy tapi berprestasi. Dan benar isi twit salah satu sahabat inyo, kalau Thailand gudangnya sista-sista butchie... Hahayyyy!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-pr-RxLGoPhE/Ts8GX0n1RXI/AAAAAAAABZg/1L9N3G8Byr8/s1600/ridha%2Bwahdaniyaty.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 180px; height: 275px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-pr-RxLGoPhE/Ts8GX0n1RXI/AAAAAAAABZg/1L9N3G8Byr8/s320/ridha%2Bwahdaniyaty.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5678764661469955442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-YMQK1xdJZKE/TtGpgp1QfiI/AAAAAAAABcg/ruCoF0tZSx8/s1600/ridha1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 275px; height: 180px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-YMQK1xdJZKE/TtGpgp1QfiI/AAAAAAAABcg/ruCoF0tZSx8/s320/ridha1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679506983541046818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ridha Wahdaniyaty&lt;/span&gt; (Ina)&lt;br /&gt;Garang di atas matras gulat, tapi tetap lembut dalam bertutur sapa. Itulah Ridha Wahdaniyaty, wanita atlet gulat yang berhasil meraih medali SEA Games XXVI di Palembang. "Saya dibesarkan dari keluarga pegulat, Nyo... Makanya saya jadi ikut terbawa jadi pegulat,” kata gadis manis ini yang terlihat antusias kalau diajak bicara gulat".&lt;br /&gt;Buah tak jatuh tidak jauh dari pohonnya. Pepatah ini mungkin tepat ditujukan kepada Ridha. Ia lahir dari keluarga yang menekenuni olahraga tertua di dunia itu. Ayah Ridha, Drs. Ridwan adalah mantan pegulat nasional yang saat ini menjadi Dewan Hakim Gulat Indonesia.&lt;br /&gt;Demikian juga kakaknya yang nomor satu, nomor dua serta nomor empat, semuanya pegulat. Dalam keluarga Ridha, hanya ada dua orang yang tidak pegulat, yakni ibunya, Astuni Johara, serta kakaknya yang nomor ketiga yang menekuni dunia senam.&lt;br /&gt;Cabor gulat sebenarnya bukanlah pilihan mahasiswa UNJ (Universitas Negeri Jakarta) ini. Gadis 20 tahun ini saat remaja menekuni senam ritmik. Tapi seiring berjalannya waktu, kakaknya yang nomor dua, atlet gulat nasional, Rosida Fitrah, serta ayahnya, telah membentuk Ridha menjadi pegulat.&lt;br /&gt;Ada satu niat suci Ridha. Bila bonus Rp200 juta dari pemerintah cair, uang itu akan digunakannya buat umroh. Ridha memang tergolong religius. Saat diwawancarai, ia tengah menjalankan puasa Senin-Kamis. Tabik!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-OkmhPjZVz5Q/Ts8E9cu9JgI/AAAAAAAABYk/yH3o1l46uTc/s1600/elga%2Bkarisma%2Bnovanda%2Bbmx.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 180px; height: 275px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-OkmhPjZVz5Q/Ts8E9cu9JgI/AAAAAAAABYk/yH3o1l46uTc/s320/elga%2Bkarisma%2Bnovanda%2Bbmx.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5678763108869154306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-I1sA2yARWwo/TtHr49b9b1I/AAAAAAAABd0/WLtlodHSX_g/s1600/elga.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 180px; height: 250px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-I1sA2yARWwo/TtHr49b9b1I/AAAAAAAABd0/WLtlodHSX_g/s320/elga.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679579968887942994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Elga Karisma Novanda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Baru tiga tahun berlatih, lalu ikut Sea Games langsung menggebrak. Emas nomor MBX putri pun diraih pembalap muda asal Malang ini. Gebrakan Newbie, kata harian Kompas.&lt;br /&gt;Sebagai debutan baru, Elga langsung unjuk kolor dengan finis pertama dan mengungguli pembalap putri Thailand, Vipavee Deekaballes yang juga saingan berat pembalap putri downhill Indonesia, Risa Susenty.&lt;br /&gt;Berpenampilan seperti anak-anak laki-laki, rambut cepak dan cuek dengan penampilan sehari-hari, pembalap berusia 18 tahun ini ternyata selama pertandingan masih memakai pen. Elga pernah terjatuh dan cedera saat latihan di Swiss. Tulang lutut kanannya rompal dan disambung dengan pen lewat operasi. Bahkan sebelum Sea Games 2011, Elga sempat mengikuti kejuaraan BMX di Jogyakarta pertengahan 2011 dan juga di Thailand. Wowwwhhh... Saluuuttt!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-wFoPJE3my3s/TtCle3-v8GI/AAAAAAAABcI/mBdKBAWSF5o/s1600/unani.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 180px; height: 275px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-wFoPJE3my3s/TtCle3-v8GI/AAAAAAAABcI/mBdKBAWSF5o/s320/unani.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679221079955992674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-WTwuv-fFdcY/TtGo0N3of2I/AAAAAAAABcU/BGKUk75_5JQ/s1600/trianingsih.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 180px; height: 275px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-WTwuv-fFdcY/TtGo0N3of2I/AAAAAAAABcU/BGKUk75_5JQ/s320/trianingsih.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679506220120571746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Serafi Anelis Unani                                                     &lt;/span&gt;&lt;span&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt; Triyaningsih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk pertama kalinya dunia Atletik Indonesia mencatat sejarah baru di arena Sea Games 2011 dimana Serafi Anelis Unani merebut medali emas di nomor bergensi, sprint 100 meter. Dengan perolehan emas, gadis ceria bernama Serafi Anenis Unani ini menjadi wanita tercepat di Asia Tenggara saat ini. Meskipun berpostur mungil, dengan tinggi 154 cm, ia tidak merasa canggung bertarung dengan lawan (kek Inyo juga...). "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Badan boleh kecil, tetapi nyali nanti dulu&lt;/span&gt;", kata mahasiswi Jurusan Hukum Universitas Surabaya ini dengan percaya diri.&lt;br /&gt;Menurut salah satu pengamat olahraga tanah air, Papua memiliki atlit-atlit dengan bakat alam yang luar biasa yang bila diasah dan  diarahkan dengan baik, bukan tidak mungkin beberapa diantaranya akan sampai ke ajang Olimpiade. Mari kita dukung dan doakan semoga atlit-atlit Papua bisa sampai ke panggung Olimpiade. Amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Triyaningsih, Ratu Maraton. Dengan perawakan yang juga sedang-sedang saja, tidak tinggi dan kakinya tidak jenjang, namun daya tahannya di lapangan patut diancungi kolor. Buktinya 3 emas dia dapatkan dari nomor 5000 meter, 10.000 meter dan maraton. ckckck... pasti sehari-hari kak Tri ga pake high heel jimmy choax, kaaaaaaaaaaaaaan????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-upcQs7S_nss/TtGrsVkKnbI/AAAAAAAABdE/Za5sm7PjPkk/s1600/dara%2Bjelita%2Bmanila.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 180px; height: 275px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-upcQs7S_nss/TtGrsVkKnbI/AAAAAAAABdE/Za5sm7PjPkk/s320/dara%2Bjelita%2Bmanila.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679509383282335154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Francesca Camille Alarilla, Carla Janice Lagman dan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Rani Ann Ortega&lt;/span&gt; (Filipina)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ga salah jika mereka bertiga ini disebut "Dangerously Beautiful" oleh wartawan peliput Sea Games 2011.&lt;br /&gt;Jika Thailand gudangnya para Butchi, Filipina gudangnya para feuyeum. *Slruuuupppp....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga dara jelita dari Manila ini adalah andalan Filipina di cabang olahraga Taekwondo kategori &lt;span style="font-style: italic;"&gt;poomsae&lt;/span&gt; beregu putri. Di GOR POPKI Cibubur, Sabtu 12 November 2011, mereka bertiga memperlihatkan keganasan di atas matras. Bertarung di babak final, emas mereka genggam.&lt;br /&gt;Rani Ann Ortega, Francesca dan Carla yang oleh pers Filipina dijuluki Charlie's Angels ini bertali darah. Orangtua mereka kakak beradik. Dan mereka bertiga bersepupuan dengan Sinyo Nepenthes. Pokkkkk!!!! Cipok sinyoooo!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-ZTlkzokgQjc/Ts8HWHXReNI/AAAAAAAABaQ/Q8lu_9es_wQ/s1600/wushu%2Bsusyana%2Btjhan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 180px; height: 275px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-ZTlkzokgQjc/Ts8HWHXReNI/AAAAAAAABaQ/Q8lu_9es_wQ/s320/wushu%2Bsusyana%2Btjhan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5678765731652663506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-MqEqBO-hScg/TtHtRDw9NYI/AAAAAAAABeA/ifboJEv0sB8/s1600/susyana%2Btjan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 180px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-MqEqBO-hScg/TtHtRDw9NYI/AAAAAAAABeA/ifboJEv0sB8/s320/susyana%2Btjan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679581482415109506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Susyana Tjhan&lt;/span&gt; (Ina)&lt;br /&gt;Tahun 2001,  untuk pertama kalinya Susyana ikut Sea Games. Dalam perhelatan di Malaysia itu, emas langsung dia raih di nomor toya. Setelah itu Susyana kembali beroleh emas pada Sea Games 2005 di nomor pedang dan pada Sea Games 2009, dia berkalung medali emas lewat nomor pedang. Dan Sea Games 2011 ini tepatnya pada Minggu, 20 November 2011 di Tennis Indoor Jakarta, Susyana memperoleh emas untuk terakhir kalinya keikut sertaan Susyana dalam pesta olahraga se-Asia Tenggara itu. Sekalipun emas itu datang dari nomor keindahan gerak pedang dan tombak (cabang olahraga Wushu), ketimbang tangan kosong yang jadi specialisasinya, pencapaian itu sungguh membuatnya gembira.&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ya, dibuka dengan emas dan ditutup dengan emas,&lt;/span&gt;" kata anak kedua dari tiga bersaudara ini. Namun, prestasi itu ternyata diawali dengan paksaan. Adalah ayahnya, Tjhan Rahmat Setiadi, atlet Wushu Indonesia dalam Sea Games 1993 yang melakukannya. "Tetapi sekarang terbukti bahwa itu adalah paksaan yang berguna," kata alumnus Fakultas Hukum Universitas Trisakti Jakarta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-NBgN36EAqqw/TtHAPkoAsyI/AAAAAAAABdQ/tUjqxntmMLg/s1600/imagesCA8GQLK0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 285px; height: 177px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-NBgN36EAqqw/TtHAPkoAsyI/AAAAAAAABdQ/tUjqxntmMLg/s320/imagesCA8GQLK0.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679531978852971298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-xDR-bVLZRZo/TtClCjoHRlI/AAAAAAAABb8/PCptUY0M40A/s1600/imagesCAIP0X6K.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 180px; height: 275px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-xDR-bVLZRZo/TtClCjoHRlI/AAAAAAAABb8/PCptUY0M40A/s320/imagesCAIP0X6K.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679220593456006738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Lindswell&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cabang olahraga Wushu emang banyak dihuni feuyeum-feuyeum. Selain Susyana Tjhan ada lagi atlit Wushu bernama Lindswell. Lindswell yang tampil elegan, sukses membalas kesumatnya setelah gagal di Asian Games 2010, Beijing. Juara dunia Wushu di dalam Kejuaraan Dunia di Kanada pada 2009 mendapat dukungan dan sorak sorai penonton di tribune Tennis Indoor Jakarta sehingga membuatnya tampil menggila, makin bersemangat. Pedangnya ditebaskan ke udara berkali-kali dengan arah tak terduga, menciptakan suara gemerincing. Akhirnya emas diperoleh Lindswell di nomor "taolu chang".&lt;br /&gt;Kalau ga mau kolornya nyungsang sampai ke Afrika, jangan coba-coba menggoda Lindswell, okeeee kak sisssssssssssss???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-IvN1_78BR0Y/Ts8H0rMyOQI/AAAAAAAABao/eBuLNP_f7ZU/s1600/sky.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 180px; height: 275px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-IvN1_78BR0Y/Ts8H0rMyOQI/AAAAAAAABao/eBuLNP_f7ZU/s320/sky.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5678766256668424450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Gj4syL1b6Es/TtHwowxph-I/AAAAAAAABeY/ySkFoS0b8yM/s1600/sagi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 74px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Gj4syL1b6Es/TtHwowxph-I/AAAAAAAABeY/ySkFoS0b8yM/s320/sagi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679585188169484258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sinyo Nepehtes&lt;/span&gt; (Kebon Ijo)&lt;br /&gt;Atlit cabang olahraga Jet Ski ini sebelumnya adalah atlit Boling. Berhubung setiap melempar bola Boling sering keluar lintasan atau melempari penonton yang selalu heboh jika Sinyo maen, maka oleh pelatihnya yang juga merangkap patjar, Nepethes, sinyo dialihkan ke cabang Jet Ski. Tentu tidak mudah bagi Sinyo yang biasa bermain di ruang tertutup harus berlaga di luar ruangan. Maklum, Sinyo pan jago kandang. Dengan sedikit paksaan akhirnya Sinyo bisa masuk sebagai atlit Jet Ski di Sea Games 2011. Dengan mengambil nomor jarak jauh dari Muara Angke sampai ke Muara Enim, Palembang. Sayangnya, jika peserta lain sampai dengan selamat, tidak demikian dengan Sinyo. Yang tiba hanyalah Jet Ski-nya. Dan setelah berjam-jam dicari oleh tim satpol PP yang dipimpin oleh artis Poppy Sovia (pemeran Pipin di dalam Film Dulu Banci) akhirnya hanya ditemukan kolornya yang mengapung di perairan selat Sunda. Diperkirakan Sinyo digaet Ratu penghuni pantai Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-6192798486385167154?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/6192798486385167154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/11/sista-sista-atlit-sea-games-2011.html#comment-form' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/6192798486385167154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/6192798486385167154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/11/sista-sista-atlit-sea-games-2011.html' title='Sista-sista Atlit Sea Games 2011'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-U_kWVVdUrjs/TtCBNwG4KSI/AAAAAAAABbw/zXgmJY36dMM/s72-c/page0000033_4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-6698451964600498623</id><published>2011-11-24T09:00:00.004+07:00</published><updated>2011-11-24T10:07:23.539+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lesbian Under Cover'/><title type='text'>Menghargai Diri dan Kita</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-H7ezdO20zVk/Ts2lJ7EDvyI/AAAAAAAABYY/eTSApKnj9JE/s1600/acr0015.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 170px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-H7ezdO20zVk/Ts2lJ7EDvyI/AAAAAAAABYY/eTSApKnj9JE/s320/acr0015.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5678376295076183842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Untuk kolom Lesbian Under Cover kali ini Inyo TIDAK akan membuat tips bagaimana cara menghargai diri tapi lebih kepada penggambaran beberapa contoh kasus betapa masih banyaknya sebagian dari kita (termasuk inyo, biar fair dong...) yang tidak menghargai dirinya sendiri dan ini kerap terjadi di lingkungan Lesbian dunia maya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Dalam Hubungan Percintaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berapa kali sih kita sudah putus cinta dengan wanita-wanita yang kita dapatkan dari dunia maya? Tak sadar kah kita jika mendapatkan sesuatu dengan cara yang instan akan (pasti) berakhir instan pula? Dunia maya menyediakan peluang instan bagi kita untuk mendapatkan partner. Mau model seperti apapun telah tersedia. Dari id yang menunjukkan maskulin atau id yang menunjukkan feminim. Tinggal kita sreg ga dengan hanya membaca status-status, tulisan atau komentar-komentar mereka. Lihat saja akun Facebook sista-sista. Hari ini saling berbalas komentar mesra, dua minggu kemudian sudah menjalin hubungan cinta, tiga bulan kemudian mulai berbalas pantun makian, bulan ke-4 ke-5 putus nyambung putus nyambung, bulan ke-6 bubar beneran dengan tetap saling menyakiti, membuka kebobrokan partner sampai tetap memantau mengintai partner nyambi juga mencari gebetan baru. Cepat-cepatan dapat gandengan anyar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mengalami beberapa kali putus dengan wanita yang kita dapatkan dari dunia maya, tidak kah terpikir oleh kita, bisa jadi kita mendapatkan wanita di tempat yang salah? Begitu pula jika kita mengetahui bahwa partner bermasalah dengan mantan-mantannya atau teman-temannya di dunia maya, mengapa kita tidak pernah berusaha mengajak diri kita dan partner untuk segera keluar dari dunia maya ini? Ini jika kita menghargai diri dan menyayangi partner dengan sesungguh hati loh yaaaaaakkk???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula sebagian dari kita, mendapati partner yang dah terang-terangan selingkuh dan bahkan juga menggoda partner sahabat kita sendiri, koq ya masih dipertahankeun? Hanya karena kita ga mungkin lagi dapat partner sekeren doi? Atau kadung malu karena partner sudah diperkenalkan kemana-mana dan bahkan menjura partner di beberapa tulisan di blog? Dan dengan gampangnya pula, ketika kita ditinggalkan partner yang selingkuh mulai deh kita menulis bahwa kita seperti habis manis sepah dibuang layaknya sampah agar mendapatkan simpati dari teman-teman dan pembaca. Padahal bisa saja partner selingkuh karena kebodohan kita sendiri. Halaaahhh tololnya....ckckck&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah contoh kasus ini cinta yang berlebihan atau "sakit". Sudah tahu partner suka mengancam dengan menelpon ke rumah dan bahkan ke tempat kita bekerja, menyakiti dengan kata-kata kasar, memukul, dan berselingkuh terang-terangan. Malah kita seperti kebo yang dicocok hidungnya, ketika partner menyatakan putus dan meminta kita menulis di status bahwa hubungan kita dengannya telah putus, tidak ada lagi cinta dll, agar partner bisa berhubungan dengan wanita lain. Tapi setelahnya kita masih bisa mengampuni dan menerima partner kembali setelah didepak ama pacar barunya. Ironis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kita sering terhanyut dengan rayuan gombal ala playmaker. Kita menutup telinga dengan beberapa peringatan teman-teman. Dan lebih rendahnya lagi, mau-maunya kita langsung naik ranjang, padahal partner belum resmi putus dengan pacarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih parah lagi, bila kita sebagai partner membiarkan pacar yang berusaha mengobok-obok dengan mencari tahu kelemahan dari mantan-mantan kita. Membicarakan mantan disela-sela kemesraan dengan pacar? Ouch! Amazing. Bukan kah ini menunjukkan ketidak pede-an kita berpartner dengannya? Seakan-akan mantan-mantan lebih sempurna dari pacar kita yang sekarang? Dan ajaibnya kita membiarkan partner mengata-ngatai mantan-mantan kita sendiri??? Ho-oh...&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Belum lagi sebutan "Piala Bergilir" yang disematkan di jidat kita. Ini saja sudah membuktikan bahwa dunia Lesbian di dunia maya ini tak selebar kolor inyo. Mungkin lebih mudah bagi sebagian Lesbian yang cintanya pedot mulu untuk mencari patjar di lingkungan yang itu-itu saja. Sedemikian mudahnya, jika putus sama si Anu sebulan kemudian dah jalin hubungan cinta sama si Ani yang juga teman si Anu. Putus sama si Ani berhubungan lagi dengan si Ano yang juga temannya si Ani dan saudara ketemu gedenya si Anu. Begitu siklusnya. Ga ada usaha atau niat untuk keluar dari lingkaran setan. Murah sih cuman modal pulsa internet...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menjebak calon patjar dengan identitas yang disembunyikan. Awalnya dengan calon patjar yang ingin didekatin, kita mencitrakan diri sebagai lesbian single. Pedekate dimulai dengan saling menggoda sampai si calon patjar mulai tertarik dan jatuh cinta. Setelah si calon klepek-klepek menyatakan cinta, akan menerima diri kita apa adanya dan tak ingin berpisah, barulah kita membuka identitas sebagai Lesbian Merried atau Lesbian Mom. Judulnya, "Tertipu nih yee???"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Dalam Hubungan Persahabatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Persahabatan lesbian di dunia maya emang kudu dibanyakin doa. Perasaan saja tidak cukup untuk menilai mana sahabat mana benalu. Kadang kita kerap masih berhubungan dengan teman-teman  yang sudah jelas sering mengadu domba. Merusak hubungan persahabatan kita dengan sista-sista yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membawa-bawa urusan dunia maya ke dalam hubungan persahabatan di dunia nyata. Bahkan menyeret sahabat-sahabat yang ga tahu permasalahan dunia maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memanfaatkan sahabat sebagai tempat tetirah ketika kita patah hati. Apalagi kita tahu sahabat tersebut sebelumnya ada rasa suka dengan kita dan sekarang telah berpartner dan tanpa meminta izin dengan partnernya, dengan tebal muka kita tinggal di tempat sahabat kita itu. Dengan berpura-pura tidak tahu jika kehadiran kita telah menimbulkan ketegangan antara sahabat dengan partnernya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Dengan Diri Kita Sendiri&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Begitu pula dengan pencitraan diri yang kaya raya, berpendidikan tinggi, pegawai swasta dengan jabatan direktris, pegawai negeri sipil dengan jabatan kepala dinas, berpenampilan keren dll udahannya terkuak cuman pencitraan semu. Agar orang terpikat dan jatuh hati. Ga sekeren yang dibayangkan, sumpeeehhhh...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Snob, memamerkan kepemilikan atas barang-barang kelas atas, branded yang ga mampu dijangkau sebagian besar sista-sista, kenyataanya hidupnya sebagian ditompang royalty kisah-kisah lesbian. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kadang terlalu lama di dalam sebuah komunitas lesbian bisa menumpulkan cara pandang kita. Kita menjadi antipati dengan sahabat yang berbeda pendapat, atau yang mengeritik komunitas lesbiannnya. Membela mati-matian komunitasnya, padahal kita tahu yang hanya dibutuhkan komunitas tersebut hanyalah kontribusi, selebihnya? No way! &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yaah...mungkin sebagian dari kita masih berharap banyak dari komunitas atau situs lesbian sebagai wadah mempopulerkan diri di dunia maya. Sehingga membiarkan segala ketidak adilan yang berlangsung terus menerus di dalam komunitas/situs lesbian online. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Membikin akun lesbian lebih dari satu bahkan ada yang lebih dari tiga loh!!! ckckck kreatif atau ada maksud tertentu??? Sebagian ada yang membuat akun lebih dari satu untuk memata-matai mantan, ada yang untuk mengintip status/catatan orang lain untuk didaur ulang menjadi tulisan di sebuah website lesbian, ada pula untuk menyamarkan identitas kepenulisannya bahkan ada penulis yang memiliki id lebih dari 3 agar di situs lesbian tersebut terlihat banyak kontributornya padahal ya orangnya ya itu-itu juga. Dengan id seabrek itu kadang dimanfaatkan untuk berpatjaran dengan beberapa type lesbian, dari lesbian single hingga lesbian mom. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada juga yang jarang masuk media sosial karena dah ketemu tambatan hati. Mulai eksis lagi ketika dah putus tus tus... Lalu membuat status atau catatan mendayu-dayu seakan-akan kita orang yang dicampakkan setelah menberikan cinta dan kesetiaan dengan maksud agar ada yang welas asih, simpati dan akhirnya jadi deh pacaran...Huhuyyyy!!! &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang paling sering adalah mengubah-ubah id akun, ada beberapa alasan dari sista-sista yang menutup akun FB kemudian muncul lagi dengan id baru, yakni untuk menghindari mantan yang suka meneror.  Haruskah kita ketakutan seperti itu? Wong yang dihadapi perempuan ini juga kaaaaaaaaaaaan??? kaaaaaaaaaaaaaan??? &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang lebih menggelikan ada sista yang menutup akunnya hanya karena ga suka membaca status-status yang mencibir situs lesbian online kesayangannya. Wohohoho...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jika kita ingin mendiskriditkan seseorang atau tidak suka dengan isi artikelnya, agar kita tidak ketahuan siapa diri kita adalah dengan cara memakai id lain atau anonim. Atau menggunakan tangan lesbian lain. Dan beraninya maen keroyokan. Ga berani tampil sebagai diri sendiri. Ga berani menyatakan sikap.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Ini baru sebagian kecil dari contoh-contoh kasus betapa ternyata kita tidak menghargai diri kita sendiri. &lt;/i&gt;&lt;i&gt;Menghargai diri disini bukan lah seperti "Membangga-banggakan" diri seakan-akan hanya diri kita lah yang paling heubat. Seakan-akan diri kita lah yang paling keren, ini mah Narsis Over Dosis. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Menghargai diri adalah bagaimana menempatkan diri kita pada porsi yang sebenarnya. Tidak berlebihan tidak lebay dan alay. Meski di dunia maya seperti ini karena apa yang kita tampilkan sedikit banyak itu lah cermin kita di dunia nyata.&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Menghargai diri adalah bagaimana cara kita bersyukur atas anugerah yang diberikan Sang Pencipta berupa dipinjamkanNya jiwa dan raga ke dalam diri kita. Bagaimana kita mengeksploitasi jiwa dan raga kita untuk kebaikan diri kita dan orang-orang yang berada di sekeliling kita. Meski di dunia maya kita bisa menjadi siapa saja seperti apa yang kita inginkan, tak pelak pula sebagian dari karakter yang kita ciptakan itu juga pantulan karakter kita di dunia nyata.&lt;/i&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bagaimana kita menghargai partner, sahabat dan diri kita sendiri di dunia maya ini tanpa kita sadari itulah replika kecil kita di dunia nyata, dunia keseharian dimana kita lebih banyak berinteraksi dengan orangtua, keluarga, sahabat dan orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-6698451964600498623?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/6698451964600498623/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/11/menghargai-diri-dan-kita.html#comment-form' title='23 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/6698451964600498623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/6698451964600498623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/11/menghargai-diri-dan-kita.html' title='Menghargai Diri dan Kita'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-H7ezdO20zVk/Ts2lJ7EDvyI/AAAAAAAABYY/eTSApKnj9JE/s72-c/acr0015.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>23</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-6581038673318502220</id><published>2011-11-15T18:00:00.001+07:00</published><updated>2011-11-15T18:22:37.199+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Sinyo'/><title type='text'>Percakapan Absurd antara Sinyo dengan Tuhannya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-nO_IqhEv_sI/TsITyUg0bRI/AAAAAAAABYQ/-s7GIUdDcrU/s1600/god.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 170px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-nO_IqhEv_sI/TsITyUg0bRI/AAAAAAAABYQ/-s7GIUdDcrU/s320/god.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5675120235660995858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tuhan... bukan kah jodoh, maut dan rezeki adalah sebagian dari maha kuasaMu?&lt;br /&gt;Lalu, mengapa hamba-hambaMu yang soleh itu bisa menguasai jodoh, maut dan rezeki yang notabene adalah kuasaMu?&lt;br /&gt;Tuhan... adakah mereka ingin berlagak sepertiMu?&lt;br /&gt;Jika hamba-hambaMu itu yang merupakan kafilahMu&lt;br /&gt;di muka bumi ini saja bisa mengkudeta sekian dari kuasa-kuasaMu,&lt;br /&gt;apakah mungkin lebih baik bagiku menyembah Lady Gaga sahaja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;/i&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku pertama kali jatuh cinta&lt;br /&gt;dengan manusia yang liyannya sama dengan punyaku,&lt;br /&gt;pasti Kau bergurau, iya kan Tuhan?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Ah Tuhan tidak secuilpun aku meragukan ayatayatMu.&lt;br /&gt;Yang membuat aku galau bila hamba-hambaMu&lt;br /&gt;yang ahli kitab itu menafsirkannya melebihi&lt;br /&gt;kedudukan mereka sebagai kafilahMu&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Tuhan...dengan Maha Kuasa di tanganMu,&lt;br /&gt;Kau ciptakan aku sebagai Lesbian.&lt;br /&gt;Jangan lupa Tuhan, kalau aku juga cucu dari Nabi Adam dan Hawa&lt;br /&gt;Jadi pliiiiiiis deh Tuhan...jangan jadikan aku tumbal bagi&lt;br /&gt;hamba-hambaMu yang soleh itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-6581038673318502220?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/6581038673318502220/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/11/percakapan-absurd-antara-sinyo-dengan.html#comment-form' title='19 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/6581038673318502220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/6581038673318502220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/11/percakapan-absurd-antara-sinyo-dengan.html' title='Percakapan Absurd antara Sinyo dengan Tuhannya'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-nO_IqhEv_sI/TsITyUg0bRI/AAAAAAAABYQ/-s7GIUdDcrU/s72-c/god.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>19</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-6739402285879470838</id><published>2011-10-28T17:00:00.002+07:00</published><updated>2011-10-28T17:00:06.062+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Sinyo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nepenthes'/><title type='text'>Jika Aku Udah Ga Ada</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-8Ay6iIgdRp0/TqpixQ2wqeI/AAAAAAAABX4/rITSQzq2_WE/s1600/passaway.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-8Ay6iIgdRp0/TqpixQ2wqeI/AAAAAAAABX4/rITSQzq2_WE/s320/passaway.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5668451679476951522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi sebelum kerja, biasaaaa...sebagai vitamin pagi, aku mesti setor suara ke Sinyo. Kali ini kita nyerempet ngomongin dunia akhirat (ini gara-garanya salah seorang rekan kerjaku meninggal dunia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nyo...kalo aku udah gak ada....tolong titip kunci facebook-ku ya...Ntar, horor aja aku dah meninggal gak tahunya profil wajahku masih nangkring di saran pertemanan...hehehe. Kek temenku tuh yang telah meninggal, fotonya masih muncullll terus di saran pertemanan..." aku mulai mancing-mancing emosi Sinyo agar agak berdarah-darah di pagi hari...xixixixi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Heh...? Gak mau ah..." kata Inyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Loh...ntar keluargaku kaget kalo tahu segala rahasiaku tentang dunia maya L, gimana? Wah...gawatt! Bisa gak tenang aku di alam sana..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tuh, makanya...jangan suka-suka simpan barang yang berbau-bau "L". Kalo kita tahu ada teman yang meninggal, seharusnya di status teman kita tulis "Teman ini telah almarhum"..." kata Inyo...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ih, tapi aku mo tetap titipin password FB. Jaga-jaga aja aku duluan ama kamu..." aku tetap ngotot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ih, kok yakin amat sih?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Loh....yakin dong titipin password ama kamu. Emang ama sapa lagi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksudnya...kok yakin kamu yang mendahuluiku...?" tanya Inyo lirih...(ah, udah kepelet ama omonganku dia! Pasti takut juga kalo ajal dah menjemput, ntar segala "kejahatan" duniawi, sapa yang ngapusin...hayooo???!!!!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berdua terdiam. Sadar bahwa jiwa dan raga ini cuma titipan. Mengerti bahwa hidup ini tidaklah kekal. Apalagi bagi kita yang berjauhan ini...Bisakah aku mendampingi Inyo di saat-saat terakhirnya? Begitu pula sebaliknya, apakah Inyo bisa mendampingiku saat-saat terakhirku? Dalam kehidupan kami yang penuh batasan ini, aku hanya bisa berharap Inyo menyaksikan jasadku dikremasi. Jika pun tidak, aku iklaskan. Entah siapa yang duluan akan dipanggil-Nya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Omongan tentang akhirat terputus begitu saja karena Inyo mo mandi. Tapi sampai saat ini percakapan kami menghantui pikiranku. Sepanjang jalan menuju kantor aku terus berpikir. Apakah ada surga buatku yang lesbian ini? Jika aku gak ada lagi, apakah aku akan bertemu malaikat yang nakalnya kayak Inyo...???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Nepenthes, 28 Oktober 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-6739402285879470838?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/6739402285879470838/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/10/jika-aku-udah-ga-ada.html#comment-form' title='32 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/6739402285879470838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/6739402285879470838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/10/jika-aku-udah-ga-ada.html' title='Jika Aku Udah Ga Ada'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-8Ay6iIgdRp0/TqpixQ2wqeI/AAAAAAAABX4/rITSQzq2_WE/s72-c/passaway.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>32</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-6579684179643295596</id><published>2011-10-23T19:30:00.003+07:00</published><updated>2011-10-24T05:54:36.541+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Filmnya Sinyo'/><title type='text'>Jolie Tak Lagi Berperan Sebagai Lara Croft, Hikss :((</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-5cfS2awHKYs/TqP4B0FRe5I/AAAAAAAABWY/0XAiDKqGqSQ/s1600/jolie.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-5cfS2awHKYs/TqP4B0FRe5I/AAAAAAAABWY/0XAiDKqGqSQ/s320/jolie.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666645466206534546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;“Tomb Raider" dirilis tahun 2001 dan menjadi salah satu film yang sukses di box office. Inilah yang menjadi alasan produser membuat kembali film ini, yang rencananya akan dirilis tahun 2013. Angelina Jolie menolak untuk kembali memerankan Lara Croft, dan sempat ada isu bahwa Megan Fox akan menggantikannya (yang lalu dibantah oleh sang aktris). Namun ternyata aktris-aktris berikut inilah yang sedang diincar produser "Tomb Raider"...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-vcnEW7ItcSg/TqPytGR1bNI/AAAAAAAABUs/AhSn_RX2U54/s1600/emma.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 250px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-vcnEW7ItcSg/TqPytGR1bNI/AAAAAAAABUs/AhSn_RX2U54/s320/emma.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666639612755668178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;EMMA WATSON&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jadi pahlawan wanita yang jago bela diri dan menggunakan senjata mungkin kurang cocok dengan imej Emma sebagai gadis manis, namun mungkin saja hal itu justru jadi tantangan yang menyegarkan bagi aktris Inggris ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-V0iccrWozho/TqP0kyoVI6I/AAAAAAAABVc/a33pBoVqEi4/s1600/colombiana.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 250px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-V0iccrWozho/TqP0kyoVI6I/AAAAAAAABVc/a33pBoVqEi4/s320/colombiana.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666641669065614242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ZOE SALDANA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Namanya melejit sejak membintangi "Avatar" dan "Star Trek", dan ia pun baru saja membintangi karakter wanita jagoan di film terbarunya "Columbiana". Hanya saja banyak fans Tomb Raider versi game yang tidak rela bila Zoe memerankan Lara Croft. Alasannya adalah karena kulitnya yang agak gelap. Mungkin keluhan ini sedikit berbau rasis. Mungkin mereka lupa dengan Film Wild Wild West tempo doeloe yang diperankan oleh aktor berkulit putih, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Robert Conrad&lt;/span&gt; dan pada tahun 1999, Film Wild Wild West diangkat ke layar lebar yang diperankan oleh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Will Smith &lt;/span&gt;yang berkulit gelap. Dan ternyata film Wild Wild West versi anyar masuk box office.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-1NjzR4W8Xsg/TqP0YEjIdXI/AAAAAAAABVQ/0girPWYQHxE/s1600/tron.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 250px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-1NjzR4W8Xsg/TqP0YEjIdXI/AAAAAAAABVQ/0girPWYQHxE/s320/tron.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666641450537350514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;OLIVIA WILDE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sukses membintangi "Tron" dan "Cowboys vs Alien", aktris asli New York ini sepertinya harus belajar bicara dengan aksen Inggris jika ingin memenangkan perebutan peran sebagai Lara Croft.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-edEHhA0d-4c/TqP024PggoI/AAAAAAAABVo/_yq0GxHcBQg/s1600/gemma.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 250px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-edEHhA0d-4c/TqP024PggoI/AAAAAAAABVo/_yq0GxHcBQg/s320/gemma.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666641979809759874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;GEMMA ARTERTON&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kita mengenalnya sebagai gadis Bond di film "Quantum of Solace". Mungkin kini saatnya ia beralih dari peran pendamping jagoan menjadi sang tokoh jagoan utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-a4P92OHo8gI/TqP1I_mNGMI/AAAAAAAABV0/ulnutZvdseY/s1600/abbie%2Bcornish.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 250px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-a4P92OHo8gI/TqP1I_mNGMI/AAAAAAAABV0/ulnutZvdseY/s320/abbie%2Bcornish.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666642291021650114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ABBIE CORNISH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Wanita asal Australia ini dianggap sebagai aktris berbakat oleh sejumlah kritikus, hanya saja namanya dianggap kurang terkenal untuk memerankan tokoh setenar Lara Croft. "Elizabeth: The Golden Age" dan "Limitless" adalah dua diantara beberapa film yang dibintangi Abbie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-pTC_ZcFuFc8/TqP1ZBz6nQI/AAAAAAAABWA/QVc_Goy5dYw/s1600/real-steel-new-trailer-photos.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 250px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-pTC_ZcFuFc8/TqP1ZBz6nQI/AAAAAAAABWA/QVc_Goy5dYw/s320/real-steel-new-trailer-photos.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666642566493936898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EVANGELINE LILLY&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bintang serial televisi "Lost" ini baru saja berakting dengan Hugh Jackman di film "Real Steel". Ia belum pernah mendapat peran di film layar lebar sebagai tokoh utama, dan "Tomb Raider" mungkin bisa jadi breakthrough-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-xbqvGaftVmE/TqP1lRn8KMI/AAAAAAAABWM/N5erEHvbc2g/s1600/Captain-America-Set-Photos-Hayley-Atwell2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 250px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-xbqvGaftVmE/TqP1lRn8KMI/AAAAAAAABWM/N5erEHvbc2g/s320/Captain-America-Set-Photos-Hayley-Atwell2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666642776897104066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HAYLEY ATWELL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aktris Inggris ini mulai dikenal lewat perannya di film "Captain America". Secara umum, karakternya mendekati karakter Lara Croft: seksi, dingin, dan jagoan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kalau suara Inyo bisa didengar sang Produser, inyo akan menyarankan tambahan tiga artis untuk dipertimbangkan menggantikan Jolie dan memerankan Lara Croft berikutnya. ketiga artis tersebut adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-WWEWplHT2AE/TqQASuBxkRI/AAAAAAAABW8/cA8oGWuMxg8/s1600/200px-KeiraKnightleyJuly06.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 250px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-WWEWplHT2AE/TqQASuBxkRI/AAAAAAAABW8/cA8oGWuMxg8/s320/200px-KeiraKnightleyJuly06.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666654552732045586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEIRA KNIGHTLEY&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Film apa saja yang diperankan Keira selalu mengundang decak kagum. Bahkan pada tahun 2005, Keira masuk nominasi gelar Aktris Terbaik dalam Academy Award untuk Pride &amp;amp; Prejudice. Film pertamanya adalah Bend It Like Beckham, kemudian banyak lagi diantaranya Pirates of the Caribbean, Atonement (dalam film ini, Keira masuk nominasi kembali sebagai artis terbaik dalam BAFTA Award). Secara body langsing namun berisi, rasanya Keira cukup layak memerankan Lara Croft.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-mVuUJLNBPgg/TqQBVOzVbCI/AAAAAAAABXI/b7FCBg6AH5U/s1600/megan%2Bfox.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 250px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-mVuUJLNBPgg/TqQBVOzVbCI/AAAAAAAABXI/b7FCBg6AH5U/s320/megan%2Bfox.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666655695401217058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEGAN FOX&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aduh siapa sih nyang kaga kenal artis satu ini??? slruuup dah... Mudahan isu yang mengatakan doi membantah dan menolak peran Lara Croft hanya sekedar pemanis sebelum film Tom Raider dibuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-f8gqakQDI9k/TqQEVzDG9_I/AAAAAAAABXU/U3PBYkL8fz4/s1600/salander.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 250px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-f8gqakQDI9k/TqQEVzDG9_I/AAAAAAAABXU/U3PBYkL8fz4/s320/salander.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666659003665938418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOOMI RAPACE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masih ingat film &lt;a href="http://sinyoijo.blogspot.com/2010/12/buku-dan-film-trilogi-millennium.html"&gt;The Girl With The Dragon Tattoo&lt;/a&gt;? Pada tahun 2005 lalu sineas Swedia telah memproduksi film hasil adaptasi novel karya Stieg Larsson juga, dan membuat para penggemar dan kritikus film kagum. Dalam film ini Noomi berperan sebagai tokoh Salander yang biseksual yang mencari dan membunuh pria-pria yang telah menghancurkan masa lalunya. Noomi mungkin agak kesusahan dengan aksen Inggris secara dia dari Swedia. Soal aksen mah bisa dipelajari tak yeee???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ahhhh...rasa-rasanya suseh deh menghilangkan image Lara Croft dengan Jolie... Wuahuuuuuuuuuu :((&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Info artis dari berbagai sumber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-6579684179643295596?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/6579684179643295596/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/10/jolie-tak-lagi-berperan-sebagai-lara.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/6579684179643295596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/6579684179643295596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/10/jolie-tak-lagi-berperan-sebagai-lara.html' title='Jolie Tak Lagi Berperan Sebagai Lara Croft, Hikss :(('/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-5cfS2awHKYs/TqP4B0FRe5I/AAAAAAAABWY/0XAiDKqGqSQ/s72-c/jolie.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-5758388774886686069</id><published>2011-10-19T17:00:00.003+07:00</published><updated>2011-10-20T06:53:04.484+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jayusan Sinyo vs Nepen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nepenthes'/><title type='text'>Naseb eLDeeR Bergantung ProvideR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-2NeZQtqVx4A/Tp6LGKucjbI/AAAAAAAABUg/m37wigG8HIU/s1600/low%2Bsignal.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-2NeZQtqVx4A/Tp6LGKucjbI/AAAAAAAABUg/m37wigG8HIU/s320/low%2Bsignal.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665118319353302450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Beginilah nasib kalo Inyo tinggalnya nun di pedalaman sana (eh, salah..ya?). Bertelepon adalah salah satu obat penghapus rindu. Untung aja ada teknologi bernama Hape, berkomunikasi dengan Inyo jadi lebih lancar dengan si Mister Hape ini. Coba bayangkan, kalo misalnya kita hidup di zaman "Titanic" dulu, yang ada nungguin surat cinta tiga bulan sekali....(duh!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Omong-omong soal Hape, pastilah berkaitan dengan provider kartu Hape. Sejak awal pacaran ampe tahun ini kita pake LXL...yah, namanya buat meriah-meriahan alias bisa ngomong sepuasnya ampe ludah kering...hehehe. Tapi yah namanya LXL, seringkali bikin sakit ati...dari yang sinyal suka lemotlah...kadang lagi asyik ngobrol, tiba-tiba terputus..ampe salah satu tersinggung,"Eh, napa tuh kamu putusin telp tiba-tiba?". Ato, saking "kuatnya" tuh sinyal LXL, meskipun udah teriak-teriak ala Tarzan pun gak kedengaran ama salah satu dari kita. Cape dehhhh...?!!! Meski LXL penuh kekurangan, tapi kita sangat terbantu dengan keberadaannya, karena LXL bisa menyelamatkan kantung dalam urusan pulsa. Karena pernah neh, kita pake provider Indolet dan Temehek...yang ada...tekorr muluuuuuu....!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu ketika juga Inyo mengganti Hapenya dengan tipe lain. Yang ada salah paham. Karena kalo Nepen telp Inyo, kedengarannya nyambung, tapi kok Inyo gak angkat-angkat yahhh? Namanya juga berjauhan, jelas ada setan lewat yang membisikkan bahwa "Huh, jangan-jangan Inyo kepelet peri hutan kaleee....". Nepen jadi suka nyesek Inyo..sapa neh feuyeum yang udah melet Inyo.....hihihi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh, tahun ini Nepen yang giliran kena ketempatan kerja di basement. Yah, yang namanya basement, provider yang teriak bilang sinyalnya paling kuat pun gak mempan nembus beton-beton. Yang ada, Inyo suka ngomel-ngomel kalo gak bisa telp Nepen. Eh, gilirannya bisa nyambung, tahunya Nepen lagi meeting, nungging, kepiting....Gondok amat dah jadinya si Inyo!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, bos Nepen berbaik hati memasangkan bolster atau penguat sinyal di tempat Nepen. Walah, saking kali tempat kerja Nepen udah di ujung gua sana, bolster segede jamur gajah aja gak mempan membantu menyambungkan telp Inyo ke Nepen. Seperti sinyal "truk"...trukadang nyambung, trukadang gak....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga, Nepen mesti berdiri tepat di bawah bolster kalo nerima telp di Hape. Malah Inyo saking perhatiannya, masa Nepen disuruh nelen tuh bolster, biar kemana-mana bisa nyambung terusssssssss...ke-ter-la-lu-an ckckck...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking gondoknya,  Inyo minta Nepen ganti LXL dengan Empati. Berhubung Nepen juga lagi gondok ama seorang penelepon gelap, akhirnya Nepen nyerah juga mengganti LXL tercinta dengan Empati. Alhamdulillah, sekarang lebih lancar yah...gak ada "blank spot" di jalan yang bikin telp mati mendadak, gak perlu berdiri di bawah jamur gajah (bolster), gak perlu jadi kayak orang tuli yang suka teriak-teriak di telp, etc.... Cuman namanya juga Empati...ikut-ikut empet kalau pas lagi ada perlu mendadak. Teteub ngesoooooooooot...hihihi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang mah udah bisa bisik-bisik mesra lagi...kayak gene neh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nepen : ."halo....halo....halooooowwww?????"&lt;br /&gt;dan Inyo menyahut...."haloo....halooo...halooowwww???" persis deh kek kucing lagi pacarannnnn......hehehehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Nepenthes, 18 Oktober 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-5758388774886686069?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/5758388774886686069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/10/naseb-eldeer-bergantung-provider.html#comment-form' title='16 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/5758388774886686069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/5758388774886686069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/10/naseb-eldeer-bergantung-provider.html' title='Naseb eLDeeR Bergantung ProvideR'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-2NeZQtqVx4A/Tp6LGKucjbI/AAAAAAAABUg/m37wigG8HIU/s72-c/low%2Bsignal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-1752710037477758472</id><published>2011-10-18T15:00:00.000+07:00</published><updated>2011-10-18T15:00:07.861+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Filmnya Sinyo'/><title type='text'>Film "Lovely Man"</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-q2HNb1Fw55A/Tp0JqlBzwNI/AAAAAAAABUU/GgFZRHdMW5Y/s1600/lovely-man-teddy.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 217px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-q2HNb1Fw55A/Tp0JqlBzwNI/AAAAAAAABUU/GgFZRHdMW5Y/s320/lovely-man-teddy.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5664694533400805586" /&gt;&lt;/a&gt;LOVELY MAN&lt;br /&gt;Sutradara: Teddy Soeriaatmadja&lt;br /&gt;Skenario: Teddy Soeriaatmadja&lt;br /&gt;Pemain: Donny Damara, Raihaanun, Yayu Unru&lt;br /&gt;Produksi: Karuna Pictures&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic; "&gt;&lt;b&gt;Sepotong Puisi di Pinggir Jakarta&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebuah rekaman puitis tentang ayah dan anak di sebuah malam di Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Malam tak menghentikan Cahaya untuk menembus Jakarta. Gadis yang sesekali memuntahkan isi perut itu bertekad menemui ayahnya yang meninggalkannya sejak 15 tahun silam. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di sebuah pojok Jakarta, sang ayah alias Syaiful alias Ipuy melalui riyual sebelum dia bekerja: mengenakan stoking, kutang, rok mini berkilap-kilap; cukur alis hingga berbentuk bulan sabit, pupur yang menyelimuti pipi, serta gincu yang melukis bibir.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ipuy tahu, malam-malam di pinggir Jakarta adalah kehidupan yang (terpaksa) dipilihnya, seperti ketika memilih meninggalkan istri dan anaknya. Dia memilih menjadi dirinya sendiri: menjadi seorang lelaki yang berburu identitas. Dia mencarinya ke pinggir jalan Jakarta atau ke pucuk celana lelaki lain yang ingin pelepasan hasrat sekejap. Saat berhadapan dengan cermin, Ipuy tahu dia masih memiliki dua identitas. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Itulah sebabnya, saat Cahaya menemuinya. Ipuy merasa dipaksa terkurung di dalam tubuh yang tak dikehendakinya. Dia diseret oleh sebuah masa lalu. Pertemuannya dengan Cahaya membuat malam di Jakarta menjadi masam. Dia menolak dirinya. Dia menolak anaknya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Film terbaru sutradara Teddy Soeriaatmadja yang ditayangkan di Perpustakaan Nasional Jakarta pekan silam (1-7 Oktober 2011) itu terpilih menjadi pembuka Q Film Festival ke-10. Inilah sebuah festival film yang menayangkan serangkaian film &lt;i&gt;LGBT (lesbian gay biseksual transgender&lt;/i&gt;). &lt;i&gt;Lovely Man&lt;/i&gt; bukan saja pilihan yang tepat sebagai pembuka festival, tapi juga karena inilah film terbaik Teddy setelah karyanya &lt;i&gt;Banyu Biru&lt;/i&gt; (2005), &lt;i&gt;Ruang&lt;/i&gt; (2006), &lt;i&gt;Badai Pasti Berlalu &lt;/i&gt;(2007), dan &lt;i&gt;Rumah Maida&lt;/i&gt; (2009). Ini bahkan salah satu film Indonesia yang terbaik yang pernah diproduksi beberapa tahun terakhir. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebetulnya cerita film ini sangat sederhana. Tapi Teddy menguraikannya seperti seuntai puisi yang berkisah tentang satu malam di Jakarta antara seorang ayah dan anak. Dalam satu malam itu, Teddy membangun perkembangan emosi ayah-anak dengan teliti. Kita mempelajari banyak hal tentang Ipuy yang menjual diri dan menilap duit preman. Semua itu dilakukan, selain untuk tetap mengirim biaya kepada mantan istrinya, untuk sebuah transisi identitas. Kita juga mempelajari sang anak, Cahaya, yang ingin bertemu dengan ayahnya karena dia dihajar sebuah dilema pribadi. Isak tangis sang anak tak kunjung meluluhkan Ipuy yang getir.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Siang gue memang lelaki. Malam gue begini...," katanya dengan nada tajam. Ipuy bersikeras bahwa malam itu adalah malam terakhir mereka bertemu. "Setelah malam ini, kita berpisah. Putus." Cahaya terpaksa menyetujui dengan hati pecah. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Teddy mengarahkan dua aktor utamanya seperti seorang pematung menaklukkan tanah di tangannya. Donny Damara menyajikan sosok Ipuy hampir tanpa cacat. Sedangkan seni peran Raihaanun (Cahaya) yang subtil sungguh menggebrak layar. Kedua pemain ini seperti dua sosok yang saling sandar dan saling memberi. Begitu kuatnya duet ini, hingga warna gelap pada layar begitu bersinar setiap kali mereka tampil. Teddy telah melahirkan selarik puisinya yang terbaik. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menyaksikan film ini, kita kemudian percaya kembali bahwa sinema Indonesia masih hidup. *&lt;i&gt;Leila S. Chudori, Tempo Edisi 10-16 Oktober 2011.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Tinggal sekarang, apakah film Lovely Man ini akan tayang di bioskop-bioskop tanah air. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Info : &lt;a href="http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2011/10/10/FL/mbm.20111010.FL137925.id.html#"&gt;Film Lovely Man&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Cuplikan Lovely Man dari Youtube &lt;/div&gt;&lt;iframe width="350" height="250" src="http://www.youtube.com/embed/T9DDzQBlX-M" frameborder="0" allowfullscreen=""&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-1752710037477758472?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/1752710037477758472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/10/film-lovely-man.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/1752710037477758472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/1752710037477758472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/10/film-lovely-man.html' title='Film &quot;Lovely Man&quot;'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-q2HNb1Fw55A/Tp0JqlBzwNI/AAAAAAAABUU/GgFZRHdMW5Y/s72-c/lovely-man-teddy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-6054120301291646248</id><published>2011-10-15T18:30:00.005+07:00</published><updated>2012-01-24T19:10:27.366+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nepenthes'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Cerpen "Ai, Kau Cinta Pertamaku" -nepenthes-</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-v73UcGNzyQE/TplvMTGyrmI/AAAAAAAABT8/_m9hfZbhVQI/s1600/stock-illustration-4529077-one-tear.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 135px; height: 175px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-v73UcGNzyQE/TplvMTGyrmI/AAAAAAAABT8/_m9hfZbhVQI/s320/stock-illustration-4529077-one-tear.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663680263472983650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ai, masihkah kau ingat jernih sungai Mahakam berbalut kabut di pagi hari? Saat pesut-pesut putih menari di udara memainkan salto? Masih kuingat cahaya mentari bergerombol di sela butir-butir embun di ekor kudamu. Kau serupa bidadari tengah menari di bibir sungai Mahakam, di atas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ketinting,&lt;/span&gt;  bergoyang di antara gelombang sungai terpanjang di Indonesia ini. Aku menikmati tawa kecil dibalik geligimu yang rapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ai, kau teman sebangku yang paling baik yang mau menerimaku sebagai anak baru di SMP Negeri Samarinda. Kau melindungiku dari ejekan teman-teman lelaki yang menggoda di sepanjang jalan menuju rumah. Tak kusangka kau penyandang sabuk coklat karatedo, dibalik penampilan lembutmu. Mata sayu di bawah renda-renda lentik bulu matamu tak menyiratkan sedikit juga ketegaran hatimu. Lelaki-lelaki iseng itu pun pergi begitu kau gertak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masihkah kau ingat cerita Donald Bebek, yang kau katakan suaranya mirip suaraku? Teganya kau menyamakan aku dengan Donald. Ketika aku bilang kau Desi Bebek, kau justru tersipu. Bukankah tas tanganmu berwarna merah muda, sama dengan kepunyaan Si Desi centil itu? Kau juga serupa tokoh Desi, suka mengambek jika aku terlambat menjemputmu dengan sepeda? Atau, kau merajuk tak mau bicara jika aku alpa membaca puisi-puisi yang kau selipkan di balik bukuku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masihkah kau suka menulis, Ai? Di setiap Minggu di koran Kompas, kucari-cari nama Ainun Fatima, siapa tahu salah satu tulisanmu ada di sana. Siapa tahu kau sudah menjadi penulis di Kompas, seperti yang kau idamkan selalu. Terkadang juga kubayangkan dirimu berdiri di panggung TIM, membaca sajak atau berdeklamasi, seperti yang sering kau lakukan sewaktu kita SMP dulu. Siapa yang tak kenal kau : jagoan menulis puisi dan cerpen, redaksi majalah dinding, wakil ketua OSIS, pelantun Qur’an terbaik di sekolah kita? Aku selalu mengagumimu, meski tak pernah memujimu secara langsung. Aku memang kalah dalam urusan itu, tapi kau selalu meminta bantuanku untuk PR Matematika, Fisika dan Biologi kan? Kukagumi kejujuranmu, meski selalu kurela memberimu contekan, kau tak pernah menyentuhnya. Kau hanya ingin kuajari. Dan aku pun iklas dan senang menjadi gurumu, sembari memandang ponimu yang jatuh menutupi mata indahmu, Ai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kau, Ai…kau cinta pertamaku? Berdegup jantungku setiap kali melihatmu. Berdesir hatiku setiap kali lenganku menyentuh kulitmu. Tapi aku takut, Ai. Takut mengungkapkannya padamu. Takut kau marah dan tak mau lagi jadi temanku. Ah, Ai…tahukah kau…aku gemetar menyadari aku hanya bisa membuka pintu hati buatmu. Aku tak tertarik pada Idrus atau Fandi, cowok idola di sekolah kita. Aku cemburu padamu setiap kali kau tertegun memandang mereka. Ah, Ai…aku malu dan takut ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ai, masih ingatkah setangkai anggrek hutan yang kuberikan padamu di hari Valentine? Tak kusangka matamu berbinar bahagia. Tak kukira kau kemudian memberi perhatian lebih padaku setelahnya. Kita sering berjalan bersama, menyusuri Mahakam, menikmati mentari terbit atau terbenam di balik semilir air. Memandang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ketinting&lt;/span&gt; berseliweran membawa penumpang. Berdebat tentang apa saja berlatar coklat air Mahakam. Aku menemanimu menulis puisi, sembari kuperdengarkan musik-musik klasik untukmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, Ai…keindahan itu cuma sesaat. Tidak ada dalam hitungan bulan, kau dipindahkan orang tuamu ke Solo, ke sebuah pesantren. Aku tak tahu alasannya ketika itu. Tapi setelah dewasa aku sadar, mungkin mereka tak mau kau dekat denganku, sebab bola matamu kerap memantulkan cahaya bahagia setiap kali aku berkunjung ke rumahmu? Mungkinkah mereka menangkap pendar-pendar asmara meski telah kusembunyikan rapat-rapat dibalik tubuhku? Meski aku tak pernah menyentuhmu, meski aku dan kau tak pernah melakukan sesuatu pun? Kita menikmati rasa suka saat bersama. Itu saja. Salahkah itu, Ai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah oleh alasan apa, kita berpisah. Entah karena apa juga, kau tak pernah membalas surat-surat yang kukirim ke pesantren. Awan berkelabu dalam hidupku, hari-hari terasa kering. Sungai Mahakam tak kurasa indah lagi tanpa kehadiranmu. Hingga aku merantau lagi dengan orang tua ke benua Kangguru, meninggalkan sepenggal kenangan di tanah Borneo…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertahun-tahun kucari kau, di setiap kesempatan aku berkunjung ke pulau tempat Enggang bersarang. Rupanya orang tuamu telah berpindah dan tak ada yang tahu beralamat di mana. Lebih sewarsa aku menabung harap suatu saat bersua kembali denganmu, meski hanya berjabat tangan, meski hanya saling pandang. Di manakah kau, Ai…cinta pertamaku yang hilang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis-gadis Australia tak mampu usir bayangmu dari benakku. Kuakui aku pernah jalan bareng dengan beberapa gadis di sana. Tapi mereka tidak seperti kamu. Andrea, Elizabeth, Estelle atau Juliette, mereka gadis-gadis Barat yang terlalu terbuka dan egois. Mereka tak begitu seberkuasamu atas hatiku. Cintaku yang eksotis untuk gadis campuran Dayak-Melayu, yang telah memerawani cintaku. Meski kau tak pernah mau mengambilnya…&lt;br /&gt;Teknologi kemudian membantuku mencarimu. Kutemukan kau diantara puluhan alamat facebook teman kita. Gembira hati ku-add kamu. Astaga, mesti begitu lamakah aku menunggumu untuk dikonfirmasi? Lupakah kau padaku? Tak kenalkah kau pada foto profil yang kupampang di facebook?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ai, kau begitu cantik dibalik jilbabmu. Tentu ilmu Qur’an membuatmu kian bercahaya. Kulihat di facebook kau menamatkan universitas di Mesir. Karena itukah, mungkin, kau seperti terbenam ditelan bumi? Ai, sungguh…aku tak pernah bermaksud menggganggu hidupmu. Setakut itukah kau padaku, hingga kau tak pernah mau membalas messageku lewat facebook, meminta nomor teleponmu? Ataukah kau sudah benar-benar lupa padaku? Ah, Ai…aku mengerti..kau pasti telah menyingkirkanku dari hidupmu, karena aku bukan teman biasa buatmu. Aku seseorang yang tak layak jadi teman buatmu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sia-sia kunanti balasanmu di facebook yang tak kulihat lagi statusnya update. Mungkin kau sibuk, mungkin juga kau tak begitu suka bergaul di dunia maya. Aku hanya bisa menikmati tulisan-tulisanmu di blog, masih sebening dulu dengan metafora berbalut kelembutanmu. Betapa bodohnya redaksi yang menolak tulisan-tulisanmu. Kau bintang yang berkelip dibalik langit kata-katamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi masih bening, tawar tanpa matahari. Samarinda tak banyak berubah saat kutinggalkan bertahun-tahun lalu. Petinting tak lagi berseliweran di Mahakam. Jembatan megah terbentang menghantar ke tanah seberang. Pesut kadang muncul, kadang tidak. Mungkin sebab air yang terpolusi.&lt;br /&gt;Penelitian akhir membawaku ke kota ini, membongkar kembali ingatan akan Ai. Profesor Gumaya mengarahkanku ke kota ini untuk mengambil sampel darah beberapa pasien penyakit SLE (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sindrom Lupus Endometreus&lt;/span&gt;) yang menjadi topik penelitian. Profesor Gumaya benar, di Borneo jumlah penderita SLE cukup tinggi dengan latar belakang kasus yang berbeda. Tapi SLE sendiri belum diketahui secara pasti penyebabnya apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini ada lagi satu pasien SLE mengalami gawat di ruang ICU. Penyakitnya telah menyebar hingga ke paru-paru dan jantung. Kuteliti data riwayat pasien, berat badannya drastis merosot. SLE memang penyakit yang jahat, menghisap daging serta lemak para penderita sehingga kurus kerontang. Namun tiba-tiba lensa mataku membesar, mencoba meneliti tulisan yang kulihat samar-samar, mungkin rabun dekat telah menggerogoti usiaku. Tidak, tidak salah lagi…pasien ini bernama :  Hj. Ainun Fatima! Astagafirullah!&lt;br /&gt;Tergopoh aku menuju ruang ICU. Tidak salah lagi, itu Ai! Hidungnya tertusuk selang oksigen, dadanya penuh kabel. Kondisinya tak terlalu baik. Detak jantungnya ekstrim rendah dan tinggi. Tekanan darahnya juga tak begitu bagus. Perawat ICU menjelaskan bahwa Ai telah mendapat transfusi kemarin malam dan mungkin akan ditransfusi lagi hari ini jika keadaannya tak membaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ai…begitu berubahnya dirimu. Penyakit telah menggerogoti tubuhmu. Wajahmu layu dengan mata cekung bergaris ungu. Rambut ikal coklatmu tergerai tak beraturan. Kelopak matamu yang sayu menutup cahaya yang selalu kurindukan itu. Kau pasti tak mengetahui aku berada di sampingmu saat ini, Ai. Kesadaranmu menurun. Ingatanmu pasti tak setajam bila kau sehat.&lt;br /&gt;Ibumu ada di sebelah. Beliau tak ingat aku. Aku pun tak mengingatkan Beliau. Aku takut, aku dipisahkan lagi darimu. Biarkan aku mendampingi dan merawatmu, Ai. Meski dengan cara seperti ini. Ah, ada seorang laki-laki gagah tampak begitu menyayangimu, berdiri gelisah di luar ruang ICU. Pastilah ia suamimu, Ai, atau mungkin kekasihmu. Terbersit rasa cemburu bila melihatnya, betapa beruntungnya ia mendapatkanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu berjaga di ruang ICU untuk memantau keadaanmu, mengecek detak jantungmu, mengukur tensimu, melakukan asistensi dokter-dokter ahli yang merawatmu. Aku ingin kau sembuh, Ai. Tahukah kau, penyakit SLE demikian jahat? Kudengar dari Ibumu, kau tak pernah diberitahukan mengenai penyakit yang telah kau derita selama dua tahun. Dari cerita beliau kepada para perawat, kutahu, bahwa kau masih mengajar di universitas negeri Samarinda meski dalam keadaan sakit sekalipun. Kau masih melantunkan Qur’an di pengajian-pengajian meski tubuhmu kian ringkih. Rindunya mendengar suara indahmu, Ai, serindu aku pada Borneo dan kepak sayap Enggangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya semangat yang bisa menyembuhkanmu. Hanya kuasa Allah yang bisa membangkitkanmu dari tidur panjang. Keadaanmu tak membaik juga, meski seminggu sudah dirawat di ICU. Sudah kuusahakan, Ai..membawakan sebotol serum dari Australia, tempatku menimba ilmu, obat hasil penelitian yang diupayakan bisa membantu kesembuhan penderita SLE sepertimu. Tapi serum yang diinduksi itu pun belum mampu membangunkanmu. Kau terbaring lemah dengan mata mengatup selalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak berani menyentuh seujung pun dari kulitmu. Namun jika berada di sebelahmu untuk mengecek peralatan medis, selalu kubisikkan doa-doa buat kesembuhanmu. Inginnya aku memelukmu, membisikkan puisi-puisi indah yang pernah kau tuliskan untukku. Terkadang, terbersit anganku memutar Mozart atau Bethoven untukmu, tapi tanganku terkunci, sebab ada ibu, ayah serta lelaki itu yang teramat setia mendampingimu. Kau pun tak pernah bergeming, apalagi mengenaliku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ai, di hari kedelapan, tepat saat adzan Subuh berkumandang, setengah bermimpi aku melihatmu dari balik kaca. Ruangmu sepi penunggu. Mungkin ayahmu keluar bersiap untuk berwudhu. Aku kemudian bersijingkat masuk ke ruangmu. Kepalamu bergerak, matamu tiba-tiba membuka.&lt;br /&gt;“Ai?”&lt;br /&gt;Matamu berkedip-kedip, mengingat-ingat.&lt;br /&gt;“Ai?”&lt;br /&gt;“Farah?”&lt;br /&gt;Alhamdulilah…!! Kau mengenaliku! Aku tersenyum bahagia dibalik mata kuyu karena terlalu banyak bergadang menungguimu. Lega rasanya melihatmu membaik.&lt;br /&gt;“Apakah aku mimpi? Kenapa kau ada di sini?”&lt;br /&gt;“Hei…kau tidak mimpi, Ai. Kau sedang sakit, aku di sini sebagai dokter, merawatmu.”&lt;br /&gt;“Kau? Dokter?”&lt;br /&gt;“Ya….kenapa? Kau tak percaya?”&lt;br /&gt;Ai tersenyum, lalu mengangguk. “Terima kasih ya…”. Kemudian ia tertidur lagi. Kucek tekanan darahnya, drop. Kucek monitor jantung, menunjukkan garis menurun. Astaga….!! Kenapa jadi begini? Mimpikah aku tadi berbicara dengannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buru-buru kupanggil tim medis. Bibir Ai mengatup rapat. Jantungnya kian lemah, bahkan detaknya nyaris tak ada. Tim medis kemudian bergegas melakukan kejut jantung. Oksigen dipompakan lebih kencang. Namun tidak berguna juga. Allah berkehendak lain. Ai pergi tepat saat mentari muncul selepas Subuh. Tangisku tumpah serupa bah di Mahakam. Kupeluk tubuhnya yang masih hangat. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Inna lilahi wa inna lilahi roji’un&lt;/span&gt;…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Nepenthes, 05 Oktober 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-6054120301291646248?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/6054120301291646248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/10/cerpen-ayi-kau-cinta-pertamaku.html#comment-form' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/6054120301291646248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/6054120301291646248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/10/cerpen-ayi-kau-cinta-pertamaku.html' title='Cerpen &quot;Ai, Kau Cinta Pertamaku&quot; -nepenthes-'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-v73UcGNzyQE/TplvMTGyrmI/AAAAAAAABT8/_m9hfZbhVQI/s72-c/stock-illustration-4529077-one-tear.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-1488059698905766762</id><published>2011-10-12T17:00:00.005+07:00</published><updated>2011-10-13T07:04:35.137+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sinyo Lebay'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jayusan Sinyo vs Nepen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nepenthes'/><title type='text'>Kisah Kasih di Kebon Ijo</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-E-uB39k-wAg/TpVLbvQaQiI/AAAAAAAABTk/rKI-35atjYQ/s1600/SN.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 170px; height: 133px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-E-uB39k-wAg/TpVLbvQaQiI/AAAAAAAABTk/rKI-35atjYQ/s320/SN.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5662515046402114082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bagaimana sih perjalanan cinta Sinyo-Nepenthes selama tiga tahun lebih ini? Apakah mulus-mulus aja seperti perkiraan orang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Versi Nepenthes&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya sih, kalo diibaratkan kapal, perjalanan cinta Sinyo-Nepenthes tentu tidaklah mulus. Terkadang pada saat ombaknya tenang, kapal jalan dengan mulus. Terkadang ombaknya ganas, kapalnya jalan miring-miring juga. Seperti perahu layar, layarnya pun sempat kuncup atau tercabik-cabik angin. Sempat kehilangan kompas dan mengambang di lautan lepas. Bahkan pernah karam beberapa kali loh....! Lalu, kok bisa bertahan hingga sekarang...??? Mau tau ceritanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa perlu merinci satu per satu urusan dapur Sinyo-Nepenthes selama ini, secara garis besar keutuhan "kapal" Sinyo-Nepen barangkali karena adanya beberapa faktor, salah satunya adalah faktor usia. Yang pasti, Sinyo-Nepen bukan ABG lagi. Sinyo-Nepen bertemu dengan tingkat kematangan usia yang cukup (kalo tidak bisa dibilang tua...hehehe). Usia Sinyo yang lebih tua beberapa tahun dari Nepen seringkali menjadi pengerem ledakan emosi Nepen. Ibaratnya karang, Sinyo yang mentalnya sudah matang, menjadi pohon-pohon bakau pengganjal hantaman Tsunami jika Nepen keluar tanduk uring-uringannya. Demikian pula sebaliknya, jika Sinyo meledak...tiba-tiba Nepen berubah jadi manis dan bisa melembutkan hatinya. Mental Sinyo yang suka datar-datar, adem ayem, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;easy going&lt;/span&gt;, biasa-biasa... seringkali diajak naik-turun roller coaster oleh Nepen. Nepen yang suka "tidak biasa-biasa", mengejar, mendesak, agresif, seringkali menguji tingkat kematangan mental Sinyo. Sampai beberapa kali Sinyo mo nyerah...tapi entah kenapa...kok ya akhirnya kembali lagi ke kapal...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain lagi, Sinyo dan Nepen sudah memahami keadaan masing-masing, bahwa kapal yang dinahkodai bersama ini, tidak bakal berada pada satu tujuan. Hati dan cinta lebih banyak bicara daripada meraih sebuah mimpi dalam bentuk penyatuan (karena itu sudah tak mungkin). Jika berpisah, satu sama lain  kelimpungan dan gelisah. Istilahnya, saat hati ini sudah ada yang "pegang", cukuplah itu buat kami berdua. Karena jika meminta lebih, salah satu pasangan bakal merasa bersalah dan akhirnya akan berujung pada pengunduran diri atau pemisahan. Tahap "bermimpi" itu telah usai dan sekarang kami sudah pada tahapan "menerima kenyataan masing-masing". Tidak perlu terucap, cukup memahami. Keterbatasan dalam kebersamaan akhirnya diterima sebagai bekal selama mengarungi samudera kehidupan. Ketika cinta berbatas, terasa begitu berharganya ia, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin juga Sinyo dan Nepen sudah pada tahapan "partnership". Seperti biduk rumah tangga, awal-awalnya tentu adalah "masa-masa bulan madu". Kemudian, dilanjutkan dengan tahap penyesuain karakter. Ada tahap "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;take and give&lt;/span&gt;". Ada tahap "gue mau ini, lu mau terima gue ato gak...?". Ada tahap ego muncul dan ada aksi "balas dendam" supaya partner mengerti rasa kecewa dan sakit yang sedang dialami. Tapi akhirnya, kami berdua menyadari..tidak ada gunanya semua itu. Kami masih saling cinta dan membutuhkan. Kekurangan pasangan diterima begitu saja, seperti menerima kulit gelap yang dianugerahkan Tuhan kepada Nepen. Seperti menerima bentuk rambut lurus yang diciptakan Tuhan untuk Nepen. Nepen terima kekurangan Sinyo dan Sinyo terima kekurangan Nepen. Akhirnya, kita sudah menuju garis "partnership", tahap menjadi "pelengkap hidup", "pelengkap hati", tahap menjadi seorang teman, seorang sahabat sehati. Bayangkanlah rumah-tangga suami-istri yang sudah mencapai tahap Kawin Perak atau Kawin Emas. Mungkin kami seperti itu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nepen tetap berada di samping Inyo karena Nepen tahu luar dalam Inyo. Inyo gak ninggalin Nepen dalam keadaan seburuk apapun. Ini sudah terbukti sewaktu Nepen mengalami peristiwa sangat buruk dalam karier dan hidupnya, Inyo ada disamping Nepen selalu (mungkin kecuali jika ada dokter Nadia sungguhan yang berkepribadian seperti Inyo, entah ya……hihihi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang abadi di dunia ini, termasuk juga kami. Jika suatu saat karena ada alasan tertentu, Sinyo dan Nepen hanya jadi teman biasa, maka itu karena kehendak Tuhan dan kami akan menerimanya dengan ridha. Jika pun maut yang kemudian memisahkan, Nepen pasti akan membawa nama Sinyo hingga liang kubur. Karena kami berdua memahami hukum kesementaraan itu, kami tak pernah muluk-muluk. Dan juga karena memahami kekurangan masing-masing, pantang untuk menjelek-jelekkan pasangan di depan umum (kecuali untuk lucu-lucuan dan biar rame aja...hihihi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kami ini bukan malaikat atau dewa. Sinyo dan Nepen cuma manusia biasa yang banyak salah sama pasangan. Justru karena kesalahan itu kita belajar untuk menjadi manusia yang lebih dewasa (bukan jadi manusia sempurna). Cermin kami hanyalah hati dan nurani masing-masing. Sebab oleh kedua hal itulah kami masih bisa bersama...Wasalam, Nepenthes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bijimane versi Sinyoooooo???? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ehmmm... Sepertinya apa yang ditulis Nepen di atas sudah mewakili garis besar perjalanan hubungan kami selama ini. Ada dua tambahan topik dari inyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama adalah Internal (hubungan Sinyo dan Nepen).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Percayalah, perjalanan kebersamaan kami tidak selalu indah, penuh canda tawa seperti yang terbaca baik di tulisan maupun di komentar-komentar kami. Hubungan kami pernah berada di titik nadir. Rasanya pengen menyerah. Kami putus asa dengan situasi dan kondisi kami, sampai kami berdua menahan tangis yang pada akhirnya jebol juga. Tapi, kami bersyukur pada saat kami ingin menyerah, pada waktu itu Nepen berada tepat di samping Inyo (kami selama ini LDR). Jadi, kami berdua bisa saling menangisi satu sama lain. Saling meluapkan kegetiran satu sama yang lain. Saling menyalahkan satu sama lain. Kami tumpahkan semua kemarahan satu sama lain. Rasanya pedih. Pedih sekali. Ibarat luka yang belum sembuh terkena irisan jeruk. Kami bisa saling melihat dan merasakan satu sama lain. Kami bisa saling memagari diri untuk tidak curhat kemana-mana. Lebih baik bagi kami melampiaskan keluh hati dalam bentuk puisi atau tulisan. Kami tidak ingin terjebak melodrama caci maki untuk komsumsi publik.&lt;br /&gt;Sekarang, peristiwa-peristiwa penuh drama ala &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bollywood&lt;/span&gt; itu jadi bahan jayusan antar sinyo dan Nepen. Kami saling menertawai ke-sensi-an, ke-naif-an dan kebodohan kami pada waktu itu. Indah pada waktunya, bukaaaaaaaaaan??? Bukaaaaaaaaaan!!! Wkwkwkwkwk...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nepen bagi inyo, lebih dari sekedar partner. Pengetahuan Nepen tentang kehidupan dan realitas lumayan jadi sparring partner untuk diskusi tentang apa saja. Obrolan kami tidak melulu soal cinta. Justru diskusi-diskusi yang sepertinya tidak penting untuk dibicarakan bagi dua insan yang dimabuk cinta, bagi kami merupakan api yang menyemangati perjalanan kisah kasih kami. Obrolan-obrolan politik, sastra dan dunia kepenulisan justru seperti embun di pagi hari yang menyejukkan bila salah satu dari kami tensinya mulai meninggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, bijimana bisa Sinyo bosan sama Nepen atau Nepen bosan sama Sinyo??? Tak ada kata bosan atau boring dalam kamus hubungan kami. Masing-masing dari kami selalu antusias. Selalu saja ada sesuatu yang baru untuk kami bicarakan atau kami jalani.. Masing-masing dari kami pun saling membebaskan. Baik di kehidupan nyata maupun di maya. Apalagi Sinyo pan orangnya ekstrovert. Mana bisa dikekang. Bisa-bisa cuman jadi jagoan kebon ijo aja. Hehehe... Begitu pula dengan Nepen. Jiwa kepenulisannya yang masih menggebu-gebu, nggak mungkin inyo batasin hanya untuk tulisan yang memuja sinyo atau meng-narsis-kan sinyo saja. Rasanya hanya meng-kerdil-kan potensi Nepen kalau itu sampai terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, kami bukan type insan pengobral janji. Kami jalanin dan syukurin apa yang ada sekarang ini tanpa janji-janji semanis madu untuk sehidup semati (Nepen hidup, inyo mati hehehe...),  atau kau memang bukan yang pertama tapi pasti yang terakhir atau bla bla bla datanglah bala, hihihi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua adalah Hubungan Eksternal (Sinyo Nepen dan Pihak Lain).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hubungan eksternal ini amat penting karena sempat memengaruhi hubungan kami (Sinyo dan Nepen). Dari awal hubungan, Inyo dah wanti-wanti ke Nepen untuk tidak membicarakan ke pihak lain (entah itu sahabat jauh ataupun dekat) apapun yang terjadi diantara Sinyo dan Nepen. Tujuannya tentu agar kami bisa saling menjaga dan tidak ada pihak ketiga yang ikut campur urusan kita berdua. Boleh dibilang hubungan kami jauh dari hil-hil berbau mesum selingkuhan. Tak ada yang namanya wanita idaman lain atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;the other women&lt;/span&gt;. Malah gangguan datangnya dari jalur persahabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila digali sejarahnya, Sinyo dan Nepen bertemu di sebuah milis dunia maya. Sinyo dan Nepen gak mungkinlah melupakan sejarah ini. Namun latar belakang pertemuan ini merupakan sisi plus dan minus buat kami berdua. Sisi plus tentu saja dunia maya telah mampu menembus jarak diantara kami sehingga kami yang berjauhan ini akhirnya bisa bersatu. Teman-teman di milis ini sangat mensupport hubungan kami pada awalnya, bahkan bisa dikatakan mereka turut membantu “mencomblangi” dan ikut deg-degan plus penasaran sewaktu kami bertemu pertama kali. Kami tak akan melupakan mereka dalam hal ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi negatifnya pun ada. Pertemanan dunia maya yang instan menginstankan juga keberadaannya. Apalagi dengan diimbuhi pertemanan jarak jauh yang komunikasinya mengandalkan teknologi ini, kerap kali tanpa adanya&lt;span style="font-style: italic;"&gt; chemistry&lt;/span&gt; atau kontak mata menyebabkan terjadinya salah paham diantara kami dengan teman-teman maya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal pun, sebenarnya Sinyo udah frontal dan vokal (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;outspoken&lt;/span&gt;) dalam mengkritisi dunia perlesbianan, bahkan sebelum bertemu dengan Nepen. Secara kebetulan, jiwa raga Inyo emang seperti itu, gatelan kalo ngelihat sesuatu gak beres dan ga fair, memanfaatkan kelebihan untuk merendahkan lesbian lain.. Tapi, setelah Sinyo dan Nepen mengundurkan diri dari milis tersebut, seolah-olah Sinyo menjadi “rival” atau lawan mereka. Sejujurnya Sinyo tidak bermaksud untuk melawan mereka. Justru, kritik-kritik Sinyo dibuat untuk meluruskan yang bengkok serta memberi suara yang berbeda. Bagaimana jika semuanya “membebek”, “membeo”, sama suaranya semua..? Apakah mereka bisa menjadi besar seperti sekarang karena sebuah “paduan suara”?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celakanya, karena ulah Inyo yang suka kritik mereka, mereka mengkait-kaitkan dengan Nepen, bahkan berburuk sangka. Padahal Nepen sama sekali tidak ikut-ikutan membuat, membaca atau mengompori Inyo. Nepen terlalu sibuk dengan urusan kerjanya, mana sempat ngurusin yang beginiannnn??? Malah Nepen sering mengingatkan Inyo untuk “jangan cari masalah” atau “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Don’t waste your energy&lt;/span&gt; buat yang beginian”. Tapi emang dasar jiwa raga Inyo sudah begini, ya..Inyo happy-happy aja jadi “partai oposisi”. Karena pada dasarnya Nepen demokratis, Nepen gak bisa ngelarang Inyo untuk berekspresi. Justru karena kedemokratisan ini, teman-teman lama Nepen salah paham. Mereka menganggap Nepen telah membiarkan “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;a crime went on…&lt;/span&gt;.”. Bagi mereka, sudah seharusnya seseorang mengingatkan pasangannya untuk tidak berbuat “nyeleneh”, apalagi mengkritisi sahabat-sahabat pasangannya. Sementara bagi Nepen dan Sinyo…urusan kritik-mengkritik adalah urusan Sinyo sendiri, tak terkait dengan Nepen. Namun, toh akhirnya..Nepen kena getahnya juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urusan dunia maya yang telah mengakibatkan Nepen menjadi tertuduh dan dianggap tidak setia kawan ini, ternyata tidak menyurutkan cinta Nepen kepada Inyo. Bahkan, ketika teman-temannya meninggalkan Nepen dan tidak mau lagi kontak dengannya, Nepen tetap berdiri di samping Inyo. “Inyo, baik dan buruknya kamu sudah kuterima. Ketika kamu dikagumi, aku turut berbangga. Ketika kamu terjatuh, aku juga ikut terjatuh bersamamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-teman Nepen menganggap Nepen telah berkhianat dan berubah perangai akibat dekat dengan Inyo. Padahal, Nepen tidak pernah berubah. Nepen hanya punya satu prinsip : Nepen mencintai Inyo, baik dan buruk, suka dan duka. Itu saja. Nepen tentu bersedih ditinggal teman-temannya, lebih sedih lagi karena mereka tak pernah ada komunikasi ataupun pertanyaan mengenai kabar Nepen, tetapi tiba-tiba dijauhi tanpa sempat tahu apa kesalahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia maya mengajarkan beberapa hal kepada kami. Salah satunya adalah tak ada budi maka tak ada balas. Ketika kita “tak berperan” lagi maka kita pun tak akan dianggap pernah ada. Dari sekian puluh sahabat-sahabat kami dulu, hanya tertinggal beberapa saja yang masih berhubungan dan bertukar sapa. Ironisnya, justru mereka bukanlah sahabat-sahabat yang dulunya dekat dengan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo ngomong soal prinsip, pastilah akan berbenturan. Teriak berteriak, maki memaki, bukanlah karakter Nepen. Nepen lebih senang “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;keep silence&lt;/span&gt;” dan membiarkan alam memberitahu kebenaran pada akhirnya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The truth never lies&lt;/span&gt;…Berbeda dengan Inyo yang sering gemes melihat ketidakadilan di depan mata dan langsung berteriak lantang. Kedua karakter ini akhirnya “kawin” pada diri kami berdua, sehingga sekarang ini…Nepen belajar untuk berteriak lantang kalo ada masalah di depan mata dan Inyo mencoba lebih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;soft &lt;/span&gt;kalo menghadapi ketidakadilan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inyo yang ekstrovet “menikah” dengan Nepen yang introvert. Inyo yang suka bercanda bertemu dengan Nepen yang serius. Inyo yang kepede-an, berjumpa dengan Nepen yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;humble&lt;/span&gt;. Jadilah kami ini “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;partner in crime&lt;/span&gt;…”…hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudahan apa yang kami tulis sesuai versi masing-masing ini, bisa membantu menjawab sekian pertanyaan dari sista-sista mengenai sejarah atau perjalanan kisah kasih Sinyo dan Nepenthes, baik di inbox FB maupun di kotak pos kebon ijo.  Tabik, Sinyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-1488059698905766762?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/1488059698905766762/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/10/kisah-kasih-di-kebon-ijo.html#comment-form' title='16 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/1488059698905766762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/1488059698905766762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/10/kisah-kasih-di-kebon-ijo.html' title='Kisah Kasih di Kebon Ijo'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-E-uB39k-wAg/TpVLbvQaQiI/AAAAAAAABTk/rKI-35atjYQ/s72-c/SN.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-2907037726573437623</id><published>2011-09-30T16:00:00.001+07:00</published><updated>2012-01-24T19:12:48.395+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nepenthes'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Cerpen "Ramadan Biru" -nepenthes-</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-2ejRV9wk_W4/ToGe_xfxAxI/AAAAAAAABTU/Z6bf2i0jKhE/s1600/ramadan%2Bbiru.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 266px; height: 190px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-2ejRV9wk_W4/ToGe_xfxAxI/AAAAAAAABTU/Z6bf2i0jKhE/s320/ramadan%2Bbiru.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5656977425409573650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebentar lagi beduk Magrib berkumandang. Adzan kan menggema berlatar jingga petang di desa Langit Biru. Uni bersibuk diri bersama ibunya menyiapkan kolak pisang dan makanan berbuka. Randu sudah wangi, duduk bersila di amben bersama abah, menunggu waktu buka tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelah dan lapar tak sanggup menghapus bayang-bayang Nadia dari benaknya. Meski musim panen coklat dan kopi telah menyibukkan harinya, namun kenangan-kenangan indah bersama Nadia selalu memenuhi kepalanya. Andai kau ada di sini, Nadia, aku cukup kenyang melihatmu melahap segala hidangan kesukaanmu, seperti waktu kita berbuka bersama di apartemenmu di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dzikir dan doa-doa yang berkumandang saat Tharawih tiba, hanya Nadia dan Nadia ada dalam hatinya. Beribu ampun diucapkan dalam hatinya, merasa dosa yang teramat sangat, karena otaknya tak mampu mengontrol bayang-bayang Nadia dalam setiap shalatnya. Allah pasti murka. Mudah-mudahan Allah mengampuninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam bulan bukan hal mudah bagi Uni, sekembalinya ke desa, menggarap kebun dan sawah yang dibelinya dari hasil menabung selama 2 tahun bekerja di salon di Jakarta. Lebih mudah mencari uang di Jakarta dibanding desanya yang sunyi dan terpencil ini, tapi ini sudah menjadi ketetapan hati. Keputusan yang dianggap terbaik buat dia dan juga Nadia. Meski Nadia tidak terima, walau Nadia hingga kini tak mau bicara dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini buat kebaikan Randu, tak baik Randu melihat ibunya menjanda terus, apalagi hidup serumah dengan Nadia, yang jelas-jelas selalu memberinya perhatian ekstra. Ini juga buat kebaikannya, karena perbuatannya tak direstui Allah, sehingga hatinya selalu tak tenang dan gelisah. Ini juga buat kebaikan emak dan abah, karena mereka sudah tua dan sudah selayaknya beristirahat saja, tak usahlah mengurus Randu dan kebun, sawah serta ternak mereka. Terutama sekali ini buat kebaikan Nadia…seorang dokter seperti dia, sudah sepantasnya berdampingan dengan Dokter Edo, dokter ahli mata yang ganteng dan baik hati itu. Kasihan dia, setiap kali datang tidak diacuhkan Nadia. Sementara orang tua Nadia begitu bahagia melihat Nadia didekati dokter Edo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letih. Mungkin itu yang dirasakan Uni. Letih bersembunyi. Lelah menahan hati. Dialah yang berusaha untuk membujuk Nadia agar mau diajak keluar kencan dengan dokter Edo. Dalihnya supaya orang tua Nadia bahagia dan tak curiga dengan hubungan mereka berdua. Bisa dirasakan keengganan Nadia. Uni paham Nadia pergi karena permintaannya. Tapi kenapa hati ini sakit juga melihat Nadia digandeng dokter Edo? Mengapa ada perih mengiris batinnya setiap kali melihat Edo memeluk mesra Nadia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munafik, itulah kecaman Nadia atas tingkah lakunya. Uni hanya bisa berdiam diri, bersembunyi dari tatap Nadia. Uni lalu melangkah ke kamarnya, menangis diam-diam dan merenda sedih di atas bantal. Nadia yang keras hati, tidak pernah mau bicara apalagi meminta maaf, supaya Uni sadar bahwa ini semua karena Uni yang minta. Sarapan yang dibuatnya pun tak disentuh Nadia. Berhari-hari dia didiamkan. Hingga hari ke tujuh setelah kemarahan Nadia surut…ditemukannya setangkai bunga anggrek putih menghias vas bunga di atas meja riasnya. Ketika ia mencium harumnya, tanpa disadari lehernya telah dicium Nadia, dan mereka pun merajut episode cinta seperti hari-hari sebelumnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tahukah kamu, aku tak pernah bisa membencimu, Uni?” Nadia berbisik sembari mempermainkan poni Uni. Butir-butir keringat membasahi dahinya. Uni hanya bisa tersenyum. Ia tak pandai merangkai kata. Mengalah baginya adalah kemenangan. Seperti juga hari itu, kepengalahannya membuahkan hasil. Nadia menyerah juga akhirnya….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uni pun tak pernah mampu membenci Nadia. Jangankan benci, Uni hanya punya cinta dan kasih sayang. Dia tak mampu mengembalikan segala perhatian serta materi yang dihujankan Nadia kepadanya. Dia tahu betapa cinta Nadia padanya, tapi disisi lain ia tak mampu melawan hatinya dan berbohong terus-menerus bahwa ia tak bisa bahagia diatas penderitaan orang-orang yang dikasihinya di kampung. Bagaimana robek hati emak dan abah jika mereka tahu bagaimana hubungan Nadia dengannya? Bagaimana rusaknya masa depan Randu jika ia suatu saat ia tahu ibunya memiliki hubungan khusus dengan Nadia? Bagaimana pula murka Allah jika ia tetap lanjutkan hubungan yang jelas-jelas salah di mata-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengganti bantal basah di pagi hari oleh air mata yang kerap mengalir di malam buta, menjadi ritual buat Uni. Hatinya sakit setiap kali ingatannya dikerubuti  bayang-bayang pesta pernikahan Nadia yang akan dilakukan setelah Lebaran usai, berita yang didengarnya dari Fikri, satpam apartemen. Seharusnya ia bahagia, tapi ia tak mampu cegah sakit yang selalu melukai dadanya. Mungkin benar kata Nadia, ia munafik. Jika aku orang kota dan berpendidikan, mungkin aku mau pergi dengan Nadia ke Amerika seperti yang selalu Nadia tawarkan padanya. Tapi apalah ia, Uni hanya perempuan kampung yang sudah janda. Bagi orang kampung, lebih terhormat jadi TKI di Arab daripada hidup bersama seorang perempuan dan meninggalkan seorang anak beserta orang tua yang renta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan yang tak mudah. Dengan kesederhanaan pikirannya, ia mencoba memahami Nadia dan memutuskan yang terbaik buat mereka berdua. Dibohonginya Nadia bahwa emak dan abah memintanya menikah dengan Pak Said, duda juragan kambing di desa. Dia tak mampu menolak sebab emak dan abah berhutang budi di masa lalu kepada Pak Said. Nadia yang tak terima tak pernah mau bicara dengannya, sehingga ia pun pergi hanya meninggalkan sehelai surat dan mengembalikan semua pemberian Nadia. Meski hatinya tak pernah mau kompromi….meski batinnya terus meratap….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi masih muram berlumur kabut, abah dan Randu bersidekap di depan tungku kayu mencari hangat. Uni dan emak sibuk memilih biji coklat untuk dijemur siang nanti. Hasil panen coklat lumayan buat persiapan Lebaran yang mendekat dua minggu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kapan kamu menikah lagi, Uni?” emak bicara perlahan sembari memilah biji coklat di atas nyiru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uni tertunduk diam sejenak. Dia menggelengkan kepala, kemudian tersenyum kepada emak. “Uni belum berpikir ke sana dulu, Emak. Randu masih kecil, biar Uni besarkan Randu dulu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emak terbatuk-batuk, lalu melanjutkan bicaranya. “Tak baik Randu berlama-lama tumbuh tanpa ayah. Dia kan anak lelaki, dia perlu tauladan, dan kamu perlu imam dalam keluarga. Tak baik menjanda terlalu lama….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hhhh….emak, selaluuu begitu. Emak tak suka dengan status jandanya yang kini menjadi gunjingan tetangga. Padahal kan Uni tak pernah mengganggu suami-suami mereka. Uni pun membatasi diri untuk tak berlama-lama mengobrol dengan para pria di kampung itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Belumlah, Emak. Uni perlu waktu sendiri dulu. Kalau emak memang tak suka melihat Uni begini, mungkin lebih baik Uni ke kota lagi….” Uni mengancam sedikit merajuk. Belum apa-apa dia sudah mengeluarkan “kartu As”nya, karena Uni tahu persis emak tidak bakal setuju kalau Uni pergi ke kota lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hush! Kamu tuh sukanya ngancam emak terusss…Neng! Bukan, bukan begitu maksud emak. Banyak pemuda ganteng di kampung ini yang sepertinya suka sama kamu. Contohnya Si Ujang. Dia kan baru datang dari Malaysia. Wajahnya lumayan. Shalatnya rajin. Bekalnya udah cukup buat menikah. Dia suka kemari menanyakan kamu. Dia juga terlihat sayang dengan Randu. Nah…apa lagi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ujang, Mak? Ah…dia kan Uni anggap sebagai adik. Gak enaklah….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hhhhh….emak mengeluarkan lenguhan yang lebih mirip keluhan. Sesak rasanya didesak terus oleh emak. Tidak pernah pantang mundur. Selalu menyodorkan lelaki kampung yang dianggapnya layak mendampingi Uni. Ah, emak…tahukah emak..di dada Uni hanya ada nama Nadia…Nadia…Nadia…! Kalau saja Nadia itu lelaki, Uni pasti bawa Nadia ke hadapan emak, minta restu buat menikah! Pasti emak bangga bermenantukan dokter seperti dia. Tapi gak mungkin toh? Jangan-jangan emak malah semaput kalau Uni minta restu pergi bersama Nadia ke Amerika!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uni terdiam lama. Tangannya sesekali menggerakkan tampah, memilah biji-biji coklat setengah kering. Ayam-ayam tetangga suka nakal, menggerayang di atas biji-biji coklat yang tengah dijemurnya, sehingga biji-biji coklat bercampur dengan kerikil yang dibawa ayam itu. Kalau saja ini bukan bulan puasa, sudah dipotongnya ayam-ayam nakal itu! Biar jadi kare saja mereka itu semua!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, emak…emak hanya perempuan biasa. Merasa gelisah jika anak perempuan seumurannya masih sendiri. Menganggap lelaki serupa dewa yang bisa melindungi perempuan. Bukankah emak sudah melihat sendiri bagaimana Uni disakiti abang? Bagaimana bisa abang disebut sebagai pelindung Uni kalau dia tidak bisa membahagiakan Uni? Lain dengan dokter Nadia…dia segalanya..Sudah pintar, baik, selaluuuu bisa membahagiakan hati Uni dengan perhatian-perhatian kecilnya. Andai saja…andai saja dia dan Nadia hidup di kehidupan yang lain, dia tak mau berpisah sedetik pun dengan perempuan itu…Nadia, di manakah kamu sekarang? Tengah menikmati bulan madumu? Masihkah kamu rindukan aku? Ah, hanya kepada sungai ia mengadu. Sungai jernih di belakang rumah, tempatnya mengalirkan tangis. Sungai tempatnya membenamkan segala kesedihannya. Sungai yang ia percayai akan membawa pesan sedihnya kepada Nadia di Jakarta. Sungai yang seringkali ia minta untuk pantulkan jeritan hatinya, bahwa ia masih sangat mencintai Nadia…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deheman emak membubarkan lamunan Uni. “Ya sudah, Neng…kalau memang belum bertemu jodoh. Tapi emak harapkan jangan berlama-lama menjanda, tak baik dengar kata orang-orang sekampung ya…” Emak berpesan sembari mengangkat tampah-tampah bambu, lalu meletakkannya di halaman, bersiap dipanggang matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uni tak menyahut. Diamnya bisa berarti “ya”, bisa juga menandakan tidak setuju. Beginilah susahnya kalau hidup di kampung, tak pernah lepas dari gunjingan tetangga. Menikah, digunjingkan. Tidak menikah, juga digunjingkan. Tak pernah ada yang benar di mata mereka. Kalau saja tidak memikirkan emak dan abah, lebih baik rasanya tinggal di Jakarta saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disusunnya tampah-tampah berjejer rapi di halaman. Biji-biji coklat menghitam mengingatkannya akan pasir di pesisir Ancol, tempatnya dan Nadia berakhir pekan. Sembari menikmati matahari tenggelam, mereka bergandengan tangan, sesekali berpandangan. Tidak ada yang mengganggu, apalagi menggunjingkan. Ah, Nadia…tengah apa dia sekarang? Bermandikan kasih dengan dokter Edo di pulau Bali? Uni ingat betul kalau Nadia selalu merayunya agar mereka berkesempatan ke Bali, bermandikan matahari. Tapi Uni menolak. Entah kenapa, dia cemas setibanya dari Bali, ia kian takut kehilangan Nadia. Semakin banyak kenangan indah yang mereka ciptakan, takut kian menghantuinya. Takut dia tidak siap menerima mimpi buruk, bahwa suatu saat ia akan berpisah dengan Nadia…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebutir air matanya membasahi tanah berembun. Biarlah hanya Allah yang tahu bagaimana perasaannya saat ini. Biar hanya Allah yang akan memberinya imbalan atas segala pengorbanan yang ia lakukan untuk orang-orang tercintanya, termasuk Nadia…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beduk bertabuh diiringi suara takbir sejak magrib tadi. Para lelaki di desa Langit Biru beserta anak-anak berjalan beriringan menyusuri desa menyambut Lebaran. Bulan Ramadan telah terlewati. Ujian telah dilampaui. Kini saatnya bersuka ria. Randu pun ikut berjalan menggemakan takbir, mengenakan sarung, baju koko serta peci yang dibelikan Uni di pasar kota minggu lalu. Uni beserta ibu-ibu sekampung duduk-duduk di balai desa, bersiap dengan aneka penganan serta minuman segar untuk menyambut rombongan pelantun takbir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak ibu-ibu yang tengah asyik mengobrol terkejut, dengan kedatangan sebuah kendaraan dengan lampu menyilaukan. Mereka menunggu siapa gerangan tamu istimewa yang singgah di malam takbir ini. Mata Uni membesar, terkejut ketika menyadari siapa tamu istimewa itu. Mulutnya tak mampu mencipta sepatah kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aih, dokter Nadia!” Bu Imron, tetangga Uni, menyeru di tengah kesenyapan. Para ibu menghambur ke arah Nadia, bagai kumpulan fans menggerubungi bintang film favoritnya. Kelelahan tergurat di wajahnya, namun canda ria terumbar di bibirnya. Ibu-ibu pun tak kalah senangnya, apalagi semua dioleh-olehi makanan serta kain kebaya. Ah, Nadia memang jagonya soal mengambil hati…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerumunan ibu kemudian bubar karena rombongan takbir telah datang menagih konsumsi. Mereka lalu bersibuk melayani para lelaki sembari mengurus anak-anak mereka yang ikut juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai!” Nadia mencolek bahu Uni yang sedang sibuk mencari Randu. Mata mereka beradu. Rindu terumbar di baliknya. Ah, Uni tersipu…lalu menundukkan kepala. Dia gugup menyadari situasi yang tak memungkinkan keduanya melepas kangen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Randu! Apa kabar? Waduh, sudah besar ya…!!” Nadia mengalihkan perhatian. Dipeluknya Randu yang kini sudah tinggi besar. Randu tampak gembira bertemu Nadia, apalagi Nadia memberinya oleh-oleh mobil remote control yang diidamkannya sejak dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mak, Randu mau coba mobil-mobilan hadiah Bu Dokter dulu ya…!” Randu segera berlalu bersama Yadi, temannya. Ia sudah lupakan Uni dan Bu Dokter..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita pulang…? Aku ingin beristirahat…” rajuk Nadia. Uni tergagap, menyadari kebodohannya. Tentu saja Nadia teramat lelah, menyetir sendiri dari Jakarta ke kampungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu tidak bahagia aku kemari?” tanya Nadia. Satu tangannya memegang setir, satunya lagi memegang rokok yang tengah menyala. Jalan berlubang terkadang membuat Uni oleng dan tergiring ke arah Nadia. Sesekali badan mereka bersentuhan. Namun Uni mencoba sekuat hati untuk menahan segala hasratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hhhmmmm…tentu saja…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bahagia?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, bahagia…” Uni tersipu dibalik kerudungnya. Ah, Nadia memang suka iseng menggoda…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadia meminggirkan kendaraannya di sebuah tempat sunyi. Jengkerik mengerik menemani bunyi knalpot kendaraan Nadia. Perlahan, digenggamnya jemari Uni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Boleh?” tanya Nadia. Uni mengangguk malu. Diciumnya kedua tangan Uni sepenuh hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu pasti bertanya kenapa aku tiba-tiba ke mari kan?” Nadia menghirup rokoknya sekali lagi, lalu dibuangnya puntungnya keluar jendela. Uni mengangguk. Matanya tak mampu lagi menutupi rindu yang bercahaya di sepanjang ruas bola matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku membatalkan pernikahanku dengan Edo…Orangtuaku kecewa dan marah,  lalu mereka merayakan Lebaran di Medan bersama Pak Cikku yang tinggal di sana. Tapi aku yakin mereka bakal memaafkanku, kok. Yah, daripada merayakan Lebaran sendirian di Jakarta, lebih baik di sini bersama kamu dan keluarga kan…??” Nadia tersenyum lebar, seperti terlepas dari beban berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa dibatalkan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena aku tahu kau telah berbohong soal pernikahanmu itu….!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi….??”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak mudah kan membohongiku? Apalagi membohongi diri sendiri…Sudahlah…kita tidak usah membahas itu lagi, oke? Aku hanya ingin merayakan Lebaran bersamamu. Titik. Boleh kan…? Aku tahu batas-batasnya kok…Boleh ya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uni tersenyum lebar. Siapa yang bilang tidak bolehhh….??? Ah, bahagianya. Puasanya berbuah manis. Nadia jauh-jauh datang dari Jakarta mencarinya untuk merayakan Lebaran bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selamat Lebaran ya, Uni…Mohon maaf lahir dan batin.” Nadia memeluk Uni erat. Uni pun memeluk Nadia erat. Diciumnya tangan Nadia…”Minal Aidzin Walfa Idzin…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* &lt;i&gt;Nepenthes, 27 September 2011&lt;br /&gt;* Beginilah jadinya bila penulisnya terobsesi dengan sosok seorang dokter *derita Nepen* wkwkkwkwkwkkwkwkwkkwkwk&lt;br /&gt;* Bagi pembaca selamat menikmati kembalinya Dokter Nadia dan Uni. Mudahan tidak kembung dan mual-mual. Cerpen ini kami sambung kembali karena banyaknya inbox yang masuk dari sista-sista yang meminta untuk melanjutkan kisah bu dokter. Jadi bisa saja kisah Nadia dan Uni akan berlanjut atau tamat sampai disini, tergantung mood dan obsesi penulisnyaaaaa.... hahahhahaha :D&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-2907037726573437623?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/2907037726573437623/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/09/cerpen-ramadan-biru-nepenthes.html#comment-form' title='17 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/2907037726573437623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/2907037726573437623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/09/cerpen-ramadan-biru-nepenthes.html' title='Cerpen &quot;Ramadan Biru&quot; -nepenthes-'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-2ejRV9wk_W4/ToGe_xfxAxI/AAAAAAAABTU/Z6bf2i0jKhE/s72-c/ramadan%2Bbiru.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>17</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-1274462348206345681</id><published>2011-09-27T19:00:00.003+07:00</published><updated>2011-09-27T19:00:02.472+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jayusan Sinyo vs Nepen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nepenthes'/><title type='text'>Mimpi Punya Partner Dokter, Apa Daya Dapatnya Makelar</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-9qRb5o4v6b8/ToGqZevlv1I/AAAAAAAABTc/kmYSYorxT80/s1600/broker.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 170px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-9qRb5o4v6b8/ToGqZevlv1I/AAAAAAAABTc/kmYSYorxT80/s320/broker.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5656989961680174930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                         &lt;b&gt;&lt;i&gt;Antara Mimpi dan Kenyataan     &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;              &lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;div&gt;Mimpi sampai sekarang belum dilarang dan masih gratis. Makanya, aku suka sekali bermimpi. Duluuuuu sewaktu zaman SMA, pernah mimpi jadi dokter untuk membahagiakan or-tu. Tapi apa daya karena gak diterima di fakultas Kedokteran, akhirnya kuliah di fakultas ekonomi dan kemudian terdampar jadi karyawan administrasi. Naseb....&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Sebab mimpi yang gak kesampaian itu, aku gak putus asa neh...mimpi yang lain lagi ahhh...mimpi punya pasangan dokter. Weleh-weleh...boro-boro dapat dokter ahli anak atau ahli kandungan atau ahli mata atau ahli apa kek...weh...dokter hewan aja gak dapettt!!!Naseb....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi dan kenyataan memang kerap bertentangan. Mimpi punya pasangan dokter akhirnya berubah jadi kenyataan..aku berpasangan dengan seorang makelar! Bicara mengenai pasangan yang berprofesi makelar, apa-apaaaa dimakelarin. Tulisan-tulisanku aja dimakelarin ama dia tuh....!!! Dengan suara donald bebeknya dia selalu bilang : "Eh, bikin tulisan mengenai ini dunk..ntar aku posting di FB-ku ya...!" Wekk......wekkk...wekk....Dah, berasa jadi mesin pencetak kata aja...Mending dikasi pujian...kadang dibilangin.."Ih, tulisannya kurang menggigit..." (anjing kaleeee...bisa gigit...!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan berprofesi makelar mah jangan diharap romantis. Ultah aja dilupain.....(aku nelpon pagi-pagi dengan penuh gegap gempita harap bakal  dikasi ucapan selamat...ehhh....dianya lupa....!!!). Aku cari-cari di FB, kali aja dia bikin status romantis gitu....weksss...setali tiga uang....do'i malah asik ngobrolin bayem...eh...feuyeummm.....Capeee dehhhh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Makelar ini neh..alih-alih mengobati penyakit...Dulunya ya...kalo aku ngeluh sakit, langsung dikasi serentetan resep obat buat diminum : dari obat manjur hingga jamu-jamu. Sekarang? Jangan harap dah....!! Tadi pagi aku bilang lagi flu...yang ada responnya..."Halah...sengaja kali buat cari perhatian yaaaaaa???" Uhuk-uhuk-uhuk...&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Yahhhhh....akhirnya mimpi-mimpiku kuwujudkan dalam bentuk cerpen dan jadilah tokoh Dokter Nadia yang periang dan baik hati itu....(hihihi...). Tapi tau gak apa kata Si Makelar...."Halah...itu kan cuma dalam cerpen...kenyataannya kan gak adaaaaa!!!" Ihhhh....dasarrrr...makelar gak mau kalaahhhhh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Si Makelar pernah ketar-ketir juga...sewaktu teman di dunia maya pernah nyampein salam seorang dokter...Nah, sewaktu kusampaikan kepada Si Makelar, dia langsung menembak dengan satu peluru..."Hahhh dokter? Dokter anjing, pasti!" Teuteuppp....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Makelar juga pelit pujian. Mana pernah dia muji aku di depan teman-teman? Sampai aku bilang, "Kalo aku segitu jeleknya, ngapain masih suka sama aku...hayooo???" Gak apa-apalah aku jelek dan hitam (berkebalikan sama mimpinya untuk dapat pasangan berkulit putih...bukannya pocong aja yang berwarna putih ya..??), tapi aku tahu dia nempel terusss sama aku... Coba cari yang lebih jelek dari aku? Emang adaaa....???? hihihihi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahhh...itu kan mimpi...Boleh-boleh aja sepanjang gratis. Tapi gimana yaa....kalo ada dokter Nadia sungguhan yang melamarku...bagaimanakah perasaan Si Makelarr.....? Apakah dia juga bakal dapat cewek putih, cantik, sekseh, lembut, penuh perhatian seperti bidadari??? (yang pasti dia bukan penulis kannnn???)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-1274462348206345681?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/1274462348206345681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/09/mimpi-punya-partner-dokter-apa-daya.html#comment-form' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/1274462348206345681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/1274462348206345681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/09/mimpi-punya-partner-dokter-apa-daya.html' title='Mimpi Punya Partner Dokter, Apa Daya Dapatnya Makelar'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-9qRb5o4v6b8/ToGqZevlv1I/AAAAAAAABTc/kmYSYorxT80/s72-c/broker.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-2569888511185098664</id><published>2011-09-09T09:00:00.000+07:00</published><updated>2011-09-09T09:00:02.339+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sinyo Lebay'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jayusan Sinyo vs Nepen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nepenthes'/><title type='text'>Gosip ; Tanpa Nepen, Inyo ga Bakal Beken???</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-8p9Yg9t8BSE/TmluzOEKivI/AAAAAAAABTM/eKGadZtyJZk/s1600/populer.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 170px; height: 121px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-8p9Yg9t8BSE/TmluzOEKivI/AAAAAAAABTM/eKGadZtyJZk/s320/populer.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5650169033740946162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waduh, rasa-rasanya gosip mengenai inyo dan nepen ga bakal ada habis-habisnya. Bahkan bukan kali ini aja gosip yang katanya neh..."Sinyo tanpa Nepen itu gak bakal beken.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Weleh-weleh...kok nuduh yang "iya-iya sehhh..."?&lt;br /&gt;Pertama-tama denger neh gosip, kuping sempat panas juga....(karena kan sebenar-benarnya neh...gak gampang tuh dekat-dekat ama Nepen..kalo dah kena semprot sensinya, hati ampe kolor Inyo terkoyak-koyak.!!!). Emang bener gak seh..segitunyaaa...aku nebeng kepopuleran Nepen...?? Inyo jadi mikir...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo digali sejarah antara Inyo dan Nepen, sebenarnya pertemuan kami memang berawal dari sebuah blog dan milis yang dikelola oleh sekelompok orang yang sama. Nepen yang lebih dulu jadi penulis di blog itu dan menjadi penghuni di milis, justru Nepen yang lebih dulu "melet" Inyo dengan gombal-gombalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nepen juga ngajarin Inyo cara menulis dengan "baik dan benar" (artinya : gak ceplas-ceplos dan to the point ala Inyo gitu loh...). Tapi perlu diketahui juga oleh khalayak, Inyo udah suka nulis sebelum ketemu Nepen. Gaya tulisan Nepen dan Inyo pun bedaaaa banget. Pernah, bahkan, sang editor di blog tersebut nyeletuk waktu kita nulis bareng, jadinya malah seperti "mall yang sepi...." (hihihi...). Nah, apakah itu  bisa dikatakan Inyo nebeng ketenaran Nepen?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nepen tenar....??? Wah, yang ini perlu ditelisik lagi. Kalo dulu di blog itu, kali iya...ya...Tapi setelah Nepen berkomitmen untuk mengurangi aktivitasnya di dunia maya, ketenaran Nepen menurun karena ketidakmunculannya di dunia maya (dan justru ini yang dingiinkan oleh Nepen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, Nepen udah ogah nulis atau muncul di dunia maya, cuma Inyo suka maksa atau minta tolong buatin ini-itu. Inyo juga yang lebih banyak bergaul dan wara-wiri di dunia maya, termasuk FB. Jadi, apakah teman-teman melihat Nepen yang sekarang cukup tenar? Yang nebeng tenar, Nepen atau Inyo...??? (ih....narsis deh!!!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mumpung masih dalam suasana lebaran, Inyo coba berpikir positip aja. Dibalik banyaknya kekurangan Nepen, Inyo bersyukur memiliki pasangan seperti Nepen. Gak cuma asyik sebagai pasangan, tapi lebih sebagai sahabat. Tempat curhat dan ngobrol yang enak. Mungkin karena Nepen yang gemar membaca, jadi enak buat ngobrol apa aja. Jadi, kayak sinyal XXL....nyambuuuunggggg terusssss.......&lt;br /&gt;Kalo dalam hal ini Inyo dibilang "nebeng", Inyo hepi-hepi aja tuh. Lha, emang kenyataannya seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenar-benarnya, Inyo dan Nepen sama sekali tidak suka menjadi populer. Kehadiran Inyo lebih karena curahan hati dan perasaan senasib sepenanggungan dengan teman-teman L yang lain. Curahan hati karena gak mungkin toh ngobrolin tentang L di dunia nyata Inyo? Demikian juga Nepen. Kemunculan Nepen sekali-sekali itu lebih karena panggilan hati dan rasa ingin berbagi, bukan untuk mencari kepopuleran (tapi belakangan Nepen mengakui, kalo kepopulerannya dulu sebagai ajang cari jodoh!...huh! Kok Inyo kena peletnya yaaaaa?????).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat sahabat yang meniupkan gosip tak sedap ini, Inyo ucapkan terima kasih ya...Karena gosip yang tak sedap ini justru membuat Inyo mawas diri. Jadi bisa menghargai kehadiran Nepen di samping Inyo (meski tersiksa lahir dan batin...huuuuuu...). Satu fitnah akan Inyo balas dengan sepuluh doa. Semoga di bulan Ramadan ini, puasa bukan hanya sekedar tidak makan. Tetapi juga dimaknai sebagai bulan untuk mawas diri... Huhuuuuyyyy!!!! Inyo pada Nepen dehhhh pokokeeeeeee !!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-2569888511185098664?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/2569888511185098664/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/09/gosip-tanpa-nepen-inyo-ga-bakal-beken.html#comment-form' title='22 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/2569888511185098664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/2569888511185098664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/09/gosip-tanpa-nepen-inyo-ga-bakal-beken.html' title='Gosip ; Tanpa Nepen, Inyo ga Bakal Beken???'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-8p9Yg9t8BSE/TmluzOEKivI/AAAAAAAABTM/eKGadZtyJZk/s72-c/populer.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>22</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-4440653069558996743</id><published>2011-08-27T17:30:00.000+07:00</published><updated>2011-08-27T17:30:01.067+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nepenthes'/><title type='text'>Hari Fitri -nepenthes-</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-nnuVauAIFsw/TliPEC6q79I/AAAAAAAABTE/fCvyX7M69qc/s1600/ied.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 275px; height: 183px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-nnuVauAIFsw/TliPEC6q79I/AAAAAAAABTE/fCvyX7M69qc/s320/ied.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5645419432574119890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;bedug bertabuh &lt;br /&gt;gendang berdendang&lt;br /&gt;puasa kan usai&lt;br /&gt;ujian kan terlampaui&lt;br /&gt;jam berdentang&lt;br /&gt;bertanda Lebaran kan datang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kuyakin kau tengah bersiap&lt;br /&gt;menyambut syahdu Idul Fitri &lt;br /&gt;berkerudung do'a&lt;br /&gt;bergamis shalawat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bila petang jelang Idul Fitri&lt;br /&gt;mudahan kau rasa&lt;br /&gt;getar doaku lalui gumpal-gumpal mega :&lt;br /&gt;"Semoga kehidupanmu kan lebih baik&lt;br /&gt;semoga kau selalu dilingkari kebaikan, kesehatan dan rezeki&lt;br /&gt;mohon maafku atas segala hal yang tak menyenangkanmu selama ini&lt;br /&gt;dan terima kasihku teramat dalam&lt;br /&gt;atas limpahan cinta serta kasih sayang &lt;br /&gt;yang selalu kau tuang di cangkir hidupku..."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Nepen, 27/08/2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-4440653069558996743?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/4440653069558996743/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/08/hari-fitri-nepenthes.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/4440653069558996743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/4440653069558996743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/08/hari-fitri-nepenthes.html' title='Hari Fitri -nepenthes-'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-nnuVauAIFsw/TliPEC6q79I/AAAAAAAABTE/fCvyX7M69qc/s72-c/ied.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-7468055090808035576</id><published>2011-07-27T19:00:00.001+07:00</published><updated>2011-07-28T08:05:27.750+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lesbian Under Cover'/><title type='text'>Anak di Bawah Umur, Hukum dan Kita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-xxwXHoP2Kgs/Ti_MCBoud0I/AAAAAAAABS8/XvTa5_i2edE/s1600/free%2Bgirl.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 170px; height: 170px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-xxwXHoP2Kgs/Ti_MCBoud0I/AAAAAAAABS8/XvTa5_i2edE/s320/free%2Bgirl.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5633945994034837314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Andai saja blog sinyo ini adalah blog lesbian atau situs lesbian atau majalah lesbian online yang terindikasi menerima naskah dari penulis/kontributor di bawah umur, atau inyo memiliki milis lesbian, grup lesbian atau forum lesbian dimana diantara anggota-anggota tersebut terdapat anak di bawah umur, apa implikasi hukumnya bagi sinyo sebagai pemilik blog lesbian atau pemilik situs lesbian atau pemilik majalah lesbian online juga sebagai admin dari milis lesbian, forum lesbian atau grup lesbian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk label &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lesbian Under Cover&lt;/span&gt; kali dengan judul  Anak di bawah Umur, Hukum dan Kita ini, sinyo dibantu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Alvin Sandjaya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, wanita lajang berusia 35 tahun, meniti karir sebagai Pengacara di sebuah Biro Jodoh. Lulusan PTN lewat jalur DO. Sedang mengambil Megister Hukum di PT tersohor di negara Somalia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah kita bahas mulai dari sisi si Anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menurut Undang-undang Perlindungan Anak No.23 Tahun 2002&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;BAB I&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;KETENTUAN UMUM&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pasal 1&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dalam undang-undang ini yang dimaksud dengan :&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;•Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih  dalam kandungan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dalam UU Pornografi  No. 44 Tahun 2008, yang dimaksud anak di bawah umur terdapat pada :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;BAB I&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;KETENTUAN UMUM&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pasal  1 ayat 4&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;4. Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun.&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa saja mengkategorikan seorang anak itu remaja. Ada sebagian mengatakan remaja adalah antara berumur 11 sd 21 tahun. Kata remaja di sini tidak berlaku. Bila terindikasi ada anak di bawah umur terlibat dalam kegiatan pornografi anak tersebut adalah anak yang belum berusia 18 (delapan belas ) tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dari pasal mana dalam UU Pornografi mengkategorikan lesbian adalah pornografi? Mari kita baca beberapa pasal dan ayat dari UU Pornografi No. 44 Tahun 2008 di bawah ini.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;BAB II&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;LARANGAN DAN PEMBATASAN&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pasal 4&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(1) Setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi yang secara eksplisit memuat:&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;a. persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Yang dimaksud “&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PERSENGGAMAAN YANG MENYIMPANG&lt;/span&gt;”  dalam Pasal 4 ayat (1) UU Pornografi ini dijelaskan dalam :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;NOMOR 44 TAHUN 2008&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;TENTANG&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;PORNOGRAFI&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Huruf a&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Yang dimaksud dengan "persenggamaan yang menyimpang" antara lain persenggamaan atau aktivitas seksual lainnya dengan mayat, binatang, oral seks, anal seks, lesbian, dan homoseksual.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Ini artinya adalah apapun yang berhubungan dengan lesbian sebagai persenggamaan yang menyimpang termasuk pornografi. Perangkat-perangkat yang menyertai Lesbian adalah termasuk pornografi. Baik di dunia nyata maupun dunia maya yang tak lepas dari penggunan internet sebagai media penyebaran. Seperti blog, situs, majalah online, milis, forum atau grup yang memuat film lesbian, buku lesbian atau cerita-cerita lesbian termasuk pornografi. Di dunia nyata jika ada seminar bertema lesbian atau pemutaran film lesbian, launching buku-buku lesbian bisa dikategorikan pornografi bila tidak mendapat izin dari pihak berwenang.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Pelarangan melibatkan anak di bawah umur untuk kegiatan berbau pornografi  tertuang dalam :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Pasal 11 Undang-undang Pornografi No.44 Tahun 2008 : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang dilarang melibatkan anak dalam kegiatan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;dan/atau sebagai objek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Pasal 5, Pasal 6, Pasal 8, Pasal 9, atau Pasal 10.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Pasal 12&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Setiap orang dilarang mengajak, membujuk, memanfaatkan, membiarkan, menyalahgunakan kekuasaan atau memaksa anak dalam menggunakan produk atau jasa pornografi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;BAB VII&lt;/span&gt; &lt;span&gt;KETENTUAN PIDANA&lt;/span&gt; &lt;span&gt;Pasal 37&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Setiap orang yang melibatkan anak dalam kegiatan dan/atau sebagai objek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 dipidana dengan pidana yang sama dengan pidana&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29, Pasal 30, Pasal 31, Pasal 32, Pasal 34, Pasal 35, dan Pasal 36, ditambah 1/3 (sepertiga) dari maksimum ancaman pidananya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Dari paparan beberapa pasal yang kami kutip dari UU Pornografi. Jelas sekali bila menyangkut anak di bawah umur, mereka adalah korban.&lt;br /&gt;Masih segar dalam ingatan kita tentang kasus yang menimpa anak di bawah umur yang menikah dengan seorang pemimpin pesantren. Meski si Syeik tersebut memakai dalil-dalil agama maupun dengan alasan kemanusian agar si anak bisa bersekolah dan lain-lain dan belakangan si anak mengakui bahwa dia ikhlas menikah dan mencintai dan bahkan tak mau berpisah dengan si Syeik, tetap saja kasus-kasus yang berhubungan dengan anak di bawah umur, adalah harga mati. Hukum Indonesia tak akan berpihak bila menyangkut anak di bawah umur.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Meski UU Pornografi No.44 Tahun 2008 menuai banyak kecaman dan bahkan penolakan dari berbagai pihak dan elemen masyarakat, suka atau tidak suka UU Pornografi  telah disahkan dalam Sidang Paripurna  DPR  pada tanggal 30 Oktober 2008. Kita tidak bisa berdalih dengan memakai kata Remaja untuk mereka. Sebab, hukum kita sudah jelas dalam batasan umur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu jika di dunia maya, ada pembaca yang mengindikasikan atau mensinyalir ada blog lesbian, situs lesbian, majalah lesbian online merekrut anak di bawah umur sebagai penulis/kontributor dan atau mensinyalir ada milis lesbian, forum lesbian, grup lesbian yang menerima anggota di bawah umur dan atau sejenisnya, dapat melaporkan kepada &lt;span&gt;&lt;a href="http://indonesia.go.id/in/kementerian/kementerian/kementerian-komunikasi-dan-informatika.html"&gt;Kementerian &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://indonesia.go.id/in/kementerian/kementerian/kementerian-komunikasi-dan-informatika.html"&gt;Telekomunikasi dan Informatika&lt;/a&gt;,&lt;/span&gt; alamat: Jl. Medan Merdeka Barat No. 9 Jakarta 10110 Telepon: 021-384-4227 Fax: 021-386-7600), serta &lt;a href="http://www.komnaspa.or.id/Komnaspa/Halaman_Utama.html"&gt;&lt;span&gt;Komnas Perlindungan Anak&lt;/span&gt;.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia nyata, bila masyarakat mengindikasikan atau mensinyalir adanya peserta anak-anak di bawah umur dalam seminar bertema lesbian, pemutaran film-film lesbian, launching buku-buku lesbian dan atau sejenisnya bisa melaporkan pada Polsek setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik UU Pornografi No.44 Tahun 2008 dan UU Perlindungan Anak No.23 tahun 2002, anak di bawah umur adalah anak yang patut mendapat perlindungan baik dari orang tua, masyarakat dan negara. Ini artinya anak diposisikan &lt;/span&gt;&lt;span&gt;sebagai korban. Meskipun si anak bersikeras apa yang dia lakukan adalah inisiatif dan kerelaan datang dari si anak sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai demi popularitas atau niat suci ingin mendukung perkembangan kemampuan menulisnya dan merangkul remaja yang menyadari orientasi seksualnya lebih dini, dan tau bagaimana sebaiknya memperlakukan mereka dengan tepat, kita gelap hati dengan menutup mata akan usia mereka. Apalagi jika karya-karya mereka yang polos (yang menurut sebagian pribadi ambisi dikategorikan Remaja ini), harus bersebelahan kamar dengan kolom sekualitas yang meskipun ditulis dengan bahasa yang sopan dengan bahasa metafora tingkat tinggi sekalipun tetap saja kolom seksualitas itu adalah kolom esek-esek ala lesbian.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Baiklah, rasanya ga etis jika hanya bisa mengeritik doang  tanpa memberikan solusi,  iya kaaaaaaaaaaan???  Kaaaaaaaaaaaan???? Sinyo punya solusi  (et c’est gratuit) agar kita tidak disangka merekrut anak di bawah umur ke dalam komunitas lesbian.  Solusi ini antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Membuat dan mengumumkan batasan usia  atau persyaratan umur bagi kontributor/anggota    komunitas.&lt;br /&gt;- Kolom remaja diubah konsepnya  yang memberikan pembelajaran bagi remaja dan tetap ditulis oleh lesbian-lesbian yang telah melewati batas usia anak di bawah umur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, perlu diingat pula bagi pemilik (owner)  blog, situs, majalah lesbian online, komunitas lesbian, milis, grup atau forum lesbian punya HAK dan TANGGUNG JAWAB atas kendali isi. Hal ini jika bisa dijalankan dengan baik dan bijaksana &lt;/span&gt;&lt;span&gt;juga akan memberi dampak baik bagi website lesbian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa saja sebagian dari kita para lesbian berkelit dengan mengatakan bahwa, “&lt;span&gt;mana kita tahu jika karya-karya yang dikirim atau anggota yang masuk komunitas adalah anak di bawah umur?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada 2 Fakta yang tak bisa terbatahkan jika kita memakai alasan seperti di atas.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Fakta pertama, sebagian dari lesbian di dunia maya adalah penulis-penulis prof. Bahkan diantaranya telah mengeluarkan beberapa buku atau novel bertema Lesbian. Masak sih, mencuri ide cerita lesbian lain bisa, koq menilai mana karya di bawah umur dan dewasa ga bisa???? Aneh tohh???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta kedua, kita terlalu bersandar pada istilah Remaja. Dan bahkan menyediakan kolom Remaja. Secara tidak langsung kita telah menyiapkan kolom tersebut buat Remaja. Yang mana Remaja dalam pandangan kita adalah mereka yang berumur 11 sd 21 tahun. Artinya, dari rentang usia 11 sd 21 tahun tersebut termasuk anak-anak di bawah umur berdasarkan UUPA dan UU Pornografi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Mari kita peringati Hari Anak Nasional pada tanggal 23 Juli 2011 yang baru lalu dengan  tidak mengekplorasi  bakat-bakat anak di bawah umur demi kepentingan pribadi dan ambisi komunitas semata.  Mari kita lindungi jiwa-jiwa polos ini dengan tidak meniru perilaku sebagian lesbian mom yang membawa anak-anak ke dalam hubungan percintaan dengan partner lesbian. Biarkan mereka berkarya dan belajar dari lingkungan terdekatnya. Meski mungkin kita bisa meraba bahwa anak ini menunjukkan gelagat kelesbianan, bukan berarti kita punya tanggung jawab untuk hidup dan masa depannya. Masih ada orangtuanya yang berkewajiban mengarahkan talenta si anak. Anak orang lohhhhhh??? ckckck...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;*Buat &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Alvin Sadjaya&lt;/span&gt;, thanks untuk ceramah hukumnya yang berbusa-busa. Sukses ntuk program bea siswanya :))&lt;br /&gt;*&lt;a href="http://www.scribd.com/doc/14553648/UU-PERLINDUNGAN-ANAK"&gt;Undang Undang Perlindungan Anak, UU RI No. 23 Tahun 2002&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;*&lt;a href="http://www.lbh-apik.or.id/uu-pornografi.htm"&gt;Undang Undang Pornografi, UU RI No. 44 Tahun 2008&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-7468055090808035576?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/7468055090808035576/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/07/anak-di-bawah-umur-hukum-dan-kita.html#comment-form' title='22 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/7468055090808035576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/7468055090808035576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/07/anak-di-bawah-umur-hukum-dan-kita.html' title='Anak di Bawah Umur, Hukum dan Kita'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-xxwXHoP2Kgs/Ti_MCBoud0I/AAAAAAAABS8/XvTa5_i2edE/s72-c/free%2Bgirl.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>22</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-4136877451638214269</id><published>2011-07-20T06:06:00.005+07:00</published><updated>2011-07-20T08:04:29.698+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nepenthes'/><title type='text'>Hidangan Malam -nepenthes-</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Djyvj0UgCzY/TiYpcGyX4cI/AAAAAAAABS0/sJzRgAZvswA/s1600/darknight.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 170px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Djyvj0UgCzY/TiYpcGyX4cI/AAAAAAAABS0/sJzRgAZvswA/s320/darknight.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5631233946908352962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gelap malam meronta, menangis, menjerit, meminta hidangan anggur asmara. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pekat hitam tak perduli lezat coklat bertabur cinta memabukkan yang menggoda di sepanjang lintasan maya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tak jamah terminal-terminal angin dilintasi perempuan-perempuan berlumur gula. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gemeratak api unggun tawa tak mampu atasi gelisah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sebab sepi menjelmakan sayur-mayur tanpa garam, tanpa rasa...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Malam dihidangi duka. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menetes tangis di atas jamuan anggun berliput lengang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sendok dan garpu kesedihan berdenting mencipta instrumentalia melankoli. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Piring-piring bergemeratak tanpa makna..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Angin berembus, merembesi malam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kabut menuruni langit, membelah dada sang malam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dada yang kini tak terhangati, sebab siang menjarah cinta yang lelah dinanti...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hitam, malam, pekat nan gamang, tak pernah bertemu siang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Meski mentari terkadang mengirim gerhana. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sepi dan mimpi menjadi teman, seperti dulu sebelum bertemu Pangeran Bulan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Nepenthes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-4136877451638214269?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/4136877451638214269/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/07/hidangan-malam-nepenthes.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/4136877451638214269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/4136877451638214269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/07/hidangan-malam-nepenthes.html' title='Hidangan Malam -nepenthes-'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Djyvj0UgCzY/TiYpcGyX4cI/AAAAAAAABS0/sJzRgAZvswA/s72-c/darknight.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-3991304827299117427</id><published>2011-06-11T09:00:00.003+07:00</published><updated>2012-01-24T19:06:50.636+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Titipan Kamboja Sahabat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Cerpen "Lebaran Terakhir" -abmi handayani-</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-3Hq5BTo7Gyg/TfK76TrNDLI/AAAAAAAABSc/yi320dVIWOo/s1600/freedom.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 170px; height: 170px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-3Hq5BTo7Gyg/TfK76TrNDLI/AAAAAAAABSc/yi320dVIWOo/s320/freedom.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5616758295672720562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;Bandara Internasional Soekarno-Hatta. &lt;/i&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;Bersama lima atau tujuh calon penumpang ia mengantri di loket check-in. Tangan sebelah kirinya memegang gagang koper dan yang kanan tiket. Tiket yang akan membawanya terbang jauh. Ke negeri seberang, yang jauh, kata orang-orang. Ke surga, kata sahabatnya. Ke keentahan, kata kekasihnya. Kepada hidup, ia menyimpulkan sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;“Ada seat di dekat jendela?” tanyanya kepada lelaki berseragam di mukanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;“Ada,” lelaki itu tersenyum padanya. Kemudian menatap kembali ke layar komputer sebelum bertanya singkat kepadanya, “bagasi?”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Ia menyerahkan koper kepada petugas berseragam lainnya. Kopernya ditimbang, ditempeli stiker berkode, kemudian ia mendapatkan kembali tiketnya. GA 808. Gate 2. 9A. Selintas senyum hadir di wajahnya. Dalam keriuhan bandara, ia melangkah ringan menuju ruang tunggu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;                                                                        ***&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Kakakmu menghamili anak orang lagi, Win.”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;Di ruang keluarga, di muka TV, Maria menghempaskan diri ke sofa butut keluarga. Perempuan yang beranjak tua itu, yang ubannya tersembunyi di balik kerudung-kerudung manisnya, duduk di sebelahnya, memijat-mijat kening pada wajah yang keriput didera masalah tak berkesudahan.&lt;br /&gt;Windi mengambil remote TV. Mengecilkan volume dan menarik nafas panjang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;“Perempuan mana lagi, Ma?” tanyanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;“Petugas cleaning service di kantornya,” lemas Maria menjawab.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Windi menarik nafas dalam-dalam. Lantas membuangnya dalam satu embusan lelah. Ia ingin bertanya lebih banyak. Tapi wajah lelah perempuan di sisinya, memaksanya menarik kembali sejumlah pertanyaan yang tinggal seujung lidah. Bersama mereka diam. Menatap tayangan berita kriminal yang bersuara lirih. Mendengarkan suara AC dan denting-denting piring gelas yang sedang dicuci Sumiyati di dapur.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;“Berapa bulan?” tanya Windi akhirnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;“3 bulan.”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;“Papa sudah tahu?”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Maria menggeleng. “Kasihan Papamu, Win.”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Lagi. Windi menarik nafas dalam-dalam. Dadanya luar biasa panas. Hanya saja Maria tak tahu. Dan ia pun enggan memberi tahu. Lagi. Mereka berdiam-diam. Windi menatap Maria yang memandang kosong layar televisi. Ia tak ingin menerka apa-apa yang ada di benak orang tua itu. Tak juga ia bertanya lagi. Baginya, penyelesaiannya atau lebih tepat, penyelesaian keluarganya sudah ada, seperti yang sudah-sudah: anak dari si hamil akan tinggal bersama mereka.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Sudah dua anak buah perceraian kakak sulungnya nanggrok di rumah. Yang satu masih bayi, dirawat ibunya dan Bik Sum. Yang satu lagi sudah balita, baru masuk playgroup—karena ibunya dan Bik Sum kewalahan menangani dua anak kecil. Lalu enam bulan lagi akan ada keponakan baru? Pelan-pelan Windi meletakkan remote di atas meja. Tanpa berkata, ia berjalan ke arah kamarnya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Maria, yang juga tak bisa berkata apa-apa, siang itu, hanya menatap punggung anak ketiganya yang berlalu sambil menggaruk-garuk kepala. Selintas sesal menusuk dadanya. Dalam dan ngilu. Tetapi ia paham betul, kalau waktu akan menolak diputar ulang. Mentah-mentah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;                                                                       ***&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Kami berjuang sendiri untuk hidup meski kami berasal dari keluarga yang cukup mampu,” kata Windi kepada Rosa, suatu petang di bulan September.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt; Dua cangkir teh rosemary menemani mereka, menunggui hujan yang tak kunjung reda di salah satu kafe di sudut Kemang. Rosa menempelkan kedua telapak tangannya ke tubuh cangkir. Mengusir dingin dengan panas yang menguap dari rosemary panas. Asap yang mengepul ia tiup-tiup pelan. Kemudian ia menempelkan kedua telapak tangannya ke pipi. Sesekali ia memandang Windi yang penat dan diam. Yang mengaduk-aduk secangkir rosemary-nya. Yang termenung menatap tirai hujan di luar. Yang kadang menggaruk-garuk kepalanya sambil cengengesan, setelah sadar kalau ia telah bicara sekian banyak.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Rosa. Yang sadar akan fungsinya bagi orang-orang di sekitarnya selama ini meladeninya dengan diam dan senyum. Ia irit kata-kata bukan karena malas, bisu, atau perbendaharaan katanya minim. Tetapi berdasarkan pengalaman dari sekian banyak peristiwa sosial yang terjadi, ia pahami kalau terkadang orang lain hanya ingin didengarkan. Maka di sanalah mereka sore itu: bersama cinta, cangkir, teko, keheningan, dan masa lalu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;“Aku rasa aku capek tinggal dengan keluargaku,” Windi menekan punggungnya pada sandaran kursi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;“Pergi aja,” saran Rosa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;“Mau banget. Tapi yang jauh sekalian. Hehehe.”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Rosa tersenyum pada Windi. “Pasti ada jalannya.”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Windi menarik nafas dalam. Ya, pasti ada. Semoga si jalan datangnya cepat, harapnya. Jauh dalam lubuk hatinya, ia tak rela jika harus merelakan hidupnya kepada keluarganya lagi. Orang tuanya masih sangat bisa ia pertimbangkan keberadaan dan kelanjutan hidupnya, sebatas ia menghargai hubungan anak-orang tua. Tetapi sama sekali tidak dengan dua kakak lelakinya—dua ekor manusia yang telah ia coret dari hidupnya sejak pertama kali ia dan Mirna, adik bungsunya, diperintah oleh ibu dan ayahnya untuk melayani dua kakak laki-lakinya.&lt;br /&gt;Melayani—mengabdi terasa lebih tepat. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;“Kepada laki-laki, kalian mesti hormat,” ayahnya pernah berkata kaku. Saat itu, usia Windi lima belas jalan enam belas tahun dan Mirna sebelas tahun. Sementara Rio, kakak sulungnya, sembilan belas jalan dua puluh tahun dan Andre, tujuh  belas tahun. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Windi masih ingat, di masa-masa keluarga mereka belum berpembantu. Betapa dongkolnya ia kalau ibu atau ayahnya menyuruhnya memasak mi instan untuk Rio atau Andre yang kelaparan sepulang les ini atau itu. Atau merapikan kamar dua kakaknya itu. Mencuci pakaian mereka. Menuruti apa suruhan mereka. Mengalah pada kebutuhan-kebutuhan mereka yang sepertinya selalu mendesak. Nintendo, komputer, komik, gitar, drum, senar gitar, uang untuk ini dan itu—segalanya terlihat mudah bagi dua ekor lelaki itu. Segalanya ada. Tetapi tidak bagi dua anak perempuan sisanya. Windi dan Marni. Seperti tiang listrik yang terlupakan, terlewati di tepi jalan, seperti itulah mereka. Atau setidaknya, seperti itulah perasaan Windi. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; Bukan ia tak pernah berusaha mencuri perhatian ayah atau ibunya. Melainkan, usahanya akan berakhir sia-sia. Mereka tetap dingin. Ala kadarnya. Sebaliknya, curahan perhatian dan pemenuhan kebutuhan lahiriah+batiniah terus berlangsung sampai bertahun-tahun kemudian. Setidaknya sampai ke-empat anak orang tua Windi mulai kuliah, kemudian bekerja, dan akhirnya, ibunya setuju untuk mempekerjakan pembantu di rumah mereka.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;“Saya semakin sibuk, Ma,” ujar Windi saat hanya ada ia dan Maria di rumah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;“Ya, Mama tahu. Kamu sekarang sibuk banget di kantor. Pergi pagi pulang larut.”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;“Ya. Karena itu, saya tawarin ke Mama untuk ambil pembantu. Teman kantor saya ada yang menawari bantuan untuk dicarikan pembantu yang bagus. Kalau Mama setuju, bulan depan mulai bisa kerja.”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Lama Maria berpikir. Menimbang-nimbang pertimbangan yang menurut Windi tidak perlu. Situasinya sudah jelas. Ibunya butuh tangan lain untuk mengurusi keperluan-keperluan rumah tangga. Memasak, mencuci, dan lain-lain. Sebelumnya, ia atau Mirna bisa saja membantu meski dengan nafas tersengal-sengal. Karena mesti membagi waktu antara kuliah, pekerjaan sambilan, mengurusi rumah, mengurusi orang tua, dan mengurusi dua ekor kakak lelaki.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Tetapi seiring waktu, Windi mengambil keputusan untuk menyudahi semua itu. Pembantu adalah solusi untuknya, juga Marni yang ia sayang. Tak ikhlas hatinya jika adiknya mesti bertanggung jawab atas apa-apa yang berlangsung di rumah mereka sementara ia mesti pergi bekerja. Apalagi, Marni sudah mulai memasuki tahun-tahun terakhirnya di universitas. Ia ingin Marni dapat segera lulus, bekerja di bidang yang diminatinya, memiliki penghasilan, dan bisa pergi dari rumah orang tua mereka.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;“Mama tetap bisa mengatur rumah. Saya yang bayar pembantunya setiap bulan,” Windi menutup percakapan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;                                                                       ***&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Di kamarnya Windi memutar otak. Mengikuti kesedihan dan kekecewaan orang tuanya sama dengan omong kosong. Yang mereka butuhkan adalah penyelesaian. Windi membuka-buka buku agendanya. Mencari nama-nama dan nomor-nomor yang bisa ia hubungi. Lama ia di kamar. Menghubungi teman-teman lamanya. Sampai Maria mengetuk pintu kamarnya. “Buka puasa dulu, Win.”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;“Ya, Ma.”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Setelah adzan Maghrib Windi baru keluar dari kamarnya, menyusul ke meja makan yang riuh celoteh. Ibu, ayahnya, Marni, Rio, dan anaknya telah berkumpul lebih dulu di meja makan. Mangkok-mangkok kolak mereka telah kosong. Windi duduk di sebelah kiri Marni, tempatnya di meja makan selama bertahun-tahun. Ia menuang sisa kolak di mangkok besar ke dalam mangkoknya sendiri. Kemudian menuang air putih ke dalam gelasnya sambil berdoa. Bukan doa hendak berbuka puasa, tetapi doa untuk dirinya sendiri. Semoga ia bisa menyampaikan segalanya dengan baik.&lt;br /&gt;Sambil makan ia bercanda dengan keponakannya. Mengacuhkan anggota keluarga yang lain, sampai satu-satu dari mereka beranjak dari kursi dan akhirnya tertinggal ia dan ibunya di meja makan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;“Ma.”&lt;br /&gt;“Ya?”&lt;br /&gt;“Saya akan pergi.”&lt;br /&gt;“Kemana?”&lt;br /&gt;“Amerika.”&lt;br /&gt;“Ngapain?”&lt;br /&gt;“Kerja. Saya dapat sponsor dari kantor.”&lt;br /&gt;Maria membuang nafas dan menatapnya. “Kapan?”&lt;br /&gt;“Seminggu setelah lebaran.”&lt;br /&gt;“Kok kamu baru cerita sekarang?”&lt;br /&gt;“Karena saya rasa, sekarang adalah waktu yang tepat.”&lt;br /&gt;“Lama?”&lt;br /&gt;“Sepertinya begitu. Karena saya akan tinggal di sana.”&lt;br /&gt;“Kenapa?”&lt;br /&gt;“Karena saya tidak tahan tinggal di rumah.”&lt;br /&gt;“Ada masalah apa?”&lt;br /&gt;“Dua kakak laki-laki saya, yang sangat Mama dan Papa banggakan, ternyata berakhir jadi sampah dan masalah.”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Maria memicingkan mata. “Jangan kamu bicara begitu, Win. Mereka kakak kamu.”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;“Saya tahu. Tapi waktu sudah membuktikan, Ma,” Windi menatap mata ibunya. “Rio berakhir jadi tukang menghamili anak orang. Andre berakhir di panti rehabilitasi narkoba. Memangnya itu semua belum cukup, Ma? Uang Mama dan Papa habis untuk biaya perceraian Rio dan pengobatan Andre.”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Maria diam. Nanar matanya menatap mangkok kosong di hadapannya.&lt;br /&gt;“Dan saya sudah capek, Ma. Turut mengurusi urusan-urusan mereka yang sebetulnya tidak perlu saya urusi. Karena mereka sudah dewasa. Mereka punya otak. Tapi mungkin memang, tidak pernah digunakan.”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;“Win—,”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;“Untuk saat ini, izinkan saya bicara, Ma. Untuk hidup saya dan Marni.” Windi mengambil jeda sejenak. “Intinya, Ma. Saya muak.”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;“Terserah kamu. Kamu sudah besar.” Maria beranjak dari kursinya. Meninggalkan Windi sendiri di meja makan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;                                                                       ***&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Lebaran itu lebaran terakhir. Saya telah beli rumah yang tak terlalu besar untuk Mama, Papa, dan Marni sampai dia siap berumah tangga dengan pacarnya. Bersertifikat atas nama saya. Sekarang, saya akan pergi dan tidak berencana kembali. Saya akan tinggal bersama Rosa dan tidak akan ada yang mengganggu kami berdua. Saya tidak peduli bagaimana Rio dan Andre akan melanjutkan hidup mereka. Toh, rumah besar kami dan beberapa aset Papa sudah diwariskan buat mereka. Mereka mau jadi babi atau anjing, saya tidak peduli. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Di kursi bernomor 9A, Windi menutup buku agendanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*Cerpen Lebaran Terakhir ini adalah kisah nyata yang dituturkan oleh salah satu sahabat lesbian kami yang kemudian direka ulang menjadi sebuah cerpen oleh &lt;b&gt;Abmi Handayani&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-3991304827299117427?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/3991304827299117427/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/06/cerpen-lebaran-terakhir-abmi-handayani.html#comment-form' title='33 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/3991304827299117427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/3991304827299117427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/06/cerpen-lebaran-terakhir-abmi-handayani.html' title='Cerpen &quot;Lebaran Terakhir&quot; -abmi handayani-'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-3Hq5BTo7Gyg/TfK76TrNDLI/AAAAAAAABSc/yi320dVIWOo/s72-c/freedom.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>33</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-7178390774144916032</id><published>2011-05-28T09:00:00.004+07:00</published><updated>2011-12-08T14:52:07.448+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='yang dibaca Sinyo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Kebon Ijo'/><title type='text'>Novel "Chrysan", Cinta Pelacur yang Lesbian -hapie joseph aloysia-</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-WtmEWTbJeiA/TeBHKX0VoNI/AAAAAAAABSQ/nPN8rvtDJhg/s1600/chrysan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 185px; height: 272px; float: left; cursor: pointer;" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5611563379221438674" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/-WtmEWTbJeiA/TeBHKX0VoNI/AAAAAAAABSQ/nPN8rvtDJhg/s320/chrysan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Chrysan&lt;br /&gt;Penulis: Hapie Joseph Aloysia&lt;br /&gt;Penerbit: Shira Media&lt;br /&gt;Tebal: 202 halaman&lt;br /&gt;Harga : Rp.36.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;IBU, untaian kata seperti apakah yang paling layak untuk mengutarakan sosok yang satu ini? Apakah yang lemah lembut, penuh perhatian, berbicara sopan, membuatkan sarapan tiap pagi, menina-bobokan di waktu malam, dan memberikan ciuman kasih sayang? Jika iya, maka tamatlah aku! Ibu yang selama dua puluh empat tahun bersamaku ini tidak pernah melakukan satupun dari beberapa kategori di atas&lt;/span&gt;. (hal.63)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Chantal Olgivie&lt;/span&gt;, tokoh utama dalam novel ini adalah nama pemberian dari nenek Chantal yang ketika masih bayi merah telah dibuang  di depan rumah sebuah keluarga yang kemudian menjadi ibu dan ayah angkat Chantal, karena kelahirannya yang tidak dikehendaki sang nenek.&lt;br /&gt;Sayangnya, keluarga yang mendapatkan bayi tersebut bukanlah keluarga baik-baik. Meskipun keluarga ini selama lima tahun pernikahan tidak kunjung mendapatkan momongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keluarga yang salah ini, Chantal hanya mengenal takdir hidupnya adalah sebagai pelacur. Karena sikap ibu angkatnya yang tak mampu ditolerir lagi, Chantal keluar rumah dan ngekost. Di kost inilah Chantal bertemu seorang Butchie bernama Dev. Dari Dev, Chantal baru merasakan cinta dan kasih sayang yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut inyo nyang sok kritikus sastra ini, banyak benang merah yang hilang yang kurang didalami oleh penulisnya. Sebagai contoh latar belakang orang tua angkat Chantal dan Dev. Penggambaran ruang juga kurang tergali, seperti pertemuan antara Dev dan ibu kandung Chantal. Juga kurang eksplorasi tokoh Dev, bapak angkat, ibu angkat serta ibu kandung Chantal. Padahal keempat tokoh ini adalah tokoh-tokoh sentral yang berkaitan dengan kehidupan masa lalu, kini  dan yang akan datang bagi Chantal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan antara Dev dengan ibu kandungnya yang dimediasi oleh Dev, seharusnya menjadi klimaks yang kudu dijaga emosinya setinggi mungkin agar tidak jatuh menjadi melodrama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, di luar kekurangan tersebut diatas, novel Chrysan layak kita masukan dalam perpustakaan kaum Lesbian. Novel Chrysan cocok bagi sista-sista atau pembaca yang suka dengan ending yang bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan berhubungan novel Chrysan termasuk kategori bacaan dewasa, dimohon bagi pembaca di bawah umur agar didampingi orangtua atau yang lebih dewasa... hehehe :)) Mari kita nikmati saja sambil menyeruput kopi pahit. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel Chrysan adalah novel kedua dari tiga novel yang telah dihasilkan oleh &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Hapie Joseph Aloysia&lt;/span&gt;, kelahiran Semarang, 24 sept 1987. Lulus kuliah tahun 2010 sebagai Sarjana Ekonomi. Novel pertamanya "Genk Brodol" dan novel ketiga "I Love You Bodoh".  Hapie mengaku selama ini ia belum pernah menulis untuk koran, majalah dan tabloid.&lt;br /&gt;Novel Chrysan tersedia di toko buku Gramedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-7178390774144916032?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/7178390774144916032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/05/novel-chrysan-cinta-pelacur-yang.html#comment-form' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/7178390774144916032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/7178390774144916032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/05/novel-chrysan-cinta-pelacur-yang.html' title='Novel &quot;Chrysan&quot;, Cinta Pelacur yang Lesbian -hapie joseph aloysia-'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-WtmEWTbJeiA/TeBHKX0VoNI/AAAAAAAABSQ/nPN8rvtDJhg/s72-c/chrysan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-5510685436892875775</id><published>2011-05-07T10:00:00.002+07:00</published><updated>2011-05-07T10:42:33.662+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='yang dibaca Sinyo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Kebon Ijo'/><title type='text'>Novel "Lost Butterfly, Dilema Cinta Mantan Pria" -yandasadra-</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-l2U4sVVoZAY/TcSIFkkticI/AAAAAAAABSI/rv2dtUBqIj8/s1600/lost%2Bbutterfly.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 163px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-l2U4sVVoZAY/TcSIFkkticI/AAAAAAAABSI/rv2dtUBqIj8/s320/lost%2Bbutterfly.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5603753465654118850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Lost Butterfly, Dilema Cinta Mantan Pria&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penulis:&lt;/b&gt; Yandasadra&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penerbit:&lt;/b&gt; Tinta Publisher, Januari 2011&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tebal:&lt;/b&gt; 327 halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya Maria Fitriyana Lucci. Dalam novel Lost Butterfly, Dilema Cinta Mantan Pria, ia digambarkan sebagai sosok misterius: datang dan pergi seperti angin. Ia irit bicara, berambut panjang bergelombang dengan bandana bergambar kupu-kupu, senang memakai parfum Hanae Mori Butterfly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak pertemuan mereka di Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur, Arman-lengkapnya Dr Arman Wiranata-tokoh utama novel ini, dosen favorit di universitas Islam negeri, tak sanggup menghapus ingatannya tentang perempuan "berparas sedih" ini. Ya, kisah cinta Maria-Arman seakan didorong oleh tangan yang gaib, kekuatan yang berada di luar kehendak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita bergulir, dan perlahan-lahan kita pun menyaksikan posisi masing-masing: Maria sebagai korban, sedangkan Arman malaikat penolong yang kemudian gagal menyelamatkan sang korban. Di akhir cerita, dua sejoli itu dipisahkan oleh kematian tragis arsitek desain interior lulusan Institut Teknologi Bandung ini. Maria mengalami komplikasi setelah menjalani operasi di Bangkok. Maria tak tertolong, tapi Arman tetap merupakan seorang "pahlawan" dalam cerita ini. Dosen filsafat dan sosiologi agama ini berhasil mengartikulasikan wacana tentang orang-orang yang terperangkap dalam jasmani dengan jenis kelamin yang salah, dan bagaimana seharusnya agama menjawab tantangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca Lost Butterfly, Dilema Cinta Mantan Pria karya Yandasadra ini tak ubahnya seperti membaca sebuah makalah yang dikemas dalam sebuah novel. Penulisnya asyik berkisah tentang dunia urban mutakhir yang penuh paradoks, kampus yang aktif mengkampanyekan dialog, gerakan dan tokoh-tokoh radikal, kafe yang menjadi ajang diskusi sekaligus transaksi politikus korup, dunia maya para blogger yang tak mengenal istirahat, lelaki bernama Haryono yang berdandan seperti perempuan supaya lebih mudah mengumpulkan uang-semua ini dituturkan sambil menyarikan diskursus tentang transgender.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mata Arman, agama mengakui kenyataan adanya orang-orang yang terlahir dengan ambiguitas gender: memiliki dua jenis kelamin sekaligus, atau yang menderita lantaran jiwanya terperangkap dalam tubuh yang salah-dalam terminologi agama golongan ini disebut khuntsa. Namun Arman juga menegaskan bahwa kondisi ini bukan titik akhir, dan bukan pula kodrat karena kodrat bukanlah sesuatu yang bisa diubah dan dimanipulasi. Dosen yang pernah kuliah di Sorbonne, Al-Azhar, dan Qom ini lalu menawarkan operasi ganti kelamin sebagai jalan keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan apa-apa, agama menuntut ketegasan gender-dengan dasar itu pula ia melarang homoseksualitas. Tapi ia mencela mereka yang menghujat golongan ini tanpa mencarikan jalan keluar, seraya menyeru agama memperlihatkan wajahnya yang welas asih kepada kreasi Allah ini. Kalau sudah begini, apa boleh buat, operasi kelamin merupakan solusi untuk menyudahi keterasingan jiwa dan tubuh yang melelahkan ini, begitulah kurang-lebih jalan pikiran yang disodorkan Arman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang bisa ditarik sebagai pelajaran dari Lost Butterfly, Dilema Cinta Mantan Pria. Kalaupun ada yang perlu dikritik di sini, mungkin soal perhatian penulis yang kelewat besar ditujukan kepada Arman sehingga melupakan pengembangan karakter Maria Fitriyana Lucci, sang korban. Maria memang bercerita tentang banyak hal mengenai dirinya dengan beberapa teman curhat-nya. Namun pembaca tidak memperoleh gambaran yang jelas tentang pergulatan eksistensial-menyangkut hubungan "aku", orang lain, dan Tuhan-yang telah dilaluinya dengan hati yang hancur. *&lt;a href="http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2011/05/02/BK/mbm.20110502.BK136576.id.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Idrus F. Shahab&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel Lost Butterfly adalah sebuah &lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/buku/2011/03/20/brk,20110320-321453,id.html"&gt;Pergulatan Filsafat Transeksual dalam Novel&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bagi sista-sista yang merasa seperti tokoh Maria, terjebak dalam tubuh yang salah novel ini bisa menjadi rujukan apakah tetap memilih menerima tubuh itu apa adanya atau memilih untuk melakukan operasi kelamin dengan segala konsekuensi dan resiko yang harus dihadapi seumur hidup. Meski novel ini juga tidak luput dari kecaman berbagai pihak karena kontroversi tentang pelegalan operasi kelamin dan faham sebuah agama, hendaklah kita melihat novel ini dan mehaminya dari sisi human-nya. Tokoh seperti Maria dan Arman tidak dapat dikucilkan atau dipinggirkan begitu saja, karena mereka memang ada. Dan mereka berhak mendapat perlindungan dari Negara sebagai warga negaranya. Masyarakat pada umumnya pun tak berhak menghakimi mereka hanya karena mereka berbeda. Biar bagaimana pun jua mereka tetaplah ciptaan dan kreasi Allah, sama seperti makhluk-makhluk lainnya yang mencari berkat di dunia ini.&lt;br /&gt;Dan yang pasti membaca novel ini akan menguras tidak hanya energi tapi juga perasaan kita yang paling dalam. Sooo...tunggu apalagi??? Ayook beli bukunyaaaaaaaaaaa.... :))&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-5510685436892875775?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/5510685436892875775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/05/novel-lost-butterfly-dilema-cinta.html#comment-form' title='18 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/5510685436892875775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/5510685436892875775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/05/novel-lost-butterfly-dilema-cinta.html' title='Novel &quot;Lost Butterfly, Dilema Cinta Mantan Pria&quot; -yandasadra-'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-l2U4sVVoZAY/TcSIFkkticI/AAAAAAAABSI/rv2dtUBqIj8/s72-c/lost%2Bbutterfly.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>18</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-6867899487366214499</id><published>2011-04-25T08:00:00.002+07:00</published><updated>2011-04-25T12:02:37.878+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Kebon Ijo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Bantji'/><title type='text'>Bila Kolor di balik Rok</title><content type='html'>Federasi Bulu Tangkis Dunia akhirnya memilih menunda regulasi pemakaian rok dalam pertandingan untuk pemain putri yang sedianya berlaku mulai 1 Mei 2011 mendatang. Penundaan ini terkait ada perbedaan pendapat, kontroversi antar pemain dan protes dari banyak pemain, akan  peraturan yang mewajibkan para pembulu tangkis puteri untuk mengenakan rok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) membuat regulasi pemakaian rok untuk pemain putri dengan mengambil pelajaran dari dunia tenis. BWF berharap peraturan ini bisa mendongkrak minat pada olahraga bulu tangkis sebagai tontonan yang lebih menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak BWF mengaku terburu-buru menetapkan kebijaksanaan tersebut. "Kami memberi keuntungan kepada produsen peralatan baju bulu tangkis," seperti diungkap pembantu ketua umum BWF, Paisan Rangsikitpho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Namun bagaimana pun kami ingin menyiapkan para pemain. Karena itulah kami menunda keputusan tersebut selama 1 bulan yang dihitung sejak 1 Juni 2011. Para pemain bulu tangkis putri wajib mengenakan rok dalam pertandingan dunia sejak Super Series India di New Delhi, pekan depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, peraturan tersebut masih memberi kelonggaran.  Para pemain putri tetap diizinkan mengenakan celana (pendek), namun harus dikenakan di dalam rok. Keputusan ini disambut dalam berbagai reaksi oleh para pemain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-jUCulKi9iuQ/TbS9qU_j-WI/AAAAAAAABSA/Io9n5vuztrg/s1600/jwala.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-jUCulKi9iuQ/TbS9qU_j-WI/AAAAAAAABSA/Io9n5vuztrg/s320/jwala.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5599308771615832418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pemain utama dunia asal India, Saina Nehwal, mengaku tidak bermasalah dengan peraturan baru ini. Unggulan pertama India Terbuka Super Series yang berlsangsung 26 April-1 Mei ini menganggap wajar hal ini. "Saya kira tidak ada masalah," kata Nehwal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemain cantik lainnya, Jwala Gutta, juga tidak mempersoalkan masalah ini. "Saya tidak berkeberatan karena sudah mengenakannya di dalam dan di luar lapangan. Tetapi menurut saya, hal ini tidak bisa dipaksakan. Terserah kepada pemain untuk mengenakan baju seperti apa (saat bertanding)," kata Gutta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gutta juga mengkritik untuk membuat olahraga ini lebih menarik, lebih baik BWF meminta sponsor untuk mendesign baju seperti yang dekenakan para bintang tenis, seperti Maria Sharapova.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Wfol91WreEc/TbS80gWPoLI/AAAAAAAABR4/KBfkYwwVDao/s1600/liliyana%2Bnatsir.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Wfol91WreEc/TbS80gWPoLI/AAAAAAAABR4/KBfkYwwVDao/s320/liliyana%2Bnatsir.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5599307846950822066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentangan juga datang antara lain dari pemain Indonesia Liliyana Natsir atau yang biasa disapa Butet. Dengan lantang Butet menolak aturan baru ini. Butet menganggap rok justru akan mengganggu geraknya. "Rok justru mengganggu gerak saya," katanya. Walau menentang, Butet sudah mulai berlatih menggunakan rok dengan celana pendek di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penolakan juga datang dari beberapa pemain China. Namun, seperti halnya pemain Indonesia, mereka juga tidak bisa menolak jika aturan tersebut diberlakukan. BWF sendiri hanya menunda pelaksanaan aturan ini selama satu bulan atau mulai berlaku 1 Juni 2011 mendatang. Artinya, semua pemain putri harus pakai rok saat turun di Turnamen Super Series Singapura Terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deputi Presiden BWF, Paisan Rangsikitpho menyebut, penundaan aturan ini juga karena ingin mendapat masukan dari pemain. BWF ingin aturan ini bisa dijalankan secara konsisten mulai 1 Juni 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Halah Mr. Paisan, mohon dengarkan lah sedikit jerit hati para pemain andro itu. Olahraga bukan ajang seperti Miss Universe. Yang khusus berlenggak lenggok menampilkan sisi keseksian semata dan harus siap memakai bikini sekali pun dan memang itu tujuannya toh??? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Olahraga selain harus siap dan konsentrasi, pemain ingin nyaman dengan apa yang dia yang pakai. Dari sepatu, baju hingga peralatan olahraga. Yang penting, raket yang dipakai resmi dan sesuai aturan BWF, masak pake raket nyamuk, tohhhhhh???&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mungkin, ada neh sista-sista yang jago design bisa bantu Butet cs, untuk mendesign rok yang nyaman dan sesuai dengan ke-androan Butet dan kawan-kawan??? Jangan cuman maen copas design dari designer asing aja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Buat Liliyana Natsir dan kawan-kawan yang sudah terbiasa menggunakan kolor, anggap saja aturan ini adalah sebuah tantangan baru untuk membuktikan bahwasanya, bukan apa yang dipakai tapi mentalitas sebagai pemain dan juara sejati. Ayooo, kamu pasti bisa!!!!&lt;br /&gt;Kami, para andro penggemar beratmu akan mendukung. Kalo perlu sebagai rasa solidaritas kami akan hadir di arena dengan memakai rok.....yang kolornya di luarrrrrrr.... wkwkwkwkwk&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;*Sumber dari &lt;a href="http://olahraga.kompas.com/read/2011/04/17/1623396/Pemain.Putri.Wajib.Pakai.Rok"&gt;Kompas.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-6867899487366214499?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/6867899487366214499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/04/bila-kolor-di-balik-rok.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/6867899487366214499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/6867899487366214499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/04/bila-kolor-di-balik-rok.html' title='Bila Kolor di balik Rok'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-jUCulKi9iuQ/TbS9qU_j-WI/AAAAAAAABSA/Io9n5vuztrg/s72-c/jwala.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-4427276831964223691</id><published>2011-04-21T19:30:00.006+07:00</published><updated>2011-04-22T09:05:08.557+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lesbian Under Cover'/><title type='text'>Semangat Kartini dan Kita</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-D-rwsW2Xg2s/TbDLwdOnaHI/AAAAAAAABRo/Bevnetv15jo/s1600/kartini.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 264px; height: 191px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-D-rwsW2Xg2s/TbDLwdOnaHI/AAAAAAAABRo/Bevnetv15jo/s320/kartini.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5598198370161617010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;                          Jika saja kau tak ada, mungkin kita tak akan ada di sini, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;merentang rasa di alam maya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Jika saja kau tak bersuara, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;mungkin benak kita hanya dipenuhi urusan macak, masak, manak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Jika saja kau masih ada di sini, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;apakah pendapatmu tentang kita,&lt;br /&gt;kaum lesbian yang terpinggirkan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;*nepenthes*&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Coba neh sista-sista sekalian, kebebasan apa lagi yang tidak kalian dapatkan sekarang ini? Secara pendidikan, inyo yakin yang wira wiri di dunia maya ini pastilah bersekolah dan tidak sedikit pula yang sudah memiliki pekerjaan toh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emansipasi yang diperjuangkan ibu kita, Kartini, rasa-rasanya tak perlu lagi kita ragukan. Tengok saja baik di media maupun di pelosok-pelosok perkotaan dan desa terlihat banyak anak-anak perempuan bersekolah. Meski tidak menutup mata, masih banyak anak-anak perempuan yang tidak bersekolah karena kondisi perekonomian dan letak daerah terpencil yang sulit terjangkau oleh tekhnologi. Dan masih ada pula orangtua yang lebih mendahulukan pendidikan bagi anak lelakinya daripada anak perempuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu dari sisi pendidikan. Bagaimana persamaan hak kaum wanita di dunia pekerjaan? Sudah tak terhitung jumlahnya para wanita yang menduduki jabatan-jabatan strategis baik di pemerintahan maupun di swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu mendapat perhatian dari kita semua saat sekarang ini adalah, kurangnya perlindungan hukum bagi wanita. Seperti kasus kekerasan domestik atau KDRT,  penganiayaan pembantu rumah tangga, penyiksaan dan pemerasan terhadap TKW yang bekerja di luar negeri. Hukum, seringnya datang terlambat, ketika si wanita sudah babak belur atau bahkan telah mati karena dianiaya, baru proses hukumnya ditindak lanjuti. Dan benar sekali kasus-kasus KDRT lebih kerap terjadi di lingkungan masyarakat dengan tingkat pendidikan rendah dengan ekonomi jauh di bawah standar hidup. Namun bukan berarti pula penganiayaan terhadap wanita tidak terjadi di lingkungan dengan pendidikan tinggi dan ekonomi di atas rata-rata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan Lesbian di era Kartini modern sekarang ini. Apa yang mau dituntut? Kebebasan macam apalagi yang mau diperjuangkan? Diakui sebagai Lesbian, dengan Coming Out (CO)? Itu terserah pada diri Lesbian itu sendiri. Kalau CO sebagai lesbian bisa membuat lesbian naik jabatan, ya monggo... Tapi kalau CO hanya membuat lesbian jadi ga bisa makan, ya silahkeun... Selama ini kita bisa melihat banyak perusahaan yang lebih melihat kemampuan diri daripada mengurusi soal orientasi seksual. Bukan suatu hal yang aneh lagi bila ada beberapa wanita lajang (yang tidak menikah) bisa mencapai posisi puncak di perusahaan. Menjadi artis dan presenter ternama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika yang diperjuangkan kaum lesbian adalah menikah sesama jenis, ohhh nanti dulu. Mari kita berpikir logis dan realitas. Jangan dibuai atau termakan mimpi-mimpi dan angan-angan, Indonesia akan melegalkan pernikahan sesama jenis. Kalian yang memperjuangkan pelegalan pernikahan sesama jenis tidak saja akan berhadapan dengan masyarakat tapi juga berhadapan dengan lesbian sendiri. Karena tidak semua dan tidak sedikit lesbian yang akan menentang tuntutan pernikahan sesama jenis. Kenapa? Pertama, karena perilaku lesbian sendiri tidak mencerminkan kemandirian sebagai wanita yang beradab. Kedua, ini Indonesia, guys!!!&lt;br /&gt;Jika ingin menikah, silahkan menikah sendiri (tinggal bersama) atau menikahlah di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling mendasar dan paling dituntut oleh lesbian itu sebenarnya adalah KEBEBASAN UNTUK MEMILIH TIDAK MENIKAH. Alias hidup melajang. Ya nggak???? Ya nggak??? Ya nggak???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling ditakuti oleh para lesbian adalah menikah. Semakin umur bertambah semakin subur rasa was-was akan permintaan orang tua untuk segera menikah. Tidak jarang bila si wanita tidak menunujukkan niat menikah, maka orangtua dan handai taulan mulai kasak kusuk mencari calon suami. Banyak lesbian yang terpaksa menikah sebenarnya adalah sebuah bentuk ketakutan, takut ketahuan sebagai lesbian. Padahal jika lesbian sedikit tenang dan untuk sementara waktu tidak berhubungan dengan perempuan manapun, bisa koq menolak untuk menikah. Dengan catatan, lesbian sendiri sudah mampu menafkahi dirinya sendiri dalam arti mandiri secara finansial. Kebanyakan orangtua selain kewajiban mereka untuk menikahkan anak perempuannya adalah lebih ke faktor status sosial, ekonomi dan tidak khawatir dengan masa depan anak perempuannya. Orangtua sering lupa jika anak perempuannya juga punya hak atas dirinya. Keterpaksaan menikah bagi lesbian lebih dikarenakan ingin membalas kebaikan orangtua, tidak ingin menjadi anak durhaka, ingin melihat orangtuanya bahagia dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan menikah tidak membuat lesbian menjadi hetero sepenuhnya. Apalagi bagi lesbian yang sebelum menikah telah menikmati hubungan seksual lesbian pasti akan ada rasa rindu untuk mencicipi hubungan sesama jenis kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sista-sistaku sekalian. Jika ingin berjuang menuntut kebebasan sebagai wanita mandiri, berjuanglah untuk Memilih Tidak Menikah. Menjaga dan melindungi alat reproduksi kita itu adalah hak yang paling hakiki setiap perempuan dimana pun di dunia ini. Sama dengan hak perempuan untuk tidak hamil atau memilih untuk memakai alat kontrasepsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan perlu diingat jika lesbian menolak menikah dan siap hidup melajang ada dua hal yang teramat penting untuk dipersiapkan jauh hari.  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mandiri secara Finansial &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kuat secara Mental&lt;/span&gt;. Mandiri secara  Finansial adalah tameng yang ampuh untuk menolak menikah. Jangan jadi benalu bagi orangtua, saudara-saudara, tante om, eyang, embah, butut, tetangga, teman-teman dan negara. Kuat secara Mental, untuk tidak lemah atau plin plan ketika desakan menikah semakin gencar dan untuk membentengi diri dari omongan-omongan atau bisik-bisik sekitar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita jaga semangat dan perjuangan R.A. Kartini dengan tindakan-tindakan yang lebih nyata yakni memajukan kaum wanita Indonesia secara keseluruhan dan bukan mementingkan kepentingan pribadi semata. Bukan menodai dengan menuntut hal-hal yang nyeleneh dan ngawur. Berpikir modern bukan berarti menutup mata dengan adat budaya bangsa sendiri. Dimana bumi dipijak, di sana langit dijunjung. Setujuuuuuuuuuuu????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-4427276831964223691?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/4427276831964223691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/04/semangat-kartini-dan-kita.html#comment-form' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/4427276831964223691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/4427276831964223691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/04/semangat-kartini-dan-kita.html' title='Semangat Kartini dan Kita'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-D-rwsW2Xg2s/TbDLwdOnaHI/AAAAAAAABRo/Bevnetv15jo/s72-c/kartini.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-2747025544994627911</id><published>2011-04-12T09:45:00.002+07:00</published><updated>2011-04-13T06:39:19.016+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lesbian Under Cover'/><title type='text'>Sahabat Lesbian? Biasa, Sahabat Hetero? Luar Biasa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-IKpORs2M2IU/TaL98KBh3bI/AAAAAAAABRY/rLjTP_u22g8/s1600/k3960616.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 170px; height: 170px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-IKpORs2M2IU/TaL98KBh3bI/AAAAAAAABRY/rLjTP_u22g8/s320/k3960616.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5594312897072324018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mendapatkan sahabat hetero di dunia nyata, sebuah kelumrahan dan bahkan kudu harus. Namanya masih mau hidup di dunia nyata toh? Nah, bagaimana jika kita mendapatkan sahabat hetero justru dari dunia maya seperti dari Blog, FB, Twitter dll, yang notabene sebagian banyak dari kita tak berwajah dan bahkan bertopeng?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, ketika masih di grafitiKaTa wordpress, kami diberitahukan seorang sahabat hetero, kalau blog kami tersebut dilink seorang blogger hetero dan pria pula. Sempat kami gemeteran apalagi setelah kami mengunjungi blog tersebut yang isi artikelnya kebanyakan tentang agama dan perempuan. Melalui statcounter kami mendapati blogger tersebut memang sering mampir. Tapi anehnya beliau tak satupun meninggalkan komen. Padahal, kami sama sekali tidak pernah memoderasi blog grafitiKaTa dan kebijakan membebaskan moderasi kolom komentar tetap kami pertahankan hingga sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ternyata benar dugaan kami sebelumnya, pembaca hetero tak akan mungkin meneror apalagi mengkritik artikel-artikel kami. Mereka cuman sekedar membaca dan mencoba memahami dunia lesbian. Dan, bahkan beberapa diantara blogger hetero ini ada yang sering memberi komentar baik yang mendukung maupun sekedar menyapa dan bercanda. Justru dari lesbian sendiri yang suka mangacau dan menteror melalui kolom komentar, bahkan tidak jarang menggunakan anonim (baca : &lt;a href="http://sinyoijo.blogspot.com/2010/06/untuk-lesbian-anonim-tolol.html"&gt;Untuk Anonim Lesbian ToLoL&lt;/a&gt;) dan bahkan memakai nama samaran. Padahal, kami tahu sekali siapa mereka-mereka ini yang amat berkepentingan dengan beberapa artikel kami. Yah, begitulah lesbian-lesbian yang terlalu menghamba kepada dewi jemis dan sebuah majalah lesbian online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama ketika di grafitiKaTa wordpress, di blog sinyoijo inipun, kami sama sekali tak pernah kepikiran bakal ada pembaca hetero yang sudi membaca artikel-artikel kami dan bahkan sebagiannya me-link blog sinyoijo, menjadi member dan kemudiannya menjadi sahabat. Pun diantara pembaca hetero ini sudi berinteraksi lebih intens melalui grafitikata@gmail.com. Dari sekedar berkenalan, berbagi cerita, diskusi-diskusi dan gosip mengenai dunia lesbian hingga tambahan info untuk skripsi atau jurnal. Dan bahkan salah satu sahabat hetero ini mengajak inyo masuk ke sebuah milis hukum dan UU. Pertama, inyo masuk rasanya minder banget. Karena inyo dapati hanya inyo yang lesbian, dua gay dan selebihnya hetero. Namun, karena sambutan yang hangat dari para anggota milis yang 100% hetero ini, inyo perlahan menjadi lebih rileks dan inyo banyak sekali mendapat masukan tentang UU Pornografi. Untuk saat ini kami mendapati ada 7 blogger hetero yang me-link blog sinyoijo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika booming jejaring sosial bernama FB dua tahun yang lalu, inyo pun terpancing ajakan beberapa sahabat lesbian untuk membuka akun FB, meski sebelumnya inyo sudah memiliki akun Plurk. Awalnya emang inyo meng-add beberapa sahabat lesbian yang memiliki blog. Kemudian berkembang mengenal sahabat-sahabat lesbian lain. Berhubung inyo suka baca dan Nepen suka menulis, inyo juga meng-add beberapa penulis hetero dan pengamat sastra. Dan setahun belakangan ini inyo sudah tidak lagi meng-add lesbian. Jujur saja dan tidak bermaksud sombong, saat ini ada sekitar 50an lesbian di daftar tunggu yang belum sinyo approve.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi ketika kolor sinyo diperkosa di sebuah artikel di majalah lesbian online (baca : &lt;a href="http://sinyoijo.blogspot.com/2011/02/klarifikasi-yang-tidak-dimoderasi.html"&gt;Klarifikasi Yang Tidak dimoderasi Sepocikopi&lt;/a&gt;), daftar tunggu inyo ketambahan sekitar belasan lesbian yang ingin berteman.  Bukan apa-apa. Kadang inyo dapati, wall mereka sepi kerontang, ada juga yang aktif buat status tapi hanya asyik sendiri. Kadang nama-nama akun lesbian ini sering berganti-ganti dan bahkan tidak pernah inyo lihat wara wiri seperti komentar di status teman lesbian lain. Lalu, untuk apa mereka meng-add sinyo? Sekedar menambah banyak frenlistnya? Atau mau ngintip-ngintip sinyo buat status apa lagi ya??? ckckck... Bahkan ada lesbian yang kerjanya khusus mengomentari status inyo jika menyebut-nyebut nama sebuah majalah lesbian online. Wohoho...kamu ketahuaaaaaan!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sekitar belasan lesbian yang sinyo sudah approve tapi fb-nya sinyo setting ada yang ga bisa baca wall sinyo, ada yang bisa baca tapi ga bisa komen. Ada yang sama sekali tidak dapat melihat aktifitas sinyo. Bagi inyo, FB itu jejaring sosial yang tetap membutuhkan komunikasi dua arah. Untuk apa meng-add teman sebanyak-banyaknya tapi kita ga bisa berkomunikasi timbal balik, lebih asyik dengan diri sendiri atau dengan teman-teman lesbian tertentu saja? Atau sekedar mengintip status atau catatan lesbian lain, siapa tau dapat ide menulis. Kan, sudah kehabisan inspirasi???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekitar 370 sahabat-sahabat di FB sinyo yang sekarang, sekitar seratus enampuluhan adalah sahabat lesbian. Sisanya sahabat-sahabat hetero, penulis dan pengamat sastra. Dari mana sinyo mendapatkan sahabat hetero? Awalnya mereka dari blog namun ada juga dari satu dua sahabat hetero. Perkembangannya dari  mulut ke mulut banyak hetero yang meng-add sinyo. Sebelumnya, setiap ada hetero yang add sinyo, biasanya sinyo inbox dan menjelaskan siapa sinyo ini sebenarnya. Eh, malah sinyo kena ceramah, "Sinyo ini bagaimana sih, katanya ga mau dibeda-bedakan secara orientasi seksual, koq malah kamu sendiri menyekat diri? Kami kan mau lihat bagaimana kehidupan lesbian dari sisi seorang sinyo?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat minat inyo terhadap dunia baca, sastra dan tulis menulis, beberapa sahabat hetero yang juga pengamat sastra bahkan mengajak inyo masuk ke beberapa forum dan grup sastra. Dan betapa bahaginya kami, ketika seorang pengamat sastra jauh hari telah siap membantu untuk meresensi novel Nepen jika sudah selesai. Juga seorang penulis muda menyodorkan dirinya untuk menjadi tim editor bagi novel Nepen. Bantuan memasarkan novel Nepen pun tidak saja datang dari sahabat-sahabat lesbian, juga dari beberapa sahabat-sahabat hetero. Terharu ga sehhh??? hikss hiksss... Padahal, novel Nepen baru juga selesai di Bab I. hehehe :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu bila ada hetero yang meng-add sinyo tanpa tanya-tanya lagi langsung sinyo approve. Dan sampai sekarang tak ada sahabat-sahabat hetero tersebut meremove sinyo. Malah yang sering meremove dan meng-add lagi itu sahabat-sahabat lesbian. Bagi sinyo, lebih baik kehilangan sahabat-sahabat lesbian yang ga jelas daripada kehilangan pembaca dan sahabat-sahabat hetero. Sahabat-sahabat hetero tidak memiliki kepentingan apa-apa dengan sinyo, mereka murni ingin berteman dan ingin berusaha mengerti dan menerima kehidupan lesbian. Sedangkan sahabat-sahabat lesbian hanya sedikit yang memang murni untuk berteman. Ada motif-motif tertentu dan agenda terselubung. Seperti adanya lesbian yang tak tahu malu meng-add sahabat-sahabat hetero sinyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar bulan Januari, 2010 ketika frenlist sinyo masih sekitaran 100-an dan sepertiganya adalah sahabat hetero, inyo pernah membuat status seperti ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;"sekali lagi, coba yaaa... Kamu yang suka add teman-teman dari frenlist Sinyo Nepenthes, aku kasih tahu, sebagian teman-temanku itu bukan dari kalangan kamu !!! Profile mereka tidak seperti dirimu yang memasang pic kartun, artis, binatang dan sebangsanya seperti kamu !!!&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Kurangkah sahabat dari kalangan kamu sendiri? Kurangkah promosi untuk website lesbian yang kamu cintai itu? Sekian wejangan dari sinyo di Senin yang cerah ceria ini. Semangat!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Status ini inyo buat karena ada beberapa sahabat hetero di frenlist FB inyo yang komplain dan bertanya-tanya. "Siapa itu AG, nyo? Udah pic-nya ga sopan (ketika itu pp nya gambar kakinya yang lagi selonjor), pake acara nyodorin FB sebuah situs majalah lesbian online, emangnya kita ga ada kerjaan apa untuk baca cerita-cerita lesbian?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dasar tolol, bikin malu aja neh orang. Caranya beriklan ga cerdas" mbatin inyo. Ketahuan sekali agenda dia membuka akun FB. Hanya untuk mengumpulkan orang sebanyak-banyaknya dan maen sikat frenlist orang. Begitulah kali ya hasil didikan sebuah website lesbian yang priyayi, eksklusif, bonafit dan munafik???  Paling-paling  jawaban inyo ke sahabat-sahabat hetero tersebut, "maaf ya atas ketololan lesbian atu ini, maklumin aja wong kerjaannya cuman dagang majalah lesbian tok. Mana tahu kita, kalau targetnya tercapai, dia dapat bonus high heel jimmy choax dari pemilik majalah lesbian tersebut" wkwkwkwkkwk :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kasus diatas, memang kebanyakan yang merusak hubungan persahabatan lesbian dan hetero adalah datangnya dari lesbian sendiri. Dari beberapa kasus rusaknya persahabatan lesbian-hetero yang inyo amati, yang paling sering adalah, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;me-lesbian-ankan&lt;/span&gt; sahabat heteronya. Kemudian diikuti dengan fitnah bahwa sahabat hetero tersebut suka sama dia. Dan terakhir adalah penipuan bisa berupa ajakan bisnis dan pinjam meminjam uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat hetero pernah bercerita bagaimana persahabatannya dengan seorang lesbian. Awalnya dari saling berbalas komentar antar blog, berlanjut ke ym dan tukaran nomer hape. Mulanya becandaan namun, hari ke hari tambah ga jelas maunya si lesbian, dari sensi karena merasa dicuekin hingga merasa si sahabat hetero sebagai pasangan yang selalu siap sedia. Curhat perasaan hingga ngomong jorok yang akhirnya hanya membuat sahabat hetero tersebut jadi takut dan mual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini ada kasus di FB yang cukup menggelikan. Dimana seorang lesbian yang sesumbar ke sahabat-sahabat di frenlist FBnya, kalau si hetero (yang kebetulan juga adalah penulis), tergila-gila dan mengejar-ngejar dirinya. Dan, bahkan mengatakan kalau si hetero memaksa si lesbian untuk berkunjung ke kotanya. Mungkin, si hetero tidak tahu dirinya jadi pergunjingan. Bagi si penulis ini, hal-hal yang berhubungan dengan rasa suka atau tidak suka dari fans baik dari pria maupun wanita itu lumrah. Menjadi tidak wajar bila si hetero dikatakan meminjam sejumlah uang kepada si lesbian. Dan ini sudah menyangkut nama baik dan harga diri si hetero.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi sahabat-sahabat hetero ini tidak bisa inyo samakan dengan menghadapi sahabat-sahabat lesbian yang sama-sama berkedok. Inyo cukup tahu diri untuk tidak sembarangan berkomen baik di status dan catatan-catatan mereka. Dan kadang bila inyo lama tidak menyapa, mereka sendiri yang langsung menyapa inyo baik di wall maupun di inbox. Bahkan ada beberapa hetero yang selalu mengingatkan inyo bila memposting sebuah catatan agar mereka juga di-tag.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kami, kehadiran sahabat-sahabat hetero dari dunia maya sungguh luar biasa. Dan amat  tidak adil rasanya bagi kami yang tak berwajah ini, sedangkan mereka tak ada satupun yang ditutup-tutupi. Ada beberapa sahabat hetero yang telah mengenal kami lebih dari 2 tahun dan tali silahturahmi dengan kami tetap terjaga hingga detik ini. Tak jarang kami mendapat kritik dan saran dari mereka yang membuat kami lebih tegar, merasa diperhatikan dan yang pasti mereka punya cara tersendiri agar kami tidak melulu berangan-angan bermimpi yang muluk-muluk. Kami segera tersadarkan untuk membumi dan lebih realistis. Dunia nyata adalah masa depan kami. Segemerlap apapun dan bahkan membuat ketagihan, dunia maya hanyalah tempat persinggahan sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-2747025544994627911?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/2747025544994627911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/04/sahabat-lesbian-biasa-sahabat-hetero.html#comment-form' title='44 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/2747025544994627911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/2747025544994627911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/04/sahabat-lesbian-biasa-sahabat-hetero.html' title='Sahabat Lesbian? Biasa, Sahabat Hetero? Luar Biasa'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-IKpORs2M2IU/TaL98KBh3bI/AAAAAAAABRY/rLjTP_u22g8/s72-c/k3960616.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>44</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-2967369364621530147</id><published>2011-03-23T09:00:00.004+07:00</published><updated>2011-04-08T07:13:50.447+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiksi Mini ala Kopi Tubruk-Lari'/><title type='text'>Fiksi Mini Kopi dan Poci, Cermin, Pena, Desah Asmara Dewi Jemis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Fiksi Mini Tuba, Kopi dan Poci&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Tuba tak pernah ada dalam kopi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ia mengarat di dasar poci&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fiksi Mini Cermin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Ketika kami sodorkan cermin,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kalian banting dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;injak-injak ia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Padahal, itulah cermin yang kalian pinjamkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tiga tahun silam".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fiksi Mini Pena dan Lesbian Priyayi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Pena di situs lesbian itu tajam &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;menghunus kalangan lesbian puritan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Namun tumpul bila berhadapan dengan diri&lt;br /&gt;yang priyayi".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fiksi Mini Menantang Pena Mewah&lt;br /&gt;-alin-&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;saat perbedaan dianggap penyimpangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;dan ketika keberanian menjadi aib&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;aku menantangmu untuk berbicara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;jangan selalu bersembunyi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;di balik bilah penamu yang mewah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fiksi Mini Dewi Jemis saat bercinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;"terlihat dua anak perempuan&lt;br /&gt;berlarian mengejar keriangan&lt;br /&gt;yang tertelan desah kenikmatan&lt;br /&gt;asmara mom dan antie&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-2967369364621530147?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/2967369364621530147/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/03/fiksi-mini-kopi-dan-poci-cermin-pena.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/2967369364621530147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/2967369364621530147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/03/fiksi-mini-kopi-dan-poci-cermin-pena.html' title='Fiksi Mini Kopi dan Poci, Cermin, Pena, Desah Asmara Dewi Jemis'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-4826523022886959325</id><published>2011-03-15T12:00:00.001+07:00</published><updated>2011-03-15T12:19:45.148+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jayusan Sinyo vs Nepen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nepenthes'/><title type='text'>Baju Bekas Yayang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-8Jwb5E5eZDg/TX6wF9Q9JiI/AAAAAAAABQs/jmff4GX1pCs/s1600/paa01008.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 125px; height: 170px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-8Jwb5E5eZDg/TX6wF9Q9JiI/AAAAAAAABQs/jmff4GX1pCs/s320/paa01008.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5584094204377507362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Yayangku memang penuh ide kalo soal kasih sayang. Tiba-tiba dia punya ide memberiku baju yang sedang dipakainya. “Gimana kalo kamu simpen bajuku ini? Kamu mau?” tanyanya sewaktu kita berlibur di pulau seribu pura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ehem, boleh juga,” kataku tolol. Aku lebih perhatian pada motif dan warna kuning cerahnya. Motif bunga-bunga ala Hawaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi gak boleh dicuci ya!” katanya tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waks? Apaaaaaaa????” aku langsung berkerut. Gak dicuci? Itu bau ketek segala mesti disimpan-simpan? Yang benyuuuuuulll?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lha iyalah…biar bauku masih melekat di sana. Biar kamu bisa cium-cium kalo kangen,” kata Yayang dengan mukanya yang punya seribu ide itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh, oke juga tuh! Ini namanya gagasan baru yang patut dicoba. Mencium bau ketek pasangan untuk melepaskan rindu! Wah, ini salah satu resep buat kaum hippies eh..LDR. Dibungkus tas plastik putih, baju kuning Hawaian itu, lengkap dengan bau asli ketek Yayang, berhasil juga kutempatkan di pojok lemari pakaian. Hasilnya?? Yuk disimak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa bantuan binatu, tentu saja baju itu masih berbau parfum bercampur asap rokok dan bau ketek Yayang. Tapi ternyata Nek…hasilnya ruarrrr biasa! Efek dasyat dari baju bau keringat Yayang itu ternyata setara dengan berada di dekat-dekat Yayang. Bedanya? Yah tentu bedalah Nek! Kalo deket-deket Yayang anget, kalo deket-deket bajunya, yah dingin-dingin empuk, gitu….hehehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi “terapi baju” ini ternyata sangat mujarab untuk menuntaskan rindu dan kangen. Yah, tentu saja buat sementara. Meskinpun hanya sementara, aku pelukin deh itu baju serasa melukin Yayang. Alhasil, aku tidur nyenyak semalam suntuk ampe dini hari keesokannya. Berasa tidur bareng ama Yayang. Efeknya ternyata dasyat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu kuceritakan kepada Yayang, justru dia yang jadi mellow. Katanya, dia gak bisa tidur semalaman. Halah…halah….Udah, udah…aku sudah bahagia banget diberi kesempatan ketemu kamu waktu ini. Cium bau ketekmu aja dah kusyukuri banget kok, Yang…Insya Allah, kamu ada rejeki lagi…bisa mengunjungiku ya, Yang. Tapi janji yah…kasi bajumu lagi satu buat kusimpan dan kucium-cium…cuman..gak pake bau ketek yah! Duh, jadi kangen banget ama kamu, Yang….    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*Nepenthes, arsip GrafitiKaTa Wordpress&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-4826523022886959325?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/4826523022886959325/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/03/yayangku-memang-penuh-ide-kalo-soal.html#comment-form' title='28 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/4826523022886959325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/4826523022886959325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/03/yayangku-memang-penuh-ide-kalo-soal.html' title='Baju Bekas Yayang'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-8Jwb5E5eZDg/TX6wF9Q9JiI/AAAAAAAABQs/jmff4GX1pCs/s72-c/paa01008.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>28</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-8684259644075019288</id><published>2011-03-13T17:00:00.004+07:00</published><updated>2011-03-14T07:01:47.142+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiksi Mini ala Kopi Tubruk-Lari'/><title type='text'>Fiksi Mini "Ijab Kabul ala Lesbian"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Satu siang : buku nikah ditandatangani.&lt;br /&gt;Tapi hanya malam yang tahu:&lt;br /&gt;Mempelai wanita berijab kabul sebulan sebelumnya.&lt;br /&gt;...dengan kekasih perempuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-8684259644075019288?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/8684259644075019288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/03/fiksi-mini-ijab-kabul-ala-lesbian.html#comment-form' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/8684259644075019288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/8684259644075019288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/03/fiksi-mini-ijab-kabul-ala-lesbian.html' title='Fiksi Mini &quot;Ijab Kabul ala Lesbian&quot;'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-1983323554230431655</id><published>2011-03-11T11:00:00.003+07:00</published><updated>2011-03-15T07:19:53.484+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jayusan Sinyo vs Nepen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nepenthes'/><title type='text'>Bobo Siang Yuukkkkk</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-DzYWaw9VUv8/TXmSxmWWZmI/AAAAAAAABPk/tKGK5O2tm-A/s1600/bobo1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 170px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-DzYWaw9VUv8/TXmSxmWWZmI/AAAAAAAABPk/tKGK5O2tm-A/s320/bobo1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582654593907975778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bobo siang itu nyaman banget. Bobo siang adalah kegiatan terfavoritku. Tapi sejak bekerja. bobo siang bagiku sangat mahal. Terlalu mewah buat pekerja kuli kayak aku. Siang-siang mata harus melek dan membelalak di depan komputer biar bisa kerja dengan baik. Buntut-buntutnya, aku nelpon Yayang buat nge-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;charge&lt;/span&gt; mata yang sudah setengah mengantuk. Justru enaknya mengganggu Yayang biar dia juga ikut melek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yayang itu mah flamboyan. Hidup &lt;span style="font-style: italic;"&gt;esklusif a’la eksekutif&lt;/span&gt;. Pagi-pagi sudah sibuk dengan laporan warga yang kehilangan jemuran, ngurus KTP warga, ngurus persiapan tempat pemungutan suara PILKADA, maklum Sinyo kan kepala kampung merangkap Satpam. Siang-siang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hang-out &lt;/span&gt;ama teman, trus lunch deh ama teman sekondan ambil ngomongin bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah…abis itu... Yayang bisa bobo siang. Kadang di rumah teman, kadang di kantor teman, malah jarang bobo siang di rumah sendiri. Nah, baru deh yayang pulang kandang. Itu pun kalo dibangunin. Kalo aku telpon tapi Yayang lagi bobo, Yayang suka cakit kepala. Makanya, nada dering dikecilin, biar aku gak ganggu tidur eksklusif Yayang (bukan ASI eksklusif lo…).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo aku? Tidur di mana? Tidur di kantor, kena reprimen. Tidur di loker, sudah terkapling ama teman-teman lain. Tidur di tempat teman? Ih, itu apa lagi. Keluar ke rumah teman aja gak sempat. Udah deh…kerjaku dah kayak kuli &lt;span style="font-style: italic;"&gt;romusha&lt;/span&gt; aja. Waktu terkapling-kapling seperti piket tentara militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Yayang sih enak. Mo bobok siang, mesti kumanjain dulu. Kudu aku dongengin. Dongeng apa aja. Dari gosip blog tetangga ampe gosip ibu-ibu di pasar milis. Semuaaaa mesti dirinci satu per satu. Atau, kalau aku punya tulisan baru neh…dia minta dibacain. Satu kalimat dibales dengan komentar sepuluh kalimat. Bayangin aja deh..kayak apa ramenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama-lama, yang kedengaran suara “heh?”, atau “apa?” atau “ya?”. Buntut-buntutnya, aku sedang asyik ngetik, tiba-tiba kok…telpon di seberang sudah sepi kayak kuburan? Ih, ternyata Yayang sudah tewas dengan sukses di tempat tidur. Lengkap dengan dengkurnya yang kedengaran naik turun. Duh, aseknyaaaaa….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan aku, sore-sore jam tiga-an, suka dipanggil buat nungging, jogging, skipping, snorkling, diving, etc…(ih, ngaco deh! maksudku…miting..kepiting). Kadang-kadang mesti menghadapi cuaca panas dan hujan, keliling ke lapangan. Udah deh..bau keringat dah gak keruan lagi, bercampur semua. Pas aku balik dari lapangan, eh…Yayang baru bangun dari bobok siangnya yang lelap. Duh, enaknya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, kadang aku suka lupa kalo Sinyo bukan pekerja rutin seperti aku. Yayang, pekerja lepas. Lebih banyak lepasnya daripada dapatnya...Hihihi&lt;br /&gt;Selain sebagai kepala kampung, Makelar, Yayang termasuk manusia berjiwa sosial. Saking sosialnya, malam-malam Yayang bisa dihubungi bila ada kejadian darurat. Seperti KDRT dan pemerkosaan. Kadang tanpa pemberitahuan sebelumnya, di tengah malam buta Yayang kudu menemanin Polisi dan Aparat Trantib yang akan melakukan razia PSK dan Waria. Peran Yayang sebagai koordinator advokasi pada sebuah Lembaga Pemberdayaan Perempuan Non Profit itulah yang membuat Yayang bak kalong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan ini yang membedakanku dengan Sinyo. Bila Sinyo gampang sekali ditelpon kapan saja dimana saja (asal ga lagi tepe-tepe). Tidak demikian halnya dengan diriku. Jadwal nelponku dengan Sinyo sudah jelas bak minum obat 3 x sehari. Pagi, selama perjalananku ke kantor, Siang, saat jam istirahat makan dan sore hari saat aku dalam perjalanan pulang. Selebihnya bila aku sudah berada dalam rumah, aku seperti gadis manis yang belum punya pacar... Hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bobok siang hanya bisa kulakukan pada hari Minggu. Itu pun kalo tidak ada kegiatan keluarga lainnya. Kalo ada undangan ini itu di hari Minggu, momen bobok siang yang kunanti-nanti itu terlewatkan begitu saja. Duh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bobok siang yang paling mengesankan adalah bobok siang berdua ama Yayang. Tidur di atas dadanya sambil berpelukan. Sesekali mencium bibir dan keningnya di kala tidur. Atau, membelai rambutnya. Duh. Tidur model gini…lebih mahal dan mewah lagi. Kadang-kadang, rasanya seperti mimpi. Apa ini nyata? Aku membatin sambil memandang wajah Yayang sepuas-puasnya. Merasakan lembut kulitnya berpadu dengan kulitku. Menghayati bunyi nafas dan denyut jantungnya yang berdetak teratur.&lt;br /&gt;Eineiwei, cerita bobok siang cukup sampai di sini dulu yah. Inget yah..ini cerita tentang “bobok siang” bukan “bobok-bobok siang”…itu mah laen…psssstttttt!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Nepenthes, arsif GrafitiKaTa Wordpress&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-1983323554230431655?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/1983323554230431655/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/03/bobo-siang-yuukkkkk.html#comment-form' title='20 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/1983323554230431655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/1983323554230431655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/03/bobo-siang-yuukkkkk.html' title='Bobo Siang Yuukkkkk'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-DzYWaw9VUv8/TXmSxmWWZmI/AAAAAAAABPk/tKGK5O2tm-A/s72-c/bobo1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>20</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-2020056438665553806</id><published>2011-03-02T12:00:00.002+07:00</published><updated>2012-01-24T19:16:51.850+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nepenthes'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Cerpen "Ibuku Srikandi" -nepenthes-</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-ulnlXDN6EaU/TW4a9-7YWxI/AAAAAAAABM0/RuXZ-OzCYns/s1600/srikandi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 125px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-ulnlXDN6EaU/TW4a9-7YWxI/AAAAAAAABM0/RuXZ-OzCYns/s320/srikandi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5579426640525024018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Nama ibuku Srikandi. Dia bukan hanya sekedar perempuan bernama Srikandi. Ia Srikandi dalam arti yang sedalam-dalamnya, seutuh-utuhnya. Wajahnya cantik penuh kelembutan, namun hatinya keras bagai cadas. Ia bersenjatakan panah sakti, yang diletakkan di otaknya yang cerdas dan berpendidikan tinggi. Ia berkelahi dan bergumul dengan laki-laki, untuk memenangkan persaingan demi sukses kerajaan bisnisnya. Ia seorang pecandu kerja, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;work-alcoholic&lt;/span&gt; sejati. Berangkat pagi-pagi buta, pulang larut malam. Aku hanya bisa bertemu dengannya di pagi hari di meja makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil sarapan pagi, ia menanyakan aktivitasku sehari-hari. Dia cium keningku setiap aku pamit kuliah, lalu aku selalu dibisikinya,”Jadilah yang terbaik.” Matanya menatap tajam hingga menembus ke ulu hati, menyalakan obor di gua-gua gelapku. Mata yang memerintah, mata yang memohon, mata yang berharap, mata yang berseru. Semangat, kerja keras, kekerasan hati, keteguhan budi, itulah yang ingin ibuku tanamkan lewat tatap matanya setiap hari. Dalam kesempatan yang sangat sempit itu, dia masih sempat membisikkan kata-kata, “Ibu sayang kamu.” Setelah itu, dia sibuk lagi dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hand-phone&lt;/span&gt;nya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;note-book&lt;/span&gt;-nya, koran paginya dan juga berita-berita pagi yang menyiarkan harga indeks saham gabungan, inflasi, kurs tukar dolar-rupiah, ramalan-ramalan ekonomi. Aku merasa bersyukur pada setiap tetes kasih sayang yang dia beri padaku. Aku berterima kasih atas secuil waktu yang dia sisihkan padaku. Selebihnya, aku betul-betul mengerti dia adalah ratu di kerajaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai putri dari seorang ratu, aku harus siap berbagi dan menjaga wibawanya di perusahaan. Termasuk aku harus menjaga sopan santun jika aku ingin bertemu dengannya, menembus lapisan birokrasi yang dipagari satpam, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;receptionist&lt;/span&gt;, sekertaris serta asisten pribadinya. Kuingat baik-baik pesannya, kuhormati dia dengan tangan menyilang di dahi, seperti potret &lt;span style="font-style: italic;"&gt;John Kennedy Jr&lt;/span&gt; di pemakaman ayahnya. Kalimat itu telah menggaung dan menggema hingga ke relung-relung sanubari. “Di kantor, ibu bukan ibumu. Ibu adalah direktur perusahaan dengan karyawan ratusan orang. Tolong jaga kehormatan ibu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dibesarkan dalam tangan besi disiplinnya, kekerasan hatinya, kelembutan kasihnya, perlindungannya. Ayah biologisku, Arjuna, telah lama pergi, memberiku ibu tiri bernama Arimbi dan seorang saudara tiri bernama Abimanyu. Ibu, satu-satunya orang tuaku, yang memberiku sosok ibu sekaligus ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuterima ia dengan segala kelebihan dan kekurangan, karena aku sangat bergantung padanya, dari segi finansial maupun mental. Dalam kerja dan keluarga, ia adalah pahlawanku. Namun dalam hal selera, ia berbeda. Ia Srikandi yang mencintai Dewi Shinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak aku berumur tujuh belas, Dewi Shinta sudah menjadi bagian dari rumahku. Ia diperkenalkan ibu sebagai Tante Shinta. Aku pikir ia baik, dia juga menyayangiku, maka aku pun menyayanginya. Hingga suatu malam, saat aku berumur delapan belas dan kuliah semester satu, aku melihat mereka berpelukan, berciuman lalu saling tindih di dalam kamar. Mereka mengerang, menjerit, terengah-engah bersama, lalu tiba-tiba berteriak, berciuman kembali, setelah itu sunyi. Ada perasaan ganjil ketika melihatnya sembunyi-sembunyi dari lubang kunci. Hatiku seperti es batu disiram air panas, cair seketika. Apakah aku bermimpi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya aku tidak bertegur sapa dengan ibu dan Tante Shinta. Kuanggap mereka tak lebih dari seonggok sampah yang berbentuk perempuan cantik dalam balutan baju mewah. Aku menghindar dipeluk dan dicium ibu, jijik sekali dengan tingkah lakunya semalam. Tentu saja ibuku heran dengan keanehanku. Berhari-hari aku diam, kecuali minta uang kuliah dan uang saku pada ibu. Ibu kelihatan bingung dan bertanya-tanya. Tapi ia tidak ingin mendesakku, ia biarkan aku dengan keanehanku hingga gunung esku akhirnya mencair, sewaktu Tante Shinta pergi dari rumah. Katanya sih ia sudah punya rumah. Tapi aku dengar dari Bik Nem ia pergi karena ibu tidak ingin aku berdiam diri dan memusuhi dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bersorak girang. Pipiku kembali memerah, mendapati ibuku telah kembali menjadi sosok idola, ibu yang suci, ibu yang baik, ibu yang tanpa cacat. Tapi ibuku jadi murung sejak kepergian Tante Shinta. Ia bekerja lebih keras, hingga tubuhnya kurus, mukanya pucat, matanya kuyu, wajahnya sendu. Akukah penyebabnya? Karena kehilangan Tante Shinta-kah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu sore di gazebo belakang rumah, untuk pertama kali kulihat ibu terkulai layu di atas kursi goyang tua, persis sayuran kangkung yang dijemur diterik mentari. Kutanya Bik Nem, katanya ibu pulang lebih awal karena sakit kepala hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat ibu terperosok dalam khayalnya. Menatap kosong pada kolam di depannya. Satu titik air mata menetes dan menggenang di atas seutas daun teratai. Kuperhatikan dengan seksama, air matanya bukan air mata biasa, tapi air mata berbentuk darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bu, ibu sakit apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibu baik-baik saja, Nak.” Kulihat punggung tangannya mengusap sudut matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah karena Tante Shinta?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu menggeleng. “Karena bisnis. Karena kerja semata.” Tapi aku tidak percaya, matanya memantulkan kebohongan. Ia tampak menderita, seperti kehilangan separuh nyawa. Ibarat burung, sayapnya patah dan terluka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupanggilkan ia dokter. Menurut dokter, ibuku tidak kenapa-napa, cuma pikirannya saja yang sakit. “Buatlah dia senang,” pesan dokter yang berwajah ganteng itu.&lt;br /&gt;Berhari-hari, berminggu, berbulan-bulan, ibuku kian digerogoti penyakit. Semua usaha sudah aku lakukan, termasuk membawanya berobat ke luar negeri, hingga ke dukun-dukun sakti (siapa tahu ada yang menjahati). Tapi semua dokter mendiagnose ia baik-baik saja. Padahal, pipinya sudah kempot, dadanya kian tipis, tangan-tangannya berkeriput, mukanya pucat tanpa darah.&lt;br /&gt;Aku kehilangan ibuku yang berwibawa. Aku kehilangan idolaku. Aku kehilangan orang tuaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kucari Tante Shinta. Kucari ia sampai ke pelosok kota. Kuaduk seluruh isi kantor-kantor, kuacak-acak semua perumahan, kukorek-korek isi mall, kutanyai setiap orang, apakah mereka bertemu seorang perempuan cantik, ramping, lemah gemulai, bernama Dewi Shinta? Rupanya ia benar-benar menghilang di belantara beton dan keramaian kota. Aku butuh waktu harian, mingguan, hingga bulanan untuk menemukannya. Meski sudah beriburibu pamflet kusebarkan dan kutempel di tiang-tiang listrik sepanjang jalan :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“DICARI! perempuan bernama Dewi Shinta, dengan ciri-ciri seperti ini : cantik, berhidung bangir, berkulit kuning langsat, tinggi 165 cm, rambut panjang-lurus. Bagi siapa yang menemukannya, akan diberikan hadiah sebesar 10 juta rupiah.”&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tapi pamflet-pamflet itu tidak ada yang menggubris. Kertas-kertas itu berhamburan dan berserakan di jalan, kemudian tergilas ribuan kendaraan yang lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah segenap pikiran dan tenaga kuperas untuk mencari Tante Shinta, akhirnya kutemukan ia tengah melamun sendiri di sebuah kafe, dengan segelas anggur yang tak tersentuh. Kubujuk ia untuk kembali kepada ibu. Aku iklaskan ia menjadi kekasih ibuku, demi membayar perih dan pedih ibu karena mengandung, melahirkan, menyusui dan membesarkanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mula-mula ia tak mau, karena terlanjur berjanji pada ibu untuk menjauhinya. Ia juga bilang ia sudah memiliki suami, seorang lelaki, yang dipilihkan keluarga untuknya. Rupanya ia kena penyakit ingin berbakti, ia menerima lamaran lelaki itu, yang baru dikenalnya sebulan. Namun, tatapan kosongnya tak mampu berdusta kalau ia tak bahagia. Pernikahan bukan sebuah sanatorium untuk menyembuhkan kelainannya. Ia akhirnya berterus terang kalau ia sudah lama pisah ranjang dengan suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, kudesak-desak ia, kupancing-pancing, kupojok-pojokkan dia dengan berbagai pertanyaan dan pernyataan tentang cintanya pada ibu. Kuyakinkan ia dengan sungguh-sungguh, aku telah memberi restuku padanya, karena aku sangat mencintai ibu. Ia lalu menangis sesenggrukan dalam bahuku. Ia mengangguk, berterima kasih padaku, dan menciumku dengan takzim. Hari itu juga ia sudah kuanggap ibu keduaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Tante Shinta kubawa kembali ke rumah setelah ia mengurus perceraiannya. Kedua orangtuanya tak sanggup mencegah karena tak ingin kehilangan putrinya yang seperti telah kehilangan separuh nafas. Akhirnya mereka juga merestui meski tanpa kata. Ketika koper-kopernya kuangkat ke dalam taksi menuju rumahku, mata kedua orang tuanya bernanah, lalu meneteskan darah.&lt;br /&gt;Rumah kembali cerah, seperti taman yang penuh bunga bermekaran. Ibuku tersenyum-senyum dan tertawa-tawa gembira. Ia seperti menemukan keping puzzle-nya yang hilang. Gundah masih kerap merajam batinku setiap kali melihat mereka berpelukan dan berciuman, namun aku berusaha mencuci otakku, membersihkan pikiranku. Bagiku, kebahagiaan ibu jauh lebih penting daripada tubuhku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini adalah hari wisudaku. Sebentar lagi aku ditahbiskan menjadi sarjana. Dari jauh hari aku telah dibisiki Ketua Panitia untuk memberikan sekapur sirih dari calon wisudawan. Aku juga akan diberi penghargaan sebagai wisudawan terbaik, dengan predikat magna cum laude, lulus tercepat, dan sebagai wisudawan termuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tatapan ribuan pasang mata dan heningnya aura panggung wisuda, aku memulai pidato singkatku. Berteguk-teguk air mata kulihat ditelan para orang tua yang berdiri di tribun belakang, terharu mendengar kalimat-kalimatku. Mungkin mereka membayangkan putrinya yang tengah berbicara di panggung, sedang berterima kasih pada seluruh dunia yang membantunya meraih gelar sarjana. Lalu kucari-cari dua pasang mata yang mencintaiku, yang tenggelam dalam lautan manusia yang tengah haru biru dalam detik-detik terakhir episode kelulusan anak-anak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kututup pidato singkatku seperti ini, "Kupersembahkan gelar sarjanaku pada kedua ibuku, yang telah menjadi sumur cinta, semangat dan kasih sayang yang tak pernah kering, meski kutimba setiap hari.” Kemudian sorakan tepuk tangan mengiringi langkahku turun panggung. Kudengar bisik-bisik yang berisik seperti suara tawon mengelilingi bunga untuk mencari madu. “Siapa kedua ibunya?”, “Anak siapa dia?”, “Wah, bangganya punya anak seperti dia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir acara wisuda, aku dikerubuti teman-temanku, persis selebritis dikelilingi para wartawan infotainment. Mata mereka berupa kamera dengan high resolution, memandang kedua ibuku yang tengah beramah-tamah dengan orang tua lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu yang datang bersama ibumu siapa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibuku juga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hah..jadi benar kamu punya dua ibu? Bapakmu berpoligami?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukan, itu istri ibuku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua mata temanku membelalak hingga keluar dari corongnya. Mereka menggosok-gosok matanya, tak percaya. Setelah mereka kuyakinkan dengan pernyataanku, mereka pun bergidik, bubar dari kerumunan. Ada yang permisi ke toilet, ada yang menunjukkan muka jijik, keheranan, ketakutan, ngeri, paranaoid. Air ludah mereka memenuhi lantai, riak gemetar mereka mengguncangkan auditorium kampus, rasa mual mereka melebihi ibu pertiwi yang hamil muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku tidak perdulikan mereka, aku gamit tangan kedua ibuku yang berdiri salah tingkah melihat sikap teman-temanku, teman-teman yang menunjukkan muka jijik pada kedua ibuku. Namun sinar bangga membias di balik gelar: S..S..S… dibelakang namanya. Aku ajak dua ibuku berjalan menuju pelataran parkir, terbang ke alam semesta. Kupeluk keduanya dengan erat. Aku berbisik dalam hati, Tuhan, aku telah menjadi sarjana psikologi dalam arti yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-2020056438665553806?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/2020056438665553806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/03/cerpen-ibuku-srikandi-nepenthes.html#comment-form' title='51 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/2020056438665553806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/2020056438665553806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/03/cerpen-ibuku-srikandi-nepenthes.html' title='Cerpen &quot;Ibuku Srikandi&quot; -nepenthes-'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ulnlXDN6EaU/TW4a9-7YWxI/AAAAAAAABM0/RuXZ-OzCYns/s72-c/srikandi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>51</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-6788569873381061759</id><published>2011-02-28T06:48:00.002+07:00</published><updated>2011-02-28T06:56:32.591+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Sinyo'/><title type='text'>Aku Yang Ada</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;aku yang bukan sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ada di hati anak-anak perempuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;istri-istri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saudara sedarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;aku yang ada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ketika kalian dengar hati berbisik&lt;/span&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Sinyo, 27 Feb 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-6788569873381061759?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/6788569873381061759/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/02/aku-yang-ada.html#comment-form' title='19 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/6788569873381061759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/6788569873381061759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/02/aku-yang-ada.html' title='Aku Yang Ada'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><thr:total>19</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-5969972042478382924</id><published>2011-02-18T12:00:00.002+07:00</published><updated>2012-01-24T19:16:17.225+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nepenthes'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Cerpen "Cinta Dua Musim" versi Uncut</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-GCNEwm1enGE/TV3HPzJHifI/AAAAAAAABMM/m5rkSfMXUbg/s1600/k4418934.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 170px; height: 152px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-GCNEwm1enGE/TV3HPzJHifI/AAAAAAAABMM/m5rkSfMXUbg/s320/k4418934.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5574830987994958322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Uni selalu menanti senja. Saat mentari semburat di ufuk Barat, ia menuntas riuh rindunya, meski hanya lewat tatap hangat Bu Dokter. Saat-saat yang selalu dinantinya, detil dalam hitungan detik yang melenakan. Bu Dokter datang menengok Randu, putra semata wayangnya, memeriksa dada si kecilnya yang baru berusia empat tahun dengan stetoskop, kemudian mengetuk jemarinya di bagian perut.  Meski singkat, sederhana dan terlampau rutin, tapi selalu istimewa baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dua minggu ini, kunjungan Bu Dokter memang selalu dilakukan sebab asma Randu mulai kambuh sedari musim hujan tiba. Angin dingin tak bersahabat menusuk paru-parunya dan si kecil tak sanggup menahan sesak yang mengganggu nafas. Bu Dokter yang baik hati bersedia menjenguknya sepulang kerja dari puskesmas. Katanya, Uni tak perlu repot ke puskesmas memeriksakan Randu, Bu Dokter yang justru menawarkan diri melakukan kunjungan rutin hingga Randu sembuh. Toh, juga setiap kali pulang ke rumah dinas, Bu Dokter selalu lewat di rumah Uni, begitu alasannya. Uni senang tentu saja.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Entah kenapa, Uni merasakan hal lain. Mungkin sejak kejadian itu...peristiwa yang tak hendak ia lupa. Dikarenakan ruang periksa puskesmas yang sempit, tak sengaja bibir Bu Dokter menyentuh bibirnya, juga payudara keduanya bergesekan, saat Bu Dokter melewati tubuhnya yang agak montok, untuk mengambil obat di meja persis di sebelahnya. Hangat menyelinap di balik jantungnya. Pipinya memerah. Dilihatnya Bu Dokter tersenyum dan menatapnya hangat. Tidak. Mungkin ia salah sangka. Tapi Uni suka dengan perasaan ini. Rasa yang lain dibanding rasa yang pernah ia kecap sewaktu pertama kali berkenalan dengan Abang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abang terlalu lama meninggalkannya. Tiga tahun lebih tak berkabar, pamit mencari kerja di kota dan hilang berita hingga kini. Tapi Uni tidak mempermasalahkannya. Sebab itu adalah hal lumrah. Separuh lebih lelaki di desa Langit Biru pergi merantau dalam sepuluh atau lima belas tahun lamanya. Kepulangan mereka pun cuma sebulan atau dua bulan semasa Lebaran, setelah itu, para lelaki membuang usia kembali di tempat rantau hingga umur menggerogoti dan tubuh tak kuat lagi bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di desa ini memang dipenuhi perempuan. Jika pun ada lelaki, itu adalah anak-anak dibawah usia 17 tahun atau lelaki renta yang sudah tak mampu bekerja lagi. Lelaki di Langit Biru memang diwajibkan merantau setelah menikah dan punya anak. Mereka kembali setelah dianggap sukses dan mampu membeli ladang serta ternak. Jika tak sukses di tempat rantau, lelaki Langit Biru akan malu pulang dan tak akan pernah jelas lagi kabarnya. Sedangkan perempuan mengolah ladang untuk menghidupi diri serta anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uni hanya perempuan biasa. Beberapa tahun ditinggal Abang, ia mungkin rindu. Kangen yang ia coba atasi, meski tetap saja tak bisa tertutupi. Gairah mudanya kadang menggelegak membobol tanggul-tanggul pertahannya. Mungkin Uni hanya rindu belai Abang, begitu hiburnya selalu, manakala perasaan ganjil itu datang. Melamunkan senyum Bu Dokter dan tatap hangatnya yang membalut kalbu, selalu menjadi hal rutin yang menggugah gairahnya. Meski ia hanya berani menyimpannya di bawah bantal saat lelah menggerogoti dan kantuk tak kuasa ia tanggulangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu Dokter kerap memegang tangannya, lalu meletakkannya di dada Randu. “Sesak nafasnya sudah berkurang, bukan?” Bu Dokter ingin meyakinkan Uni, bahwa Randu telah membaik.  Sengajakah dia? Atau begitukah memang dokter berbuat untuk para pasiennya? Entah, Uni tidak mau berpikir panjang. Dia senang. Berbalut bahagia. Hanya itu yang dirasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kian berganti, Randu telah sehat dan bisa bermain seperti sedia kala. Bu Dokter yang baru bertugas dua bulan di puskesmas itu pun kian jarang datang. Uni merasa kehilangan. Sambil mengawasi Randu yang tengah tertawa ceria bersama teman-temannya, ia membongkar lamunan tentang Bu Dokter yang pintar itu. Hmm..entah apa yang menarik darinya. Cantik? Tidak. Rambutnya malah tergolong pendek dibanding perempuan umumnya. Menurut Uni, Bu Dokter yang kulitnya putih itu lebih tepat disebut tampan. Bahkan, suaranya pun agak serak, tidak nyaring seperti perempuan lainnya. Dengan mengendari mobil hard-top merah marunnya, ia tampak gagah. Ia kerap mengajak anak-anak berkeliling desa. Tak luput, Randu pun sering diajaknya.  Aih, tentu Uni bahagia, menatap Randu tertawa senang terempas gelombang jalan di kursi empuk mobil Bu Dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sering membandingkan Abang dengan Bu Dokter. Apalah artinya Abang dibanding Bu Dokter? Abang hanya seorang lelaki sederhana dengan penampilan biasa-biasa saja. Untuk ukuran desa pun Abang tak istimewa. Berbedalah dengan Bu Dokter yang necis, pintar dan pandai mengambil hati itu.  Aih....andai saja Abang itu Bu Dokter dan dia ada di sampingnya di dalam mobil hard top itu, oalah...bagaimana rasanya ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi khayal Uni bukan hanya sekedar lamunan. Suatu senja dirubung lebatnya hujan, saat Uni bergegas pulang dari ladang menenteng seikat ubi jalar dan berpayung daun keladi, hard top Bu Dokter menghampirinya. Uni tak sanggup menolak ajakan Bu Dokter untuk naik ke mobilnya. Malu dikesampingkannya. Bajunya basah kuyup, rumahnya masih jauh dan dingin menggigilkan tubuh. Tentu tawaran Bu Dokter tak sanggup ia sia-siakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang jalan sibuknya Uni menahan debur jantung yang kian menggelora. Wajahnya ditundukkan dalam-dalam, sebab ia tak ingin Bu Dokter menangkap semu merah merona di pipinya. Setiba di depan rumah, basa-basi diajaknya Bu Dokter mampir. Eh, tak dinyana Bu Dokter bersedia. Malah, memayunginya dengan payung besar yang tersedia di hard-top marunnya. Badan mereka yang rapat satu sama lain di bawah payung membuat Uni bisa merasakan pancaran hangat tubuh perempuan yang diidolakannya itu. Harum aroma tembakau bercampur bau parfum berembus dari baju dinas Bu Dokter, memenuhi pori-pori hidungnya.Bu Dokter tak keberatan duduk di atas bale di amben, sambil menunggu Uni berganti pakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Randu ke mana?” tanya Bu Dokter, setengah berteriak di tengah deras hujan sebab Uni ada di ruang tengah merangkap dapur, menyiapkan teh panas sebagai pembalas budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, Randu lagi menginap di rumah neneknya. Nenek dan kakeknya merindukan dia. Jadi dia menginap dua malam di sana,” Uni muncul sambil membawa nampan berisikan teh panas dan sepiring ubi goreng. Uni terpesona melihat cara Bu Dokter duduk menyilangkan kaki serta keberadaan sebatang rokok di sela jemarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf, saya merokok. Tidak apa-apa kan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, ya..tidak apa-apa,” Uni tergagap, menyadari bahwa ia sempat terbengong beberapa jenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu Dokter menyeruput teh panas buatannya dengan penuh nikmat. Ah, hati Uni melompat, seperti lepas dari keranjangnya. Aih, teh panas itu tentu tak ada apa-apanya dibanding susu coklat yang pernah dilihatnya di atas meja Bu Dokter di puskesmas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hmmm...teh yang enak. Pakai jahe atau pandan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukan, pakai daun delima. Enak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Daun delima? Pantas...ini teh terenak yang pernah saya minum!” puji Bu Dokter dengan mata berbinar dan menatapnya dalam. Uni salah tingkah. Benarkah? Bukankah di Jakarta, tempat asal Bu Dokter ini, banyak ada minuman enak-enak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi hati Uni tak pelak melambung tinggi. Baru sekali ini ia mendapat pujian yang disampaikan penuh kejujuran dan pancaran mata yang hangat. Tak pernah sekali pun Abang memuji kopi atau teh buatannya. Abang cukup menyeruput minuman buatannya hingga habis, pertanda penghargaan atas jerih payah Uni. Selebihnya itu tidak ada. Tak ada kata atau decak nikmat keluar dari bibir lelaki pendiam itu. Beda sekali dengan Bu Dokter. Bu Dokter pandai memuji dan bercerita. Apa yang diucapnya selalu menarik Uni dan membuatnya mengerjap kagum. Aih, betapa bahagianya yang menjadi pasangan Bu Dokter. Setiap hari pasti terisi dengan waktu-waktu penuh bahagia dengan ceria tawa, canda serta ceritanya yang tak pernah habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika petang berganti malam dan gelap awan telah diganti purnama ditingkahi jengkerik dan kodok, Bu Dokter pamit pulang. Hati Uni kembali dirundung sunyi. Inginnya dia memintanya menginap, tapi apalah arti rumahnya yang begitu sederhana. Pasti Bu Dokter tidak biasa tidur di kasur tipis miliknya. Saat perempuan itu telah pulang, ia menyimpan setiap detil bayangnya yang termuat dalam mimpi indah yang menghias tidurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hari demi hari berganti, diisi dengan ceria tawa Bu Dokter. Semua penduduk desa pun menyukainya. Dia seperti menghidupkan semangat perempuan yang telah datar sebab lelah menunggu kepulangan suami. Apalagi Uni. Hatinya selalu berbunga-bunga jika Bu Dokter menyempatkan diri mampir ke rumahnya. Entah untuk meminta dibuatkan pisang goreng, ubi atau jagung bakar, kukus ketan, dan tentu saja tak lupa minta disuguhi teh daun delima panas buatannya. Bu Dokter yang baik hati selalu memberi hadiah mainan buat Randu. Bertumpuk-tumpuk sudah hadiahnya di lemari, disimpannya rapi setelah dipakai bermain Randu. Ia kerap memarahi Randu jika sedikit saja didapatinya bagian mainannya yang copot atau tergores.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, kebahagiaannya teraniaya oleh gosip miring tentang Bu Dokter. “Bu Dokter itu pasti sakit!” kata Mimi, tetangga Uni, sewaktu meminjam penggiling tepung.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Hah, sakit apa dia?” tanya Uni. Selama ini dilihatnya Bu Dokter begitu sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimi mendekatkan mulutnya di dekat telinga Uni,”Dia menyukai perempuan!”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hati Uni seketika dingin. Jadi? Tapi bukannya dia juga menyukai Bu Dokter? Apa bedanya? Apa salahnya? Namun di depan Mimi,  si penggosip desa, Uni pura-pura tak acuh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Kok bisa tahu dia begitu?” pancingnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Lha iyalah...kaya, pintar, penampilan necis, kok sampai sekarang belum menikah? Gayanya coba lihat, tak ada perempuannya dia! Manalah dia suka lelaki?”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Oooh, itu anggapan kamu saja toh?”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Bukan! Semua orang juga sudah mulai curiga dan saling berbisik. Kamu saja yang telat! Permisi, aku pulang dulu ya! Hati-hati loh..jangan terlalu dekat dengan dia....!!” Mimi berpesan sembari mengerjap penuh arti, kemudian menghilang dari pandangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dia harus bagaimana? Mengikuti kata hatinya? Atau, menjauhi Bu Dokter supaya tidak digosipkan para tetangga yang sudah mulai curiga? Uni bingung. Tapi, di dasar hatinya terus menggelegak rindu yang selalu menaut hatinya dengan bayang Bu Dokter....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dua musim telah berlalu. Ini sudah di ujung musim kemarau. Mendung mulai menguasai langit dan rintik hujan sesekali turun membasahi ladang-ladang yang telah merindu air. Angin dingin kembali menusuk tulang dan Randu mulai menunjukkan gejala asmanya. Nafasnya kerap tersengal di malam hari dan Uni sibuk menggosokkan minyak kayu putih atau balsem di dada serta punggung anak itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sejak gosip tak sedap menimpa Bu Dokter, Uni menghindari pertemuan rutin dengan dokter yang baik hati itu. Ia lebih banyak menyibukkan diri di ladang. Lagipula, harga cabai yang mahal membuatnya bersemangat bertani cabai, mengambil kesempatan yang jarang datangnya. Lumayan hasilnya, cukup buat hidupnya selama tiga bulan kedepan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Uni berupaya mencari selamat dari gosip. Desa Langit Biru hanyalah desa kecil. Rahasia apa yang bisa disimpan di desa ini? Dinding kamar pun kerap bertelinga. Rahasia dalam kamar bisa menjadi rahasia desa. Lalu apanya yang bisa disebut rahasia? Ia tentu malu teramat sangat jika penduduk kampung menangkap keakrabannya dengan Bu Dokter. Waduh, bagaimana nasibnya jika menjadi bulan-bulanan gosip di kampung? Kasihan ibu dan ayahnya dan renta. Kasihan juga Randu. Sudah tidak ada ayahnya, sudah sakit, ibunya digosipkan berselingkuh dengan Bu Dokter. Kurang apalagi penderitaan anak itu?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kambuhnya asma Randu pun tak membuatnya bergeming mengetuk pintu puskesmas untuk meminta obat atau resep buat kesembuhan Randu. Biarlah. Biarlah Randu diobati dengan cara tradisional saja. Dia pasti sembuh. Dia anak yang kuat seperti dirinya, seperti juga puluhan perempuan dan anak yang ditinggal merantau para lelaki di desa ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tapi malam ini lain. Randu tersengal hebat dan badannya sangat panas. Sesekali ia kejang. Uni kalang kabut mengompres dahi anaknya, namun demam anaknya tak kunjung turun. Ditengah kebingungannya, Uni akhirnya menyerah. Tak apalah dia menanggung malu, lama menghindar dari kunjungan Bu Dokter, bahkan kerap ia bergegas menjauhi puskesmas agar tak berpapasan dengannya. Demi Randu, ia menabukan rasa malu. Dia menggendong Randu lalu setengah berlari menuju rumah dinas Bu Dokter yang tak begitu jauh dari pondoknya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seorang perempuan muda dengan mata setengah mengantuk membukakan pintu untuknya. Bu Dokter yang masih mengenakan celana pendek, dengan cekatan membaringkan Randu di kursi tamu lalu memeriksa suhu badan serta denyut jantungnya. Bu Dokter juga memberi sejenis obat untuk dihirup Randu. Syukurlah, setelah diberi obat Randu berangsur pulih. Dia tidak panas dan kejang lagi. Nafasnya pun telah teratur. Tapi Bu Dokter melarangnya membawa pulang Randu hingga matahari terbit. Ia pun menurut, lalu tanpa terasa ia terlelap menelungkup di sofa memeluk Randu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tak disadarinya matahari telah tinggi ketika kelopak matanya terbuka dari tidur yang lelap. Rasanya seperti mimpi, tatkala dilihatnya Bu Dokter dan teman perempuannya telah berpakaian rapi, sibuk memindah barang yang terpak ke dalam mobilnya. Ia juga baru tersadar sehelai selimut tebal menutupi tubuhnya di bagian belakang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Mbak Uni, selamat pagi,” sapa Bu Dokter ramah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Saya yang menyelimutimu semalam. Kasihan, Mbak Uni menggigil,” Bu Dokter berkata menjawab kebingungan yang tergambar di wajah Uni atas kehadiran selimut di tubuhnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Uni bangkit dari sofa dan melipat selimut yang melindunginya dari dingin angin semalam.  Dilipatnya dengan rapi dan penuh kehati-hatian, untuk menyatakan rasa terima kasih yang terdalam pada Bu Dokter yang begitu baik dan perhatian padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mbak Uni mencari Randu? Randu sudah baikan. Dia lagi duduk di dalam mobil. Mau menikmati mobil untuk terakhir kali, katanya,” Bu Dokter memberi penjelasan sewaktu dilihatnya Uni kebingungan mencari anaknya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Loh, memangnya Bu Dokter mau ke mana?”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Saya mau balik ke Jakarta. Masa dinas saya di desa ini telah usai. Kenalkan, ini teman kuliah saya. Dia ini dokter yang ditempatkan di Kalimantan. Kebetulan lagi libur, jadi dia main ke sini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan cantik itu mengulurkan tangannya. Uni menyambut tangan perempuan itu. “Maya,” katanya menyebut nama.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Uni lalu menjemput Randu di mobil. Memintanya turun sebab Bu Dokter dan temannya sudah siap berangkat ke Jakarta. Kemudian ia memeluk bahu Randu berdiri di sebelah hard top yang terparkir di depan rumah dinas Bu Dokter. Setelah berbasa-basi sebentar, Bu Dokter bersiap naik ke mobil. Dia membuka pintu mobil untuk teman perempuannya, memegang tangan serta menatapnya mesra seraya berkata,”Hati-hati, Sayang.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sedih menyelinap dan menyayat hati Uni, mendapati Bu Dokter yang diam-diam dicintainya itu pergi ke kota dengan perempuan lain....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Beginilah keseluruhan dan akhir dari cerpen Cinta Dua Musim versi asli sebelum kami mengubahnya menjadi cerita bersambung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Awalnya, karena cerpen ini agak panjang dan melihat kebiasaan sebagian pembaca yang lebih suka membaca di awal, tengah dan akhir cerita (happy atau unhappy), inyo mutilasi jadi dua bagian. Tak dinyana dan diluar dugaan kami, sambutan pembaca cerpen ini amat luar biasa terutama di FB. Sebagian besar pembaca mengharapkan akhir yang happy. Tentu kami amat bahagia dengan antusias sahabat-sahabat pembaca. Dan, kami merasa tertantang bagaimana "mengubah" unhappy ending menjadi happy ending.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tidak mudah bagi kami mengubah akhir cerpen yang sudah jadi, karena kami harus merombak plot atau alur cerita. Kamipun amat serius dalam menyusun struktur cerita agar tetap realistis dekat dengan kehidupan kita sehari-hari meskipun ini hanya sebuah fiksi belaka. Oleh karena itu dari cerpen menjadi cerbung. Agar cerbung tidak jatuh menjadi drama ala sinetron (berlarut-larut) dan Nepen pun tidak kehilangan ikatan emosi dengan kisah ini, kami mendisplinkan diri untuk selesai sampai sesi ke-IV. Selain itu pula, terus terang kami kekurangan waktu untuk melanjutkan cerita ini. Mungkin sebab itu pula yang membuat kesan seakan-akan cerbung Cinta Dua Musim ke-IV terburu-buru untuk segera diakhiri. Tapi, percayalah kami membuat cerbung ini dengan kesungguhan hati demi pembaca dan sahabat-sahabat sinyo dan nepenthes. Yang mungkin tidak diketahui oleh pembaca adalah proses dibalik pembuatan cerbung ini, bagaimana seorang dokter Nadia eh sinyo kudu jungkir balik menjaga mood dan emosi Uni eh Nepenthes (sebagai penulis tunggal) agar tetap terjaga dan nyambung dengan plot cerita. &lt;/span&gt;:D&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Terakhir, kami amat berterimakasih dan merasa sangat dihargai dengan sumbangsih kritik dan saran sahabat-sahabat pembaca baik di blog maupun di FB. Sebuah pelajaran yang amat berharga bagi kami yang justru mendapat support dari sahabat-sahabat pembaca agar kami melangkah lebih jauh lagi yakni "NOVEL" baik versi e-book dengan sistem penjualan ala indie maupun ke penerbitan. TABIK. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;a href="http://sinyoijo.blogspot.com/2011/01/cerpen-cinta-dua-musim-nepenthes.html"&gt; Cerbung "Cinta Dua Musim" Desa Langit Biru &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;* &lt;a href="http://sinyoijo.blogspot.com/2011/01/cerbung-cinta-dua-musim-nepenthes.html"&gt;Cerbung "Cinta Dua Musim" Uni dan Nadia&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;*&lt;a href="http://sinyoijo.blogspot.com/2011/02/cerbung-cinta-dua-musim-iii-nepenthes.html"&gt; Cerbung "Cinta Dua Musim" Dimanakah Kau, Uni?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;*&lt;a href="http://sinyoijo.blogspot.com/2011/02/cerbung-cinta-dua-musim-iv-nepenthes.html"&gt; Cerbung "Cinta Dua Musim" Merenda Asa&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-5969972042478382924?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/5969972042478382924/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/02/cerpen-cinta-dua-musim-versi-uncut.html#comment-form' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/5969972042478382924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/5969972042478382924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/02/cerpen-cinta-dua-musim-versi-uncut.html' title='Cerpen &quot;Cinta Dua Musim&quot; versi Uncut'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-GCNEwm1enGE/TV3HPzJHifI/AAAAAAAABMM/m5rkSfMXUbg/s72-c/k4418934.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-7986809012657424497</id><published>2011-02-17T12:00:00.000+07:00</published><updated>2011-02-18T08:49:53.317+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nepenthes'/><title type='text'>Gulali Cinta</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;masihkah kau simpan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;gulali yang kukirim tiga tahun lalu&lt;br /&gt;kala kau masih meragu&lt;br /&gt;hingga tabur rotimu terpatuk merpati&lt;br /&gt;dan aku tersesat dalam taman mimpi?&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;kini&lt;br /&gt;kau nyata dalam pelukku&lt;br /&gt;meski jarak selalu menghalang rindu&lt;br /&gt;tapi riang nyanyimu&lt;br /&gt;senantiasa menyiram kebun-kebun asaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cintamu telah membelit sukma&lt;br /&gt;menjulur menggulung hati&lt;br /&gt;menyatu, melebur di jiwa&lt;br /&gt;meski hanya mampu memelukmu dalam mimpi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau telah menyatu dalam kalbu&lt;br /&gt;sebab gulalimu lengket mengelem hatiku&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Happy Valentine, My Soul Mate&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Happy 3rd Anniversary&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Nepenthes, 14 Februari 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-7986809012657424497?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/7986809012657424497/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/02/gulali-cinta.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/7986809012657424497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/7986809012657424497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/02/gulali-cinta.html' title='Gulali Cinta'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-6899043449219384310</id><published>2011-02-11T16:00:00.004+07:00</published><updated>2012-01-24T19:27:07.202+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerbung Nadia dan Uni'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nepenthes'/><title type='text'>Cerbung "Cinta Dua Musim IV" -nepenthes-</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;Merenda Asa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TVUCcqcvKZI/AAAAAAAABME/IeGdXqo9Se0/s1600/k0577186.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 170px; height: 170px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TVUCcqcvKZI/AAAAAAAABME/IeGdXqo9Se0/s320/k0577186.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5572362805395270034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;“Aji, kamu harus menolongku! Please....” Nadia langsung menyerbu dengan kalimat-kalimat penuh pengharapan sewaktu dia berhasil menelpon Aji, sahabatnya sewaktu SMA. Hhhh....kenapa sewaktu dibutuhkan, Aji begitu susah dihubungi? Aji, lelaki dengan perawakan ala Ade Rai itu, sekarang bekerja sebagai intel di POLDA Metro Jaya. Meski berpenampilan sangar, tapi Aji adalah lelaki terbaik yang pernah ia kenal, tak sekali pun ia terlibat perkelahian atau mengusili teman-teman perempuan. Rambo yang hatinya Rinto...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, iya...Nadia Sayangku..aku pasti membantumu. Memang beberapa waktu lalu aku tahu ada beberapa agen TKI ditutup karena perijinan yang tidak jelas dan juga karena tidak memenuhi janji kepada tenaga kerja maupun kliennya. Tapi hhmmmm...coba aku minta tolong temanku yang mengurusi bagian ini, ya. Sekarang ini aku sedang ditugaskan di bagian narkoba. Pasti...pasti aku membantumu!” suara bariton Aji menenangkan hati Nadia. Ah, Aji...beribu terima kasihku padamu, bisik Nadia dalam hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhari-hari hingga berminggu-minggu Nadia setiap saat berhubungan dengan Aji, mencoba mendengar perkembangan terakhir dari sahabatnya itu, menunggu dengan harap-harap cemas mengenai kabar keberadaan Uni. Nadia tak henti berdoa, tahajud ditengah malam, memintakan keselamatan perempuan yang dicintainya itu. Seandainya saja...seumpamanya saja, kalau saja...ah berbagai pengandaian menyesaki dadanya. Ya, kalau saja ia berani menyatakan perasaannya kala itu kepada Uni, ia pasti akan mengajak Uni dan Randu ke Jakarta. Uni bisa berjualan di depan rumah kontrakannya atau usaha apalah. Tidak perlu sampai begini, tak usah ia jauh-jauh mengais rejeki negeri gurun pasir....Tidak, ia tidak di gurun..dia mungkin di Indonesia, tapi di Indonesia bagian mana? Entah tersesat di Batam atau di Bintan, atau bahkan di Jakarta sini. Terperosok di dunia hiburan malam? Nadia bergidik, bercampur geram pada kejahatan oknum yang berkedok agen TKI!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu hari, di tengah kesibukan Nadia praktek sebagai Residen di bangsal anak, tiba-tiba diterimanya telepon Aji,”Nad...ada temanku berhasil menelusuri jejak pengiriman uang Si Uni, familimu itu! Uang itu dikirim melalui kurir ekspedisi lokal. Pengirimnya seorang perempuan beralamat di Jl. Natura, nomor XX, Bekasi. Kalau ada waktu, yuk kita ke sana!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waduh, Nadia langsung gemetar saking gembiranya. Seperti ada lampu menerangi wajahnya yang selama ini muram. Nadia langsung minta ijin pada kepala bangsal untuk mengurus keluarga. Ia bergegas mengganti seragamnya dengan setelan kaus dan jins.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditemuinya Aji di depan sebuah mall, lalu mereka berdua melanjutkan perjalanan menuju alamat yang diberikan oleh teman Aji. Selama hampir tiga jam perjalanan yang dipenuhi macet dan jalan memutar karena ada iring-iringan kampanye pemilihan Gubernur DKI, mereka akhirnya sampai di sebuah rumah mewah di daerah Bekasi. Seekor anjing golden menyambut mereka di gerbang dengan gonggongan tak bersahabat. Setelah cukup lama menekan bel, akhirnya seorang perempuan paruh baya datang tergopoh-gopoh membuka pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada perlu apa ya, Pak?” tanya perempuan itu, dari balik pintu pagar dan background suara anjing yang belum menurunkan frekwensi gonggongannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bu, kami lagi mencari Ibu Siti Seruni atau Ibu Uni. Apakah dia tinggal di sini?” tanya Aji sopan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siti? Dia mungkin ya...orangnya masih muda kan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, Bu...masih muda, sekitar 30an tahun, rambutnya ikal, kulitnya putih?” Nadia mencoba mengingatkan perempuan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, iya...Siti..pasti Siti. Iya, dia pernah tinggal di sini jadi baby sitter. Tapi udah lima bulan lalu tidak lagi bekerja di sini, karena katanya dapat pekerjaan yang lebih bagus di tempat lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadia langsung kecewa.Uni, ya ampuuunn...ke mana lagi sih dia?! “Ibu masih kontak dengan dia? Punya nomor teleponnya, barangkali?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu menggeleng. “Itulah, Mbak...Siti suka mengganti nomornya. Katanya sih biar dapat promo atau diskon, begitu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kapan terakhir Ibu bertemu atau menelepon dia?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mungkin sekitar tiga bulan lalu. Katanya sih dia kerja di sebuah klinik bersalin masih di daerah Bekasi sini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berterima kasih, Nadia dan Aji meninggalkan perempuan itu. Meski belum bisa bertemu Uni, paling tidak Nadia masih bisa bernapas lega karena Uni bekerja di “tempat baik-baik”. Apalagi dia sudah memiliki gambaran Uni bekerja di klinik bersalin, yah...masih area Nadia juga. Duh, Uni...Uni...susah sekali sih mencarimu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencari alamat klinik bersalin itu ternyata tidak semudah menjentikkan jari. Nadia mesti mengerahkan seluruh jaringan teman dokternya yang mengetahui info nama-nama klinik bersalin di daerah Bekasi. Bahkan, Nadia tak segan mendatangi pejabat Dinas Kesehatan yang mewilayahi daerah Bekasi untuk mencari data-datanya. Hampir sekitar 50 klinik dan rumah sakit bersalin ia kunjungi bersama Aji, hingga di hampir penghujung asanya ia akhirnya mencapai titik terang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang satpam sebuah klinik bersalin mewah, memberinya petunjuk mengenai seorang pegawai outsourcing cleaning service yang memiliki ciri-ciri seperti Uni. Hhhhhhhffff...pantas saja ia tidak menemukan nama pegawai dalam daftar personalia rumah sakit atau klinik bersalin...lha wongSi Uni bekerja di perusahaan outsourcingnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berbekal secarik alamat perusahaan outsourcing itu, akhirnya Nadia melanjutkan pencariannya. Syukurlah, perusahaan outsourcing itu tidak terlalu susah untuk ditemukan di jalan utama kota Bekasi. Ditilik dari bangunan fisiknya pun kantor ini cukup bonafid. Mudah-mudahan saja memang benar Uni bekerja di sini. Paling tidak, Nadia bisa bernafas lega bahwa kondisi tidak seburuk bayangan yang selama ini menghantuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menembus birokrasi kantor dan dengan bantuan Aji, Nadia akhirnya bisa meyakinkan Kepala Personalia agar dia bisa mengakses data karyawan perusahaan outsourcing itu. Hati Nadia melompat gembira ketika didapatinya nama Siti Seruni berada di salah satu nama karyawan di sana, lengkap dengan alamat rumah kos dan nomor HP. Uni, Uni...akhirnya aku bisa menemukanmu juga!&lt;br /&gt;Sesudah berpamitan dan mengucapkan terima kasih, Nadia bergegas memutar nomor HP Uni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamualaikum....” terdengar suara merdu Uni di seberang. Uni, Uni..kamukah itu...rasanya seperti mimpi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamualaikum, Uni....ini Nadia....!” suara Nadia setengah berteriak, antara gembira dan tak percaya akhirnya ia bisa menemukan Uni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nadia...siapa?” Masya Allah, Uni....!!! Susah payah aku mencarimu, kenapa kamu lupakan aku? Nadia gemas. Tapi dia baru sadar kalau selama ini ia lebih dikenal sebagai “Bu Dokter”. Pertemuan mereka terakhir sudah lebih dari dua tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini aku, Bu Dokter di puskesmas yang merawat Randu...ingat?” Nadia memberondong ingatan Uni dengan berbagai peristiwa di kampung dulu. Duh, Uni....tahukah aku begitu merindu dan mengkhawatirkanmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, maaf...Bu Dokter, ya? Masya Allah! Kok bisa dapat nomor telepon saya, Bu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Uni...panjang ceritanya. Lebih baik aku bertemu denganmu. Bisa kan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, Uni dan Nadia berjanji akan bertemu di suatu tempat keesokan harinya karena hari sudah mulai petang. Apalagi Uni baru pulang kerja, jadi masih kelelahan. Nadia begitu bahagia. Senyumnya sumringah menggambarkan kegembiraan luar biasa. Dipeluknya Aji berkali-kali, sahabatnya yang begitu setia menemani pencarian Uni selama ini. Aji, dengan apa aku harus membayar budimu? Dan Uni, aku sudah tak sabar bertemu kamu.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senja menelan separuh mentari di cakrawala. Nadia dan Uni duduk di sebuah restaurant di tepi pantai. Tekun Nadia mendengar kisah panjang Uni, sejak kepergiannya dari kampung menjadi calon TKI hingga terdampar di Bekasi. Sesekali ditatapnya hangat mata Uni dengan diiringi senyum mesra yang membuat Uni gelagapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi, ceritanya Uni batal berangkat ke Arab karena ada masalah dokumen?” Nadia mencubit secuil ikan bakar dan mencelupkannya ke piring sambal, lalu menikmatinya dengan sekepal nasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, begitulah Bu Dokter...Saya tidak mengerti, apanya yang kurang. Teman-teman lain dari kampung ada yang sudah berangkat, sedangkan saya tertahan di Jakarta karena ada surat-surat yang kurang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hush...sudah kukatakan berkali-kali, panggil saja aku Nadia...!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh, iya...Bu Nadia...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi kamu malah memutuskan tetap tinggal di Jakarta sembari mencari Abang?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benar. Saya malu pulang kampung. Terlanjur berangkat, ya sudahlah..saya cari kerja di Jakarta sambil mencari kabar Abang. Lagipula, sawah dan kebun sudah dijual untuk biaya keberangkatan saya. Kalaupun pulang, tidak ada yang bisa saya kerjakan di kampung. Kebetulan ada teman yang membantu mencarikan pekerjaan. Tapi saya tidak memberitahu Abah dan Emak. Mereka pikir saya ke Arab. Kasihan kalau diberitahu saya batal berangkat. Mereka pasti sedih karena harta benda sudah habis.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akhirnya berjumpa dengan Abang?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uni mengangguk, namun air mata tiba-tiba menyusup di sela bulu-bulu matanya yang lentik. “Ya,  saya bertemu Abang. Tapi sayang...Abang ternyata sudah punya istri lain di sini, yang ia nikahi secara siri...” Isak tangis Uni menghentikan aktivitas makannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadia menyorongkan tisu dan menggenggam tangan Uni erat, seolah bisa merasakan remuk yang merajam hati Uni. Dielus-elusnya punggung tangan Uni, untuk menenangkan hati perempuan yang dikasihinya itu. Begitulah resiko long distance, apalagi untuk laki-laki muda seperti suami Uni, tentu tak mudah hidup sendiri di Jakarta tanpa ada yang menemani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi....???”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, saya akan menuntut Abang cerai setelah Lebaran ini. Rencananya, saya mau pulang kampung Lebaran, kemudian mengurus perceraian. Setelahnya, saya mau ajak Randu ke Bekasi, biar dekat dengan saya. Sepertinya, saya cocok di sini. Teman-teman kerja dan tetangga pada baik semua.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yah, diambil hikmahnya aja, Uni...Pilih yang terbaik saja. Kalau mau tinggal di rumah kontrakan saya juga boleh...” spontan Nadia menawarkan bantuan. Entah dari mana ide itu muncul. Meluncur begitu saja dari mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uni mengerjap tak percaya. Tapi terlihat ada cahaya gembira terpancar di wajahnya. “Aduh, saya merepotkan Bu Nadia terus...Jadi malu...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah, tak apalah Uni. Semampu saya, pasti saya akan menolong. Yuk, dihabiskan makannya,” Nadia mengambilkan makanan kemudian diletakkannya di piring Uni. Uni jadi rikuh begitu dimanjakan Nadia. Sudah lama ia berusaha mengobati luka hatinya dengan mengganti bayang-bayang Abang dengan sosok Bu Dokter. Tapi apalah ia...mungkin itu cuma khayalan yang membuai, sehingga Uni selalu berusaha terjaga meski ia sering dimimpi khayalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senja berganti malam. Gulita mulai menyelimuti langit, ketika Nadia dan Uni berjalan-jalan di pesisir menikmati udara dan menghirup wangi garam di sepanjang pantai. Sesekali ombak membasahi kaki Nadia dan Uni yang dibiarkan telanjang tanpa alas. Perlahan, Nadia menggapai tangan Uni. Uni merunduk malu dan membiarkan Nadia menggenggam tangannya erat. Hangat menyusup di dada kedua perempuan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dekat rerimbunan pohon yang agak tersembunyi, Nadia membalik tubuh Uni dengan lembut sehingga mereka berhadapan. “Boleh aku cium kamu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uni tak menjawab, tapi matanya yang memejam rapat seolah memberi isyarat kepasrahan dan hasrat yang sama. Perlahan, Nadia memegang dagu Uni, kemudian mencium kening, lalu meluncur ke bawah hingga ke bibirnya. Awalnya Uni tidak merespon, tapi kemudian desah lembutnya terdengar dari mulutnya. Cukup lama mereka berpagutan, lalu Nadia memeluk Uni erat seolah tak mau lagi kehilangan perempuan yang dikasihinya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hari sudah malam. Yuk, kita pulang. Hmmm...mungkin sebaiknya kamu menginap di rumahku saja?” Nadia berkata sembari mencium punggung tangan Uni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uni mengangguk. Rasa malunya seolah terbang entah ke mana. Tidak ada lagi ditemuinya Bu Dokter, tetapi Nadia, yang kini telah menjadi kekasih hatinya. Bawalah aku, ke mana pun kau pergi, Nadia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergandeng tangan mereka melangkah menuju hard-top merah yang diparkir Nadia di pinggir jalan. Rasa bahagia memenuhi rongga dada keduanya, merenda asa yang baru saja terajut....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;- T A M A T -&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;*&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ukhhhhh, akhirnya dengan amat sangat menyesal kami akhiri juga neh cerpen yang sudah buat kembung penulisnya. hehehe...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ditunggu loh sawerannyaaaaaaa.... hihihi :))&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Terimakasih banget buat pembaca dan sahabat-sahabat sinyoijo yang sudi membaca dan mengapresiasi cerbung "Cinta Dua Musim".&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mudahan cerbung "Cinta Dua Musim" ini dapat menghibur dan menambah sedikit pengetahuan kita dalam menulis cerpen maupun cerbung. Kami amat menanti dan menghargai kritik dan saran pembaca dan sahabat-sahabat sinyoijo. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;a href="http://sinyoijo.blogspot.com/2011/01/cerpen-cinta-dua-musim-nepenthes.html"&gt;Cerbung "Cinta Dua Musim (I)", Desa Langit Biru&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;*&lt;a href="http://sinyoijo.blogspot.com/2011/01/cerbung-cinta-dua-musim-nepenthes.html"&gt;Cerbung "Cinta Dua Musim (II)", Uni dan Nadia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;*&lt;a href="http://sinyoijo.blogspot.com/2011/02/cerbung-cinta-dua-musim-iii-nepenthes.html"&gt;Cerbung "Cinta Dua Musim (III)", Dimanakah Kau, Uni?&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-6899043449219384310?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/6899043449219384310/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/02/cerbung-cinta-dua-musim-iv-nepenthes.html#comment-form' title='44 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/6899043449219384310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/6899043449219384310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/02/cerbung-cinta-dua-musim-iv-nepenthes.html' title='Cerbung &quot;Cinta Dua Musim IV&quot; -nepenthes-'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TVUCcqcvKZI/AAAAAAAABME/IeGdXqo9Se0/s72-c/k0577186.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>44</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-6218214692193086153</id><published>2011-02-04T10:00:00.003+07:00</published><updated>2012-01-24T19:26:42.765+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerbung Nadia dan Uni'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nepenthes'/><title type='text'>Cerbung "Cinta Dua Musim (III)" -nepenthes-</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;Dimanakah kau, Uni ?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TUs7w2e5EoI/AAAAAAAABL0/1wd1mhx4bWw/s1600/where.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 170px; height: 152px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TUs7w2e5EoI/AAAAAAAABL0/1wd1mhx4bWw/s320/where.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569611074618593922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dibawah temaram purnama dan lembut alunan Kenny G, Nadia memagut sepi dibalik kaca rumah kontrakannya. Sapuan awan hitam yang mulai menutupi bulan, perlahan menitikkan air hujan, membasahi jendela. Mengembunkan ingatan Nadia pada sosok Randu dan paras ayu ibunya. Rambutnya yang hitam ikal berjuntai melengkapi wajahnya berhiaskan sepasang mata besar bundar namun sayu, hidung bangir dan bibir yang aduhai seksi. Memandang Uni, selalu mengingatkannya pada sebutir apel Malang berwarna hijau segar yang crunchy. Menggoda, menggiurkan, merayu, seolah menawarkan untuk dicicipi, hingga Nadia menelantarkan niatnya untuk ‘selibat’. Ah, Uni...jika saja dia tumbuh dan besar di kota, dia pasti ikut kontes None-None Betawi. Udara dingin pegunungan memerahkan pipinya meski tanpa rounge, menyegarkan kulitnya meski tanpa hand-body lotion, tampilan alami tanpa pulasan, yang justru memabukkan. Kepolosan dan kesederhanaan Uni, justru menyentuh hasrat Nadia hingga menyusup ke sarang-sarang liar khayalnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Biarkan aku mengajarimu bercinta,” bisik Nadia mesra, sembari menyusupkan lidahnya di sela-sela telinga Uni.  Uni menunduk tersipu, merona, menatapnya meronta, dahaga yang terlampau ditahan. Tepi bibir Nadia mulai merayapi tepi bibir Uni. Awalnya, bibir Uni terkatup ratap beku, tapi kemudian membuka dan membiarkan lidah Nadia menyusup di sela-sela ranum bibirnya. Desahnya tak lagi menutupi rasa malu yang menggumpal di sudut-sudut gelap hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bu Dokter...ahhh...”erangnya manja, dengan kedua tangan melekat pada lengan kukuh Nadia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku bukan lagi Bu Dokter. Aku Nadia, kekasihmu....” lembut Nadia berkata, sembari tangannya satu per satu membuka kancing baju Uni. Desah Uni yang kian kencang meyakinkan Nadia kalau Uni betul-betul membutuhkannya. Lalu, diciumnya dua bukit kembar Uni yang membusung dan Uni membelai rambut Nadia dengan halus. Sementara, tangan Nadia yang lain liar meremas bagian bawah Uni, sembari membuka sehelai demi sehelai kain penutupnya. Mata Uni tertutup rapat, menikmati setiap detik permainan cinta Nadia. Lalu perlahan Nadia menuntun Uni ke peraduan. Diiringi lembut alunan orkestra Yanni, mereka berdua menuntaskan episode yang memabukkan, kemudian terkapar penuh rasa kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadia menepuk pipinya sendiri. Ah, fatamorgana yang tak akan pernah terjadi! Ia menggerutu sembari menyalakan sebatang A-mild merah dan meneguk bir. Khayalan demi khayalan mengenai Uni kerap menggoda di sela-sela kesendiriannya. Uni, terbukakah hatimu untukku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat musim telah berlalu, saat Nadia kembali menghirup udara segar di sepanjang jalan desa Langit Biru, rehat setelah ujian akhir semester di bagian pediatri yang melelahkan. Berdekatan dengan anak-anak, selalu membelah ingatannya pada Randu. Sebesar apa anak itu sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatinya begitu gembira saat didapatinya Randu tengah bermain di halaman SD Inpres, mengenakan seragam pramuka. Baru saja masuk SD, kata Pak Danang, kakek yang bersiap menjemputnya di pinggir pagar sekolah. Dia tampak gempal dan sehat. Ah, tak dilihatnya lagi Randu kurus dengan nafas tersengal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak kumat lagi asmanya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yah, kadang-kadang kumat juga, Bu Dokter. Syukurlah, dia lebih jarang sakit. Apalagi setelah ditinggal ibunya bekerja di Arab...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Arab? Ibunya Randu bekerja di sana, Pak?” Nadia terkejut, sekaligus juga kecewa. Dia khusus datang ke desa Langit Biru untuk beristirahat di rumah dinas Maya, sahabatnya, sekaligus untuk menengok Uni dan Randu. Tapi dia ternyata tidak ada....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sejak kapan, Pak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mungkin sudah lebih dari setahun, Bu Dokter. Saya tidak ingat persisnya. Katanya buat cari pengalaman, juga buat bekal sekolah Randu. Tidak apa-apa, Bu Dokter. Kan ada saya dan neneknya yang menjaga Randu...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadia berbasa-basi sebentar, lalu menitipkan buah tangan berupa coklat dan mainan. Dia lalu menuju rumah Maya. Kecewa masih membuntuti hatinya. Padahal, ia sudah memiliki daftar panjang makanan yang ingin ia minta dari Uni : teh panas, ubi goreng, keladi kukus....Daftar itu kini tiba-tiba menguap dari kepalanya. Telah ia siapkan pula sepotong kain untuk kerudung serta dua potong bahan untuk kebaya. Ah, kapan lagi bisa bertemu perempuan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hampir semua perempuan di desa ini kena bujuk rayu si Amat, makelar TKI itu!” Maya bersungut-sungut sembari bercerita mengenai kepergian sebagian perempuan desa Langit Biru, mengais rejeki di Arab Saudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ternyata, Si Amat itu penipu!” Maya menjelonjorkan kakinya di sofa, setelah penat seharian bertugas di puskesmas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hah? Penipu bagaimana?” Nadia tersedak air putih yang baru diminumnya. Terbatuk-batuk dia mendengar cerita Maya. Apakah Uni tertipu juga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, sebagian perempuan di kampung ini kembali karena tidak jadi diberangkatkan ke Arab. Uang panjarnya saja diambil, setelah itu, tak muncul sudah batang hidungnya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Loh, tapi Si Uni berangkat ke Arab, kata Abahnya Uni? Tadi aku ketemu dia di depan SD Inpres, kok.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maya mencomot sebuah pisang susu lalu memakannya. “Nah, Si Uni itu beruntung dia. Uni dan beberapa orang di desa ini, jadi berangkat sih. Amat itu, hanya berhasil memberangkatkan sebagian saja. Sebagian lagi tidak, dan uang tidak kembali. Tuh, sekarang Amat lagi jadi buronan polisi! “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadia menarik nafas lega. Syukurlah Uni tidak tertipu, pikirnya. Mudah-mudahan dia memiliki majikan yang baik. Tidak seperti kabar di media masa tentang nasib naas para TKI di Arab, yang membuatnya bergidik. Uni, di manakah kamu sekarang? Inginnya Nadia menyusul Uni ke sana, memintanya kembali ke desa. Jika Uni butuh uang, Nadia bisa memberinya....Halah, kenapa lamunannya melambung terlalu tinggi? Nadia mencoba menyetop khayalannya, tapi bayang-bayang Uni selalu merebak, melampaui daya nalar, liar menggigit-gigit nuraninya. Ya, Tuhan...aku terlalu mencintainya! Nadia mengeluh dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepergian Uni ke Arab kerap mengusik pikiran Nadia, pun setelah beberapa hari ia pulang dari rehatnya di desa Langit Biru. Gelisah menyusup di hampir setiap detik kegiatannya, termasuk di tengah sibuk aktivitasnya sebagai Residen di bangsal anak-anak RSUP Jati Mulya. Bahagiakah Uni di Arab?  Atau, sedihkah ia di sana? Atau malah..jangan-jangan...ah, beribu bayangan buruk menghantui pikirannya, siksaan, cambukan atau hukuman fisik dari majikan-majikan Arab yang kerap menimpa para TKI, berjejal mendera nuraninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku harus yakin Uni bahagia, tegasnya pada diri sendiri. Dibukanya secarik kertas berisikan alamat perusahaan agen penyalur TKI, tempat Uni melamar pekerjaan. Alamat ini ia dapat dengan susah payah dari hasil pencariannya bersama Maya, bertanya ke hampir semua penduduk desa yang keluarganya berangkat ataupun batal jadi TKI.  Ia gemas mengingat Pak Danang  tidak tahu lewat agen mana putrinya bekerja! Huh, dasar...yang diingatnya hanya kiriman uang Uni secara teratur ia terima buat biaya sekolah Randu! Bagaimana mungkin juga Pak Danang tidak tahu nomor telepon Uni di Arab! Nadia sangat emosionil dengan keluguan Pak Danang, tapi akhirnya ia perlahan sadar kalau yang ia hadapi hanya lelaki desa yang sudah berumur dan pikun pula. Meski Pak Danang pernah hidup di rantau, tapi daya nalarnya yang sempit tidak berkembang juga karena di tanah rantau hanya bisa bekerja sebagai tukang becak dan pemulung. Lagipula, desa ini penuh perantau yang tanpa kabar berita, tentu baginya tak aneh Uni pergi dan jika pun tanpa kabar berita itu hanya kehendak alam belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas saat Nadia libur dari tugas jaga, dia menyempatkan diri pergi ke CV.Pelangi Cahaya, agen TKI yang disebut menyalurkan Uni. Tapi, astaganaga....mencari kantor CV. Pelangi Cahaya tidak semudah menjentikkan jari. Meski ia sudah mengenal Jakarta sejak kuliah kedokteran delapan tahun lalu, CV ini benar-benar seperti kantor misterius dengan alamat tidak jelas. Nadia mengubek-ubek hampir seluruh belantara Jakarta yang dicurigainya sebagai kantor agen itu. Dengan semangat ala detektif swasta, ia merunut semua jejak Uni yang hanya secuil ia dapatkan dari Pak Danang, Maya maupun informasi sejumlah warga desa Langit Biru.  Uni, Uni...di mana kau, Sayang? bisik Nadia dalam hatinya, di sela kepenatannya mencari jejak Uni.&lt;br /&gt;Dua hari terlewat, Nadia belum berhasil mendapatkan jejak kantor CV. Pelangi Cahaya. Di hari ketiga, barulah ia menemukan kantor itu, dibilangan pinggiran Jakarta. Hatinya langsung kebat-kebit sewaktu dilihatnya rumah yang disebut kantor itu terletak di gang sempit dengan bangunan tak terawat dan atapnya pun tak utuh lagi. Plang CV. Pelangi Cahaya itu pun sudah lapuk dan kehilangan satu dua hurufnya. Astaga! Kantor seperti inikah yang memberangkatkan Uni ke Arab?&lt;br /&gt;Dengan penuh diliputi kekhawatiran, ia masuk ke ruangan kantor. Didapatinya hanya seorang perempuan tua duduk di ruang tamu merangkap kantor itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Permisi, Bu...apakah ini benar kantor CV. Pelangi Cahaya?”&lt;br /&gt;Perempuan itu mengangkat kaca matanya. “Eh, iya....eh...maksud saya..iya, dulunya. Sekarang sudah tutup, Nak. Ada apa ya, Nak...??”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati Nadia langsung dingin seperti disiram seember air es. Tutup? Lalu, bagaimana ia mencari informasi keberadaan Uni?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf, Bu...saya mencari keluarga saya. Katanya dulu diberangkatkan ke Arab melalui agen ini. Kira-kira setahun yang lalu. Apakah masih ada data-datanya? Karena ada keluarganya yang sakit, jadi saya perlu menghubunginya...” Nadi berbohong kepada perempuan tua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setahun yang lalu? Sepertinya tidak mungkin ya, Dik. Sebab perusahaan ini telah tutup dua tahun  yang lalu. Sebelumnya, anak saya yang mengelola. Tapi sejak dia meninggal karena kecelakaan, tidak ada lagi yang mengurus. Istrinya malah pergi jadi TKI di Malaysia. Anak-anaknya ada yang sudah menikah, ada juga yang masih kuliah di Yogya, jadi hanya saya yang tinggal di sini bersama seorang keponakan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waduh! Ini malah lebih parah! Uni tidak diberangkatkan melalui perusahaan ini yang sudah jelas-jelas tutup sebelum Uni berangkat! Di mana Uni? Berbagai pertanyaan dan khayalan buruk mampir di kepala Nadia. Ia buru-buru pamit kepada ibu tua di kantor itu. Ke mana ia sekarang mesti mencari Uni?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Mari kita termehek-mehek dulu yakkkk???? hihihi... Apakah Nadia bisa menemukan Uni dan hidup bahagiaaaaaaaaaaaaa??? Nantikan lanjutannya, kapan-kapan, oke??? kqkqkqkq&lt;br /&gt;*&lt;a href="http://sinyoijo.blogspot.com/2011/01/cerpen-cinta-dua-musim-nepenthes.html"&gt;Cerbung "Cinta Dua Musim (I), Desa Langit Biru&lt;/a&gt;" -nepenthes-&lt;br /&gt;*&lt;a href="http://sinyoijo.blogspot.com/2011/01/cerbung-cinta-dua-musim-nepenthes.html"&gt;Cerbung "Cinta Dua Musim (II), Uni dan Nadia&lt;/a&gt;" - nepenthes-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-6218214692193086153?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/6218214692193086153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/02/cerbung-cinta-dua-musim-iii-nepenthes.html#comment-form' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/6218214692193086153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/6218214692193086153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/02/cerbung-cinta-dua-musim-iii-nepenthes.html' title='Cerbung &quot;Cinta Dua Musim (III)&quot; -nepenthes-'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TUs7w2e5EoI/AAAAAAAABL0/1wd1mhx4bWw/s72-c/where.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-3459559537049024817</id><published>2011-02-01T10:00:00.011+07:00</published><updated>2011-02-12T10:26:12.572+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sinyo Lebay'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Kebon Ijo'/><title type='text'>Klarifikasi yang tidak dimoderasi Sepoci Kopi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TUdeglbjUEI/AAAAAAAABLo/pToP1WyCgDE/s1600/k5372197.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 170px; height: 170px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TUdeglbjUEI/AAAAAAAABLo/pToP1WyCgDE/s320/k5372197.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568523378163404866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Berhubung kemarin ada dua lesbian yang membawa-bawa nama Sinyo ke dalam kolom komentar pada salah satu artikel &lt;a href="http://sepocikopi.com/"&gt;sepocikopi,&lt;/a&gt; "&lt;a href="http://sepocikopi.com/2011/01/23/mix-nmatch-pernikahan-selebriti-lesbian/"&gt;Mix n'Match Pernikahan Selebriti Lesbian&lt;/a&gt;", akhirnya Inyo melakukan klarifikasi hingga dua kali yang sampai saat ini belum(?) atau tidak bakal dimoderasi oleh pihak berwenang di &lt;a href="http://sepocikopi.com/"&gt;sepocikopi&lt;/a&gt;, maka dari itu sinyo moderasi di kebon ijo ini sahaja. Adapun isi klarifikasi inyo itu adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;"Permisi...Permisiiiiiii...inyo mo klarifikasi, boleh tak???&lt;br /&gt;@mozz dan tired....loh??? loh??? knapa nama Sinyo dibawa2 kemari??? padahal yang nanya si hiawata, bukan??? BUKAAAAAAAAAAAAAAAANN !!! hehehe&lt;br /&gt;Knapa ga pada fokus sama pertanyaan si hiawata itu saja???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BTW, karena mozz dan tired (kasihan deh kamu, capek yak???), sudah menyebut2 nama Sinyo dan &lt;a href="http://grey-andrew.blogspot.com/"&gt;Grey_A &lt;/a&gt;di situs paling populer sejagat maya ini, blog kami berdua ketiban pengunjung yang cukup signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan inyo amat menghargai sekali usaha mozz dan tired yang diam2 telah memanggul kolor inyo dari facebook hingga kemari. Terimakasih, Kamsiah, Xie Xie, Nuhun Sanget, Matur Suksema.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, kagetnya Inyo sewaktu membaca komentar @Mozz  dan @Tired di artikel tersebut. Kok bisa-bisanya bawa nama Inyo dan &lt;a href="http://grey-andrew.blogspot.com/"&gt;Grey Andrew&lt;/a&gt; segala? Padahal kan yang bertanya Hiawata? Apa hubungannya Inyo dengan dia? Kenapa pula Tired dan Mozz membawa-bawa nama Inyo dan &lt;a href="http://grey-andrew.blogspot.com/"&gt;Grey Andrew&lt;/a&gt; dikala ada “kebakaran” di kolom komentar di artikel tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm... Inyo jadi mikir, mungkin karena status-status Inyo selama ini di FB  ya? Karena Inyo banyak menyerang &lt;a href="http://sepocikopi.com/"&gt;sepocikopi &lt;/a&gt;sehingga Inyo jadi satu-satunya “tersangka” dalam kasus komentar tersebut? Padahal kan yang bertanya Si Hiawata, lo...kok...jadi Inyo yang terseret? Kalo pun status-status Inyo di FB dibawa-bawa....ehemmm...apakah ada penyusup diantara friend-list Inyo? Musang berbulu domba...???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar-komentar tersebut sudah melebar keluar dari konteksnya, sehingga akhirnya ke mana-mana, hingga menyerang pribadi. Dari pihak &lt;a href="http://sepocikopi.com/dewan-editor/"&gt;admin sepocikopi&lt;/a&gt; pun tidak hendak meluruskan, malah memberi ruang kepada para pemberi komentar, yang...ehem..sayang sekali, lebih kepada komentar-komentar yang pro daripada yang kontra kepada tulisan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, selayaknyalah sebuah situs yang menyatakan diri sebagai “satu-satunya &lt;a href="http://sepocikopi.com/"&gt;majalah lesbian online” di Indonesia&lt;/a&gt;, memberi ruang kepada pihak yang pro dan kontra. Bukankah demikian selayaknya misi sebagai media, menjadikan pembaca lebih cerdas dan kritis, memilah-milah mana yang baik dan tidak, bukan sebaliknya? Jika pihak yang kontra dengan tulisan tersebut dianggap memakai kata-kata yang tidak sopan, tidak berbudaya, etc, kenapa pula komentar-komentar di sana yang nota bene juga tidak menggunakan bahasa tidak berkaidah EYD juga diloloskan, tentu pula dengan catatan : sebab komentar tersebut pro dengan tulisan tersebut? Atau memang sengaja diloloskan???&lt;br /&gt;Ehem....Inyo jadi senyum-senyum sendiri menyadari dua (2) komentar klarifikasi  Inyo yang gak diloloskan &lt;a href="http://sepocikopi.com/dewan-editor/"&gt;redaksi&lt;/a&gt;..mungkin karena Inyo pake kolor ijo yah...????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya fitnah tidak berlanjut dan tanda tanya semakin besar mengenai sikap Inyo yang frontal terhadap situs &lt;a href="http://sepocikopi.com/"&gt;sepocikopi &lt;/a&gt;yang terhormat, mungkin ada baiknya Inyo memaparkan alasan dan latar belakang sikap-sikap Inyo tersebut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;Inyo tidak membenci &lt;a href="http://sepocikopi.com/"&gt;sepocikopi,&lt;/a&gt; Inyo mencintai majalah ini, saking cintanya...Inyo memberi kritikan-kritikan supaya &lt;a href="http://sepocikopi.com/"&gt;sepocikopi &lt;/a&gt;bisa menjadi wadah bagi kaum L. Setahu Inyo, awalnya &lt;a href="http://sepocikopi.com/"&gt;sepocikopi&lt;/a&gt; dibuat membawa misi untuk menjadi “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;counter attack&lt;/span&gt;” bagi situs-situs maupun milis-milis L yang sering memakai “bahasa kebun binatang”. Tetapi pada akhirnya situs ini berkembang menjadi situs sastra bertema lesbian, sehingga kaum-kaum L pun terpinggirkan karena tidak bisa ber-sastra.&lt;br /&gt;Inyo jadi bertanya-tanya : apakah &lt;a href="http://sepocikopi.com/"&gt;sepocikopi &lt;/a&gt;untuk kaum sastra atau sepocikopi untuk mencerdaskan kaum L? Ada beberapa pernyataan &lt;a href="http://sepocikopi.com/dewan-editor/"&gt;redaksi sepocikopi&lt;/a&gt; yang mengatakan bahwa &lt;a href="http://sepocikopi.com/"&gt;sepocikopi&lt;/a&gt; tidak menerima curhat, ratapan, dsb...dari kaum L, sebab &lt;a href="http://sepocikopi.com/"&gt;sepocikopi &lt;/a&gt;ingin kaum L menunjukkan prestasi dibidangnya, bukan merengek-rengek, menya-menye dsb.&lt;br /&gt;Tetapi, apakah &lt;a href="http://sepocikopi.com/"&gt;sepocikopi&lt;/a&gt; menyadari bahwa di luar sana, di tingkat “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;grass root&lt;/span&gt;” kaum L datang dari berbagai kalangan, dari kaum tuna wisma hingga bangsawan, dan jika dibuat statistik akan menjadi bentuk piramid, dimana kaum “tuna wisma” menduduki piramid bawah alias berjumlah besar?&lt;br /&gt;Sadarkah &lt;a href="http://sepocikopi.com/"&gt;sepocikopi&lt;/a&gt; bahwa kaum tuna wisma inilah yang perlu dibimbing, di-guide, diwadahi, diayomi....? Jika &lt;a href="http://sepocikopi.com/"&gt;sepocikopi&lt;/a&gt; ingin mendidik mereka untuk menjadi “lebih terhormat dan beradab”, turunlah ke sana. Jika dianalogikan dengan “program bersih-bersih”, jangan bersih-bersihnya di depan rumah pejabat yang sudah bersih, tapi ayo...ke tempat-tempat kumuh, ke kali-kali yang kotor dan sekalian, ke TPA! Ataukah &lt;a href="http://sepocikopi.com/"&gt;sepocikopi&lt;/a&gt; hanya dibuat untuk kaum bangsawan belaka?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;Inyo tidak memahami prinsip-prinsip &lt;a href="http://sepocikopi.com/"&gt;sepocikopi&lt;/a&gt; yang sangat menjunjung tinggi kaidah-kaidah sastra dan bahasa-bahasa ala bangsawan yang diterapkan secara ketat di &lt;a href="http://sepocikopi.com/"&gt;sepocikopi&lt;/a&gt;, tetapi pada kenyataannya ada &lt;a href="http://sepocikopi.com/"&gt;salah satu redaksi sepocikopi &lt;/a&gt;yang memakai kata-kata “kebun binatang” di &lt;a href="http://twitter.com/jejakartemis"&gt;twitter-&lt;/a&gt;nya? Ini suatu bukti hopokritnya kaum kita, menganggap diri sebagai “bangsawan” dan mengenakan seragam berbulu domba, tetapi hati? Teuteup aja serigala....(cobalah lihat komentar-komentar di &lt;a href="http://sepocikopi.com/2011/01/23/mix-nmatch-pernikahan-selebriti-lesbian/#comments"&gt;artikel&lt;/a&gt; itu...&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sepocikopi.com/dewan-editor/"&gt;Redaksi sepocikopi &lt;/a&gt;membuka kran bagi para pemberi komentar meski dipenuhi “bahasa keranjang sampah”, tak ada moderasi, tak ada editing apalagi sensor yang selama ini diterapkan secara ketat, bahkan cenderung berlebihan....&lt;br /&gt;Mungkin seperti kata salah satu sahabat sinyo, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lesbian Priyayi itu adalah lesbian yang menggunakan tangan lesbian lain untuk melakukan pekerjaan kotor. Sehingga tangannya sendiri tetap bersih dan image bak ibu peri itu tetap terjaga”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;Inyo bukan berlatar belakang penulis yang sangat tidak mengerti kaidah-kaidah sastra dan tata bahasa,  demikian pula ratusan teman-teman L lainnya. Ketika mereka menyampaikan ide serta gagasannya ke &lt;a href="http://sepocikopi.com/"&gt;sepocikopi&lt;/a&gt;, lebih sering ditolak karena alasan “kaidah sastra, tata bahasa, dsb”. Kemanakah kemudian larinya ide-ide brilian yang tereliminasi tersebut? Kembali ke gang-gang sempit di blog-blog pribadi penulisnya? Ataukah ide itu kemudian ditangkap &lt;a href="http://sepocikopi.com/"&gt;penulis sepocikopi&lt;/a&gt; dan kemudian mereka menulisnya kembali dalam balutan “baju” yang lebih eksotis? Apakah &lt;a href="http://sepocikopi.com/"&gt;redaksi sepocikopi&lt;/a&gt; sadar atau membutakan diri bahwa kaum L berasal dari berbagai kalangan, yang mungkin jumlah yang memiliki bakat menulis hanya seupil? Lalu, di manakah visi dan misi “mencerdaskan” itu? Siapa sebenarnya yang mau dibuat cerdas : pembaca, penulisnya atau &lt;a href="http://sepocikopi.com/"&gt;redaksi sepocikopi&lt;/a&gt; sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sebagian dari kita lupa. Hidup di dunia nyata saja tidak ada yang fana dan kekal, apalagi di dunia maya lesbian yang serba bertopeng, hypokrit dan absurd.  Mana tahu di kemudian hari atau mungkin besok sekalipun, karena satu dan lain hal blog sinyoijo akan tutup selamanya. Dan itu tidak menutup kemungkinan akan muncul sinyo-sinyo baru yang lebih konyol, lebih kritis dan lebih cerdas.  Hanya sebagian blogger atau penulis yang masih merasa perlu untuk eksis atau selalu berada di ring satu&lt;a href="http://sepocikopi.com/"&gt; sepocikopi&lt;/a&gt;, yang merasa bisa menjadi penulis abadi dan imortal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pasti mengenal sekali pepatah, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ANJING MENGGONGGONG KAFILAH BERLALU&lt;/span&gt;”.  Apakah para kafilah ini akan merasa tenang jika sepanjang perjalannya terus menerus digonggong anjing? Meski anjing-anjing tersebut dicacimaki, dihina dan dihardik, tetap saja anjing-anjing tersebut menggongongi para kafilah.  Hingga anjing-anjing tersebut dibantai para kafilah, akan selalu ada anjing-anjing lain yang terus menerus menggonggongi  para kafilah. Lalu, tidakkah para kafillah tersebut berfikir dan bertanya-tanya, mengapa anjing-anjing ini menggonggongi mereka? Tidakkah terbersit untuk bercermin? Secara anjing ga bisa bercermin, toh???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sekelumit alasan-alasan Inyo menjadi oposan bagi &lt;a href="http://sepocikopi.com/"&gt;sepocikopi&lt;/a&gt;. Jika cara Inyo berbicara “tidak beradab, kacangan, premanisme”, lebih karena Inyo mewakili “kaum grass root” yang selama ini terpinggirkan oleh wadah yang “mencerdaskan” seperti &lt;a href="http://sepocikopi.com/"&gt;sepocikopi&lt;/a&gt;. Kan, inyo menyambungkan yang ga nyambung, mengaitkan yang tidak terkait dan menyatakan yang maya...hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketika kita belum mampu menembus dinding-dinding pakem sastra yang penuh dengan intimidasi EYD, penggunaan atribut linguistik dan atau asesori selera sebuah tim redaksi, maka akhirnya corat-coret kita dan rekan lesbian lainnya terdampar di gang-gang sempit, kolong-kolong jembatan atau di ladang terpencil seperti Blog dan di FB. Sebab corat-coret kita dan rekan-rekan Lesbian belum cukup layak tersaji di meja hidangan para bangsawan sastra&lt;/span&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Terima kasih yang tak terhingga buat sobat-sobat Sinyo baik di FB Sinyo Nepenthes maupun tetangga-tetangga sinyoijo, atas perhatian, uluran persahabatan tanpa berbalut mantel kepentingan dan dukungannya yang tulus dan menyejukkan. *cipok semuaaaaaaaaaaa* hehehe :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-3459559537049024817?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/3459559537049024817/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/02/klarifikasi-yang-tidak-dimoderasi.html#comment-form' title='55 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/3459559537049024817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/3459559537049024817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/02/klarifikasi-yang-tidak-dimoderasi.html' title='Klarifikasi yang tidak dimoderasi Sepoci Kopi'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TUdeglbjUEI/AAAAAAAABLo/pToP1WyCgDE/s72-c/k5372197.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>55</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-951190188274470886</id><published>2011-01-28T10:00:00.005+07:00</published><updated>2012-01-24T19:23:53.942+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerbung Nadia dan Uni'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nepenthes'/><title type='text'>Cerbung : "Cinta Dua Musim" (II) -nepenthes-</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;                                &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;UNI dan NADIA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TUIPRtRGQ5I/AAAAAAAABLg/aog8iCNlQHg/s1600/k4407588.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 170px; height: 170px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TUIPRtRGQ5I/AAAAAAAABLg/aog8iCNlQHg/s200/k4407588.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5567028886266856338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hari demi hari berganti, diisi dengan ceria tawa Bu Dokter. Semua penduduk desa pun menyukainya. Dia seperti menghidupkan semangat perempuan yang telah datar sebab lelah menunggu kepulangan suami. Apalagi Uni. Hatinya selalu berbunga-bunga jika Bu Dokter menyempatkan diri mampir ke rumahnya. Entah untuk meminta dibuatkan pisang goreng, ubi atau jagung bakar, kukus ketan, dan tentu saja tak lupa minta disuguhi teh daun delima panas buatannya. Bu Dokter yang baik hati selalu memberi hadiah mainan buat Randu. Bertumpuk-tumpuk sudah hadiahnya di lemari, disimpannya rapi setelah dipakai bermain Randu. Ia kerap memarahi Randu jika sedikit saja didapatinya bagian mainannya yang copot atau tergores.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, kebahagiaannya teraniaya oleh gosip miring tentang Bu Dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bu Dokter itu pasti sakit!” kata Mimi, tetangga Uni, sewaktu meminjam penggiling tepung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hah, sakit apa dia?” tanya Uni. Selama ini dilihatnya Bu Dokter begitu sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimi mendekatkan mulutnya di dekat telinga Uni,”Dia menyukai perempuan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati Uni seketika dingin. Jadi? Tapi bukannya dia juga menyukai Bu Dokter? Apa bedanya? Apa salahnya? Namun di depan Mimi,  si penggosip desa, Uni pura-pura tak acuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kok bisa tahu dia begitu?” pancingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lha iyalah...kaya, pintar, penampilan necis, kok sampai sekarang belum menikah? Gayanya coba lihat, tak ada perempuannya dia! Manalah dia suka lelaki?” Bibir Mimi meruncing seperti corong minyak, mencibir Bu Dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oooh, itu anggapan kamu saja toh?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukan! Semua orang juga sudah mulai curiga dan saling berbisik. Kamu saja yang telat! Permisi, aku pulang dulu ya! Hati-hati loh..jangan terlalu dekat dengan dia....!!” Mimi berpesan sembari mengerjap penuh arti, kemudian menghilang dari pandangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dia harus bagaimana? Mengikuti kata hatinya? Atau, menjauhi Bu Dokter supaya tidak digosipkan para tetangga yang sudah mulai curiga? Uni bingung. Tapi, di dasar hatinya terus menggelegak rindu yang selalu menaut hatinya dengan bayang Bu Dokter....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua musim telah berlalu. Ini sudah di ujung musim kemarau. Mendung mulai menguasai langit dan rintik hujan sesekali turun membasahi ladang-ladang yang lelah merindu air. Angin dingin kembali menusuk tulang dan Randu mulai menunjukkan gejala asmanya. Nafasnya kerap tersengal di malam hari sehingga Uni sibuk menggosokkan minyak kayu putih atau balsem di dada serta punggung anak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak gosip tak sedap menimpa Bu Dokter, Uni menghindari pertemuan rutin dengan dokter yang baik hati itu. Ia lebih banyak menyibukkan diri di ladang. Lagipula, harga cabai yang mahal membuatnya bersemangat bertani cabai, mengambil kesempatan yang jarang datangnya. Lumayan hasilnya, cukup buat hidupnya selama tiga bulan kedepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uni berupaya mencari selamat dari gosip. Desa Langit Biru hanyalah desa kecil. Rahasia apa yang bisa disimpan di desa ini? Dinding kamar pun kerap bertelinga. Rahasia dalam kamar bisa menjadi rahasia desa. Ia tentu malu teramat sangat jika penduduk kampung menangkap keakrabannya dengan Bu Dokter. Waduh, bagaimana nasibnya jika menjadi bulan-bulanan gosip di kampung? Kasihan ibu dan ayahnya dan renta. Kasihan juga Randu. Sudah tidak ada ayahnya, sudah sakit, ibunya digosipkan berselingkuh dengan Bu Dokter. Kurang apalagi penderitaan anak itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kambuhnya asma Randu pun tak membuatnya bergeming mengetuk pintu puskesmas untuk meminta obat atau resep buat kesembuhan Randu. Biarlah. Biarlah Randu diobati dengan cara tradisional saja. Dia pasti sembuh. Dia anak yang kuat seperti dirinya, seperti juga puluhan perempuan dan anak yang ditinggal merantau para lelaki di desa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi malam ini lain. Randu tersengal hebat dan badannya sangat panas. Sesekali ia kejang. Uni kalang kabut mengompres dahi anaknya, namun demam anaknya tak kunjung turun. Ditengah kebingungannya, Uni akhirnya menyerah. Tak apalah dia menanggung malu, lama menghindar dari kunjungan Bu Dokter, bahkan kerap ia bergegas menjauhi puskesmas agar tak berpapasan dengannya. Demi Randu, ia menabukan rasa malu. Dia menggendong Randu lalu setengah berlari menuju rumah dinas Bu Dokter yang tak begitu jauh dari pondoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang perempuan muda dengan mata setengah mengantuk membukakan pintu untuknya. Bu Dokter yang masih mengenakan celana pendek, dengan cekatan membaringkan Randu di kursi tamu lalu memeriksa suhu badan serta denyut jantungnya. Bu Dokter juga memberi sejenis obat untuk dihirup Randu. Syukurlah, setelah diberi obat Randu berangsur pulih. Dia tidak panas dan kejang lagi. Nafasnya pun telah teratur. Tapi Bu Dokter melarang Uni membawa pulang Randu hingga matahari terbit. Uni pun menurut, lalu tertidur menelungkup di sofa sembari memeluk Randu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dirasanya matahari telah tinggi ketika kelopak matanya terbuka dari tidur yang lelap. Rasanya seperti mimpi, tatkala dilihatnya Bu Dokter telah berpakaian rapi, sibuk memindah barang yang terpak ke dalam mobilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mbak Uni, mencari Randu? Randu sudah baikan. Dia lagi duduk di dalam mobil. Mau menikmati mobil untuk terakhir kali, katanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Loh, memangnya Bu Dokter mau ke mana?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya mau balik ke Jakarta. Masa dinas saya di desa ini telah usai. Kenalkan, ini mantan teman kuliah saya, Maya. Dia yang menggantikan tugas saya di sini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh!” hanya itu yang bisa diucap Uni. Mendadak tubuhnya lemas. Separuh nyawanya lepas. Meski selama ini ia menghindar dari Bu Dokter, dia merasa belum sepenuhnya siap ditinggal pergi perempuan yang diam-diam mengisi ruang-ruang angannya. Sedih mengiris hatinya, membelah-belah ketangguhan jiwa yang selama ini menebalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uni lalu menjemput Randu di mobil. Syukur, ada Randu. Akar yang masih menopang kekuatan hidupnya. Bergegas ia membuka pintu mobil, meminta Randu turun sebab Bu Dokter sudah siap berangkat ke Jakarta. Dipeluknya anak itu erat-erat. Kuatkan ibu, Nak, bisiknya dalam hati. Setelah berbasa-basi sebentar, Bu Dokter naik ke mobil dan perlahan meninggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uni memeluk bahu Randu sembari mengiringi hard top yang perlahan menghilang dari pandangnya. Dia masih menyimpan hangat telapak tangan Bu Dokter, saat Bu Dokter menyalaminya erat. Masih lekat dalam benaknya, kilat sedih di mata perempuan itu. Seperti juga cahaya, yang meredup di bola matanya....Apakah kau akan melupakan aku, si perempuan desa ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia hanya perempuan desa, mana berani dia menjalin cinta denganku? keluh Nadia. Ditatapnya wajah Uni dari balik spion hard-topnya. Uni. Uni. Uni. Nama itu selalu berulang kali hadir di benaknya, membuat kecepatan jantung dan jumlah adrenalinnya bertambah dua kali lipat. Tidak. Tidaklah mungkin. Ini hanya fatamorgana, protes hatinya! Seperti juga fatamorgana yang pernah dijalaninya bersama Lies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta ini telah ia kenal sejak SMP ini, cinta yang selalu coba ia aborsi, namun akhirnya justru beranak pinak secara pesat di dalam hatinya. Setiap kali ada perempuan cantik di dekatnya, hatinya selalu bergetar hebat. Tapi cinta itu hanya ia pendam dalam hati. Cinta yang ia sembunyikan. Cinta yang memaksanya menjalani berbagai drama unhappy ending. Cinta yang selalu ia nafikan dibalik kenakalan, keisengan, canda tawa, kesibukan dan juga segudang prestasi di sekolah pun di luar sekolah. Dia hanya ingin menjadi “anak lelaki hebat” kebanggaan Romo. Ia berbuat segalanya untuk melihat binar-binar bahagia di mata Romo, menutupi kekecewaan Romo karena ia terlahir perempuan. Romo membentuknya menjadi “anak laki-laki”. Romo menjauhkannya dari segala hal berbau perempuan. Ia memang akhirnya menjadi “anak laki-laki”, bahkan mampu membuat Romo bangga karena segudang prestasinya, tapi apakah Romo masih bangga jika hanya perempuan yang sanggup mengisi hatinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dengan Lies ia berani mengungkapkan perasaannya. Anak fakultas Sastra Inggris yang mampu membuatnya mengerjap kagum sebab karya puisinya yang indah. Hanya Lies yang mampu memahami dirinya, mendengar dengan tekun isi kesintingan kepalanya, mengikuti imajinasinya yang liar, mewadahi dirinya dengan kesabaran yang multiple, dengan Lies dia berbagi rahasia, dan Lies...perempuan itu, ialah yang bersedia memerawani hatinya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kebahagiaan itu hanya sekejap. Kisah cintanya pun seklise drama-drama lesbian lainnya. Lies menutup kisah cintanya, mencoba menjadi anak berbakti, menikah dengan lelaki pilihan orang tuanya, setelah kedua orang tua Lies mencium keganjilan kedekatan mereka berdua. Janji Lies untuk tetap menjadi saudara dan sahabatnya, hanyalah janji belaka. Lies dan dia tak pernah bertemu kembali setelah pesta pernikahannya yang meriah. Bahkan, di hari wisuda Nadia pun, Lies tidak datang sesuai ucapnya di telepon. Lies hanyalah merpati yang selalu ingkar janji...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadia bersumpah dalam hati, Lies yang pertama dan terakhir. Nadia ingin “selibat” dan mengabdikan diri pada profesinya. Tapi Uni, perempuan desa itu...ia tak ubahnya Shakuntala, mampu membobol sumpahnya sebagai “pertapa”, membangunkannya dari “meditasi panjang”. Nadia sebenarnya telah sekuat tenaga melawan, sebab ia sudah bisa menebak kisahnya bakal unhappy ending...Tapi tak urung, Nadia menikmati cintanya. Meski terbukti nalurinya benar. Perempuan itu telah menghindarinya, seolah ia kuman yang bakal mengotori hidupnya. Namun ia tak mampu marah atau benci pada cinta yang mendadak menyerangnya. Sebab ia menikmati cintanya, candu yang mampu menaikkan kadar adrenalinnya. Seperti ia menikmati hangat kasih sayang Uni dan juga Randu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uni dan Randu, merekalah “rumah” yang ia angankan untuk melepas penat hidupnya. Namun ia sadar, pintu itu tertutup. Berimajinasi hanya memerihkan hati, sebab nyata itu tak akan pernah ada. Ia tak akan mampu  memberi Uni dan Randu sehelai surat, yang bisa membuat hidup mereka aman dan nyaman....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadia menghela nafas dalam-dalam. Tak ada lagi perih ia rasa menerima kenyataan ini. Usia mematangkan nalarnya. Ia menghisap A-Mild merah yang telah tinggal ujungnya. Mencoba memfokuskan pikiran pada tes ujian masuk kedokteran ahli anak yang akan dilakukannya lusa. Usaikah sudah kisah cinta dua musimnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lanjut ga yaaaa??? Lanjut aja lagi yaaakkk??? Loh, koq jadi sinetron??? Beginilah jadinya jika mengikuti kemauan pembaca...*halah* hehehe &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Padahal penulisnya dah ngos-ngosan terkuras perasaannya, lohhh... tapi, gapapa demi pembaca kebon ijoooo...hihihi ;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*Bagi pembaca yang baru membaca cerbung (??!@$%^&amp;amp;@) ini, silahkan terlebih dahulu membaca cerpen "&lt;a href="http://sinyoijo.blogspot.com/2011/01/cerpen-cinta-dua-musim-nepenthes.html"&gt;Cinta Dua Musim (I)" Desa Langit Biru&lt;/a&gt; .&lt;/span&gt; wkwkwkwk...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-951190188274470886?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/951190188274470886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/01/cerbung-cinta-dua-musim-nepenthes.html#comment-form' title='22 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/951190188274470886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/951190188274470886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/01/cerbung-cinta-dua-musim-nepenthes.html' title='Cerbung : &quot;Cinta Dua Musim&quot; (II) -nepenthes-'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TUIPRtRGQ5I/AAAAAAAABLg/aog8iCNlQHg/s72-c/k4407588.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>22</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-7654378249287389671</id><published>2011-01-21T16:30:00.004+07:00</published><updated>2012-01-24T19:23:25.169+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerbung Nadia dan Uni'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nepenthes'/><title type='text'>Cerbung  "Cinta Dua Musim" (I) -nepenthes-</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DESA LANGIT BIRU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TTlUudpocWI/AAAAAAAABLY/R4IfiXyhi-0/s1600/doc.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 141px; height: 170px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TTlUudpocWI/AAAAAAAABLY/R4IfiXyhi-0/s200/doc.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564571971802919266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Uni selalu menanti senja. Saat mentari semburat di ufuk Barat, ia menuntas riuh rindunya, meski hanya lewat tatap hangat Bu Dokter. Saat-saat yang selalu dinantinya, detil dalam hitungan detik yang melenakan. Bu Dokter datang menengok Randu, putra semata wayangnya, memeriksa dada si kecilnya yang baru berusia empat tahun dengan stetoskop, kemudian mengetuk jemarinya di bagian perut.  Meski singkat, sederhana dan terlampau rutin, tapi selalu istimewa baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dua minggu ini, kunjungan Bu Dokter memang selalu dilakukan sebab asma Randu mulai kambuh sedari musim hujan tiba. Angin dingin tak bersahabat menusuk paru-parunya dan si kecil tak sanggup menahan sesak yang mengganggu nafas. Bu Dokter yang baik hati bersedia menjenguknya sepulang kerja dari puskesmas. Katanya, Uni tak perlu repot ke puskesmas memeriksakan Randu, Bu Dokter yang justru menawarkan diri melakukan kunjungan rutin hingga Randu sembuh. Toh, juga setiap kali pulang ke rumah dinas, Bu Dokter selalu lewat di rumah Uni, begitu alasannya. Uni senang tentu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa, Uni merasakan hal lain. Mungkin sejak kejadian itu...peristiwa yang tak hendak ia lupa. Dikarenakan ruang periksa puskesmas yang sempit, tak sengaja bibir Bu Dokter menyentuh bibirnya, juga payudara keduanya bergesekan, saat Bu Dokter melewati tubuhnya yang agak montok, untuk mengambil obat di meja persis di sebelahnya. Hangat menyelinap di balik jantungnya. Pipinya memerah. Dilihatnya Bu Dokter tersenyum dan menatapnya hangat. Tidak. Mungkin ia salah sangka. Tapi Uni suka dengan perasaan ini. Rasa yang lain dibanding rasa yang pernah ia kecap sewaktu pertama kali berkenalan dengan Abang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abang terlalu lama meninggalkannya. Tiga tahun lebih tak berkabar, pamit mencari kerja di kota dan hilang berita hingga kini. Tapi Uni tidak mempermasalahkannya. Sebab itu adalah hal lumrah. Separuh lebih lelaki di desa Langit Biru pergi merantau dalam sepuluh atau lima belas tahun lamanya. Kepulangan mereka pun cuma sebulan atau dua bulan semasa Lebaran, setelah itu, para lelaki membuang usia kembali di tempat rantau hingga umur menggerogoti dan tubuh tak kuat lagi bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di desa ini memang dipenuhi perempuan. Jika pun ada lelaki, itu adalah anak-anak dibawah usia 17 tahun atau lelaki renta yang sudah tak mampu bekerja lagi. Lelaki di Langit Biru memang diwajibkan merantau setelah menikah dan punya anak. Mereka kembali setelah dianggap sukses dan mampu membeli ladang serta ternak. Jika tak sukses di tempat rantau, lelaki Langit Biru akan malu pulang dan tak akan pernah jelas lagi kabarnya. Sedangkan perempuan mengolah ladang untuk menghidupi diri serta anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uni hanya perempuan biasa. Beberapa tahun ditinggal Abang, ia mungkin rindu. Kangen yang ia coba atasi, meski tetap saja tak bisa tertutupi. Gairah mudanya kadang menggelegak membobol tanggul-tanggul pertahannya. Mungkin Uni hanya rindu belai Abang, begitu hiburnya selalu, manakala perasaan ganjil itu datang. Melamunkan senyum Bu Dokter dan tatap hangatnya yang membalut kalbu, selalu menjadi hal rutin yang menggugah gairahnya. Meski ia hanya berani menyimpannya di bawah bantal saat lelah menggerogoti dan kantuk tak kuasa ia tanggulangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu Dokter kerap memegang tangannya, lalu meletakkannya di dada Randu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesak nafasnya sudah berkurang, bukan?” Bu Dokter ingin meyakinkan Uni, bahwa Randu telah membaik.  Sengajakah dia? Atau begitukah memang dokter berbuat untuk para pasiennya? Entah, Uni tidak mau berpikir panjang. Dia senang. Berbalut bahagia. Hanya itu yang dirasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kian berganti, Randu telah sehat dan bisa bermain seperti sedia kala. Bu Dokter yang baru bertugas dua bulan di puskesmas itu pun kian jarang datang. Uni merasa kehilangan. Sambil mengawasi Randu yang tengah tertawa ceria bersama teman-temannya, ia membongkar lamunan tentang Bu Dokter yang pintar itu. Hmm..entah apa yang menarik darinya. Cantik? Tidak. Rambutnya malah tergolong pendek dibanding perempuan umumnya. Menurut Uni, Bu Dokter yang kulitnya putih itu lebih tepat disebut tampan. Bahkan, suaranya pun agak serak, tidak nyaring seperti perempuan lainnya. Dengan mengendari mobil hard-top merah marunnya, ia tampak gagah. Ia kerap mengajak anak-anak berkeliling desa. Tak luput, Randu pun sering diajaknya.  Aih, tentu Uni bahagia, menatap Randu tertawa senang terempas gelombang jalan di kursi empuk mobil Bu Dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sering membandingkan Abang dengan Bu Dokter. Apalah artinya Abang dibanding Bu Dokter? Abang hanya seorang lelaki sederhana dengan penampilan biasa-biasa saja. Untuk ukuran desa pun Abang tak istimewa. Berbedalah dengan Bu Dokter yang necis, pintar dan pandai mengambil hati itu.  Aih....andai saja Abang itu Bu Dokter dan dia ada di sampingnya di dalam mobil hard top itu, oalah...bagaimana rasanya ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi khayal Uni bukan hanya sekedar lamunan. Suatu senja dirubung lebatnya hujan, saat Uni bergegas pulang dari ladang menenteng seikat ubi jalar dan berpayung daun keladi, hard top Bu Dokter menghampirinya. Uni tak sanggup menolak ajakan Bu Dokter untuk naik ke mobilnya. Malu dikesampingkannya. Bajunya basah kuyup, rumahnya masih jauh dan dingin menggigilkan tubuh. Tentu tawaran Bu Dokter tak sanggup ia sia-siakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang jalan sibuknya Uni menahan debur jantung yang kian menggelora. Wajahnya ditundukkan dalam-dalam, sebab ia tak ingin Bu Dokter menangkap semu merah merona di pipinya. Setiba di depan rumah, basa-basi diajaknya Bu Dokter mampir. Eh, tak dinyana Bu Dokter bersedia. Malah, memayunginya dengan payung besar yang tersedia di hard-top marunnya. Badan mereka yang rapat satu sama lain di bawah payung membuat Uni bisa merasakan pancaran hangat tubuh perempuan yang diidolakannya itu. Harum aroma tembakau bercampur bau parfum berembus dari baju dinas Bu Dokter, memenuhi pori-pori hidungnya.&lt;br /&gt;Bu Dokter tak keberatan duduk di atas bale di amben, sambil menunggu Uni berganti pakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Randu ke mana?” tanya Bu Dokter, setengah berteriak di tengah deras hujan sebab Uni ada di ruang tengah merangkap dapur, menyiapkan teh panas sebagai pembalas budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, Randu lagi menginap di rumah neneknya. Nenek dan kakeknya merindukan dia. Jadi dia menginap dua malam di sana,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uni muncul sambil membawa nampan berisikan teh panas dan sepiring ubi goreng. Uni terpesona melihat cara Bu Dokter duduk menyilangkan kaki serta keberadaan sebatang rokok di sela jemarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf, saya merokok. Tidak apa-apa kan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, ya..tidak apa-apa,” Uni tergagap, menyadari bahwa ia sempat terbengong beberapa jenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu Dokter menyeruput teh panas buatannya dengan penuh nikmat. Ah, hati Uni melompat, seperti lepas dari keranjangnya. Aih, teh panas itu tentu tak ada apa-apanya dibanding susu coklat yang pernah dilihatnya di atas meja Bu Dokter di puskesmas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hmmm...teh yang enak. Pakai jahe atau pandan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukan, pakai daun delima. Enak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Daun delima? Pantas...ini teh terenak yang pernah saya minum!” puji Bu Dokter dengan mata berbinar dan menatapnya dalam. Uni salah tingkah. Benarkah? Bukankah di Jakarta, tempat asal Bu Dokter ini, banyak ada minuman enak-enak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi hati Uni tak pelak melambung tinggi. Baru sekali ini ia mendapat pujian yang disampaikan penuh kejujuran dan pancaran mata yang hangat. Tak pernah sekali pun Abang memuji kopi atau teh buatannya. Abang cukup menyeruput minuman buatannya hingga habis, pertanda penghargaan atas jerih payah Uni. Selebihnya itu tidak ada. Tak ada kata atau decak nikmat keluar dari bibir lelaki pendiam itu. Beda sekali dengan Bu Dokter. Bu Dokter pandai memuji dan bercerita. Apa yang diucapnya selalu menarik Uni dan membuatnya mengerjap kagum. Aih, betapa bahagianya yang menjadi pasangan Bu Dokter. Setiap hari pasti terisi dengan waktu-waktu penuh bahagia dengan ceria tawa, canda serta ceritanya yang tak pernah habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika petang berganti malam dan gelap awan telah diganti purnama ditingkahi jengkerik dan kodok, Bu Dokter pamit pulang. Hati Uni kembali dirundung sunyi. Inginnya dia memintanya menginap, tapi apalah arti rumahnya yang begitu sederhana. Pasti Bu Dokter tidak biasa tidur di kasur tipis miliknya. Saat perempuan itu telah pulang, ia menyimpan setiap detil bayangnya yang termuat dalam mimpi indah yang menghias tidurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Bersambung ga yaaaa??? Bersambung aja deehhhhh.... hehehe :)) Bagaimana kelanjutan kisah asmara terpendam Uni??? Nantikan sambungan cerpen "Cinta Dua Musim" tahun depaaaaaaaaaaaaaaaaaaan..... wkwkwkwkwkkwkwkwwkwk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-7654378249287389671?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/7654378249287389671/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/01/cerpen-cinta-dua-musim-nepenthes.html#comment-form' title='22 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/7654378249287389671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/7654378249287389671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/01/cerpen-cinta-dua-musim-nepenthes.html' title='Cerbung  &quot;Cinta Dua Musim&quot; (I) -nepenthes-'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TTlUudpocWI/AAAAAAAABLY/R4IfiXyhi-0/s72-c/doc.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>22</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-3804571894498510553</id><published>2011-01-11T18:30:00.005+07:00</published><updated>2012-01-24T19:07:30.527+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Titipan Kamboja Sahabat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Cerpen "Mbak Ratna" -shantined-</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TSxAp9n_tUI/AAAAAAAABLQ/hnxGZzS_3Nc/s1600/misteri%2Bwomen.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 170px; height: 169px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TSxAp9n_tUI/AAAAAAAABLQ/hnxGZzS_3Nc/s200/misteri%2Bwomen.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5560890729556849986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dan masa lalu selalu menjadi bagian terpenting hidup ini. Yang ada di hadapan adalah hari ini, menyisakan harap pada esok hari. Demikianlah yang menjadikan mbak Ratna bersikukuh untuk tidak menikah di usianya yang ke 35. Meski banyak pria mau padanya. Meski banyak lelaki naksir mati matian padanya. Bahkan beberapa diantaranya telah memberanikan diri meminangnya. Bagaimana tidak? Wajah mbak Ratna ayu, tubuhnya elok, kulitnya kuning kecinaan, mulus bersih, adabnya juga santun. Tata kramanya baik, tak sombong dan tak banyak bicara. Bekerja pada sebuah bank swasta yang terkenal banyak gajinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah apa saja yang dipikirkan gadis itu sehingga tak juga menerima pinangan pria yang mencintainya. Harta sudah cukup, usia sudah lebih dari cukup, seharusnya mentalnya juga cukup sudah untuk hidup berumah tangga, seperti tuntutan orangtuanya yang mulai sakit sakitan dan terus saja menanyakan kapan akan menimang cucu dari anak perempuan semata wayangnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh Gusti Pangeran, dengan modal yang besar seperti mbak Ratna , seharusnya ia mendapatkan seorang priyayi atau paling tidak orang kantoran yang sederajat dengannya. Sedangkan ini, sejak aku tinggal di pojokan rumahnya sebagai mahasiswa indekosan, tak pernah kulihat sekalipun mbak Ratna pergi bersama lelaki, atau paling tidak diapeli oleh seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah kalau di kantornya, bisa saja ia punya pacar. Tapi tidak. Setahuku tidak. Ia berangkat pagi benar dari rumah, mengendarai sedan putihnya. Dan pulang setelah senja tiris di penghujung langit. Selalu begitu,ritme yang membosankan. Hari Sabtu Minggu, dan hari libur lainnya dilaluinya hanya di rumah. Bersama bapak – ibunya yang sudah sepuh, dan pembantu setianya yang juga sudah uzur. Hanya sesekali kulihat ia pergi berbelanja ke supermarket atau ke pasar tradisional , itupun membawa serta Yu Nah, pembantunya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jangankan ke diskotik atau dugem di bar bar , karaoke pun cukup di rumah saja. Perangkat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;home theatre&lt;/span&gt;nya sangat lengkap di rumahnya yang cukup besar. Terkadang, kami para indekosan yang memang kurang hiburan ini nunut nonton film ,atau bila kebetulan mbak Ratna sedang nyanyi, kamipun dipersilahkan untuk ikut bernyanyi bersamanya. Suaranya tak terlalu merdu, tapi cukup empuk untuk dinikmati. Tinggi melengking, meski kadang agak blero, atau fals di nada nada yang sulit. Tapi musik kegemarannya memang jazz. Penyanyi idolanya Januari Christy, Ermy Kulit, Iga Mawarni dan Duo Deddy Dukun – Dian Pramana Putra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami para mahasiswa yang terdiri dari 7 orang ini pun terkadang mendapat berkah , makan malam gratis di rumah mbak Ratna pada acara acara tertentu yang di hadiri oleh kerabat dekatnya saja, yang terdiri dari keluarga besar Raden Wirokromo ,ayah mbak Ratna, serta teman teman wanita kantor mbak Ratna yang terlihat akrab dan dekat dengannya. Tak terlihat satupun tamu lelaki yang bisa diidentifikasikan atau dicurigai sebagai pacarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya kami bertujuh yang merasa beruntung bisa memandang lama lama kemolekan mbak Ratna, sekaligus terkadang diajak ngobrol tentang kampus, dosen dosen, mata kuliah dan ilmu ilmu yang canggih . Tentang komputer dia jago, tentang analisa keuangan dia pakar, tentang agama dia fasih, tentang Iptek dia doyan. Lalu apa yang menyebabkan kami para lelaki untuk tak menyukainya? Disamping pintar , dia sangat cantik, kaya pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang menyebabkannya diusianya yang kepala tiga , belum juga singgah di hatinya seorang kekasih ? Tentu saja kami tak pernah menanyakan jawabannya. Hanya sering kami diskusi dikalangan para indekosan ini, tentang perkara apa yang menyebabkan mbak Ratna menjadi perawan tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rud, kapan kau pulang kampung ? “ tanya mbak Ratna suatu sore&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Belum tahu mbak, mungkin minggu depan” jawabku sekenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadwal pulangku biasanya memang awal bulan, tapi bulan ini benar benar kocekku sangat tipis, sehingga kepulanganku harus kutunda hingga honorarium puisiku di koran lokal cair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau begitu , bisa nanti mbak minta tolong ya, untuk mbantuin edit tulisan mbak untuk majalah psikologi ya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah, mulai kapan mbak suka nulis? Di majalah psikologi pula. Tapi bolehlah mbak, kapan bisa dimulai” cecarku sambil merasa bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nanti mbak kasih honor deh. Jangan kuatir!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Walah mbak, nggak usah dipikirkan masalah honor, bisa membantu mbak pun, saya sudah senang” dengan jujur kukatakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oke deh, nanti malam bisa khan? Aku tunggu ya di ruang kerja saya?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya mbak” sahutku cepat, sebelum dia berubah pikiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tak bangga, bisa menolong mbak Ratna. Apalagi tadi katanya dia minta dieditkan tulisannya untuk majalah psikologi. Ahh…kecil itu! Aku sudah biasa menullis tentang perihal yang sama , untuk thesis dan kadangkala kukirimkan juga untuk majalah dan koran koran daerah. Kuliahku di jurusan Bahasa dan Sastra telah mengajarkan untuk menulis tentang apa saja, termasuk juga puisi dan cerpen yang kini hampir tiap minggu di muat di koran terkemuka kotaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku segera mandi dan memakai baju andalanku. Kaos oblong warna biru dipadu dengan celana jeans butut yang sobek disekitar lutut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lupa parfum kesayanganku, kusemprot di bagian telinga dan dada, agar apabila nanti berdekatan dengan mbak Ratna, ada harum yang lain selain bau rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 7 tepat, aku melangkah dengan tegap . Penuh keyakinan, dan percaya diri. Ini jelas beda dengan si Asep yang minggu lalu juga mengetok pintu ruang kerja mbak Ratna , untuk meminjam uang, karena ibunya sakit dan ia harus segera pulang kampung. Sementara ia bokek berat, sama halnya dengan kami kawan kostnya. Jadi dengan terpaksa, kami hanya menganjurkan untuk meminjam pada Mbak Ratna. Siapa yang akan meminjami uang pada malam malam begitu, selain mbak Ratna? Dan beruntung , mbak Ratna berkenan memberi pinjaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tokeeekkk” suara tokek mengejutkanku yang berdiri tepat di pintu ruang kerja Mbak Ratna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masuuukk, Rud… Nggak kukunci kok” aku tambah terkejut. Ternyata detak langkah kakiku yang tak bersepatupun terdengar olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya mbak……”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamar berukuran 4 x 4 itu menebarkan wangi. Mungkin telah disemprot pengharum sebelum aku masuk tadi. Tapi tidak, wangi itu berasal dari tubuh ramping mbak Ratna. Hhhmm... parfum yang menggoda. Parfum mahalan, tak seperti punyaku yang beli di toko manapun ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rud, udah makan?”tanyanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku diam saja. Tak menjawab, pura pura sibuk memperhatikan kamar kerjanya yang penuh dengan buku. Baru sekali ini aku masuk di ruang pribadinya itu, semenjak 2 thn yang lalu kost di rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya sudah, nanti setelah selesai dengan pekerjaan, kita makan bersama ya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya mampu menganggukkan kepala. Tiba tiba saja jantungku berdegup sangat keras. Tanganku berkeringat dingin. Ada semacam aliran aneh yang kurasakan mengalir di nadiku , sesaat melihat kecantikan mbak Ratna dari dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan waktu berlalu sangat cepat malam itu. Tulisannya yang hendak ku edit agak mengejutkanku. Topiknya tentang perempuan yang memilih tak menikah, sangat bersinggungan dengan kehidupan pribadinya. Tapi jujur kuakui gaya bahasa dan penuturannya sangat bagus dan akurat. Luwes dan agak kenes. Menyebabkan tulisannya tak terlihat frontal, meski termasuk bahasan yang kontroversional. Akupun tak banyak mengedit . Karena memang sudah tak banyak yang harus di edit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya aku merasa heran, untuk apa aku dipanggil dan dimintanya menolong mengedit tulisan yang sudah sedemikian rapi dan siap kirim ini. Tak perlu diedit oleh siapapapun sebenarnya. Kalaupun aku tadi mengotak atik tulisannya tersebut, tak lebih hanya membenarkan kosa kata dan membuang titik koma yang tak berarti. Toh dewan redaksi majalah akan melakukannya nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi untuk apa aku disini? Aku masih saja berpikir, ketika mbak Ratna tiba tiba menyuruhku duduk di kursi, dan dia sendiri duduk di meja kerjanya, menghadapku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darahku terkesiap, benar benar jantungku hendak melompat keluar , ketika roknya tersingkap tepat di muka hidungku. Pahanya yang putih mulus terlihat dari sela rok yang terlipat . Entah sengaja atau tidak , Mbak Ratna sepertinya membiarkan hal ini terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh, aku jadi serba salah. Pandanganku kualihkan tepat ke manik matanya, meski tanpa komando, terkadang masih juga kulirik pemandangan indah di depan mataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi begini Rud…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya mbak”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu sudah baca dan mengerti tulisan Mbak yang tadi khan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya mbak”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya begitulah Rud, hidup mbak memang tak seperti wanita sempurna. Punya suami, punya anak, punya keluarga”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya mbak” aku masih tak mengerti maksud ucapannya, mungkin perhatianku terpecah pada paha putih dan mulus di hadapanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku lebih suka hidup sendiri, tenang dan menyepi , tak ingin terlibat pada persoalan rumah tangga yang pasti dialami oleh pasangan suami istri”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Ya mbak…” Aku masih saja ngungun. Konsentrasiku benar benar kacau. Lantas akupun membayangkan malam itu akulah kekasih mbak Ratna. Pasti akan segera kupagut bibir merah mawarnya, kubelai rambut mayang hitamnya, akan kusingkap lebih tinggi lagi roknya,&lt;br /&gt;akan ku……….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi sebagai wanita , aku juga mendamba kasih sayang lho Rud, sama seperti semua makhluk di dunia ini”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kuperhatikan lagi kata kata mbak Ratna. Anganku telah melambung tinggi. Diantara kawan kost , akulah yang tertampan. Setidaknya tubuhku paling berisi , tinggi badanku juga diatas rata rata temanku yang lain. Semoga saja Mbak Ratna memang benar sedang menaksirku , dan malam ini mungkin dia hendak mengajakku bercinta. Ohhh indahnya… Meski usianya telah 35 , tapi tubuhnya tak ubahnya remaja. Cara berpenampilanpun tak menampakkan usia sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rud, kau masih mendengarku? Kok tegang seperti itu sih Rud? Aku khan mengundangmu kesini selain minta kau mengedit tulisanku, juga ingin mendengar pendapat pribadimu, tentang aku, juga tentang tulisanku tadi”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya mbak” aku masih tak kuasa berkata kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Begini saja Rud, kita makan dulu ya? Biar Yu Nah antarkan makanan kesini, baru kita diskusi”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya mbak”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sajian makan malam berupa nasi , rawon, telur asin dan kerupuk udang menjadi semacam pelumer keadaan. Meski tenggorokanku masih saja seperti tercekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mbak sudah anggap kamu ini seperti keluarga sendiri, adik sendiri, apalagi mbak sering memperhatikan kamu. Kamu orangnya baik, pintar dan dewasa. Tak suka bikin ribut seperti teman temanmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi tambah gede kepala, tapi kok dianggap adik ya? Kenapa tak dianggap teman dekat atau bahkan teman suka duka? Bukankah kami sudah sering berdebat dan bertukar pikiran, meski itu sambil guyonan di halaman rumah, di parkiran mobil ataupun di dapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada apa to mbak, kok saya jadi salah tingkah begini?” ucapku jujur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawa Mbak Ratna renyah memecah malam, bahunya terguncang guncang. Aku bertambah salah tingkah. Malam telah larut, rembulan setengah mengintip di balik jendela yang sengaja di biarkan terbuka mengirim angin sepoi. Gerimis di luar sana telah mengharumkan tanah basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan begitulah, Mbak Ratna menceritakan dengan sangat lengkap mengenai masa lalunya. Yang kelam selegam langit malam ini. Kepadaku ia bercerita mengenai kegadisannya yang telah lenyap direnggut oleh pamanya, sewaktu usianya belum 7 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ketika berusia 12 tahun, pamannya yang lain sering memaksanya melayani nafsu bejatnya. Hingga bertahun tahun itu terjadi, hingga membenihkan seorang bayi di rahim suci mbak Ratna. Dan kini bayi itu masih hidup dan dirawat oleh bibinya, istri dari pamannya yang kurang ajar tersebut. Sedang berita pamannya, terkabar sudah tewas di ujung tombak ayahanda mbak Ratna yang sangat marah dengan tindak tanduk adiknya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu paman yang pertama kali menodainya itu selamat, karena ketakutan mbak Ratna hingga tak tega mengadukannya pada Romo Wirokromo. Takut tombak yang sama akan menuntaskan hidup seorang paman yang kini sudah cukup renta itu. Paman Haryo memang tak berkeluarga. Padahal hidupnya berkelimpahan , hasil dari berdagang dan bertani di dusunnya. Tapi tak seorangpun gadis mau berdekatan dengan pamannya tersebut . Sifatnya sangat kasar dan galak. Maklumlah jikalau Ratna kecil saat itu terbungkam mulutnya hingga bertahun tahun, hingga kini ia menceritakan padaku. Dan kini paman Haryo laknat tersebut tinggal di rumah besar milik keluarga Raden Wirokromo ini, seperti tanpa rasa bersalah. Ya, sudah sekitar sebulan ini paman renta itu tinggal di kamar besar paling depan, setelah menjalani operasi katarak di kota ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantas saja mbak Ratna seperti gelisah sejak kedatangan orang tua itu. Luka lama yang telah dikuburnya , tiba tiba saja tercungkil tanpa disadari. Perih yang mendera lebih dari separuh hidupnya seakan kembali nganga terbuka. Ah aku tahu, inilah rupanya yang menyebabkan mbak Ratna enggan berhubungan dengan pria . Mungkin rasa minder, atau mungkin dendam yang selalu menyala telah membawanya pergi ke kehidupan yang hanya dia nikmati sendiri. Entahlah aku tak mengerti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kutahu, air matanya menetes , suaranya parau menahan duka, dan wajahnya sangat sayu seolah mengisyaratkan aku untuk segera menenangkannya, dengan pelukanku misalnya.&lt;br /&gt;Dan benar , dia diam saja ketika kuulurkan sebuah tissue, dan aku menyeka air matanya. Lalu ku bimbing dia menuju kursi, sambil kurengkuh mungil pundaknya. Sesenggukannya yang terdalam masih kurasakan , ketika diakhir kalimat dia menyebutkan bahwa tak akan pernah menikah. Karena cintanya pada lelaki tak pernah tumbuh. Karena lukanya kepada lelaki tak pernah padam. Karena kekasihnya adalah mbak Eka , yang photonya memang berserakan di kamar kerjanya, ruang tamunya, ruang hatinya, ruang hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, mbak Eka adalah teman sejatinya, yang selalu datang menemani sepinya, getirnya, sukanya, dukanya. Tubuh mbak Eka atletis dan tomboy, meski tutur katanya juga halus seperti Mbak Ratna. Aku jadi teringat, mengapa lebih sering mbak Eka menemani mbak Ratna pergi kondangan, acara ulangtahun dan acara kantor lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh Gusti Pangeran, nafasku seakan benar benar habis tersedot oleh akhir drama yang disuguhkan oleh mbak Ratna. Ketika sebuah cundrik berbisa telah disiapkannya dari laci meja, untuk menghabisi paman Haryo malam ini juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tolong aku Rud, sekali ini saja. Dendamku masih kesumat. Benciku masih membara !”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku diam beku tak beranjak dari dudukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayolah Rud, bantu aku. Apapun akan kau dapatkan tanpa kecuali. Ayo kita bercinta, jika itu yang kau mau. Asal kau mau membantuku. Aku yang akan bertanggung jawab kepada polisi nanti, kau tak akan kulibatkan. Ayolah Rud, aku perlu tenaga lelaki untuk menghabisi lelaki tertengik itu. Ayolah Rud ! Ayolah Rud...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kata kata mbak Ratna terus menggema di gendang telingaku. Terus membiusku, membuatku sungguh bingung, ini mimpi atau nyata. Hingga aku menyadari ini bukanlah mimpi, oleh desahan manja dan tubuh yang telah tanpa busana tergolek di pangkuanku yang membatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, membatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Shantined&lt;/span&gt;, 3 Mei 2005.&lt;br /&gt;Terima kasih, kami haturkan buat mbak Shantined yang telah sudi berbagi cerpen lawasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-3804571894498510553?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/3804571894498510553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/01/cerpen-mbak-ratna-shantined.html#comment-form' title='18 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/3804571894498510553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/3804571894498510553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2011/01/cerpen-mbak-ratna-shantined.html' title='Cerpen &quot;Mbak Ratna&quot; -shantined-'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TSxAp9n_tUI/AAAAAAAABLQ/hnxGZzS_3Nc/s72-c/misteri%2Bwomen.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>18</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-4851230021845235048</id><published>2010-12-23T09:00:00.001+07:00</published><updated>2010-12-23T09:00:03.136+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sinyo Lebay'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Bantji'/><title type='text'>Time of Crisis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TRHFtk8MCLI/AAAAAAAABLA/Ti-7xOWdP5c/s1600/angrygirl2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 170px; height: 113px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TRHFtk8MCLI/AAAAAAAABLA/Ti-7xOWdP5c/s200/angrygirl2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5553437202325440690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Perasaan ajaib (aku menyebut begitu untuk perasaan sukaku dengan perempuan), ini mulai aku rasakan ketika aku duduk di klas 1 SMA. Perasaan ini membuatku limbung,  resah, frustasi. Aku bingung dan takut, entah apa yang kutakutkan. Seperti ada bayangan kabut hitam pekat  tak berwujud mengurungku bahkan mengimpitku sehingga aku megap-megap kehabisan udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi liar dan memberontak, seakan-akan semua tidak bersekutu bahkan tidak memahamiku. Bersama adik lakiku yang bungsu (dari tiga bersaudara, aku nomor dua dan perempuan sendiri) kami jadi berandalan tengil ditengah keluarga. Yang paling repot adalah ayahku yang harus bolak balik ke sekolah karena dapat surat panggilan kepala sekolah. Kalau ngga aku ya adikku yang buat ulah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampailah disebuah peristiwa yang masih lekat dalam ingatanku hingga saat ini. Saat itu, kepalaku tiba-tiba pening, aku bolos dan nongkrong di warung bakso samping sekolah. Sambil melamun, telingaku masih sempat mendengar obrolan empat cewek dari jurusan IPS (aku jurusan IPA). Mereka menggosipkan ayah dari salah satu sahabat terdekatku. Tau-tau darahku mendidih. Aku paling pantang bila sahabat-sahabat terdekatku digosipin. Tanpa sadar tanganku sudah mengobrak abrik mangkuk bakso mereka. Salah satu dari mereka badannya besar dan hitam (juga musuhku kala  bertanding basket), langsung mau mencakar wajahku, sebelum sempat mengenai kulit mukaku, tangan kananku sudah mendarat di mulutnya. merontokkan dua gigi sampingnya dan memuncratkan darah segar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun kaget, tapi terlambat Si Gorila ngamuk berat...&lt;br /&gt;Dengan mudahnya dia mengangkat dan mengayunkan bangku kayu tukang bakso ke arah kepalaku. Refleks aku menangkis dengan tangan kiri, ada dua suara yang terdengar di telingaku. Suara pertama agak sayup, suara kedua suara kayu patah, kraaakkk!! Rasa sakit yang nyeri menjalar di tangan kiriku. Dari alis mataku mengalir darah. Kemudian aku tertunduk lemes dan hening. Mati aku.. mati aku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Horee!! Aku masih hidup!! Ternyata aku hanya pingsan. Selanjutnya kakakku membawaku ke rumah sakit dengan motor trailnya, diiringi tatapan berpuluh-puluh pasang mata murid dan guru SMA. Tanganku harus di pasang gips dari siku hingga ke pergelangan tangan selama enam bulan. Sedangkan alisku hanya diperban tanpa harus dijahit. Jadilah aku “Pendekar Tangan Satu”. Bersama ayahku yang datang menyusul ke rumah sakit aku langsung pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiba di rumah aku disambut teriakan histeris ibuku. Dengan raut wajah yang memerah dan urat-urat leher yang menonjol menahan amarah, kulihat tangan kanan ibuku sudah memegang gebukan kasur (seumur-umur baru kali ini aku liat ibuku marah besar, pun kalau aku bandel paling dicubit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbirit birit aku lari tak kurasakan lagi nyeri di tanganku. Sambil mengayun-ayunkan gebukan yang terbuat dari rotan ini, ibu mengejarku seantero rumah. Entah pengaruh antibiotik entah karena kulihat ayahku hanya berdiri mematung dengan raut wajah yang paling sedih yang pernah kulihat, tanpa sadar aku terjatuh lunglai, aku pasrah dan terduduk sambil melindungi wajahku, aku menunggu. Plak! Panas betisku ketika pukulan pertama mendarat, aku bertahan dengan posisiku menanti pukulan kedua. Lama dan hening seperti ada jeda tak berkesudahan, sayup-sayup kudengar suara isakkan ibuku, lamat-lamat kuangkat wajahku, ibuku terduduk dengan wajah bersimbah air mata, kulihat ayahku yang sudah bersila di lantai, wajah ayahku semakin terlihat tua bila mata beliau berkaca-kaca seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah ya Rabbi, apa salah kami ini, kami seperti tidak memiliki anak perempuan. Jangan jadikan kami orang tua yang durhaka ya Allah, ampunin segala dosa-dosa kami sebagai orangtua, sebagai anak bagi orangtua kami, Engkau Maha Pengampun Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, ya Allah kami memohon kepadaMu, janganlah Engkau timpakan kesalahan kami kepada anak-anak kami”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun ikut menangis dan langsung menghambur bersujud di pangkuan ibuku, aku memeluk erat-erat tubuhnya kuciumi tangan dan keningnya. Aku bersujud di kaki ayahku. Sambil memohon ampunan mereka berdua dan berjanji tidak mengulangi segala perbuatan-perbuatan yang akan membuat ayah ibuku bersedih lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian ini demikian membekasnya di benakku. Momen ini yang menjagaku hingga aku selamat sampai detik ini. Sejak kejadian itu, aku perlahan berubah agak beradab tanpa menghilangkan pembawaanku yang jahil dan tomboy tanggung ini (aku masih mau koq pakai gaun tergantung acaranya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku alihkan segala energi hormon pubertasku dengan bermacam-macam kegiatan sekolah dan olah raga. Pokoknya aku harus capek agar malamnya aku bisa tidur pulas tanpa dihantui perasaan ajaib dan hasrat-hasrat anehku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku paksa endapkan perasaan ajaibku ke lubuk hatiku yg paling dalam dan gelap. Aku hanya mampu menjerit dalam hati, menangis tanpa air mata, badanku selalu basah oleh keringat dingin. Aku takut malam, aku ingin malam cepat berlalu, aku ingin secepatnya fajar menyingsing. Malam bagiku hanya membuatku senewen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun hatiku tergerus hingga kebutir terhalus, aku nikmati masa pubertasku dengan hati pilu dan getir. Sehari-hari aku tetap ceria,  penuh semangat dan yang pasti aku tetap jahil. Seakan-akan aku anak perempuan yang normal seperti layaknya anak gadis yang sedang memasuki usia remaja. Tidak sedikit pun, kutampakkan keanehan yang membuat saudara-saudara lakiku dan orangtuaku harus khawatir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ya Tuhan jika aku boleh memohon, berilah harta tak ternilai yang telah diwariskan ibuku : cinta kasih, kelembutan, budi pekerti, pengertian, pengorbanan, perlindungan dan pengampunan. hari ini tak cukup bernilai untuk menitip secuil harta yang ingin kupersembahkan kepada ibu...&lt;br /&gt;selamat hari ibu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ps : emaaaaaaaak.... kolor inyo jgn sering2 dicuci yaaakkk???? :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*arsip grafitikata wordpress 27/05/08&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-4851230021845235048?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/4851230021845235048/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2010/12/time-of-crisis.html#comment-form' title='24 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/4851230021845235048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/4851230021845235048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2010/12/time-of-crisis.html' title='Time of Crisis'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TRHFtk8MCLI/AAAAAAAABLA/Ti-7xOWdP5c/s72-c/angrygirl2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>24</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-4255593413711924770</id><published>2010-12-17T18:00:00.003+07:00</published><updated>2010-12-17T18:05:09.699+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sinyo Lebay'/><title type='text'>Lesbian Punya Rahasia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TQmP7WKpx9I/AAAAAAAABK4/sbYqA-JMPPc/s1600/bxp35991.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TQmP7WKpx9I/AAAAAAAABK4/sbYqA-JMPPc/s200/bxp35991.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551126265436162002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;" &lt;b&gt;Setiap Orang Punya Rahasia&lt;/b&gt;"  &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Lisbeth Salander&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Selama ini sudah banyak dibahas tentang bagaimana menjaga rahasia. Dan selama itu pula yang selalu disorot adalah pihak kedua atau pihak ketiga sebagai pembongkar atau pembocor rahasia pihak pertama. Jadi, pihak pertama sebagai korban yang rahasianya dibongkar oleh pihak kedua atau pihak ketiga atau orang lain. Pihak kedua atau pihak ketiga sebagai penjahatnya yang sok tahu membuka rahasia pihak pertama. Yang terjadi selama ini juga ternyata pihak kedua lah memang yang paling sering melakukannya. Pihak ketiga biasanya adalah kepanjangan kuping pihak kedua. Sangat jarang pihak ketiga membongkar rahasia pihak pertama terkecuali pihak ketiga memiliki akses kepentingan dengan pihak pertama. Bahkan pihak ketiga bisa orang lain yang sama sekali tak ada hubungannya baik dengan pihak pertama maupun pihak kedua. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pihak kedua sebagai pembocor rahasia dalam dunia Lesbian biasanya adalah partner atau mantan partner dan sahabat-sahabat terdekat pihak pertama. Alasan-alasan klise pihak kedua membuka rahasia pihak pertama biasanya sakit hati. Mungkin karena diduakan atau diputus sepihak. Dengan rahasia yang dimiliki, pihak kedua akan melakukan aksi teror berupa ancaman untuk membuka kelesbianan pihak pertama yang masih Under the Closet (UtC). &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pihak Ketiga sebagai pembocor rahasia pihak pertama, bisa jadi dia dapat info dari pihak kedua yang sebelumnya samar-samar atau bahkan tak mengetahui rahasia pihak pertama. Ada kemungkinan, pihak ketiga adalah orang-orang yang sama sekali tak punya akses kedekatan dengan pihak pertama maupun pihak kedua. Pihak ketiga ini adalah orang-orang yang penasaran dengan rahasia yang menyertai pihak pertama, sehingga mereka berusaha mencari kebenaran akan rahasia tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bagaimana bila yang membocorkan rahasia itu adalah si pihak pertama sendiri??? Loh, koq bisa??? Masak sih mau-maunya membocorkan rahasia sendiri??? Nah, itu dia ajaibnya. Mau tau??? Oke, sebentar kita persilahkan dulu iklan yang mau lewat berikut ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Kalau di Hetero contoh kasusnya kek gini nih.... Tersebut seorang wanita bernama Brigit yang telah menikah dan mempunyai sepasang anak. Brigit melakukan perselingkuhan dengan seorang berondong yang hanya bermodal tampang dan senjata laras pendek. Namun, tidak seperti perselingkuhan pada umumnya yang diam-diam agar tak diketahui suami, keluarga dan orang lain, justru Brigit melakukanya secara terang-terangan. Bertemu di area publik dan saling bergandeng tangan. Bahkan ketika ingin bercinta di hotel pun, pertemuan dengan sang berondong di lobby hotel, bukan memilih hotel yang sepi pengunjung atau menyelinap dari belakang atau salah satunya check-in duluan. Seakan-akan Brigit ingin memamerkan kalau dia bisa juga berselingkuh dan berondongnya cakep getoh lohhh... &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Pletak !!! koq inyo ngelantur sih???? ckckck&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Baiklah sista-sistaku dan sidang pembaca kebon ijo. Bagaimana jika pihak pertama ini adalah seorang Lesbian? &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Untuk Lesbian yang sudah Coming Out (CO) kepada orangtua dan keluarga besarnya tentu sudah tidak ada rasa khawatir lagi jika ada yang coba-coba membuka kelesbianannya, betoooooooool tidaaaaaaaak??? &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Untuk Lesbian yang Under the Closet (UtC), tentu saja rahasia kelesbianannya akan dikekep sekuat-kuatnya. Toh, meskipun ada rasa khawatir takut diketahui pihak-pihak tertentu, tidak jarang ada juga Lesbian UtC pelan-pelan tergoda untuk CO hanya ke beberapa orang yang dipercayainya. Namun, tidak jarang pula justru orang-orang dipercayai ini bahkan mantan sekalipun dengan teganya membeberkan rahasia kelesbianan pihak pertama. Bahkan cenderung bersifat meneror. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Nah, ada lagi type Lesbian UtC yang dibilang CO juga tidak, dibilang tidak ya berkesan CO. Ini khusus di dunia maya. Lesbian type beginian yang malah membuka sendiri rahasia siapa dirinya di dunia nyata. Dia sengaja mengungkapkan secara samar-samar dengan bahasa metafora dan bersayap siapa dirinya agar pembaca menghubung-hubungkan dirinya dengan seseorang di luar sana. Siapa dirinya sesungguhnya terpampang jelas terbaca baik di blog pribadi maupun di sebuah website Lesbian. Dia mungkir berpikir bahwa pembaca itu tidak cerdas dan kritis. Dia pikir pembaca itu tolol seperti otak dungunya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Membuka rahasia aib sendiri???"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yups!!! &lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Mengapaaaaaaaaaa???"&lt;/div&gt;&lt;div&gt; Ada dua faktor kalau mau inyo ungkapkan disini. (silahkan bila ada yang mau menambahkan) &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pertama, Faktor Keserakahan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lesbian ini ingin meraup semua potensi yang ada. Semua lini kepenulisan ingin dia yang kuasai dan berperan banyak. Jika Lesbian UtC lain berusaha menahan diri untuk tidak terlalu tampil dominan, hal ini tidak berlaku bagi dirinya. Lesbian ini cenderung agresif dan produktif sekali. Sarana website Lesbian benarbenar dimanfaatkan untuk mengasah ketrampilannya menulis, yang mungkin di luar sana dia tak bebas. Demi kepentingan pribadi dia mempolitisir kehidupan sista sehati untuk jadi bahan tulisannya baik untuk di dunia maya maupun di dunia nyata. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kedua, Faktor Snob&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Faktor Snob dipakai untuk ajang pamer diri. Pamer kalau si penulis Lesbian ini bukan penulis kelas kaki lima, bukan penulis abal-abal, bukan penulis amatiran. Lulusan luar negeri boooooo... &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pamer bahwa dia jago menulis dengan berbagai gaya penulisan. Dari sarkasme, metafora, parodi hitam, opini dll. Pamer jika dia memiliki segalanya, status sosial, ekonomi, gaya hidup yang high class, high society dan high heels. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kedua faktor ini mungkin tidak menimbulkan masalah. Namanya dunia maya, sah-sah saja menulis sesuai kehendak hati. Masalah mulai timbul bila "ISI"  tulisan lesbian ini mengundang polemik dan kontroversi. Tak jarang sebagian pembaca panas kupingnya dengan beberapa artikelnya. Sebagian artikelnya menyinggung berbagai pihak. Meremehkan kepenulisan standar penulis hetero/lesbian yang membuat novel bertema lesbian. Menistakan lesbian-lesbian / bloger-bloger lesbian yang suka curhat, menya menye ga berisi. Merendahkan peran Komunitas lesbian sebagai tong sampah, dinding ratapan dan penampung pengeluh. Membenci yang namanya sistahood. Ditambah cecuitnya yang isinya tak lebih keranjang hujatan untuk sista sehati. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Salahkah jika kemudian jika pembaca terpancing untuk ingin lebih mengetahui, "siapa sih sebenarnya penulis arogan tersebut?"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Salahkah jika pembaca mencari tahu dari sekedar bisik-bisik hingga menjadi obrolan umum di lingkungan para lesbian sendiri dan juga hetero? &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pembaca-pembaca ini adalah pihak-pihak yang sama sekali tak ada hubungannya dengan penulis lesbian tersebut sebagai pihak pertama, karena rasa penasaran mereka berusaha mencari tahu. Dari blog pribadi penulis lesbian tersebut yang terbuka untuk dibaca sampai ke website lesbian mereka ubek-ubek. Sepandai-pandainya tupai melompat, suatu saat pasti jatoh juga, tak terkecuali penulis lesbian. Selalu ada celah, selalu ada jejak yang tertinggal. Apalagi karena keserakahan dan sok pamer itu menuntun pembaca menuju ke satu penulis hetero di dunia nyata. Meskipun penulis perempuan saat ini tak terhitung jumlahnya, hanya segelintir penulis-penulis perempuan yang aktif sekali bermaen-maen atau mengais-ngais keberuntungan dan rezeki di dunia pelangi. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Beberapa penulis asuhannya pernah berkata bahwa si penulis lesbian munafik ini ga akan perduli dengan segala omong kosong di belakangnya. ehmmm oke... Penulis ini boleh saja berpura-pura tak ambil pusing atau tak peduli. Tapi, kenyataannya blog barunya telah ditutup. Tinggal waktu lagi kapan blog lamanya ditutup juga. Dia tidak tahu, nun di lorong-lorong gelap yang tak pernah dia kunjungi, bisik-bisik siapa dia sebenarnya telah berkembang menjadi gema yang memantul ke sana kemari. Jika gema ini menjelma menjadi bola salju liar dan dimamah mentah-mentah oleh pihak-pihak lain untuk meneror, mungkin sudah terlambat bagi dirinya untuk berubah atau menutup lubang rahasianya kembali. Yang mungkin bisa dia lakukan adalah mencari kambing hitam dan meminta bantuan penulis oportunis lainnya untuk melakukan counter attack dan menjadi tameng atau keset kakinya semata. Bukankah memang begitu policy yang selalu dia jalankan??? &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lalu, bodohkah jika ada anak SMA saja bisa menebak-nebak siapa wajah di balik topeng penulis lesbian yang kerap menggunakan kata-kata, ; FUCK, BITCH, MORRON, DICK, ASSHOLE, IDIOT  di cecuit lesbiannya ini??? &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kita tak perlu memiliki gadget canggih dan kecerdasan seperti &lt;i&gt;Lisbeth Salander &lt;/i&gt;atau &lt;i&gt;Assangge&lt;/i&gt; dengan &lt;i&gt;Wikileaks&lt;/i&gt;-nya. Jika pembaca telah mendapatkan jejak dan benang merah lesbian hypokrit ini, cukup dengan mengetik "&lt;b&gt;DUA KATA&lt;/b&gt;" kunci, biarkan jeng gugel menjadi pihak kedua yang membocorkan rahasia siapa sebenarnya penulis lesbian arogan ini. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Eng Ing Eeeeeeeeeeeeeeng......&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Oya, bila ada pembaca yang merasa artikel ini di beberapa bagian tidak nyambung, mohon dimaklumi. Soalnya sinyo itu emang suka menyambung-nyambungkan yang tidang nyambung, mengkait-kaitkan yang tidak terkait, mengada-adakan yang tidak ada. Hehe... :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-4255593413711924770?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/4255593413711924770/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2010/12/lesbian-punya-rahasia.html#comment-form' title='24 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/4255593413711924770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/4255593413711924770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2010/12/lesbian-punya-rahasia.html' title='Lesbian Punya Rahasia'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TQmP7WKpx9I/AAAAAAAABK4/sbYqA-JMPPc/s72-c/bxp35991.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>24</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-5896042162780313717</id><published>2010-12-08T12:00:00.002+07:00</published><updated>2010-12-09T17:02:49.921+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Filmnya Sinyo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Kebon Ijo'/><title type='text'>Buku dan Film : "Trilogi Millennium" , Trilogi Lisbeth Salander, Hacker Yang Biseksual</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TP8KKJNVDzI/AAAAAAAABJ4/7-_gY0pcPYY/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 176px; height: 144px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TP8KKJNVDzI/AAAAAAAABJ4/7-_gY0pcPYY/s200/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548164435330535218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Awal November seorang sahabat yang bekerja di sebuah majalah film mengundang inyo untuk menghadiri  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Indonesia International Fantastic Film Festival&lt;/span&gt; ( iNAFFF ) di Blitz Megapleks Grand Indonesia Jakarta dari tanggal 16 November sd 21 November 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu itu yang kepikiran, apa sih asyiknya nonton film-film bergenre horor dan misteri??? Wah, ini parahnya kalau kita sudah menyamakan film horor buatan Indonesia dengan buatan Luar Negeri. Ck ck ck. Dan, kebetulan di tanggal-tanggal tersebut jadwal inyo padat sekali dengan undangan-undangan untuk berceramah di rumah tahanan di penjuru Eropah dan Amerika Latin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sahabat inyo mengirim flayer iNAFFF 2010 beserta resensi film-film yang dipertunjukkan, barulah inyo menyesal dan meraung-raung sejadi-jadinya. Dari sekian film-film tersebut ada yang menarik hati inyo yakni&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt; Film The Girl With The Dragon Tattoo, Film The Girl Who Played With Fire &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Film The Girl Who Kicked The Hornets' Nest&lt;/span&gt;. Ketiga film ini adalah adaptasi dari novel &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Trilogi Millennium&lt;/span&gt; karangan &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Stieg Larsson&lt;/span&gt; yang telah mendunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Stieg Larsson&lt;/span&gt;, wartawan dan penulis dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Swedia&lt;/span&gt;. Novel &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Trilogi Millennium &lt;/span&gt;( The Girl With The Dragon Tattoo, The Girl Who Played With Fire dan The Girl Who Kicked The Hornets' Nest) adalah sebuah novel misteri kriminal dan detektif. Ketiga Novel ini telah mendapatkan penghargaan bergengsi di Swedia. Dan pada Maret 2010 telah terjual 27 juta kopi di 40 negara. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stieg Larsson&lt;/span&gt; sendiri dinobatkan sebagai penulis  terlaris kedua di dunia pada tahun 2008 setelah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Khaled Hosseini. &lt;/span&gt;Sayangnya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stieg Larsson&lt;/span&gt; meninggal beberapa bulan sebelum tiga novelnya tersebut terbit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, pada tahun 2009, Novel Millenium diadaptasi menjadi film sekuel. Berikut resensi film trilogi Millennium. Resensi-resensi di bawah ini, inyo comot sana sini dan dari Majalah Tempo edisi 29 November - 5 Desember 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;THE GIRL WITH THE DRAGON TATTOO&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sutradara       :  Niels Arden Oplev&lt;br /&gt;Skenario        :  Nikolaj Arcel dan Rasmus Heisterberg&lt;br /&gt;Berdasarkan novel karya penulis Swedia Stieg Larsson&lt;br /&gt;Pemain        : Michael Nyqvist, Noomi Rapace&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TP8RWigRMMI/AAAAAAAABKQ/qHCyUmLqJlU/s1600/tattoo-001.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 120px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TP8RWigRMMI/AAAAAAAABKQ/qHCyUmLqJlU/s200/tattoo-001.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548172344860684482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sekitar 40 tahun silam,  Harriet Vanger ( Ewa Froling) keponakannya yang cantik, blonda bermata biru  itu biasa memetik bunga-bunga liar yang bertumbuhan di pulau tempat kediaman keluarga besar Vanger. Harriet merangkai bunga kering itu, membingkainya dan menghadiahkannya pada sang paman yang sudah dianggap ayahnya sendiri. Pada suatu siang, Harriet remaja menghilang begitu saja tanpa jejak. Dan sejak itu, selama 40 tahun, Henrik Vanger menerima bunga kering berbingkai tanpa nama pengirim. Ini sebuah teror.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini, seperti juga novel karya Stieg Larsson dimulai dari sebuah pulau yang berkabut, simbol rahasia gelap yang disembunyikan pembunuh Harriet Vanger. Nun  di kota besar Stockholm, adalah wartawan Mikael Blomkvist (Michael Nyqvist)  yang mengundurkan diri (untuk beberapa saat belaka) dari majalah berita Millenium karena gara-gara pemberitaannya, majalahnya dituntut oleh seorang konglomerat yang berpengaruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itulah Henrik Vanger memutuskan meminta pertolongan  Mikail Blomkvist untuk menyelidiki siapa pembunuh keponakannya. Kemudian kita berkenalan dengan Lisbeth Salander (Noomi Rapace), gadis hacker yang sekujur  tubuhnya diselimuti cincin dan tato. Adalah Lisbeth yang membantu Mikail menembus segala rahasia korup dan konspirasi yang mengelung di dalam dunia maya. Keahliannya menerobos ke segala informasi yang ditutup rapat tak tertandingkan hingga Mikail dan Lisbeth menjadi duo yang cocok dan saling mengisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membedakan film ini dengan film detektif Hollwyood biasa adalah karena Oplev (sutradara) menggunakan waktu dan ruang dengan seksama. Sang wartawan Mikail tak selalu harus dalam situasi sigap dan terlibat kejar-mengejar dan dor-doran. Pulau yang penuh kabut, keluarga Vanger yang sungguh ekonomis berkata-kata itu membuat misteri semakin kental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi penyebab utama yang membuat film ini berbeda dengan film  thriller biasa adalah sosok Lisbeth, sang perempauan yatim piatu dengan tato naga di punggungnya itu, sebagai seorang perempuan pemberontak, tak banyak kata yang cenderung ditindas secara seksual oleh lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film yang  dibuat oleh produksi Swedia dalam bahasa Swedia ini  tetap menjalankan tahap-tahap daya kejut yang lazim pada setiap film misteri. Setiap 30 menit, sutradara Oplev memberikan kejutan baru. Kita dibelokkan pada kenyataan baru pada saat kita sudah mulai membuat kesimpulan yang salah. Adegan-adegan keras dan keji dalam film ini tentu saja menyebabkan film in hanya boleh disaksikan mereka yang sudah berusia dewasa. *Leila S. Chudori*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan : sebenarnya Film The Girl With The Dragon Tattoo tidak diputar dalam iNAFFF 2010. Inyo menyertakan resensinya agar nyambung dengan film-film berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;THE GIRL WHO PLAYED WITH FIRE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sutradara: Daniel Alfredson&lt;br /&gt;Skenario: Jonas Frykberg berdasarkan novel Flickan Som Lekte Med Elden karya Stieg Larsson&lt;br /&gt;Pemain: Noomi Rapace, Michael Nyqvist&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TP8Q5IoLztI/AAAAAAAABKI/MYkqyLzyCbA/s1600/images1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 137px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TP8Q5IoLztI/AAAAAAAABKI/MYkqyLzyCbA/s200/images1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548171839698357970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lisbeth, masih dengan tato berukir naga yang menyelimuti punggung dan anting-anting yang memenuhi hidung dan kuping, terbang kembali ke kampung halamannya di Stockholm dan menyewa sebuah apartemen besar yang menghadap ke laut. Melalui komputernya Lisbeth mengawasi jalannya kehidupan, termasuk perkembangan gerak sahabatnya, Mikael, yang kini tengah terlibat dengan investigasi perdagangan anak dan perempuan yang melibatkan petinggi Swedia. Dua orang wartawan yang melakukan investigasi perdagangan anak itu ditemukan tewas. Celakanya, polisi menemukan sidik jari Lisbeth Salander pada senjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka terjadilah perburuan terhadap Lisbeth; sementara Mikael sibuk mencari bukti bahwa Lisbeth tak bersalah, sekaligus menyusuri jejak para petinggi Swedia yang terlibat kasus perdagangan anak ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibanding film pertama yang disutradarai Niels Arden Oplev yang menggunakan ruang, waktu, dan dialog dengan hemat dan efektif, sekuel ini lebih menekankan dinamika thriller gaya Amerika yang menyajikan ritme cepat, segera, dan penuh debar jantung. Lokasi lebih melebar dan teknologi lebih gigantik dan canggih. Apartemen Lisbeth pun menggunakan CCTV yang langsung bersambung dengan ponselnya, hingga jika Lisbeth sedang ke luar rumah pun dia bisa tahu jika ada orang yang menyelinap ke apartemennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang keji di masa lalu Lisbeth bermunculan kembali. Ayahnya yang dulu menghajar ibu Lisbeth secara fisik hingga dia lumpuh itu kini muncul dengan keadaan pincang dan wajahnya cacat kena luka bakar. Luka itu disebabkan Lisbeth remaja yang penuh amarah akan kekejian ayahnya, yang menyebabkan dia menyiramkan bensin di sekujur tubuh sang ayah dan menyulutnya dengan api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Lisbeth kembali dengan dendam dan sederet peristiwa sejarah yang memperlihatkan dia sebetulnya ada di balik gerak-gerik misterius yang mengancam kelangsungan hidup Lisbeth. Ayah Lisbeth, yang sebetulnya warga negara Rusia yang kabur ke Swedia, mempunyai identitas dan reputasi yang sungguh mengerikan di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama lain di masa lalu Lisbeth adalah Nils Bjurman (Peter Andersson), wali Lisbeth yang dalam film episode pertama memerkosa Lisbeth. Kaitan Bjurman dengan ayah Lisbeth yang diungkap kelak membuat Lisbeth (dan penonton) semakin jeri. Bagian seperti inilah yang membuat trilogi karya novelis Stieg Larsson bersinar sendirian di antara ribuan novel thriller masa kini yang berebut menyita perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sekuel ini, Mikael dan Lisbeth bekerja sendiri-sendiri. Lisbeth dengan komputernya dan kelihaiannya menyusuri jaringan mereka yang menjebaknya; sedangkan Mikael mencari nama-nama yang terlibat dalam perdagangan anak. Itu semua akhirnya terkerucut kepada nama yang sama: Alexander Zalachenko, ayah Lisbeth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergulatan antara tokoh kesayangan kita dan Zalachenko di akhir film ini menjadi klimaks yang mengerikan, Zala berhasil mengubur Lisbeth hidup-hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Lisbeth, tokoh utama kesayangan kita, seorang hacker dengan tato naga di punggungnya; menggemari hubungan seks dengan lelaki maupun perempuan; tak banyak bicara dan tak akan mengampuni lelaki yang gemar menyiksa perempuan. &lt;/span&gt;*Leila S. Chudori*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;THE GIRL WHO KICKED THE HORNETS' NEST&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sutradara: Daniel Alfredson&lt;br /&gt;Skenario: Ulf Ryberg&lt;br /&gt;Berdasarkan novel karya Stieg Larsson&lt;br /&gt;Pemain: Noomi Rapace, Michael Nyqvist, Lena Endre, Anders Ahlbom Rosendahl&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TP8Ro5DqSsI/AAAAAAAABKY/QfdceMJGO2g/s1600/images2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TP8Ro5DqSsI/AAAAAAAABKY/QfdceMJGO2g/s200/images2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548172660152355522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TP8RzwfkvMI/AAAAAAAABKg/PkxWp1P0Hcc/s1600/images3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 136px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TP8RzwfkvMI/AAAAAAAABKg/PkxWp1P0Hcc/s200/images3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548172846832073922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Akhir dari sekuel The Girl Who Played with Fire yang mengguncang itu adalah Lisbeth Salander dikubur hidup-hidup oleh ayahnya sendiri. Sang ayah, yang disangga tongkat dan berwajah setengah hancur karena pernah disulut api oleh anaknya, dibantu oleh manusia bertubuh gigantik dari "beton" (saking keras dan tingginya); berambut salju dan tampak dungu seperti robot yang mudah diperdaya. Film terakhir ini adalah saat Lisbeth yang sudah luka parah karena tiga tembakan dirawat di rumah sakit oleh dokter yang sangat berperhatian dan protektif kepadanya; sedangkan sang ayah jahanam menderita luka-luka karena kepalanya dihajar kapak Lisbeth, juga dirawat di rumah sakit yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk seorang perempuan yang lebih suka bertindak, terkurung di rumah sakit demi kesembuhannya adalah sesuatu yang menyiksa. Karena itu, kiriman ponsel smartphone yang diselundupkan Mikael Blomkvist, wartawan investigasi majalah Millennium, sahabatnya yang sesekali menjadi teman tidurnya (pada sekuel pertama), terasa membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nun di ruang pengadilan, Lisbeth sudah ditunggu oleh para lelaki keji di masa lalunya: pertama, Dr Teleborian (Anders Ahlbom Rosendahl), seorang psikiater yang merawat Lisbeth Salander dan menyiksa serta mengikatnya selama 381 hari di tempat tidur. Psikiater ini sudah siap memberikan kesaksian bahwa Lisbeth gila dan harus dijebloskan kembali ke rumah sakit jiwa. Kedua, sang ayah yang dalam hal ini malah dianggap korban kapak Lisbeth (lalu kenapa fakta bahwa Lisbeth yang masih hidup itu dikubur ayahnya tak dipersoalkan?) juga sudah siap menuntut. Ketiga, Nils Bjurman, wali Lisbeth yang dulu memperkosa Lisbeth. Namun lelaki keji kedua dan ketiga telanjur tewas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi problem sang hacker jenius ini belum selesai. Di pengadilan, dia akan dibela oleh seorang pengacara yang tengah hamil-yang semula membuat kita tak yakin karena sang pengacara tampak lembut dan mudah diinjak. Apalagi, saat di pengadilan, Lisbeth sengaja muncul dengan "seragam" baju kulit rambut punk, lipstik hitam dan eye shadow hitam yang tebal. Dia duduk dengan gagah dan menantang jaksa serta hakimnya tanpa rasa takut sedikit juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Noomi Rapace&lt;/span&gt; adalah aktris Swedia yang mendadak saja menjadi bintang internasional karena film yang menggambarkan dia sebagai Lisbeth, perempuan dengan tato naga, yang ekonomis dalam kata-kata dan lebih memilih menendang atau mengguncang kemapanan sebuah sindikat yang keji terhadap perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dunia memang sudah kelojotan mendengar seri pertama film ini. Kabar baiknya, The Girl with the Dragon Tattoo, sedang dalam proses produksi di Hollywood dengan sutradara David Fincher, Daniel Craig sebagai Mikael, dan Lisbeth akan diperankan oleh Rooney Mara. (ihh coba kalau si Angelina Jolie...). Film Dragon Tattoo versi bahasa Inggris ini akan mulai syuting bulan depan di Swedia dan akan dirilis pada Desember 2011. Ukh!!! Inyo dah ga sabaraaaaaaaaaaaan..... hehe :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Info dari &lt;a href="http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/11/29/FL/mbm.20101129.FL135221.id.html"&gt;Tempointeraktif&lt;/a&gt;, Majalah Tempo, &lt;a href="http://www.inafff.com/2010/"&gt;iNAFFF 2010&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-5896042162780313717?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/5896042162780313717/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2010/12/buku-dan-film-trilogi-millennium.html#comment-form' title='23 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/5896042162780313717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/5896042162780313717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2010/12/buku-dan-film-trilogi-millennium.html' title='Buku dan Film : &quot;Trilogi Millennium&quot; , Trilogi Lisbeth Salander, Hacker Yang Biseksual'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TP8KKJNVDzI/AAAAAAAABJ4/7-_gY0pcPYY/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>23</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-1355469851159390644</id><published>2010-12-03T21:00:00.001+07:00</published><updated>2010-12-03T21:07:07.933+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nepenthes'/><title type='text'>Sebab Rumahku Ada Di Sini</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TPSslZbSInI/AAAAAAAABJw/BmSPrBmuayM/s1600/home1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 170px; height: 170px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TPSslZbSInI/AAAAAAAABJw/BmSPrBmuayM/s320/home1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545246799680381554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lama aku tak hinggap, dalam hangat sarang sayangmu. Sebab kau ingin menari tunggal dalam siluet rohani. Kukemas sedih dalam koper-koper di ruang batin. Mengingkar rindu, memilin kangen, menolak kasih, menafikan cinta, meski ia meletup menggeser katup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutelusuri labirin hidup. Menguak tanya, kenapa takdir tak merestu cinta.&lt;br /&gt;Meredupkah nyalimu, bermuara kembali kepada yang asal,&lt;br /&gt;ataukah aku yang terlalu mencintamu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ataukah....&lt;br /&gt;aku hanya sepotong cinta yang tertiup angin dan menggoda meditasimu sesaat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terbang, melayang tak tentu tujuan. Sebab memang kutak harap ada tujuan.&lt;br /&gt;Senyap di sekujur pori paru-paru, memaku kaku dalam dinding jarak berbatu.&lt;br /&gt;Kosong di seluruh sendi. Sepi di setiap sel.&lt;br /&gt;Aku hanya seekor burung yang terbang tanpa nyawa.&lt;br /&gt;Bulu-buluku tercerabut, melayang satu per satu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa molekul yang sama tak bisa bersenyawa?&lt;br /&gt;Kenapa ion setara justru saling bertabrakan?&lt;br /&gt;Kenapa pula cinta kita akhirnya menyerah pada hukum alam, seperti molekul dan ion?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku telah berusaha menjadi burung, terbang pada rotasinya.&lt;br /&gt;Mengikuti gaya gravitasi.&lt;br /&gt;Tapi aku akhirnya jadi burung tanpa navigasi.&lt;br /&gt;Sebab kompasku terlanjur kau bawa,&lt;br /&gt;lesap dalam muara amor yang telah kau panahkan tepat di jantungku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengepak sayap, hendak kembali melawan gravitasi dan rotasi.&lt;br /&gt;Berniat kembali berteduh dalam rahim kasihmu.&lt;br /&gt;Menikmati denyut perhatianmu.&lt;br /&gt;Menghirup nafas cintamu.&lt;br /&gt;Ganjil.&lt;br /&gt;Aneh.&lt;br /&gt;Tapi inilah yang kusebut pulang....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab rumahku ada di sini, di sudut sejuk ruang batinmu.&lt;br /&gt;Maukah kau menjemputku pulang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Nepenthes, 30 November 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-1355469851159390644?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/1355469851159390644/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2010/12/sebab-rumahku-ada-di-sini.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/1355469851159390644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/1355469851159390644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2010/12/sebab-rumahku-ada-di-sini.html' title='Sebab Rumahku Ada Di Sini'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TPSslZbSInI/AAAAAAAABJw/BmSPrBmuayM/s72-c/home1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-8997523600462811299</id><published>2010-11-30T18:00:00.001+07:00</published><updated>2010-11-30T18:43:37.688+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Titipan Kamboja Sahabat'/><title type='text'>Kejutan Istimewa untuk Kolor Ijo</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs988.snc4/76107_172380502786680_100000441940177_457155_6130795_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 532px; height: 720px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs988.snc4/76107_172380502786680_100000441940177_457155_6130795_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Gambar oleh &lt;a href="http://justfloo.blogspot.com/"&gt;Floo Shu&lt;/a&gt;. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Makasih banget ya Floo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini hariku yang penuh berkah  dengan doa dari sistasista di FB. Komik ini membuat hari jadiku menjadi nyata senyatanya meski hanya di dunia maya. Terlebih dengan hadirnya Nepenthes dalam komik ini. Mudahan teman-teman pembaca kebon ijo bisa juga turut merasakan kebahagiaan dan berkah yang inyo terima hari ini. &lt;/span&gt; :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Bagi yang menggunakan hape, silahkan klik gambar agar terlihat jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-8997523600462811299?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/8997523600462811299/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2010/11/kejutan-istimewa-untuk-kolor-ijo.html#comment-form' title='38 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/8997523600462811299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/8997523600462811299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2010/11/kejutan-istimewa-untuk-kolor-ijo.html' title='Kejutan Istimewa untuk Kolor Ijo'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><thr:total>38</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-870617437459368474</id><published>2010-11-27T17:00:00.001+07:00</published><updated>2010-11-27T17:00:03.260+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nepenthes'/><title type='text'>Gombalan Nepen yang Tercecer</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tulang Rusuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sayang&lt;/span&gt;...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;apakah kau mencari tulang rusukmu yang hilang?&lt;br /&gt;Carilah ia pada hatiku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terbuat dari tulang rusukmu yang hilang,&lt;br /&gt;karena itu aku selalu terlekat padamu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Selimut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sayangku...&lt;br /&gt;bukalah selimutmu, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tuk menghangati mimpiku tanpa hadirmu....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hari-hari Panjang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;petang panjang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sebelum malam menjelang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;di penghujung hari nan garang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hati meranggas bagai dedaun dimakan belalang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;perlahan, mengangakan lubang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kenapa Tuhan memberi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tapi tak berkehendak tuk ku memiliki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;merampas dikala ku berseri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dan kutukan menanti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;neraka kan mengeji&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;jika ku terus menari dalam api&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;atas nama Mu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kucoba berlogika, berpekerti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;atas petunjuk Mu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kucoba mengamini, berbudi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tapi di sini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;di ruang-ruang gelap sanubari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ia masih kerap menari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mencabikku hingga ku nyeri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pulanglah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kantungkantung bungaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;menunduk layu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sebab kau tak datang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;menjengukku pulang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;...rinduku pun merambat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dalam pekat yang sepat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rayuan khas Nepen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;masihkah kau ingat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;roti sajak yang kutebar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;memandumu pulang?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;di sini, di istana negeri mimpi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;telah kumasak selusin puisi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;menyuapi laparmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;akan rayu madu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ditemanin segelas anggur kata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dan sekerat sastra panggang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kau rasakankah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kehangatan dalam gemertak rayuku?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-870617437459368474?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/870617437459368474/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2010/11/gombalan-nepen-yang-tercecer.html#comment-form' title='18 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/870617437459368474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/870617437459368474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2010/11/gombalan-nepen-yang-tercecer.html' title='Gombalan Nepen yang Tercecer'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><thr:total>18</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-3303252016008803099</id><published>2010-11-16T14:00:00.011+07:00</published><updated>2010-11-17T16:15:33.692+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Bantji'/><title type='text'>Tips Berpenampilan untuk B (Feuyeum boleh intip dan coba)</title><content type='html'>Siapa bilang B ga perhatian ama penampilan??? Inbox fb dan email inyo banyak kemasukkan pertanyaan dari sista-sista B,  "bagaimana sih sebaiknya berpenampilan agar tak terlihat seperti tukang pukul, tapi tetap tidak mengubah ke-tomboy-an?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Nah, ini membuktikan sebagian sista B masih peduli ama dirinya. Bisa jadi sista-sista B yang ingin merubah penampilan tanpa harus mengubah sisi maskulinnya ingin diterima di lingkungan sosial tanpa tatapan menyelidik. Mungkin, dulunya sewaktu masih kuliah dan sering kongkow bareng sahabat, ga peduli dengan penampilan.&lt;br /&gt;Dan sekali lagi yang bertanya ga cuman sista B loh yaaak... Inyo juga sering dimintai pendapat dari para Feuyeum yang ingin merubah penampilan partnernya yang berkategori B.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan benar penampilan bukan segala-galanya. Namun pada saat kita mulai masuk ke dalam kehidupan publik seperti bekerja, menghadiri undangan ini itu ga mungkin kan kita bersikeras memakai pakaian kebesaran ala B? Memakai ikat pinggang kek rantai kapal? Bergelang akar bahar? Bersepatu kets kumal? Berbaju gombrong dibalut Jemper? Dan apa salahnya sekali-kali jalan ama partner dengan penampilan yang lebih sedap dipandang mata? Toh penampilan juga untuk menghindar dari tatapan tajam dan kecurigaan orang sekitar. Partner pasti akan merasa bangga berjalan dengan B yang mau perhatian dikit dengan penampilannya. Ingat di artikel sinyo yang berjudul "&lt;a href="http://sinyoijo.blogspot.com/2010/08/apa-saja-yyang-ga-disukai-dari-feyuem.html"&gt;Yang Ga Disukai dari Feyeum maupun Bantji&lt;/a&gt;". Jelas sekali hampir sebagian besar feyeum ga suka dengan penampilan B yang terlalu cuek,macho, dekil dan bau. Dan, sekali lagi kita juga harus ingat setomboy-tomboynya, B tetaplah seorang perempuan. Kecuali yang merasa dirinya transgender atau transseksual. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Untuk menjawab semua pertanyaan sista-sista bantjie, berikut inyo sharing tips-tips berpenampilan yang lebih baik. Andro, sebenarnya ga terlalu bermasalah dengan penampilan secara umum para andro masih bisa berpenampilan ala feuyeum.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang perlu diperhatikan terlebih dahulu adalah bentuk badan. Kebanyakan (kebanyakan loh, yaaaaa????) bentuk badan B adalah meninggi ke samping, alias melebar, alias one pack (dari atas sampai ke bawah) hehehehe... &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Nah, untuk B yang punya porsi badan seperti itu yang perlu dihindari adalah :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;1. Jangan sekali-kali memakai kaos atau kemeja dengan motif besar dan bergaris melintang (horizontal). Pilih motif dengan gambar kecil atau polos. Bagi yang suka bergaris, pilih garis vertikal dengan garis-garis halus. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. Kemeja kotak-kotak. Pilih motif kotak-kotak yang yang tak terlalu besar. Kalau perlu motif kotak-kotaknya tidak terlalu menguasai satu kemeja. Hanya di bagian-bagian tertentu saja. Misal di ujung lengan, kerah kemeja atau bagian saku.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;3. Warna. Pilih warna yang tidak mencolok. Warna-warna gelap bisa membuat penampilan lebih langsung eh langsing deng maksud inyo. Ada beberapa warna selain warna gelap yang bisa dijadikan alternatif warna pilihan yakni ; biru, coklat muda, krem, warna khaki, hijau muda dan warna-warna netral lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;4. Celana. Ini nih yang sering salah kaprah. Mungkin pengennya santai dengan memakai kolor yang sudah gombrong eh saku atau kantongnya ada dimana-mana. Pada ga berasa ya kek karung beras berjalan??? hehehe... Banyak koq celana katung santai yang ga banyak kantong dan rimpel-rimpelnya. Kalau bisa model saku dalam untuk mengurangi kesan tebal dan besar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Nah, sekarang kita masuk ke bagian bagaimana sebaiknya berbusana yang sedap dipandang mata dan tetap wangi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;T-Shirt.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;T-shirt, baik polo shirt (berkerah) atau kaos oblong baik bergambar maupun polos selalu jadi pilihan utama para B. Boleh-boleh saja dipakai di setiap kesempatan asal pandai-pandai memadupadankan dengan semi jas atau rompi yang sedikit feminim. Hindarkan pemakaian kaos yang terlalu mencolok mata seperti bergambar tengkorak atau setan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Ikat Pinggang&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sepertinya di pasaran sudah banyak pilihan untuk ikat pinggang. Beli yang simpel dan bewarna senada dengan tas atau sepatu. Berbahan kulit juga  oke asal yakin bahan kulitnya lebih dominasi daripada bahan metalnya. Daripada tuh ikat pinggang metal kena razia polisi??? Dikira mau ikutan tawuran antar pelajar, ayooooo??? &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Kemeja&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Banyak koq kemeja semi maskulin. Seperti yang berkerah sanghai atau V-neck. Pilih kemeja yang bersiluet di pinggang agar tampak bentuk badan. Jangan terlalu sering memakai kemeja kotak-kotak. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Boleh juga sekali-kali memakai kemeja yang bercorak etnik dengan slayer polos tanpa motif atau sebaliknya, kemeja polos dengan slayer bermotif batik atau etnik.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lebih netral lagi berhubung sedang digalakan pemakaian batik, tak ada salahnya mengoleksi batik untuk atasan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Parfume&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TOHRi1ulraI/AAAAAAAABIA/XEH3PEM_INk/s1600/coolwater.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TOHRi1ulraI/AAAAAAAABIA/XEH3PEM_INk/s200/coolwater.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5539939413110664610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tomboy sih tomboy, masak pake parfum kek Drakkar atau Hugo Boss? Yang baunya cowok banget??? Ada beberapa aroma parfum yang tidak terlalu maskulin. Beraroma fresh dan segar. Seperti CK One, Eternity for men (CK), Davidoff Cool Water, Adidas Pulse, Adidas Force, Benetton Sport Men atau Benetton Cold Men. Mahal??? Sapa bilang?? Sekarang dah banyak tuh toko-toko atau di lapak-lapak pinggir jalan yang jual biang parfum dalam cc atau mililiter, harga antara lima ribu sampai lima belas ribu perak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Tas &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TN-8bCOUgrI/AAAAAAAABHQ/5mnPzL5qIEg/s1600/P1000014.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TN-8bCOUgrI/AAAAAAAABHQ/5mnPzL5qIEg/s200/P1000014.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5539353239328424626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebagai B yang dinamis tentu perlu pendamping yang bisa menyimpan segala keperluan sewaktu-waktu dibutuhkan. Bukan begitu sodara-sodaraaaaaaaaaaaaa???? hehehe...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lah, masak pakai ransel mulu??? Jika tidak sedang membawa onderdil mungkin lebih manis bila memilih tas berselepang. Jangan pilih yang dikepit,  lah...ntar kalah ama emak ! Sesuaikan dengan situasi kondisi, masak gini aja mesti dikasih tahu, sihhhh??? ckckckck... Oya, sekarang dah banyak loh tas bermerk dengan harga sesuai kantong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TOIiJihw1bI/AAAAAAAABIo/2XbOiesGFqg/s1600/kipling.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TOIiJihw1bI/AAAAAAAABIo/2XbOiesGFqg/s200/kipling.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540028038901716402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagi kalian yang masih ga bisa ninggalin model ransel, ada loh Ransel Kipling klas  KW 1 dengan warna dan corak keren. Bisa juga untuk nyimpan laptop. Seperti gambar di samping kiri ini. Bisa order melalui faceboook dengan id &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wayang Shop&lt;/span&gt;. Nomer telp. 0896-76-646464&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jemper&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TN-9XSR4cTI/AAAAAAAABHg/7Uxbg4qA3Wg/s1600/P1000012.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TN-9XSR4cTI/AAAAAAAABHg/7Uxbg4qA3Wg/s200/P1000012.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5539354274430480690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Yaiiiiiiiiiiiik!!! Kenapa ya para B paling suka dengan jubah pocong satu ini??? Yang lucunya bahannya mesti tebal dan berwarna gelap??? Ga pada gerah apa ya??? Padahal pilihan ntuk model jemper itu banyak loh, ga harus tebal, berlengan panjang dan berwarna gelap. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-weight: bold;"&gt;Sepatu&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TN-9Ba2W1eI/AAAAAAAABHY/OyDYI2P3-iw/s1600/Photo0028.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TN-9Ba2W1eI/AAAAAAAABHY/OyDYI2P3-iw/s200/Photo0028.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5539353898773829090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bagi kita yang lebih banyak berada di luar ruangan dan ga perlu berjumpa dengan pejabat, Kets tetap pilihan yang nyaman. Hanya saja untuk antisisapi pilih kets yang agak formal (bukan sejenis snikers). Berbahan lembut dan tidak tebal. Juga pentofel, kudu disiapkan untuk acara resmi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Untuk sementara simpan dulu deh boot Eiger atau Doc Marten kalian yang berkesan keras dan sangar itu, yaaaaakkk??? Ntar kalau kita ngongkow bareng bisa dipake lagi koq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TOIlVMzNRwI/AAAAAAAABI4/jQr8_K8-IIQ/s1600/crocs%2Bkw1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TOIlVMzNRwI/AAAAAAAABI4/jQr8_K8-IIQ/s200/crocs%2Bkw1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540031537762617090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelah kiri ini adalah beberapa sepatu semi formal yang nyaman dipakai tanpa menggorok leher sendiri. Crocs KW1 bisa order ke nomer 0878-511-28832 dengan sdri. Dwi Putri&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rambut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ingat loh, rambut adalah mahkota perempuan. Jadi, jangan kalian sembarang atau cuek dengan mahkota yang satu ini. Inyo punya teman B, mungkin dia terobsesi dengan penampilan GI Joe, hingga kulit kepalanya dah kelihatan semua alias cepak ngehe. Ada B yang seakan-akan di wajahnya kek pakai gordyn. Juga ada yang berpotongan ala suku Indian Mohawk.&lt;br /&gt;Di bawah ini ada dua pilihan potongan rambut pendek (boyis) yang masih normal lah... Dan tentunya kalian teteub handsome koq...hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TOIsG5-raxI/AAAAAAAABJY/1k_yknBap8s/s1600/hair1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TOIsG5-raxI/AAAAAAAABJY/1k_yknBap8s/s200/hair1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540038988773681938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TOIsSUWVyBI/AAAAAAAABJg/oQYZOppfcc8/s1600/hair3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TOIsSUWVyBI/AAAAAAAABJg/oQYZOppfcc8/s200/hair3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540039184830810130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ada enam rancangan gaya berbusana khusus untuk para B yang dirancang sendiri oleh designer kenamaan di jagat maya eh di FB, &lt;a href="http://justfloo.blospot.com/"&gt;Floo Shu&lt;/a&gt;. Mudahan bisa membantu sista-sista B yang ingin penampilannya lebih baik lagi dan tentunya tambah disayang ama partner. Huhuuuuyyyy!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs362.ash2/64052_158539814170749_100000441940177_382137_1382888_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 320px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs362.ash2/64052_158539814170749_100000441940177_382137_1382888_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs010.snc4/33866_158402667517797_100000441940177_381482_7853682_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 320px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs010.snc4/33866_158402667517797_100000441940177_381482_7853682_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs734.snc4/65438_158296024195128_100000441940177_380839_6270381_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 320px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs734.snc4/65438_158296024195128_100000441940177_380839_6270381_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs400.snc4/46310_158284107529653_100000441940177_380782_2023238_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 320px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs400.snc4/46310_158284107529653_100000441940177_380782_2023238_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs308.snc4/40724_158290564195674_100000441940177_380824_5039601_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 320px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs308.snc4/40724_158290564195674_100000441940177_380824_5039601_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs720.snc4/64051_158284160862981_100000441940177_380783_1924030_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 320px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs720.snc4/64051_158284160862981_100000441940177_380783_1924030_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Buat sista &lt;a href="http://justfloo.blogspot.com/"&gt;Floo Shu&lt;/a&gt;, thanks ya untuk 6 design-nya yang apik dan kueren bangets :-*&lt;br /&gt;*Beberapa pic adalah milik pribadi kolor ijo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4426716234511973060-3303252016008803099?l=sinyoijo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sinyoijo.blogspot.com/feeds/3303252016008803099/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2010/10/tips-berpenampilan-untuk-b.html#comment-form' title='34 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/3303252016008803099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4426716234511973060/posts/default/3303252016008803099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinyoijo.blogspot.com/2010/10/tips-berpenampilan-untuk-b.html' title='Tips Berpenampilan untuk B (Feuyeum boleh intip dan coba)'/><author><name>Sinyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02502423326811175485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-5l-XT_i0-eU/TuCG7UG6plI/AAAAAAAABe8/3PhrN4FOlyE/s220/inyo%2Btea.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MtUgG5wfgFk/TOHRi1ulraI/AAAAAAAABIA/XEH3PEM_INk/s72-c/coolwater.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>34</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4426716234511973060.post-4121642169506608362</id><published>2010-11-10T16:30:00.003+07:00</published><updated>2010-11-28T17:51:12.372+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Bantji'/><title type='text'>Sinyo, Grey Andrew dan Eugene maen feuyeum-feuyeuman</title><content type='html'>Biar sedikit riuh, judulnya inyo ganti. Hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs561.ash2/148374_167531209938276_100000441940177_429655_3679245_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 589px; height: 720px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs561.ash2
