Rabu, 12 Oktober 2011

Kisah Kasih di Kebon Ijo

Bagaimana sih perjalanan cinta Sinyo-Nepenthes selama tiga tahun lebih ini? Apakah mulus-mulus aja seperti perkiraan orang?

Versi Nepenthes
Sebenarnya sih, kalo diibaratkan kapal, perjalanan cinta Sinyo-Nepenthes tentu tidaklah mulus. Terkadang pada saat ombaknya tenang, kapal jalan dengan mulus. Terkadang ombaknya ganas, kapalnya jalan miring-miring juga. Seperti perahu layar, layarnya pun sempat kuncup atau tercabik-cabik angin. Sempat kehilangan kompas dan mengambang di lautan lepas. Bahkan pernah karam beberapa kali loh....! Lalu, kok bisa bertahan hingga sekarang...??? Mau tau ceritanya?

Tanpa perlu merinci satu per satu urusan dapur Sinyo-Nepenthes selama ini, secara garis besar keutuhan "kapal" Sinyo-Nepen barangkali karena adanya beberapa faktor, salah satunya adalah faktor usia. Yang pasti, Sinyo-Nepen bukan ABG lagi. Sinyo-Nepen bertemu dengan tingkat kematangan usia yang cukup (kalo tidak bisa dibilang tua...hehehe). Usia Sinyo yang lebih tua beberapa tahun dari Nepen seringkali menjadi pengerem ledakan emosi Nepen. Ibaratnya karang, Sinyo yang mentalnya sudah matang, menjadi pohon-pohon bakau pengganjal hantaman Tsunami jika Nepen keluar tanduk uring-uringannya. Demikian pula sebaliknya, jika Sinyo meledak...tiba-tiba Nepen berubah jadi manis dan bisa melembutkan hatinya. Mental Sinyo yang suka datar-datar, adem ayem, easy going, biasa-biasa... seringkali diajak naik-turun roller coaster oleh Nepen. Nepen yang suka "tidak biasa-biasa", mengejar, mendesak, agresif, seringkali menguji tingkat kematangan mental Sinyo. Sampai beberapa kali Sinyo mo nyerah...tapi entah kenapa...kok ya akhirnya kembali lagi ke kapal...

Hal lain lagi, Sinyo dan Nepen sudah memahami keadaan masing-masing, bahwa kapal yang dinahkodai bersama ini, tidak bakal berada pada satu tujuan. Hati dan cinta lebih banyak bicara daripada meraih sebuah mimpi dalam bentuk penyatuan (karena itu sudah tak mungkin). Jika berpisah, satu sama lain kelimpungan dan gelisah. Istilahnya, saat hati ini sudah ada yang "pegang", cukuplah itu buat kami berdua. Karena jika meminta lebih, salah satu pasangan bakal merasa bersalah dan akhirnya akan berujung pada pengunduran diri atau pemisahan. Tahap "bermimpi" itu telah usai dan sekarang kami sudah pada tahapan "menerima kenyataan masing-masing". Tidak perlu terucap, cukup memahami. Keterbatasan dalam kebersamaan akhirnya diterima sebagai bekal selama mengarungi samudera kehidupan. Ketika cinta berbatas, terasa begitu berharganya ia, bukan?

Mungkin juga Sinyo dan Nepen sudah pada tahapan "partnership". Seperti biduk rumah tangga, awal-awalnya tentu adalah "masa-masa bulan madu". Kemudian, dilanjutkan dengan tahap penyesuain karakter. Ada tahap "take and give". Ada tahap "gue mau ini, lu mau terima gue ato gak...?". Ada tahap ego muncul dan ada aksi "balas dendam" supaya partner mengerti rasa kecewa dan sakit yang sedang dialami. Tapi akhirnya, kami berdua menyadari..tidak ada gunanya semua itu. Kami masih saling cinta dan membutuhkan. Kekurangan pasangan diterima begitu saja, seperti menerima kulit gelap yang dianugerahkan Tuhan kepada Nepen. Seperti menerima bentuk rambut lurus yang diciptakan Tuhan untuk Nepen. Nepen terima kekurangan Sinyo dan Sinyo terima kekurangan Nepen. Akhirnya, kita sudah menuju garis "partnership", tahap menjadi "pelengkap hidup", "pelengkap hati", tahap menjadi seorang teman, seorang sahabat sehati. Bayangkanlah rumah-tangga suami-istri yang sudah mencapai tahap Kawin Perak atau Kawin Emas. Mungkin kami seperti itu....

Nepen tetap berada di samping Inyo karena Nepen tahu luar dalam Inyo. Inyo gak ninggalin Nepen dalam keadaan seburuk apapun. Ini sudah terbukti sewaktu Nepen mengalami peristiwa sangat buruk dalam karier dan hidupnya, Inyo ada disamping Nepen selalu (mungkin kecuali jika ada dokter Nadia sungguhan yang berkepribadian seperti Inyo, entah ya……hihihi).

Tidak ada yang abadi di dunia ini, termasuk juga kami. Jika suatu saat karena ada alasan tertentu, Sinyo dan Nepen hanya jadi teman biasa, maka itu karena kehendak Tuhan dan kami akan menerimanya dengan ridha. Jika pun maut yang kemudian memisahkan, Nepen pasti akan membawa nama Sinyo hingga liang kubur. Karena kami berdua memahami hukum kesementaraan itu, kami tak pernah muluk-muluk. Dan juga karena memahami kekurangan masing-masing, pantang untuk menjelek-jelekkan pasangan di depan umum (kecuali untuk lucu-lucuan dan biar rame aja...hihihi).

Jadi, kami ini bukan malaikat atau dewa. Sinyo dan Nepen cuma manusia biasa yang banyak salah sama pasangan. Justru karena kesalahan itu kita belajar untuk menjadi manusia yang lebih dewasa (bukan jadi manusia sempurna). Cermin kami hanyalah hati dan nurani masing-masing. Sebab oleh kedua hal itulah kami masih bisa bersama...Wasalam, Nepenthes

Bijimane versi Sinyoooooo????
Ehmmm... Sepertinya apa yang ditulis Nepen di atas sudah mewakili garis besar perjalanan hubungan kami selama ini. Ada dua tambahan topik dari inyo.

Pertama adalah Internal (hubungan Sinyo dan Nepen).
Percayalah, perjalanan kebersamaan kami tidak selalu indah, penuh canda tawa seperti yang terbaca baik di tulisan maupun di komentar-komentar kami. Hubungan kami pernah berada di titik nadir. Rasanya pengen menyerah. Kami putus asa dengan situasi dan kondisi kami, sampai kami berdua menahan tangis yang pada akhirnya jebol juga. Tapi, kami bersyukur pada saat kami ingin menyerah, pada waktu itu Nepen berada tepat di samping Inyo (kami selama ini LDR). Jadi, kami berdua bisa saling menangisi satu sama lain. Saling meluapkan kegetiran satu sama yang lain. Saling menyalahkan satu sama lain. Kami tumpahkan semua kemarahan satu sama lain. Rasanya pedih. Pedih sekali. Ibarat luka yang belum sembuh terkena irisan jeruk. Kami bisa saling melihat dan merasakan satu sama lain. Kami bisa saling memagari diri untuk tidak curhat kemana-mana. Lebih baik bagi kami melampiaskan keluh hati dalam bentuk puisi atau tulisan. Kami tidak ingin terjebak melodrama caci maki untuk komsumsi publik.
Sekarang, peristiwa-peristiwa penuh drama ala bollywood itu jadi bahan jayusan antar sinyo dan Nepen. Kami saling menertawai ke-sensi-an, ke-naif-an dan kebodohan kami pada waktu itu. Indah pada waktunya, bukaaaaaaaaaan??? Bukaaaaaaaaaan!!! Wkwkwkwkwk...

Nepen bagi inyo, lebih dari sekedar partner. Pengetahuan Nepen tentang kehidupan dan realitas lumayan jadi sparring partner untuk diskusi tentang apa saja. Obrolan kami tidak melulu soal cinta. Justru diskusi-diskusi yang sepertinya tidak penting untuk dibicarakan bagi dua insan yang dimabuk cinta, bagi kami merupakan api yang menyemangati perjalanan kisah kasih kami. Obrolan-obrolan politik, sastra dan dunia kepenulisan justru seperti embun di pagi hari yang menyejukkan bila salah satu dari kami tensinya mulai meninggi.

Jadi, bijimana bisa Sinyo bosan sama Nepen atau Nepen bosan sama Sinyo??? Tak ada kata bosan atau boring dalam kamus hubungan kami. Masing-masing dari kami selalu antusias. Selalu saja ada sesuatu yang baru untuk kami bicarakan atau kami jalani.. Masing-masing dari kami pun saling membebaskan. Baik di kehidupan nyata maupun di maya. Apalagi Sinyo pan orangnya ekstrovert. Mana bisa dikekang. Bisa-bisa cuman jadi jagoan kebon ijo aja. Hehehe... Begitu pula dengan Nepen. Jiwa kepenulisannya yang masih menggebu-gebu, nggak mungkin inyo batasin hanya untuk tulisan yang memuja sinyo atau meng-narsis-kan sinyo saja. Rasanya hanya meng-kerdil-kan potensi Nepen kalau itu sampai terjadi.

Dan, kami bukan type insan pengobral janji. Kami jalanin dan syukurin apa yang ada sekarang ini tanpa janji-janji semanis madu untuk sehidup semati (Nepen hidup, inyo mati hehehe...), atau kau memang bukan yang pertama tapi pasti yang terakhir atau bla bla bla datanglah bala, hihihi...

Kedua adalah Hubungan Eksternal (Sinyo Nepen dan Pihak Lain).
Hubungan eksternal ini amat penting karena sempat memengaruhi hubungan kami (Sinyo dan Nepen). Dari awal hubungan, Inyo dah wanti-wanti ke Nepen untuk tidak membicarakan ke pihak lain (entah itu sahabat jauh ataupun dekat) apapun yang terjadi diantara Sinyo dan Nepen. Tujuannya tentu agar kami bisa saling menjaga dan tidak ada pihak ketiga yang ikut campur urusan kita berdua. Boleh dibilang hubungan kami jauh dari hil-hil berbau mesum selingkuhan. Tak ada yang namanya wanita idaman lain atau the other women. Malah gangguan datangnya dari jalur persahabatan.

Bila digali sejarahnya, Sinyo dan Nepen bertemu di sebuah milis dunia maya. Sinyo dan Nepen gak mungkinlah melupakan sejarah ini. Namun latar belakang pertemuan ini merupakan sisi plus dan minus buat kami berdua. Sisi plus tentu saja dunia maya telah mampu menembus jarak diantara kami sehingga kami yang berjauhan ini akhirnya bisa bersatu. Teman-teman di milis ini sangat mensupport hubungan kami pada awalnya, bahkan bisa dikatakan mereka turut membantu “mencomblangi” dan ikut deg-degan plus penasaran sewaktu kami bertemu pertama kali. Kami tak akan melupakan mereka dalam hal ini…

Sisi negatifnya pun ada. Pertemanan dunia maya yang instan menginstankan juga keberadaannya. Apalagi dengan diimbuhi pertemanan jarak jauh yang komunikasinya mengandalkan teknologi ini, kerap kali tanpa adanya chemistry atau kontak mata menyebabkan terjadinya salah paham diantara kami dengan teman-teman maya ini.

Sejak awal pun, sebenarnya Sinyo udah frontal dan vokal (outspoken) dalam mengkritisi dunia perlesbianan, bahkan sebelum bertemu dengan Nepen. Secara kebetulan, jiwa raga Inyo emang seperti itu, gatelan kalo ngelihat sesuatu gak beres dan ga fair, memanfaatkan kelebihan untuk merendahkan lesbian lain.. Tapi, setelah Sinyo dan Nepen mengundurkan diri dari milis tersebut, seolah-olah Sinyo menjadi “rival” atau lawan mereka. Sejujurnya Sinyo tidak bermaksud untuk melawan mereka. Justru, kritik-kritik Sinyo dibuat untuk meluruskan yang bengkok serta memberi suara yang berbeda. Bagaimana jika semuanya “membebek”, “membeo”, sama suaranya semua..? Apakah mereka bisa menjadi besar seperti sekarang karena sebuah “paduan suara”?

Celakanya, karena ulah Inyo yang suka kritik mereka, mereka mengkait-kaitkan dengan Nepen, bahkan berburuk sangka. Padahal Nepen sama sekali tidak ikut-ikutan membuat, membaca atau mengompori Inyo. Nepen terlalu sibuk dengan urusan kerjanya, mana sempat ngurusin yang beginiannnn??? Malah Nepen sering mengingatkan Inyo untuk “jangan cari masalah” atau “Don’t waste your energy buat yang beginian”. Tapi emang dasar jiwa raga Inyo sudah begini, ya..Inyo happy-happy aja jadi “partai oposisi”. Karena pada dasarnya Nepen demokratis, Nepen gak bisa ngelarang Inyo untuk berekspresi. Justru karena kedemokratisan ini, teman-teman lama Nepen salah paham. Mereka menganggap Nepen telah membiarkan “a crime went on….”. Bagi mereka, sudah seharusnya seseorang mengingatkan pasangannya untuk tidak berbuat “nyeleneh”, apalagi mengkritisi sahabat-sahabat pasangannya. Sementara bagi Nepen dan Sinyo…urusan kritik-mengkritik adalah urusan Sinyo sendiri, tak terkait dengan Nepen. Namun, toh akhirnya..Nepen kena getahnya juga.

Urusan dunia maya yang telah mengakibatkan Nepen menjadi tertuduh dan dianggap tidak setia kawan ini, ternyata tidak menyurutkan cinta Nepen kepada Inyo. Bahkan, ketika teman-temannya meninggalkan Nepen dan tidak mau lagi kontak dengannya, Nepen tetap berdiri di samping Inyo. “Inyo, baik dan buruknya kamu sudah kuterima. Ketika kamu dikagumi, aku turut berbangga. Ketika kamu terjatuh, aku juga ikut terjatuh bersamamu.”

Teman-teman Nepen menganggap Nepen telah berkhianat dan berubah perangai akibat dekat dengan Inyo. Padahal, Nepen tidak pernah berubah. Nepen hanya punya satu prinsip : Nepen mencintai Inyo, baik dan buruk, suka dan duka. Itu saja. Nepen tentu bersedih ditinggal teman-temannya, lebih sedih lagi karena mereka tak pernah ada komunikasi ataupun pertanyaan mengenai kabar Nepen, tetapi tiba-tiba dijauhi tanpa sempat tahu apa kesalahannya.

Dunia maya mengajarkan beberapa hal kepada kami. Salah satunya adalah tak ada budi maka tak ada balas. Ketika kita “tak berperan” lagi maka kita pun tak akan dianggap pernah ada. Dari sekian puluh sahabat-sahabat kami dulu, hanya tertinggal beberapa saja yang masih berhubungan dan bertukar sapa. Ironisnya, justru mereka bukanlah sahabat-sahabat yang dulunya dekat dengan kami.

Kalo ngomong soal prinsip, pastilah akan berbenturan. Teriak berteriak, maki memaki, bukanlah karakter Nepen. Nepen lebih senang “keep silence” dan membiarkan alam memberitahu kebenaran pada akhirnya. The truth never lies…Berbeda dengan Inyo yang sering gemes melihat ketidakadilan di depan mata dan langsung berteriak lantang. Kedua karakter ini akhirnya “kawin” pada diri kami berdua, sehingga sekarang ini…Nepen belajar untuk berteriak lantang kalo ada masalah di depan mata dan Inyo mencoba lebih soft kalo menghadapi ketidakadilan…

Inyo yang ekstrovet “menikah” dengan Nepen yang introvert. Inyo yang suka bercanda bertemu dengan Nepen yang serius. Inyo yang kepede-an, berjumpa dengan Nepen yang humble. Jadilah kami ini “partner in crime…”…hehehe...

Mudahan apa yang kami tulis sesuai versi masing-masing ini, bisa membantu menjawab sekian pertanyaan dari sista-sista mengenai sejarah atau perjalanan kisah kasih Sinyo dan Nepenthes, baik di inbox FB maupun di kotak pos kebon ijo. Tabik, Sinyo.


22 comments:

  1. yuuhuuuuu...
    manteb mbak n den inyooo...
    ayo jgn mnyerah.
    #angkat pom-pom

    khekhekhe
    Ntan

    BalasHapus
  2. hiks, terharu. kapan yah isa seperti kalian? wakakak :D

    BalasHapus
  3. ~maNtaaaaaaaaaaaaaaan... sesuatu yang banget mang patut diperjuangan dan pantang menyerah euyyyyyyyy!!!! wkwkwkkwkwkkwkwkk
    thanks kolornya maNtaaaaaaaaaaan.... *cipok* :D

    BalasHapus
  4. ~Ryouuuuuuu.... aduhhh kami mah jangan ditiruuuuu... ga sesuatu banget getohhhh.... jiahahhahahahhahha.... thanks atas ke-terharu-annyaaaaa.... *cipok* hehehehe

    BalasHapus
  5. Dear Inyo, "maturity" adalah kata favoritku akhir-akhir ini... Entah kenapa membaca postingan Inyo kali ini seperti mendapatkan "sesuatu" banget (syahrini mode: on :p). Sering-sering dong membagi tips and trick langgengnya hubungan L yang banyak diterpa badai macam Inyo-Nepen, sebab tanpa Inyo sadari, bisa bermanfaat bagi para junior-juniormu macam aku ini (jadi teringat zaman aku memanggilmu "suhu" deh, hihihi...)

    Suddenly aku kangen tuh sama GK (bakmi Gang Kelinci), masih ada ngga sih...? Mau dong dikasih tiket masuknya kalo masih ada *wink2* ^^

    Salam hangat,
    Wil

    BalasHapus
  6. ~Wiiiiiiiiiiiiiil.... suhu nyang entu dah tamat riwayatnya berikut rumah GK-nyaaaaa.... hehehehe :))
    keknya tips n trick langgengnya sebuah hubungan dah banyak nyang nulis koq. ntar kita kelihatan expert sekali dong????? wkwkkwkwkwkkwkwkkwkw
    kunci GK dah digembok ama Nepen, biarlah GK dikenang seperti apa adanya pd waktu itu. tapi ada bbrpa artikel GK yg udah kami posting di kebon ama di FB tentu yg sesuai dgn sikon sekarang, Wil.... hehehehe

    BalasHapus
  7. Suwiiiiiiiiiiiittttttt wiiiiiiiiitttttt kapan y arneth bs spt k nyonyo n k nepen???????? Pasti jwb k nyonyooo kapan2.... *jwer kuping naaa* xixixixixixi k nepen wat lg crpen naaaaa.. Arneth min hburaaaan soal na k nyonyo g mo add fb arneth :(((((((((((

    BalasHapus
  8. ~Arnethaaaaaaaaaaaa.... ussshhh!!! anak perawan ga boleh suwit suwitttt taukkkk???? ckckck...
    udah tau kaaannn jawabannyaaaa???? kaaaaaaaaaaaaaaan??? kaaaaaaaaaaaaaan???? wkwkwkwkwkwkwkkwwkwkkw.... sabar ya arneta, Nepen lagi menggodok sebuah cerpen nyang pasti masih seputaran obsesi Nepen ttg dokter tapi bukan kelanjutan dokter Nadiaaaaaaaaaaaaa.... hihihihi :)) Ehhhhh???? udeh dibilangin maen di kebon ijo ajaaaaa, di FB banyak gentayangan keluarga jin botol nyang demen nangkapin perawan kiwis kiwis kek arnetha giniiiii.... dibilangin lohh nih anakkkk....ckckckck

    BalasHapus
  9. Baca sambil deg-degan... Oh,,, begitu thoh ceritanya.. hehe...
    inyo.. nephen.. serius,, daku ngiri sama kehidupan cinta kalian... semoga, dapat meneladani kisah cinta yang adem ayem dan sederhana tapi bermakna ini di kehidupan rumah tanggaku ya.. *doakan saya..!!*

    buat kalian berdua... semoga parnership yang kalian jalani, selalu membawa pada perasaan nyaman dan meneduhkan... sing rukun ya inyoooo nephen... :)

    BalasHapus
  10. ~IyHaaaaaaaaa.... duh duhhh siiiiiss jangan diirin atuhhh...kami mah kaga pantes dijadiin teladan. hehehehehe....
    Amiiiiiiiiiin, sis. Insya Allah kami doakan selalu. Mudahan pula kami tak menjadi manusia2 yang takabur dan tahu bersyukur. Makasih ya sissss... *cipok* wkwkkwkwkwkwkw

    BalasHapus
  11. aq pikir cma aq yg ngalamin msa2 ingin menyerah ma suatu hubungan.
    teryata menjadi utuh dlm suatu hubungan itu perlu perjuangan ma pengorbanan jga y.

    BalasHapus
  12. ~anonaaaaaaaaaa.... bagi kami, hubungan ini amat berharga dan kami berusaha dgn segala daya yg ada untuk mempertahankannya. mungkin juga waktu yang akan membuktikan kekuatan cinta itu sendiri. hehehehehhe.... Anonannnn....next plisss deh ninggalin nama agar enak gitu loh cipok eh sapanyaaaaa.... wkwkkwkwkwkwkwkkwkw

    BalasHapus
  13. Tp kadang rasa bosan bsa tiba2 muncul begitu aja.
    dan kadang rasa hambar pun menghampiri setiap perjalan cinta kan?.

    #tha niz#

    BalasHapus
  14. ~Tha Nizzzzzz.... ehmmm....mungkin karena kami LDR, jadi tak ada rasa hambar dan bosan yaaa... setiap ada waktu luang untuk bisa sekedar sms, telpon, ym n fb-an kami manfaatkan sebaik2nya. waktu bagi kami amat berharga. demikian ThaNizzzz... *ehmmm dulu di fb inyo ada teman yg id akunnya Thaniz nyang manizzzz* hehehehehe

    BalasHapus
  15. ooo..begonooo toh..*angguk2*
    semoga langgeng yah kalian berdua :D

    eh iya,salam kenal buat nepen..suka dgn cerita2mu :)

    BalasHapus
  16. ~Riiiiiiiiiiiid... begitulah sissss...HIdup Kawanuaaaaaaa!!!! wkwkwkwkkwkwkwkkww
    ehhhh kalo mo salamin Nepen, kudu cipok inyo dulu lohhhhhhhhh.... hehehehehhehehe thanks Riddddddddd... *cipok*

    BalasHapus
  17. suka sekali dengan tulisan2 di blog ini
    saya pengunjung baru dan ingin mengenal dunia baru juga,
    salam kenal kaka.^^

    by.aF

    BalasHapus
  18. ~by.aF... ehhh??? dunia baru??? di sini mah bukan dunia baru tapi dunia lama yg dipoles warna abu-abu agar terkesan kelam. hati-hati aja by.aF ketumanan kelamnya dunia kami ini....hehehehehehe :)) salam kenal.... *cipok* :D

    BalasHapus
  19. postingan yg mana sih yg memuat tentang sisi negatifnya dunia L,,
    di cari2 ga ketemu2:(

    by.aF

    BalasHapus
  20. ~Afiaaaaahh... coba deh klik Label "Lesbian Under Cover" ya??? hehehehe :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. gaaaaa ketemuuuuuuu...
      frustasi muter2 di blog ga dapt linknya jugaaaaaa......

      by.aF

      Hapus
  21. ~Afiaaaaah... hehehe... coba sekali lagi deh, sebelah kanan blog ini ada kolom-kolom tuh, di bawah kolom berita seputaran lesbian, gender dan trangender itu ada kolom LABELS, nah klik Renungan Sinyo. keluar deh artikel2nya hehehehehe...mudahan ga bikin bingung yaaa??? selamat membaca... lebih bagus mah baca dari awal hehehe :))

    BalasHapus

hati hati keinjek pupuk kandang, ya...