Senin, 15 Juni 2009

Komunitas Lesbian


Layaknya negara, partai dan lembaga baik pemerintahan maupun swasta. Komunitas lesbian juga memiliki beberapa divisi dan memayungi berpuluh bahkan beratus anggota. Selama internal komunitas solid, biasanya komunitas tersebut akan tetap bertahan dan survive menghadapi tantangan zaman dan tekanan publik.

Disadari atau tidak kehancuran sebuah komunitas, sayangnya justru datang dari dalam tubuh komunitas itu sendiri. Internal yang tidak solid. Sengaja ataupun tidak, komunitas tersebut mulai keluar dari visi dan misinya. Tarik menarik kepentingan beberapa kelompok tak lepas dari permainan intrik belaka. Merasa telah berbuat banyak dan memberi andil kepada komunitas.

Bibit kehancuran komunitas terlihat, bila pemilik atau pemimpin komunitas tidak pandai menjalin komunikasi yang baik dan bersahabat. Salah menempatkan orang. Tidak peka dengan ketidak nyamanan komunitas. Abai memfasilitasi pihak-pihak yang bertikai, pro dan kontra atas berbagai kebijakan komunitas. Protes anggota dianggap melecehkan kepemimpinan. Mencari muka, jilat menjilat, mengatas namakan anggota lain untuk kepentingan pribadi bisa jadi adalah menu sehari-hari sebuah komunitas.

Kehancuran komunitas lesbian kadang dipicu yang namanya, asmara. Akhirnya, tidak bisa lagi membedakan yang mana profesionalitas yang mana masalah pribadi, kedua-duanya dibawa ke arena publik dan jadi pergujingan diantara anggota (maklum, isinya wedok kabeh!). Mereka lupa kalau komunitasnya telah go public.

Biasanya, komunitas lesbian terbentuk dari jalinan pertemanan. Dan tidak selamanya pertemanan itu akan langgeng. Tergantung apakah si teman merasa masih eksis atau terabaikan. Namanya komunitas, anggotanya akan datang dan pergi silih berganti. Jika pemimpin komunitas adalah orang yang, merasa dirinya paling dibutuhkan, arogan, irasional dan lebih perhatian terhadap anggota atau teman baru, bisa saja teman yang dulunya seiring sehaluan akan berpaling pindah ke lain komunitas dan menjadi musuh. Hal ini jauh lebih berbahaya. Mungkin saja teman yang dulunya sama-sama membidani kelahiran komunitas akan menyeberang dan membeberkan rahasia dan aib komunitas lamanya. Dada dua, kelamin sejenis, dalamnya hati siapa yang tahu!

Perlu kita renungi bersama ungkapan Voltaire (filsuf Perancis), "Mon dieu, gardez-moi de mes amis. Quant a mes ennemis, je m'en charge" Yang artinya, "Tuhanku, lindungilah aku dari teman-temanku. Kalau musuh-musuhku, aku bisa mengatasinya sendiri."

23 komentar:

  1. Nyo... membacanya sampe 3x... cuma satu kata...

    "DALEMMMMMMM"

    BalasHapus
  2. Willlllllku ! sebenarnya, yang dalem itu kata2 dari Voltaire. Kita kudu berhati2 dalam berteman.
    Thanks ya Wil-ku... :*

    BalasHapus
  3. Sinyo... bacanya cukup sekilas aja..
    cuma satu kata.. eh dua ding..
    "ga ngerti..."

    BalasHapus
  4. Lauyhak peyhankkkk ! stelah baca komentmu..
    cuma satu kata.. eh dua ding..
    "derita elo... " :D

    BalasHapus
  5. Tambah satu masukan, Nyo.
    Mungkin yang perlu ditanamkan oleh masing-masing orang yang berkeinginan untuk menjadi anggota dari sebuah komunitas adalah niat awal. Jika niat awalnya adalah ingin mendapatkan sesuatu dari komunitas tersebut maka niscaya suatu hari saat ia berpikir tidak ada lagi yang bisa didapatkan dari komunitas itu, ia dengan otomatis akan hengkang karena tidak ada lagi tujuan yang bisa menjadi goal. Tapi sebaliknya jika niat awalnya adalah menjalin silahturami, maka aku percaya ia akan berusaha keras membuat komunitas itu menjadi sebuah komunitas yang hidup :)
    Anyway, mau tidak mau, suka tidak suka, perubahan selalu terjadi dan orang-orang yang terlibat di komunitas itu otomatis juga akan mengalami perubahan. Tinggal memilih ingin perubahan yang lebih baik atau perubahan yang malahan lebih buruk :)

    BalasHapus
  6. beJoooooooo! Menurutku, setiap L yg masuk dalam (menjadi anggota) dari sebuah komunitas, pasti dia berharap sesuatu dari komunitasnya, entah untuk pengakuan diri, untuk mencari pembelaan, mencari perlindungan dari kehidupan sosialnya. Kalau sekedar menjalin silahturahmi, ga perlu juga jadi anggota. Si L bisa koq ngikutin perkembangan komunitas itu dari jauh. Atau menyertakan diri dalam setiap agenda acara (tentu event umum)yg diadakan.Dan aku setubuh bahwa yang namanya manusia itu pasti berubah tidak terkecuali L. Tapi perlu jg kita ingat, karena komunitas L itu amat terbatas dan sebagian L in the closet, susah bagi para L untuk melakukan perubahan yang radikal. Makanya komunitas L itu biasanya jalan di tempat.
    eniwei Jo, thanks banget tambahan point dari kamu. :)

    BalasHapus
  7. Silahturami akan berjalan baik jika terjadi dua arah, Nyo. Kalo mantau dari jauh cuma satu arah. Kecuali punya mata-mata, hahahahaha :p

    Anyway, hanya opini pribadiku :)

    BalasHapus
  8. beJooooooo ! kita ini bahas silahturahmi ato komunitas, sih??? hahahaha! kalo silahturahmi, Lebaran masih dua bulan lagi... :D

    Yaieleeeee... dasar mata-mata... :))

    BalasHapus
  9. Kalo mo cari cewe yang lesbi biasanya dimana??
    atau bisa kassih numernya

    BalasHapus
  10. Lozerrrrrrr ! Wuah! meneketehe, emang aku makelar L, gitu??? hahahahaha... :D

    Makasih ya Lozer, sudi mampir di kebonku... :))

    BalasHapus
  11. gmn cara masuk komunitas L world?

    BalasHapus
  12. @Anonim! Duh, berat banget ya namanya??? sampe2 kagak mau dikenalin. oke, anonim bisa cari di kang gugel. ada VOY, Satu Pelangi atau masuk ke buku tamu sepocikopi. Mudahan kamu bisa ketemu teman yang banyak, yak???
    thanks sudi mampir di kebon ijo... :)

    BalasHapus
  13. cuma mau tanya .
    "fem" itu sebutan u/lesbi ya ?

    BalasHapus
  14. ~Anonaaaaaaaa... wuih! susah banget ya nyari nama? boleh ga ta kasih nama kamu, Betty??? oke, Betty... dalam hidup bersosialisasi, L punya beberapa label untuk menandai. secara umum ada 3 Lebel, yakni Femme (L yg bercirikan feminim), Andro (L bercirikan setengah feminim setengah maskulin), Butchie (L yg ini lebih maskulin). gitu Betty... bagaimana ? apakah kamu F???? *wink wink... hehehe :))

    BalasHapus
  15. lha yang nulis ni L gak??

    BalasHapus
  16. ~Anoniiiiiiiimmm!!! yaileee ada satu lagi neh kunti ta bernama... hihihi :))

    yang nulis ini bukan L, tapi hombrenk nyang banciiiiiiiiiiiiiiiiiii.... jiahahahahahaha ;p

    thanks ya dah keinjek pupuk ijooooooooooo... :))

    BalasHapus
  17. yaaaaaaaaaaaaaaagithu dechhhhhhhhhhhhhhhhhhh

    BalasHapus
  18. Hwaaaa gk ad yg tau klo ak L, pura" deh jd normal, sedih amat hdupku,,mau cari tmn curhat sesama L jg susah,,,
    numpang curhat ya,,,lg galu nih wkwkwk

    BalasHapus
  19. ~Anonim...boleh koq numpang curhat asal jgn lupa ninggalin nama yaaa???? hehehehhe :))

    BalasHapus
  20. kamu hebat bisa buat crita2 bertmakan L. pengalaman sendiri ya?

    BalasHapus
  21. ~TatabuatInyo eh TatabuatNab... sebagian dari pengalaman sendiri sebagian besar besar dari hasil diskusi dan sharing dgn sahabat2 kami baik dr dunia maya maupun dunia nyata. Gitu Tataaaaa hehehehe

    BalasHapus
  22. Bicara soal lesbi, q punya sedikit cerita. Kalau tertarik klik namaku ya.

    BalasHapus
  23. ~Lesbi... Terima kasih dah mampir n juga dah berbagi sedikit ceritanya. :p

    BalasHapus

hati hati keinjek pupuk kandang, ya...