Senin, 30 November 2009

Bila Banci Kepruk Bertandang

Hari itu kira-kira seminggu yang lalu, aku bersama para ponakan asyik mencari dan memilih hewan kurban. Masuklah sms dari banci kepruk yang meminta pertolonganku untuk mendatangi seorang cece yang kebetulan lagi bertugas di kotaku. Cece dengan nama Ratri (alamakjonkkkk kesannya tuh cece emang femme banget deh! apa maksudnya coba???) ini sedang kesusahan. Tas beserta isi-isinya di jambret ketika sedang berbelanja di pasar kebon sayur. Nah, si banci kepruk meminta aku untuk melihat keadaan Ratri dan juga kelanjutan laporan kehilangan tasnya. Hanya sajaaaaaa..dan anehnya banci kepruk malah mempersilahkan aku langsung masuk ke kamar hotel, bukan ketemu di Lobby!!! Alasannya klise banget, "tuh Ratri lagi shock berat! Bingung! Kek orang begok!"

Setelah aku menurunkan ponakan-ponakan di rumah, aku langsung cabut ke hotel dimana Ratri menginap. Sepanjang perjalanan, perasaanku koq jadi nggak enak. Sempat ta kirim sms ke banci kepruk tentang perasaanku. Lalu banci kepruk membalas, "bos sudah ketemu Ratri? Bagaimana keadaannya???" Yaileeee...neh banci ketauan banget dah belang kambing bandotnya.


Sesampai di hotel, perasaan tak enakku terbukti. Di lobby ada penyambutan untuk peserta seminar pejabat-pejabat tinggi negara. Sempat pula aku diminta mbak-mbak yang nangkring di meja penyambutan meminta aku untuk mendaftarkan diri. Emang tampang gue pejabat getooo, yak???? Ukh!!! Langsung aku menuju meja dekat resepsionis yang tersedia telpone untuk ke kamar. Benar Saja! Dasar Banci! Suara yang menjawab di seberang sana, meskipun dihalusi-halusin secara lembut merayu debu teteup aja suara cempreng itu aku kenal banget sebagai suara banci kepruk alias Ratri alias kak Affy!!!

Nggak usah dibayangin dan direka-reka bagaimana pertemuan para banci ini. Masak, banci ijo mau dikerjaian ama sesama banci???!!! Nggak lah yawww!!! Emang gue mo jadi antasari jilid II yang diumpanin Rani, getoooo???!!! Hihihihi...

Ngalor ngidul ngibul ngebul di kamar hotel banci kepruk berlangsung hangat dan seru. Sayang saja diantara dua banci ini nggak ada feminim-feminimnya, coba aja seandainya salah satu ada yang pasrah...lumayan tuh ranjang ukuran king jadi saksi gelap dan bisu...hahahahahaha
Malam pertama ini kami tutup dengan makan bersama di tempat orang-orang kebanyakan, foodcourt. Karena kotaku lagi nggak sopan, hujan deras menyambut kedatangan pejabat negara.

Ke-esokkan harinya sekitar jam 12-an, aku mengunjungi mba Ratri dan mengajaknya makan soto khas daerahku. Banci kepruk ini seakan-akan nggak puas-puasnya jadi banci. Kotaku yang lagi hangat-hangatnya kesiram matahari, malah beliau memakai jaket tebal untuk menutupi segala pangkat dan gelar di pakaian dinasnya. jiaaaaaaaaaaaaaa...
Pun, setelah makan soto yang panas dan pedas tak membuat mba Ratri kegerahan. Ajiiiiiiiiiiiiiiiiiip...

Berbekal perintah atasan mba Ratri untuk membelikan bininya dua buah liontin kristal, kami menuju ke sebuah pasar yang terkenal dengan segala koleksi batu-batuanya. Tuh atasan lupa kali ya, masak dua banci disuruh beli perhiasan??? Untuk bini ndiri aja kaga pernah nyari, ini malah nyariin untuk bini orang. Napa, nggak sekalian aja bininya jadi bini kite, yak??? Hihihi... Bingung! Cari sana cari sini. Nggak tau mana kristal asli mana kristal kaca. Untung saja, saat kami lagi pusing milih liontin, di sebelah kami ada dua waria bertubuh segede gentong. Dari mereka kami akhirnya jadi tau kristal asli. Setelah dua waria itu berlalu, sempat aku bisikkan ke mba Ratri, "keknya mereka salah bodi, mestinya kita tukaran ya bos???" huahahahaha...

Sesuai janji di siang hari untuk dinner ala candlelight, aku bawa mba Ratri-ratrian ini makan udang bakar dan cah ginseng (pake telor puyuh) di sebuah warung remang-remang. Gue nggak jamin setelah makan udang dan ginseng tuh banci kepruk jadi nafsonkkk...kqkqkqkqkq. Nggak ada jendela, atappun bakal dijeboooool !!!
Malam terakhir nan syahdu ini kami tutup dengan saling curhat colongan di sebuah kafe di tebir pantai. Angin semilir dengan kerlip lampu kapal di kejauhan menambah suasana makin mencekam...eh...mengasyikkan sampai lupa kudu pulang.

Hari terakhir pejabat tinggi negara kudu kembali ke metropolitan, kami isi dengan bincang-bincang ringan sebagian bincang lanjutan biography banci kepruk yang rencananya akan dijadikan novel (ayooo, sapa yang mau jadi penulisnya? daftar di sinyo, yak? pokoke sejarah banci kepruk dijamin bikin gempar pembaca hetero).
Aku mengawal banci kepruk sampe ke bandara kalo perlu sampe beliau naek pesawat, bukan apa-apa seh, masalahnya karena banci biasanya gengsi bawa tas kresek isi oleh-oleh, emang sengaja ta pake tas kresek bukan dipacking kardus (***). Takutnya tuh tas kresek belum sampe ke bininya udah disumbangin ke pramugari...wkwkwkwkwk

Secara baru kali ini aku dibezuk sista sehati dari lain pulau. Enggan rasanya untuk berpisah. Namun, apa hendak dikata. Kami punya jalan hidup masing-masing yang kudu diprioritaskan. Setelah banci kepruk take off, betapa damainya dan kehidupanku kembali normal seperti sedia kala. Jiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!

(***) : naga-naganya bakal ada yang ambil ide tas kresek untuk dijadikan tulisan. Cape dehhhhh...!!! Huahahahaha :))

Mau kejedut aja, ahhh...

Jumat, 27 November 2009

Film "GAY / TIDAK"

Ada 8 Film pendek terbaik dalam LA Lights Indie Movie yakni, Basa-Basi Pisang Goreng, Sang Penjahit, Di Burger Bacem, Gay / Tidak, Missing Spot, RBT Ringbacktut, Suci and the City, dan Bukan Flu Biasa. Nah, bagi yang merasa hombrenk rasanya tanpa pake antena juga dah pada taukan yang mana film kalian???

Gay /Tidak, adalah film pendek yang mengisahkan tentang remaja yang mempertanyakan kelainan orientasi seksual dirinya pada sahabatnya yang ternyata seorang gay. Bagaimana lanjutan dan akhir kisah film ini, silahkan saksikan di stasiun RCTI mulai tanggal 1 Desember - 28 Desember 2009, pukul 22.00.

Karena aku bukan ahlinye membedah film apalagi film-film bertema hombrenk dan juga belum nonton tentunya, aku lebih suka membedah sang sutradara. Teteup banci ckckck!


Sigi Wimala, pada masih ingat nggak dengan film "Tentang Dia"? Dalam film yang diadaptasi dari cerpen Melly Goeslaw ini, Sigi bermain bersama Andinia Wirasti. Rudy Soedjarwo bertindak sebagai sutradara. Di ajang LA Light Indie Movie, Sigi bersama Lukman Sardi (Sang Penjahit), Luna Maya (Suci and the City) dan Dedi Mahendra Desta (Di Burger Bacem), didapuk untuk menjadi sutradara. Perempuan yang kini berusia 26 tahun itu mengadaptasi naskah milik Indra Chandra, pemenang Short Story Competition 2009.

'Gay /Tidak' mendapat sambutan yang cukup positif dari orang yang sudah menontonnya. Sineas Garin Nugroho pun sempat memuji kemapuan Sigi sebagai sutradara.

"Dia (Sigi) punya gayanya sendiri, dia bermain-main dengan angle," ujar Garin.

Artis cantik Sigi Wimala yang dikenal sebagai model dan pemain film ini, sedang mencoba hal baru. Film yang berjudul "Gay / Tidak" ini adalah karya perdananya yang menjadi salah satu dari delapan film yang tayang dalam acara LA Light Indie Movie.

Dalam pembuatan film yang berdurasi 15 menit ini Sigi merasakan sesuatu yang beda, karena selama ini dirinya selalu berada di depan kamera. Di pengalaman perdananya ini Sigi mengungkapkan senang dan lebih menyukai menjadi sutradara daripada menjadi pemain, “Saya senang sekali, suka banget, dan dari dulu aku pengen banget jadi sutradara dan disini secara susah juga mendapatkan edukasi sebagai directing dan untuk keluar pun terlalu mahal, jadi dengan terjun langsung bikin, itu jadi sarana pembelajaran,” ujarnya saat peluncuran filmnya di Jakarta.

Dirinya juga mengatakan sangat menikmati berada di belakang kamera karena bisa terlibat semuanya dalam pembuatan film, bukan hanya akting saja. “Kenikmatan menjadi sutradara itu kita nulis, kita bikin suatu alur cerita, kita punya keinginan untuk membawa penonton kemana, gua mau penonton saat menonton film gua ngga nyangka akhirnya bakalan seperti itu. Jadi gua bisa terlibat disetiap pembuatan film,” ujarnya sambil tertawa. Walaupun mengaku dirinya tidak akan meninggalkan pekerjaannya sebagai pemain film , namun dirinya juga tidak menolak apabila suatu hari nanti menjadi sutradara adalah pilihan karir.

Tentang film "Gay / Tidak", Sigi sendiri berkata bahwa untuk saat ini dirinya sangat suka men-direct sebuah cerita dengan tema 'Dark Romance'. “Film ini sebenarnya drama romance juga, tapi dark aja, tapi ngga membuat kita jijik dan natural aja, bosen juga kan nonton film romantis-romantisan gitu, dimana ada cowo dan cewe kejar-kejaran jadi udah bosen dan pengin bawa ke sisi yang lebih gelap lagi aja sih,” ujarnya lagi.

Info dari : Cinemage Magazine, www.21cineplex.com dan kompasentertainment.com

Mau kejedut aja, ahhh...

Senin, 23 November 2009

Berita Terakhir Nasib Caster Semenya

Atlit Afrika Selatan Caster Semenya berhak mempertahankan medali emas yang diraihnya dalam kejuaraan dunia atletik di Berlin, Jerman. Demikian dinyatakan Kementerian Olah Raga Afsel, menyusul hasil tes gender.

Pelari cepat berusia 18 tahun itu dengan luar biasa memenangkan nomor 800 meter Agustus lalu. Sesudah pertandingan, muncul pertanyaan mengenai gendernya karena ia tampak maskulin. Akibat keraguan itu, maka federasi atletik internasional IAAF memutuskan untuk melaukan tes gender.
(*Lebih jauh tentang Caster Semenya, silahkan baca kembali artikel "Meragukan Kelamin Juara Dunia" dalam arsip kebon ijo bulan September,2009)
IAAF sepakat tidak menarik medali emas Caster. IAAF bersama para ahli juga sepakat tidak akan mengumumkan hasil uji kelamin Semenya, bahwa atlit bersangkutan 'tidak melakukan kesalahan'. Sedangkan hasil tes itu sendiri tetap dirahasiakan.


Pemerintah Afrika Selatan, para pengacara Semenya, dan IAAF mencapai persetujuan total bahwa ia akan tetap mempertahankan medali emasnya, gelar, dan hadiah uang, karena ia terbukti ”tidak berdosa melakukan kesalahan apa pun,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.
Persetujuan juga dicapai dengan IAAF bahwa tes gender ilmiah yang dilakukan terhadap Semenya akan diperlakukan sebagai rahasia pribadi dan tidak akan ada pengumuman publik mengenai hasil tersebut.
IAAF mengatakan pihaknya tidak dapat menegaskan rincian dalam pernyataan tersebut, tetapi mengatakan IAAF telah menerima pengunduran diri Presiden Atletik Afrika Selatan (ASA) Leonard Chuene dari Dewan IAAF dan telah membuka penyelidikan resmi terhadap penanganan masalah Semenya oleh Chuene dan ASA.
Chuene mengatakan dewannya telah dibekukan oleh dewan Olimpiade Pemerintah Afrika Selatan setelah Chuene mengakui bahwa ia berbohong saat ia membantah Semnye telah melakukan tes gender sebelum kejuaraan dunia itu.
Kementerian olahraga itu mengatakan Semenya akan memutuskan masa depannya sendiri. ”Implikasi penemuan ilmiah mengenai kesehatan dan kehidupan selanjutnya Caster akan dianalisa oleh Caster dan ia akan mengambil keputusannya sendiri mengenai masa depannya. Apa pun yang ia putuskan, kami akan menghormati keputusannya, kata kementerian itu.
Afrika Selatan telah meminta IAAF untuk meminta maaf atas penanganan masalah Semenya.
Di Afrika Selatan, luapan kegembiraan atas kemenengan Semenya berubah menjadi kemarahan atas keonaran sekitar maskulinitas sang atlit. Politisi dan media menuduh IAAF rasis dan seksis.

Dari beberapa kasus keraguan tentang gender para atlit perempuan, yang paling sering mendapat sorotan adalah atlit-atlit dari cabang olah raga atletik. Padahal cabang olah raga lain tak kurangnya keraguan atas transgender ini. Mungkin atletik adalah ibu dari semua cabang olahraga. Contoh, olah raga Tenis. Sebut saja, Billy Jean King dan Martina Navratilova. Baru-baru ini dunia olahraga Tenis dikejutkan dengan pengunduran diri Amelie Mauresmo


Amelie Mauresmo
Mantan petenis nomor satu dunia, Amelie Mauresmo berniat serius mundur dari blantika tenis dunia. Rumor itu beredar sejak turnamen grand slam US Open lalu. Amelie Mauresmo sebenarnya masih memiliki ranking di WTA. Peringkatnya adalah 20. Dua turnamen terakhirnya adalah Linz dan Luksemburg.

"Sejak saya kembali dari US Open, saya tak menemukan kembali semangat untuk bertanding. Saya tak ingin memaksakan diri. Saya pun akan memikirkan untuk karier tenis saya," ungkap Mauresmo. Mauresmo, salah satu atlit yang telah coming out.

Dalam usia 30 tahun, Mauresmo pernah menjuarai grand slam dua kali, yakni Australian Open dan Wimbledon pada tahun 2006. Martina Hingis sempat berujar, "Mauresmo setengah pria. Dan Lindsay Davenport melontarkan pernyataan bahwa Mauresmo bermain seperti pria. Meskipun kemudian Martina meralat ucapannya, namun Mauresmo membalas komentar ralat Martina dengan, "a little stupid"

*Info : Kompas, www.bolanews.com

Mau kejedut aja, ahhh...

Kamis, 19 November 2009

Kissing Kissing...dimana-mana...

Siapa sih yang nggak suka berciuman dengan pasangannya? ciuman adalah bahasa cinta dan kasih sayang antara pasangan kita. Ciuman juga bentuk perilaku yang paling indah dalam hubungan kita yang bisa menghasilkan sensasi luar biasa walaupun udah berkali-kali melakukannya. Perasaan kita bisa saling menyatu saat kita bisa menikmati setiap sudut mulut pasangan kita.

Tubuh mereka yang berciuman akan memproduksi suatu zat yang memiliki kekuatan 200 kali lipat morfin. Oleh karena inilah, mereka yang berciuman seringkali merasa kebahagiaan dan kegembiraan yang luar biasa.
Menurut beberapa artikel tentang berciuman yang aku baca dari berbagai majalah, ciuman selama satu menit akan menghabiskan 26 kalori dalam tubuh. Berciuman penuh gairah selama 90 detik akan mengangkat tekanan darah dan meningkatkan detak jantung. Hal ini juga akan meningkatkan level hormon dalam darah, jadi akan menambah usia 1 menit! Mau panjang umur? Sering-sering berciuman, yak? yak?
Ciuman romantis akan membakar 2-3 kalori, sementara French Kiss akan membuang 5 kalori, dengan kata lain, semakin sering kita berciuman, semakin banyak kalori kita terbakar, cucok bagi mereka yang ingin ramping. Hehehe...
Berciuman menggerakkan 29 otot wajah, dengan kata lain, dengan berciuman, kita akan lebih muda, karena mencegah kerutan di wajah! Contohnya kek aku yang baby face ini, huahahaha...
Pasangan yang berciuman saling menukarkan zat seperti lemak, mineral, dan protein pada saat berciuman. Hal ini akan mendorong pembuatan antibodi, yang akan digunakan untuk melawan berbagai macam penyakit. Jadi berciuman itu ekstra sehat!
Katanya, berciuman bikin kita rileks dan mengurangi stress! Kalian stress? Cium dong cece yang ada disekitar kalian, baik di kantor, supermarket, mall bahkan di toilet! Pokoke dimana saja dan kapan saja!!! Cikkk...acikkkk!!!

Itu kalau berciuman dengan pasangan dan ditinjau dari segi kesehatan jasmani dan rohani. Lalu, apakah ciuman-ciuman yang dilakukan para cewek-cewek beken dengan cece yang bukan pasangannya di bawah ini termasuk dalam kategori untuk kesehatan? Untuk menangkal stess? Agar ramping?

Maree kita simak model ciuman para celebritis di bawah ini dan apa maknanya ;





"Ciuman Ilusi"
Paris Hilton tertangkap kamera mamarazzi ketika ia asyik bercengkrama dengan personil-personil The Lword di sebuah WeHo nightclub ternama, Falcon. Menurut kabar burung (entah burungnya sapa), Paris saat itu sempat berpegangan erat dengan Kate Moenig (ohhhh...tidak!!!!). Tapi sumber lain mengatakan bahwa Paris ketika itu sedang mengadakan pendekatan pribadi dengan Ilene Chaiken, produser The Lword. Rupanya bagi seorang Paris Hilton ketenaran sensasi diatas segala-galanya.



"Ciuman Penghibur ala Banci"
Walah! Siapa hombrenk (setenar apapun) yang punya nyali berciuman ala Madonna yang kaga ada matinye ini, ya??? Dalam satu panggung acara yang sama beliau secara bergantian mencium Britney Spears dan Christina. Tak hanya mencium sesama bintang, Madonna secara blak-blakan mencium penari latarnya pada sebuah pertunjukkan musik di Paris. Madonna termasuk banci yang maen hantam kromo, nggak liat-liat lagi apakah jenis jeruk ataukah jenis tekekek. Untuk para banci, jangan pernah bermimpi dicium Madonna sebelum secara gentle berani masuk ke toilet perempuan tanpa ditemanin pasangan, oke??? Huahahahaha...

"Ciuman antar Tetangga"
Jessica Biel, artis yang pernah dekat dengan penyanyi Justin Timberlake ini kedapatan sedang berciuman dengan seorang cece yang diduga adalah penghuni rumah pondok indah e salah satu tetangganye, maksud ane... hihihi!

"Ciuman Populer"
Ini adalah cuplikan adegan ciuman antara Megan Fox dengan Amanda Seyfried dalam clip film "Jennifer's Body". Menurut Megan, adegan ciuman ini tidaklah nyaman. Nggak nyaman, nyatanya adegan ciuman Megan Fox ini yang paling popular di Youtube. Aku kesusahan mendapatkan pic Megan Fox yang berciuman dengan cece di luar perannya dia sebagai artis. Menurutku ciuman Megan diatas kalah syur dengan penampilanya yang berbalur keringat di Transformer! Beuhhhh! Slruuuuppp!!!


"Ciuman Mom to Mom"
ckckckckckck... beginilah enaknya jadi celebritis, bisa cium siapa saja tanpa lihat status dan milik siapa. Ehmmm... Tanpa sungkan, Angelina Jolie yang saat itu sedang hamil, mencium dengan hangat Dina (istri produser dan sutradara Clint Eastwood) pada saat menghadiri Festival Film Cannes (gambar sebelah kiri). Gambar sebelah kanan adalah adegan ciuman antara Jolie dengan Ratu Noor (Lisa Halaby), isti Raja Hussein dari Jordania ketika Jolie diundang Arab's Children Congress di Amman.
Jolie...Jolie...betapa indahnya hidupmuuu... hikssss!!!


"Ciuman Sedekah"
Dalam acara Charity OneXone, di San Fransisco, Oktober 2009 lalu, Charlize Theron didaulat untuk menyumbang dengan cara mencium salah satu pengunjung yang paling tinggi tawarannya. Tersebutlah seorang pengunjung perempuan dengan nilai tawaran US$ 140,000 yang mendapat kesempatan emas dicium Theron dalam waktu 20 detik. Tampak dalam video clipnya, Theron langsung mencium cece tersebut sebelum aba-aba dimulai. Arrrggghhhhhh!!!

"Ciuman Kenegaraan"
Ukh! Akhirnya, aku dapat juga gambar madame Carla Bruni yang mencium Nyonya Michelle Obama ketika berkunjung ke Strasbourg, April 2009. Tak disebutkan oleh media setempat apakah pada saat mencium Michelle, Carla memakai jurus "French Kiss" yang terkenal itu. FYI, French Kiss adalah salah satu tekhnik berciuman yang tidak saja bibir yang bergrilya, namun lidah juga turut bergoyang.
Madame Carla, "Voulez Vouz embraseez avec moi ce soir?" Jiahahahahahahahaha... :))

*Info ; www.celebritywonder.com

Mau kejedut aja, ahhh...

Selasa, 17 November 2009

Novel "Past Continuous" oleh Neel Mukherjee

Sahabat-sahabat kebon ijo, kami punya info sebuah Novel bertema homoseksual yang kudu dimiliki bagi yang merasa dirinya hombrenk. Novel ini bisa saja merupakan refleksi kejadian sehari-hari yang kerap kita temukan sebagai kaum minoritas. Bagaimana seharusnya kaum homoseksual bersikap bila menghadapi tekanan-tekanan sosial yang tidak bersahabat. Sebuah kisah perjalanan pemuda imigran mencari kebahagiaan dan "rumah". Sebuah Novel yang memberikan alternatif untuk hidup menjadi lebih baik.

"Past Continuous" adalah Novel perdana yang cemerlang dari Neel Mukherjee, menceritakan kisah yang sungguh-sungguh nyata dari Ritwick Ghosh, seorang pria homoseksual yang kabur dari kehidupannya yang merana di Kalkuta. Lengkap dengan lingkungan yang hingar bingar dan saling mencurigai. Gosh meninggalkan Kalkuta menuju kebebasan di Inggris. Sebuah novel India yang menarik.


Beberapa review menarik tentang isi dari novel Past Continuous :
(*maaf, berhubung aku sendiri belum baca, hehehe... )

‘The greatest strength of Mukherjee’s searing first novel is its astonishing ability to produce the literary equivalent of cinéma vérité, because he can uncannily capture a street, a smell, a snatch of song with wordplay that can sting your memories into a renaissance. But this is not to say that the novel is geo-culturally delimited; Mukherjee debuts impressively with a blistering pen that lacerates afresh every wounded recollection that it uncovers. … A scorcher.’ India Today.

… well written … excellent … an engaging novel. Mukherjee’s achievement is to have written an eminently readable immigrant novel. In the process, he is able to bring to light the fickleness and flimsiness of the idea of love and happiness in terms of a young man’s search for home. … A naturally good writer.’ Tehelka.

A writer of skill, imagination and ambition. Like a master weaver, Neel Mukherjee spins a tale of interweaving warp and weft, moving backward and forward in time and place, … easily shifting narrative as it ties up the threads of different tales, tossing in history, myth and collective memory … and drawing parallels within each narrative.’ Mint.

‘There is a bitterness — almost savage in its quality — about Neel Mukherjee’s debut novel that wrenches the reader out of his comfort zone. The only way to engage with this book would have to be from the gut-level.’ The Telegraph.

Brilliant and disturbing … Instead of the cloying nostalgia that fills so much diasporic fiction, we have a hard, painful hatred, a desire to burn the past into the bitter ashes of the cremation-ground. … Intensely imagined, densely populated … the narrative is taut with possibility. … Past Continuous makes us uncomfortable, unsettles our confidence in persons and places, but it also excites us with the tension and hope of literary as well as existential risk-taking.’ Biblio.

‘Not very often do we come across a novel so intense, thoughtful and one that runs on so many levels simultaneously. … Past Continuous is an engaging and powerful work of art.’ The Tribune.

‘Cleverly crafted and impeccably written, the book refuses to be put down till the end.’ Marie Claire.
Neel Mukherjee lahir di Kalkuta dan mengenyam pendidikan di Kalkuta, Oxford dan Cambridge. Dia mengulas fiksi untuk The Times dan Times Magazine Asia dan sudah menulis untuk, The Daily Telegraph, The New Observer, The York Times, The Boston Review, The Sunday Telegraph dan Biblio. Dia juga editor penyumbang untuk Boston Review. Dia membagi waktunya antara London dan Amerika Serikat. Past Continuous adalah novel pertamanya. Edisi UK dari novel itu berjudul A Life Apart sedang diterbitkan oleh Constable&Robinson pada awal tahun 2010. Bersama Varsha Adalja, James Bridle, Urvashi Butalia dan Sangeeta Datta, Neel menjadi panelis dalam seminar "Gender and Sexual Politics" di The British Library, dalam event London, Book Fair 2009.
FYI, Neel Mukherjee, hadir pula dalam "Ubud Writers & Readers Festival" 7-11 Oktober 2009 lalu di Bali. Dimana penulis-penulis Indonesia seperti NH Dini, Ernest JK.Wen, Desy Anwar turut ambil bagian dalam festival tersebut.

*Info : player Ubud Writers & Readers Festival, www.neelmukherjee.com, www.guardian.co.uk.

Mau kejedut aja, ahhh...
 

© Jan 2009 | NEPENTHES | Edit Design by Jupiter Dewa | Powered by Blogger |